Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Pebruari 2018 20:45
Cabuli Balita,
Seorang Pria di Duri, Bengkalis Diamankan Polisi


Selasa, 20 Pebruari 2018 20:29
Pilkda Inhil, Tokoh Masyarakat Kemuning Siap Menangkan Wardan-SU

Selasa, 20 Pebruari 2018 20:27
Polantas Pekanbaru Larang Siswa Bawa Kendaraan Pribadi ke Sekolah

Selasa, 20 Pebruari 2018 19:26
Dituding 'bermain' di Proyek RTH,
Ketua Kadin Riau Laporkan Korlap FMPAK ke Polda Riau


Selasa, 20 Pebruari 2018 19:19
Tanpa Dihadiri Harris, Arsyadjuliandi Rachman Kampanye Dialogis di Pelalawan

Selasa, 20 Pebruari 2018 19:09
Cawagubri Hardianto Prihatin, Pinggiran Pekanbaru Masih Tertinggal

Selasa, 20 Pebruari 2018 19:05
Cagub Arsyadjuliandi Rachman Ngopi Bareng Tokoh Masyarakat Pelalawan

Selasa, 20 Pebruari 2018 19:01
LAM Tabalkan Gelar Adat untuk UAS,
Syamsuar-Edy: Beliau Layak Mendapatkan


Selasa, 20 Pebruari 2018 18:36
Hasil Koordinasi Dengan Provinsi,
PUPR Inhil Segera Perkuatan Konstruksi Jembatan Desa Teluk Kiambang


Selasa, 20 Pebruari 2018 18:30
Bupati Kampar Ingatkan Semua Desa Harus Dapat Jatah Pembangunan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Pebruari 2018 18:02
Dijanjikan Pekerjaan Honorer di Pemprov Riau,
Dua Warga Pekanbaru Ditipu Oknum PNS


Sorang oknum ASN dilingkungan Pemprov Riau harus berurusan dengan polisi. Pelaku diduga lakukan penipuan dengan janji memasukan kerja honorer.

Riauterkini-PEKANBARU-Meski sudah punya pekerjaan tetap sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), namun Witra Rumaya (32) ternyata punya pekerjaan kotor sampingan sebagai penipu. Ia pun harus berurusan dengan polisi karena dilaporkan oleh dua korbannya, Abdul Razak (41) dan Hakim Taminof (62) ke Mapolresta Pekanbaru.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, modus penipuan yang dilakukan pelaku sendiri adalah dengan menjanjikan pekerjaan pegawai honor di Kantor Gubernur Riau untuk anak dan keponakan dari kedua korban. Pelaku bahkan meminta sejumlah uang tunai sebagai 'pelicin' agar anak serta keponakan masing-masing korban bisa diterima sebagai honorer di lingkungan Pemprov Riau.

Namun meski uang sudah diberikan, hingga setahun lebih lamanya menunggu, pekerjaan honor yang dijanjikan pelaku pun tak kunjung terbukti. "Korban yang melapor ada dua orang dan laporannya masih kita selidiki," ujarnya kepada riauterkini.com, Rabu (14/02/18).

Masih kata Bimo, penipuan itu sendiri sudah dilakukan oleh pelaku sejak Desember 2016 silam. Korban yang pertama adalah Abdul Razak. Kala itu, pelaku dan korban sempat bertemu di Cafe Roti Pisang Bakar di Jalan A Yani, 7 Desember 2016 silam. Di cafe itulah, korban memberikan uang sebesar Rp17 juta kepada pelaku sebagai pelicin agar pelaku bisa melolosan anak korban diterima bekerja sebagai honorer di Biro Pembangunan Pemprov Riau. Namun sayang, hingga 2018, anak korban tak kunjung mendapatkan pekerjaan honorer tersebut.

Pelaku juga sempat berjanji akan mengembalikan uang milik korban, tapi dari Rp17 juta yang diterimanya dari korban, baru Rp5 juta yang sudah dikembalikan. Kemudian korban kedua adalah Hakim Taminof. Masih di bulan Desember 2016, tepatnya tanggal 23, korban dan pelaku bertemu di Jalan Hasanuddin, Gg Abidin II, Kecamatan Pekanbaru Kota. Di pertemuan tersebut, korban menyerahkan uang sebesar Rp34,5 juta kepada pelaku yang sudah menjanjikan bisa membantu 7 orang keponakan korban untuk bekerja sebagai pegawai honor di Pemprov Riau.

Apes bagi korban, setelah uang diserahkan dan setahun lebih sudah berlalu, tak ada satupun keponakan korban yang masuk jadi honorer di lingkungan Pemprov Riau. Pelaku juga selalu menghindar jika korban mempertanyakan pekerjaan yang dijanjikan pelaku tersebut.

"Pelaku menjanjikan pekerjaan pegawai honor untuk anak dan keponakan masing-masing korban. Tapi sampai sekarang, pekerjaan itu tak terbukti sehingga kedua korban merasa ditipu oleh pelaku," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polantas Pekanbaru Larang Siswa Bawa Kendaraan Pribadi ke Sekolah
- Dituding 'bermain' di Proyek RTH,
Ketua Kadin Riau Laporkan Korlap FMPAK ke Polda Riau

- Restribusi Terminal Barang Dishub Dumai,
Tiga Terdakwa Korupsi Ini Divonis 3 hingga 6 Tahun Penjara

- Ekspos Penangkapan Sabu 1/2 Kg,
Polres Inhil Dalami Keterlibatan Napi Lain di Lapas Tembilahan

- Satu Lagi Terdakwa Korupsi Anggaran Bappeda Rohil Diadili
- Seorang Masih Buron, Tiga Maling di Rohul Cabuli Putri Pemilik Rumah
- Polda Riau Akan Minta Keterangan Inspektorat Kampar Terkait Pungli Satpol PP
- Maling Pengincar Rumah Kosong Ditangkap Polsek Mandau, Bengkalis
- Diduga Aniaya Anak Kandung, Pasutri di Bhatin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Galapkan Motor, Pria Pengangguran di Duri, Bengkalis "Dikerangkeng" Polisi
- Menang Praprid, Pengadilan Batalkan Status Tersangka PT Hutahaean
- Satres Narkoba Polres Rohul Ciduk 2 Pengedar Sabu dari Kontrakan di Kota Lama
- Dua Maling Motor di Pekanbaru Diciduk Polisi
- Tim Opsnal Polres Rohul Tangkap 2 Penjudi di Desa Mahato Sakti
- Sidang Pemalsuan Surat Tanah,
Saksi Pernah Dilaporkan Atas Kasus Penyerobotan Lahan

- Polda Riau Dalami Penyebab Kebakaran di Meranti
- Ungkap 26 Kasus Selama Januari,
Kapolres Kampar Berikan Penghargaan Kepada 7 Personel Satresnarkoba

- Demo di Bundaran Tugu Zapin,
Dua Aliansi Mahasiswa Minta Usut Dugaan Mark Up Anggaran di Rohul

- Diduga Lakukan 6 Pelanggaran, Pendemo Desak Polda Riau Periksa Pimpinan PT Ivo Mas
- Demi HP China, Remaja di Inhil Bunuh Temannya dan Membuang Mayatnya ke Parit


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.90.119.59
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com