Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 16 Agustus 2018 23:33
‎343 Narapidana Lapas Pasirpangaraian Terima Remisi Kemerdekaan, 3 Langsung Bebas

Kamis, 16 Agustus 2018 22:08
Dansatgas Geram, Bentangan Karhutla di Rohil Capai 17 KM

Kamis, 16 Agustus 2018 21:18
Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah,
Siposan Rimbo Berhak Bawa Pulang Hadia Utama 20 Juta Rupiah


Kamis, 16 Agustus 2018 19:33
Danstagas Karhutla: Perintah Tembak Pembakar Lahan Sudah Disepakati Bersama Kapolda

Kamis, 16 Agustus 2018 18:17
Dansatgas Karhutla Terima Bantuan 10 Motor Trail Bantuan Arara Abadi

Kamis, 16 Agustus 2018 18:13
Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda

Kamis, 16 Agustus 2018 18:10
Advokasi Harga TBS Petani Sawit, APKASINDO Riau serahkan Rekomendasi

Kamis, 16 Agustus 2018 18:08
Bawa Airsoftgun dan Resahkan Warga, Pria Gangguan Jiwa di Tenayan Raya Diamankan Polisi

Kamis, 16 Agustus 2018 18:00
273 ASN Pemkab Bengkalis Berqurban

Kamis, 16 Agustus 2018 17:57
Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Pebruari 2018 18:02
Dijanjikan Pekerjaan Honorer di Pemprov Riau,
Dua Warga Pekanbaru Ditipu Oknum PNS


Sorang oknum ASN dilingkungan Pemprov Riau harus berurusan dengan polisi. Pelaku diduga lakukan penipuan dengan janji memasukan kerja honorer.

Riauterkini-PEKANBARU-Meski sudah punya pekerjaan tetap sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), namun Witra Rumaya (32) ternyata punya pekerjaan kotor sampingan sebagai penipu. Ia pun harus berurusan dengan polisi karena dilaporkan oleh dua korbannya, Abdul Razak (41) dan Hakim Taminof (62) ke Mapolresta Pekanbaru.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, modus penipuan yang dilakukan pelaku sendiri adalah dengan menjanjikan pekerjaan pegawai honor di Kantor Gubernur Riau untuk anak dan keponakan dari kedua korban. Pelaku bahkan meminta sejumlah uang tunai sebagai 'pelicin' agar anak serta keponakan masing-masing korban bisa diterima sebagai honorer di lingkungan Pemprov Riau.

Namun meski uang sudah diberikan, hingga setahun lebih lamanya menunggu, pekerjaan honor yang dijanjikan pelaku pun tak kunjung terbukti. "Korban yang melapor ada dua orang dan laporannya masih kita selidiki," ujarnya kepada riauterkini.com, Rabu (14/02/18).

Masih kata Bimo, penipuan itu sendiri sudah dilakukan oleh pelaku sejak Desember 2016 silam. Korban yang pertama adalah Abdul Razak. Kala itu, pelaku dan korban sempat bertemu di Cafe Roti Pisang Bakar di Jalan A Yani, 7 Desember 2016 silam. Di cafe itulah, korban memberikan uang sebesar Rp17 juta kepada pelaku sebagai pelicin agar pelaku bisa melolosan anak korban diterima bekerja sebagai honorer di Biro Pembangunan Pemprov Riau. Namun sayang, hingga 2018, anak korban tak kunjung mendapatkan pekerjaan honorer tersebut.

Pelaku juga sempat berjanji akan mengembalikan uang milik korban, tapi dari Rp17 juta yang diterimanya dari korban, baru Rp5 juta yang sudah dikembalikan. Kemudian korban kedua adalah Hakim Taminof. Masih di bulan Desember 2016, tepatnya tanggal 23, korban dan pelaku bertemu di Jalan Hasanuddin, Gg Abidin II, Kecamatan Pekanbaru Kota. Di pertemuan tersebut, korban menyerahkan uang sebesar Rp34,5 juta kepada pelaku yang sudah menjanjikan bisa membantu 7 orang keponakan korban untuk bekerja sebagai pegawai honor di Pemprov Riau.

Apes bagi korban, setelah uang diserahkan dan setahun lebih sudah berlalu, tak ada satupun keponakan korban yang masuk jadi honorer di lingkungan Pemprov Riau. Pelaku juga selalu menghindar jika korban mempertanyakan pekerjaan yang dijanjikan pelaku tersebut.

"Pelaku menjanjikan pekerjaan pegawai honor untuk anak dan keponakan masing-masing korban. Tapi sampai sekarang, pekerjaan itu tak terbukti sehingga kedua korban merasa ditipu oleh pelaku," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda
- Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis
- Dansatgas Karhutla Perintahkan Tembak di Tempat Pembakar Lahan
- Razia Kamar Napi,
Petugas Lapas Pekanbaru Temukan Puluhan Paket Ganja Kering

- Dugaan Pembobolan Dana Nasabah BDA,
Reskrim Polres Pelalawan Bidik Tersangka Baru

- ‎Pasca Bentrok Batas Riau-Sumut,
4 Terduga Pelaku Ditahan di Polres Tapsel, Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan

- Kejari Rohul Terima Penghargaan Terbaik III Penanganan Perkara Pidum Tingkat Riau
- Pelarian Lapas Sialang Bungkuk Ditangkap Polres Kampar Saat Pesta Narkoba
- Polres Pelalawan Bidik Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi
- Miliki Shabu, 3 Petani di Bathin Solapan, Bengkalis Diamankan Polisi
- Polisi Amankan Empat Orang Penjudi Dadu di Arena Pacu Jalur
- Polda Riau Musnahkan 32,51 Kilogram Sabu senilai Rp32,5 Miliar
- Dua Warga Langgam, Pelalawan Tersandung Kasus Narkoba
- SPPD Fiktif, Mantan Kadishut Kampar dan Bendahara Divonis 5 dan 4 Tahun Penjara
- Dijebak Transaksi Motor Curian, Dua Maling Motor di Pekanbaru ini Terciduk
- ‎ 2 Laki-laki Ditangkap,
Kronologi Bentrok Berdarah di Perbatasan Riau-Sumut Versi Polres Rohul

- 550 Gram Sabu Dimusnahkan BNNP Riau
- Asik Pesta Shabu, 3 Pemuda di Pinggir, Bengkalis Digrebek Polisi
- Mutsai di Tubuh Kejati Riau, Tiga Asisten Diganti
- ‎Bentrok di Perbatasan Riau-Sumut, Seorang Sekuriti PT MAI Tewas, 2 Karyawan Dirawat di RSUD Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com