Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Agustus 2018 17:11
Ratusan Warga Selat Panjang Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat

Ahad, 19 Agustus 2018 16:51
Peringati Hari ke-57,
Bupati Kuansing: Pramuka Harus Jadi Garda Terdepan Perekat NKRI


Ahad, 19 Agustus 2018 16:48
‎Tiga JCH Kloter 18 Batam Sakit, 2 JCH Kehilangan Uang di Hotel

Ahad, 19 Agustus 2018 16:37
Peduli Kemanusiaan,
DDI Bathin Solapan, Bengkalis Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Lombok


Ahad, 19 Agustus 2018 15:34
Terima Gratifikasi di Atas Sejuta, Penyelenggara Negara di Rohul Wajib Laporkan ke KPK RI

Ahad, 19 Agustus 2018 14:55
Geledah Mobil Agya,
Polsek Tambusai‎ Utara Tangkap Pengedar dan Sita 7 Paket Sabu


Ahad, 19 Agustus 2018 14:47
Miliki Ganja, Tukang Panen Sawit di Kuansing Diciduk Polisi

Ahad, 19 Agustus 2018 14:37
Dikendalikan dari Lapas Tangerang,
Tim Gabungan BNN Pusat dan BNNP Riau Amankan 30 Ribu Butir Inex di Dumai


Ahad, 19 Agustus 2018 13:59
Rangkaian Peringatan HUT ke-73 RI Pemkab Pelalawan

Ahad, 19 Agustus 2018 12:58
Kembali Membara, BPBD Curiga Kebakaran Lahan di Lubuk Gaung Disengaja

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Pebruari 2018 18:02
Dijanjikan Pekerjaan Honorer di Pemprov Riau,
Dua Warga Pekanbaru Ditipu Oknum PNS


Sorang oknum ASN dilingkungan Pemprov Riau harus berurusan dengan polisi. Pelaku diduga lakukan penipuan dengan janji memasukan kerja honorer.

Riauterkini-PEKANBARU-Meski sudah punya pekerjaan tetap sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), namun Witra Rumaya (32) ternyata punya pekerjaan kotor sampingan sebagai penipu. Ia pun harus berurusan dengan polisi karena dilaporkan oleh dua korbannya, Abdul Razak (41) dan Hakim Taminof (62) ke Mapolresta Pekanbaru.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, modus penipuan yang dilakukan pelaku sendiri adalah dengan menjanjikan pekerjaan pegawai honor di Kantor Gubernur Riau untuk anak dan keponakan dari kedua korban. Pelaku bahkan meminta sejumlah uang tunai sebagai 'pelicin' agar anak serta keponakan masing-masing korban bisa diterima sebagai honorer di lingkungan Pemprov Riau.

Namun meski uang sudah diberikan, hingga setahun lebih lamanya menunggu, pekerjaan honor yang dijanjikan pelaku pun tak kunjung terbukti. "Korban yang melapor ada dua orang dan laporannya masih kita selidiki," ujarnya kepada riauterkini.com, Rabu (14/02/18).

Masih kata Bimo, penipuan itu sendiri sudah dilakukan oleh pelaku sejak Desember 2016 silam. Korban yang pertama adalah Abdul Razak. Kala itu, pelaku dan korban sempat bertemu di Cafe Roti Pisang Bakar di Jalan A Yani, 7 Desember 2016 silam. Di cafe itulah, korban memberikan uang sebesar Rp17 juta kepada pelaku sebagai pelicin agar pelaku bisa melolosan anak korban diterima bekerja sebagai honorer di Biro Pembangunan Pemprov Riau. Namun sayang, hingga 2018, anak korban tak kunjung mendapatkan pekerjaan honorer tersebut.

Pelaku juga sempat berjanji akan mengembalikan uang milik korban, tapi dari Rp17 juta yang diterimanya dari korban, baru Rp5 juta yang sudah dikembalikan. Kemudian korban kedua adalah Hakim Taminof. Masih di bulan Desember 2016, tepatnya tanggal 23, korban dan pelaku bertemu di Jalan Hasanuddin, Gg Abidin II, Kecamatan Pekanbaru Kota. Di pertemuan tersebut, korban menyerahkan uang sebesar Rp34,5 juta kepada pelaku yang sudah menjanjikan bisa membantu 7 orang keponakan korban untuk bekerja sebagai pegawai honor di Pemprov Riau.

Apes bagi korban, setelah uang diserahkan dan setahun lebih sudah berlalu, tak ada satupun keponakan korban yang masuk jadi honorer di lingkungan Pemprov Riau. Pelaku juga selalu menghindar jika korban mempertanyakan pekerjaan yang dijanjikan pelaku tersebut.

"Pelaku menjanjikan pekerjaan pegawai honor untuk anak dan keponakan masing-masing korban. Tapi sampai sekarang, pekerjaan itu tak terbukti sehingga kedua korban merasa ditipu oleh pelaku," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terima Gratifikasi di Atas Sejuta, Penyelenggara Negara di Rohul Wajib Laporkan ke KPK RI
- Geledah Mobil Agya,
Polsek Tambusai‎ Utara Tangkap Pengedar dan Sita 7 Paket Sabu

- Miliki Ganja, Tukang Panen Sawit di Kuansing Diciduk Polisi
- Dikendalikan dari Lapas Tangerang,
Tim Gabungan BNN Pusat dan BNNP Riau Amankan 30 Ribu Butir Inex di Dumai

- Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi
- Moment HUT ke-73 RI, 3.834 Narapidana Riau Dapatkan Remisi
- Sesosok Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung dalam Kolam di Lubuk Ogong Pelalawan
- Dituding Makar, Neno Warisman Dilaporkan ke Polda Riau
- Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda
- Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis
- Dansatgas Karhutla Perintahkan Tembak di Tempat Pembakar Lahan
- Razia Kamar Napi,
Petugas Lapas Pekanbaru Temukan Puluhan Paket Ganja Kering

- Dugaan Pembobolan Dana Nasabah BDA,
Reskrim Polres Pelalawan Bidik Tersangka Baru

- ‎Pasca Bentrok Batas Riau-Sumut,
4 Terduga Pelaku Ditahan di Polres Tapsel, Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan

- Kejari Rohul Terima Penghargaan Terbaik III Penanganan Perkara Pidum Tingkat Riau
- Pelarian Lapas Sialang Bungkuk Ditangkap Polres Kampar Saat Pesta Narkoba
- Polres Pelalawan Bidik Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi
- Miliki Shabu, 3 Petani di Bathin Solapan, Bengkalis Diamankan Polisi
- Polisi Amankan Empat Orang Penjudi Dadu di Arena Pacu Jalur
- Polda Riau Musnahkan 32,51 Kilogram Sabu senilai Rp32,5 Miliar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com