Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Oktober 2018 12:42
Ada Pemutihan Denda Pajak Kendaraan,
Wakil Rakyat di DPRD Kuansing Imbau Pemerintah Tak Persulit Masyarakat


Jum’at, 19 Oktober 2018 12:12
Sukiman Mengaku Tak Datang dan Tak Tandatangani Dokumen Dukungan

Jum’at, 19 Oktober 2018 11:49
Penuhi Panggilan Bawaslu Riau, Bupati Rohul Dicecar 33 pertanyaan

Jum’at, 19 Oktober 2018 10:56
BKD Pekanbaru Akan Konsultasi ke KSN untuk Pengisian Pejabat Eselon II

Jum’at, 19 Oktober 2018 10:48
Kadishub Keluhkan Tumpukan Sampah Di Depan Halte TMP

Jum’at, 19 Oktober 2018 10:40
Satpol PP Pekanbaru Gencar Tertibkan PKL di Jalan Protokol 

Kamis, 18 Oktober 2018 22:34
Aneh, APMS di Bengkalis Ini Tidak Jual Bensin ke Masyarakat Tapi ke Drum

Kamis, 18 Oktober 2018 21:49
Tiga Penyakit Bahaya Ini Harus Diwaspadai Pemilik Hewan di Bengkalis

Kamis, 18 Oktober 2018 20:59
Bupati Kampar Ingatkan Pelaksana Program Pamsimas yang Memahami Sistem Sanitasi

Kamis, 18 Oktober 2018 19:50
Lagi, Kada Tak Hadir Penuhi Panggilan Bawaslu

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 12 Pebruari 2018 15:31
Dilakukan 5 Lokasi Berbeda,
29 Adegan Warnai Rekonstruksi Pembunuhan Supir Gocar


Sebanyak 29 adegan mewarnai jalannya reka ulang atau rekonstruksi pembunuhan terhadap Ardhie Nur Aswan (23), supir gocar yang tewas dihabisi oleh 6 penumpangnya .

Riauterkini-PEKANBARU-Sebanyak 29 adegan mewarnai jalannya reka ulang atau rekonstruksi pembunuhan terhadap Ardhie Nur Aswan (23), supir gocar yang tewas dihabisi oleh 6 penumpangnya pada Oktober 2017 silam. Proses jalannya reka ulang juga cukup panjang, apalagi tim Sat Reskrim Polresta Pekanbaru menggelar reka ulang tersebut di 5 lokasi berbeda, Senin (12/02/18) siang.

Pantauan riauterkini.com, reka ulang pertama dilaksanakan petugas di kos-kosan para tersangka, di Jalan Tri Tunggal, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan. Empat tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi itu, mereka berempat yakni Viktorianus Hendrik Siburian (20), Maringan Tua Gultom (20), Lian Pranata Sipayung (20) dan Fije Sanje Tarihoran (20). Di kos-kosan inilah, keempat tersangka pun merencanakan dan mempersiapkan semuanya. Ada 10 adegan yang diperagakan para tersangka, termasuk membawa tali untuk menjerat leher Ardhie.

Setelah dari kos-kosan, reka ulang kemudian dilanjutkan polisi menuju Karaoke Koro-koro di Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tampan. Di tempat karaoke itu, tersangka pun mulai memesan gocar yang dibawa oleh korban (Ardhie) lalu mengajaknya pergi menuju loket bus PO Medan Jaya di Jalan Air Hitam Ujung/Riau Ujung.

Bertolak dari Koro-koro, perjalanan reka ulang kemudian berlanjut ke loket bus PO Medan Jaya. Di lokasi ketiga tersebut, salah satu tersangka lalu menanyakan ada tidaknya bus yang masih datang kepada pihak PO Medan Jaya. Namun karena tak ada lagi bus yang datang karena kala itu hari sudah larut malam, para tersangka mengajak korban singgah ke sebuah warung di bundaran masuk PO Medan Jaya tersebut untuk sekedar membeli rokok. Warung itupun jadi lokasi keempat proses rekonstruksi.

