Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 22 Pebruari 2018 11:35
Maret, Bapenda Pekanbaru Cetak Masal 236. 560 Tagihan PBB

Kamis, 22 Pebruari 2018 11:29
PPPES Gelar Gotong-royong Bersih-Bersih DAS Siak

Kamis, 22 Pebruari 2018 10:25
Kajari Rohil Serahkan Dua Ekor Elang Laut ke BBKSDA Riau

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:36
Lima Unit Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:34
Kunjungi Saleh Djasit, LE Diskusikan Misi Bangkitkan Riau

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:30
Berprestasi Tahun 2017, Polres Rohul Terima Dua Penghargaan dari Kapolda Riau

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:28
RAL Ditutup, Dewan Minta Hutang Rp54,8 Miliar ke Bank Muamalat Tetap Dibayar

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:24
Ipemakusi Sumbar Dukung Pengadaan Mobnas Bupati Kuansing

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:23
Tinjau MDA Terbakar, Bupati Meranti Janji Bantu Bangun Kembali

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:17
Presma UR Siap Maju Sebagai Calon Koordinator Pusat BEM SI

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Pebruari 2018 18:02
Dijanjikan Pekerjaan Honorer di Pemprov Riau,
Dua Warga Pekanbaru Ditipu Oknum PNS


Sorang oknum ASN dilingkungan Pemprov Riau harus berurusan dengan polisi. Pelaku diduga lakukan penipuan dengan janji memasukan kerja honorer.

Riauterkini-PEKANBARU-Meski sudah punya pekerjaan tetap sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), namun Witra Rumaya (32) ternyata punya pekerjaan kotor sampingan sebagai penipu. Ia pun harus berurusan dengan polisi karena dilaporkan oleh dua korbannya, Abdul Razak (41) dan Hakim Taminof (62) ke Mapolresta Pekanbaru.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, modus penipuan yang dilakukan pelaku sendiri adalah dengan menjanjikan pekerjaan pegawai honor di Kantor Gubernur Riau untuk anak dan keponakan dari kedua korban. Pelaku bahkan meminta sejumlah uang tunai sebagai 'pelicin' agar anak serta keponakan masing-masing korban bisa diterima sebagai honorer di lingkungan Pemprov Riau.

Namun meski uang sudah diberikan, hingga setahun lebih lamanya menunggu, pekerjaan honor yang dijanjikan pelaku pun tak kunjung terbukti. "Korban yang melapor ada dua orang dan laporannya masih kita selidiki," ujarnya kepada riauterkini.com, Rabu (14/02/18).

Masih kata Bimo, penipuan itu sendiri sudah dilakukan oleh pelaku sejak Desember 2016 silam. Korban yang pertama adalah Abdul Razak. Kala itu, pelaku dan korban sempat bertemu di Cafe Roti Pisang Bakar di Jalan A Yani, 7 Desember 2016 silam. Di cafe itulah, korban memberikan uang sebesar Rp17 juta kepada pelaku sebagai pelicin agar pelaku bisa melolosan anak korban diterima bekerja sebagai honorer di Biro Pembangunan Pemprov Riau. Namun sayang, hingga 2018, anak korban tak kunjung mendapatkan pekerjaan honorer tersebut.

Pelaku juga sempat berjanji akan mengembalikan uang milik korban, tapi dari Rp17 juta yang diterimanya dari korban, baru Rp5 juta yang sudah dikembalikan. Kemudian korban kedua adalah Hakim Taminof. Masih di bulan Desember 2016, tepatnya tanggal 23, korban dan pelaku bertemu di Jalan Hasanuddin, Gg Abidin II, Kecamatan Pekanbaru Kota. Di pertemuan tersebut, korban menyerahkan uang sebesar Rp34,5 juta kepada pelaku yang sudah menjanjikan bisa membantu 7 orang keponakan korban untuk bekerja sebagai pegawai honor di Pemprov Riau.

Apes bagi korban, setelah uang diserahkan dan setahun lebih sudah berlalu, tak ada satupun keponakan korban yang masuk jadi honorer di lingkungan Pemprov Riau. Pelaku juga selalu menghindar jika korban mempertanyakan pekerjaan yang dijanjikan pelaku tersebut.

"Pelaku menjanjikan pekerjaan pegawai honor untuk anak dan keponakan masing-masing korban. Tapi sampai sekarang, pekerjaan itu tak terbukti sehingga kedua korban merasa ditipu oleh pelaku," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Lima Unit Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Berprestasi Tahun 2017, Polres Rohul Terima Dua Penghargaan dari Kapolda Riau
- Sidang Pengedar 2 Kg Sabu di Bengkalis,
Ke Empat Terdakwah Mengaku Beda Jaringan

- Kasus Penganiayaan Petugas BC di Bengkalis,
Terdakwa Sebut Ada Uang Rp28 Juta Disita Petugas

- Polda Riau Sebut Penangan Kasus Kredit Fiktif BNI 46 Tunggu Persetujuan Majelis Kehormatan Notaris
- Usai Nyatakan Banding,
Masa Tahanan Tiga Pegawai Rutan Pekanbaru Terjerat Pungli Diperpanjang

- Remaja Keterbelakangan Mental di Rohul ‎Tewas Tenggelam di Waduk Perumahan PT. EDI
- Gelapkan Motor, Dua Perempuan Asal Bangun Purba dan Sumut Dilaporkan ke Polisi Rohul
- Diundang Dakwah, Ustadz Ali Ambar Asal Bengkalis Dideportasi dari Hongkong
- Kapolres Inhil Pimpin Apel Pengecekan Pasukan Pengamanan Kampanye Pilgubri
- KPK Puji Program Riau Berintegritas Andi Rachman
- Polantas Pekanbaru Larang Siswa Bawa Kendaraan Pribadi ke Sekolah
- Dituding 'bermain' di Proyek RTH,
Ketua Kadin Riau Laporkan Korlap FMPAK ke Polda Riau

- Restribusi Terminal Barang Dishub Dumai,
Tiga Terdakwa Korupsi Ini Divonis 3 hingga 6 Tahun Penjara

- Ekspos Penangkapan Sabu 1/2 Kg,
Polres Inhil Dalami Keterlibatan Napi Lain di Lapas Tembilahan

- Satu Lagi Terdakwa Korupsi Anggaran Bappeda Rohil Diadili
- Seorang Masih Buron, Tiga Maling di Rohul Cabuli Putri Pemilik Rumah
- Polda Riau Akan Minta Keterangan Inspektorat Kampar Terkait Pungli Satpol PP
- Maling Pengincar Rumah Kosong Ditangkap Polsek Mandau, Bengkalis
- Diduga Aniaya Anak Kandung, Pasutri di Bhatin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.90.119.59
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com