Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Mei 2018 10:30
Kebakaran Rumah Warga Kempas, Inhil Sebabkan Seorang Korban Luka

Selasa, 22 Mei 2018 10:25
Tahun Depan, Pemko Pekanbaru Hapus Anggaran Jamkesda

Selasa, 22 Mei 2018 09:39
Aktif Jalin Kemitraan Masyarakat, Kapolres Beri Peralatan Olahraga pada Polsek XIII Koto Kampar

Selasa, 22 Mei 2018 07:41
Tim Safari Ramadhan Pemkab Kampar Akan Kunjungi 21 Masjid

Selasa, 22 Mei 2018 07:32
Pansus DPRD Riau Panggil Biro Hukum Bahas Draf Ranperda Adat

Senin, 21 Mei 2018 23:12
Bupati Kampar Dukung Seleksi Tim SBAI Garuda Jaya U-16

Senin, 21 Mei 2018 23:08
Ratusan Warga Hadiri Silaturrahmi di Kediaman Wardan

Senin, 21 Mei 2018 23:04
Los Pasar Padang Sawah Kampar Kiri Jadi Tempat Transaksi Narkoba

Senin, 21 Mei 2018 21:50
Silaturahmi Andi Rachman-Wardan di Pulau Burung, Paslon 4 Sudah Programkan Buka Akses Jalan Darat Pelalawan-Inhil

Senin, 21 Mei 2018 21:19
Terkait Pemanggilan 7 ASN, Pengurus MKGR Riau Datangi Kantor Panwaslu Pelalawan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 12 Pebruari 2018 14:55
Korupsi Dana Pendidikan,
Status Tahanan Kota untuk Sekdakab Kuansing dan Bendahara Diterima Hakim


Pengadilan Tipikor Pekanbaru meneruskan status tahanan kota bagi dua terdakwa perkara dugaan korupsi dana pendidikan Kuansing, yaitu Muharman dan Doni Irawan.

Riauterkini-PEKANBARU-Drs Muharman, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dan Doni Irawan, Bendahara Setda Kuansing, makin senang mengetahui status tahanan kota yang diberikan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), tetap diteruska pihak pengadilan tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Bahkan status tahanan kotanya pun berubah menjadi tahanan rumah.

Hal itu diungkapkan Toni Irfan SH, selaku ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara korupsi pemberian bantuan pendidikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Kuansing, usai sidang lanjutan pada Senin (12/2/18) siang di PN Pekanbaru.

"Memang status tahanan kota terdakwa Muharman dan Doni Irwan yang diberikan pihak kejaksaan kita teruskan. Karena, alasan pemberian status tahanan kota dan sekarang telah beralih ke tahanan rumah itu, kita melihat pada permohonan saat pelimpahan dari jaksa, terdakwa Muharman sedang sakit," ucap Toni.

Sementara itu, Eva Nora, selaku kuasa hukum Drs Muharman, juga mengatakan jika status tahanan rumah kliennya telah diterima majelis hakim.

" Status tahanan rumah kliennya diterima majelis hakim, " kata Eva.

Senin pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Drs Muharman dan Doni Irwan, kembali menjalani sidang perkara korupsi pemberian bantuan dana pendidikan yang menjeranya.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jhon L Hutagalung SH, menghadirkan 5 orang saksi yang merupakan PNS di Pemkab Kuansing yang menerima dana bantuan dari Tim Anggaran Pemerintahan Daerah (TAPD).

Kelima saksi yang dihadirkan itu, Fedrik. Asisten Administrasi dan Umum dan juga sebagai Wakil Ketua tim anggaran yang bertugas menghitung penerimaan daerah Anggaran 2014-2015. Dan sebagai ketua anggaran, Drs Muharman (Sekdakab)

Kemudian saksi Rozi, anggota TAPD dan juga penerima bantuan belajar (kuliah) mengambil pasca sarjana S2 di Universitas Islam Riau (UIR). Saksi Musliadi, Sekretaris TAPD, saksi Martono dan Irwan.

Saksi Martono mengakui dapat dana bantuan dari Pemkab Kuansing. Namun dana yang didapat Rp 45 juta dipotong Rp 5 juta.

" Dana bantuan yang saya dapat dipotong Rp 5 juta oleh terdakwa Doni Irawan, dengan alasan dana pemotongan ini untuk atasan," kata Martono.

Usai mendengarkan keterangan saksi, sidang dilanjutkan pekan depan.

Seperti diketahui, Perbuatan kedua terdakwa yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,5 miliar. Dijerat jaksa dengan Pasal 2 Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dimana perbuatan kedua terdakwa itu terjadi tahun 2015 lalu. Saat Pemkab Kuansing memberikan dana anggaran pendidikan sebesar Rp 1.520.000.000 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan formal.

Bantuan pendidikan kepada PNS tersebut untuk peningkatan kapasitas sumber daya PNS tenaga pendidik di Kuansing. Namun, penyaluran atau pemberian dana bantuan pendidikan tersebut tidak sesuai ketentuan atau tidak sesuai peruntukannya. Sehingga perbuatan kedua terdakwa telah menimbulkan kerugian negara.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran Rumah Warga Kempas, Inhil Sebabkan Seorang Korban Luka
- Aktif Jalin Kemitraan Masyarakat, Kapolres Beri Peralatan Olahraga pada Polsek XIII Koto Kampar
- Los Pasar Padang Sawah Kampar Kiri Jadi Tempat Transaksi Narkoba
- Korupsi RTH, PPTK Gugup Ditanya Tanggung Jawab dalam Kegiatan
- Janji Bantu Meringankan Ditingkat Banding,
Oknum Pengacara Posbakum di PN Pelalawan Diduga Tilap Uang Terdakwa Kasus Narkoba

- Asal Coret Sembarang Tempat,
Seorang Oknum ASN Pemkab Bengkalis Diamankan Satpol PP

- Jadi Barang Bukti,
Mobil Penyerang Mapolda Riau Terdaftar sebagai Milik Warga Dumai

- Jalani Perawatan, Aipda Jhon Hendrik dan Dua Wartawan Sudah Dibolehkan Pulang
- Kadis PU Riau Dwi Agus Sumarno Sakit,
Sidang Korupsi RTH Dilanjutkan Pemeriksaan Saksi Dua Terdakwa

- Aparat Polresta Pekanbaru Tangkap Kurir 8 Kilogram Sabu
- Tiga Warga Tapung Hulu Ditangkap Polres Kampar Saat Pesta Sabu
- Gerebek Pesta Sabu di Mahato, Satres Narkoba Polres Rohul Ciduk 2 Laki-laki
- 5 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Rohil dan Dumai
- Polisi Diminta Tindak Tegas Balapan Liar di Sudirman Bengkalis
- Balap Liar di Duri Kian Menggila Selama Ramadhan
- Empat Jenazah Terduga Teroris Mapolda Riau Dijemput Keluarga Tengah Malam
- Seorang Penyerang Mapolda Riau Dikuburkan di Desa Pasiran, Bengkalis
- Proyek Pipa Gas PGN dan Pertagas di Dumai Timpa Pekerja Hingga Tewas
- Tiga Jenazah Terduga Teroris Sudah Dimakamkan di Dumai
- Tabrak Truk Mundur, Pemotor di Pelalawan Tewas Seketika


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com