Selesai di lokasi keempat, tersangka kembali memerintahkan korban untuk mengantarkan kembali ke Karaoke Koro-koro. Di Koro-koro, tersangka juga menjanjikan akan membayar dua kali lipat ongkos gocar yang sudah mereka tumpangi. Karena tak merasa curiga, korban pun menuruti kemauan para tersangka untuk menuju Koro-koro.

Nahas bagi korban, ketika masih ditengah perjalanan, tersangka tiba-tiba mengajak korban berhenti. Tanpa basa-basi lagi, disaat berhenti itulah, tersangka Viktorianus Hendrik langsung menjerat leher korban menggunakan tali yang sudah dipersiapkan. Korban sempat melawan sehingga tali juga terputus. Namun perlawanan korban sia-sia, tersangka tak memberi kesempatan sedikitpun dan kembali mencekik leher korban menggunakan tangan sampai tak bisa bernafas.

Eksekusi terhadap korban itu, tergambar jelas di lokasi ke 5, yakni di depan Sekolah Dharma Yudha, Jalan Soekarno Hatta. Viktor memperagakan adegan ke 23 ketika menghabisi nyawa Ardhie tersebut. Begitu korban lemas, tersangka yang lain kemudian memindahkan tubuhnya ke bangku belakang dengan posisi tubuh korban ditelungkupkan di kursi belakang dan diduduki.

Rangkaian reka ulang itu baru terhenti di adegan ke 28-29. Dimana tersangka Viktor sudah memeriksa denyut nadi korban dan memastikan bahwa korban sudah tewas. Di adegan terakhir itu pula, para tersangka sepakat untuk membuang jasad korban ke Kandis, Kabupaten Siak.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto menjelaskan, reka ulang tersebut dilakukan pihaknya untuk melengkapi berkas perkara para tersangka. Selain itu, rekonstruksi yang dilakukan juga bertujuan untuk menggambarkan saat-saat peristiwa itu terjadi, mulai dari perencanaan hingga eksekusi yang diperankan oleh masing-masing tersangka.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Satpol PP Pekanbaru Gencar Tertibkan PKL di Jalan Protokol 
- Kembali Diperiksa sebagai Saksi, Wabup Bengkalis Datangi Ditreskrimsus Polda Riau
- Pejabat Kuansing Diingatkan Soal Pidana untuk penyimpangan APBD
- Kebakaran Dua Rumah di Meredan, Pekanbaru Tewaskan Seorang Warga
- Komnas HAM.Datanggi Pemkab Kuansing Bahas Persoalan Tambang Emas Ilegal
- Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Kuansing Gelar Razia Cipta Kondisi
- Terungkap Dipersidangan, Oknum Polisi Penganiaya Pacar Hingga Patah Rahang Tak Ditahan
- ‎Usai Nabrak Polisi di Tambusai,
Pemilik Senpi Rakitan dan Softgun Ditangkap Polsek Rambah Hilir

- Berkas dan Tersangka Pembunuhan Sadis di Jalan Cipta Karya Dilimpahkan ke Jaksa
- Cemarkan Nama Baik UIR, Polda Riau Optimalkan penyelidikan Terhadap EO
- 3 Maling Motor di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul
- Pengedar Sabu di Pedesaan di Ringkus Polres Bengkalis
- Polisi Rohul Tangkap Residivis di Kontrakan dan Sita 11 Paket Sabu
- Mayat Penuh Luka Terbungkus Karung Pupuk Ditemukan di Pelalawan
- Nyabu Sekaligus Penggedar, Dua Honorer di Bengkalis Diringkus Polisi
- 5 Pelayan Warung Remang-remang di Pagaran Tapah Digiring Satpol PP Rohul
- Dua Juru Tulis Judi Togel di Tambusai Utara Rohul Terciduk Polisi
- Danlanal Dumai Beri Penghargaan Nelayan Tenmkan M-16
- Oknum Polisi Terjerat TPPU Penyelundupan Trenggiling Dituntut 3 Tahun Penjara
- Diduga Mesum, Satpol PP Pekanbaru Amankan 29 Muda-mudi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com