Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Agustus 2018 16:24
Api Sudah Padam, Pelaku Karlahut di Bukit Suligi, Rohul Belum Tertangkap

Senin, 20 Agustus 2018 16:19
Idul Adha, Pemko Pekanbaru Bagikan 1.500 Kupon Daging Kurban

Senin, 20 Agustus 2018 15:30
Polda Riau Tetapkan 19 Tersangka Perkara Kathutla

Senin, 20 Agustus 2018 15:27
Lapkeu Semester I Belum Diserahkan, DPRD Riau Belum Punya Gambaran RAPBD-P 2018

Senin, 20 Agustus 2018 15:25
Kumpulkan Dana Rp159 Juta Lebih,
Warga Riau Kompleks RAPP Salurkan Bantuan Langsung ke Lombok


Senin, 20 Agustus 2018 15:18
Sudah Tiba di Pekanbaru,
Sapi Kurban Presiden Jokowi Beratnya Hampir Satu Ton dan Gubri 400 Kg


Senin, 20 Agustus 2018 15:01
25 Personel Polri dan 2 Kades Terima Penghargaan dari Kapolres Rohul

Senin, 20 Agustus 2018 14:43
Ngaku Medsosnya Dibajak, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Hina Agama Islam

Senin, 20 Agustus 2018 14:30
Bermalam di Objek Wisata Lubuk Nginio Kampar, Kisah 6 Pegowes Ini Seru

Senin, 20 Agustus 2018 14:19
Sempat Divideokan Warga,
Naker di Pangkalan Kerinci Ini Diduga Mau Bunuh Diri


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Pebruari 2018 18:02
Dijanjikan Pekerjaan Honorer di Pemprov Riau,
Dua Warga Pekanbaru Ditipu Oknum PNS


Sorang oknum ASN dilingkungan Pemprov Riau harus berurusan dengan polisi. Pelaku diduga lakukan penipuan dengan janji memasukan kerja honorer.

Riauterkini-PEKANBARU-Meski sudah punya pekerjaan tetap sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), namun Witra Rumaya (32) ternyata punya pekerjaan kotor sampingan sebagai penipu. Ia pun harus berurusan dengan polisi karena dilaporkan oleh dua korbannya, Abdul Razak (41) dan Hakim Taminof (62) ke Mapolresta Pekanbaru.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, modus penipuan yang dilakukan pelaku sendiri adalah dengan menjanjikan pekerjaan pegawai honor di Kantor Gubernur Riau untuk anak dan keponakan dari kedua korban. Pelaku bahkan meminta sejumlah uang tunai sebagai 'pelicin' agar anak serta keponakan masing-masing korban bisa diterima sebagai honorer di lingkungan Pemprov Riau.

Namun meski uang sudah diberikan, hingga setahun lebih lamanya menunggu, pekerjaan honor yang dijanjikan pelaku pun tak kunjung terbukti. "Korban yang melapor ada dua orang dan laporannya masih kita selidiki," ujarnya kepada riauterkini.com, Rabu (14/02/18).

Masih kata Bimo, penipuan itu sendiri sudah dilakukan oleh pelaku sejak Desember 2016 silam. Korban yang pertama adalah Abdul Razak. Kala itu, pelaku dan korban sempat bertemu di Cafe Roti Pisang Bakar di Jalan A Yani, 7 Desember 2016 silam. Di cafe itulah, korban memberikan uang sebesar Rp17 juta kepada pelaku sebagai pelicin agar pelaku bisa melolosan anak korban diterima bekerja sebagai honorer di Biro Pembangunan Pemprov Riau. Namun sayang, hingga 2018, anak korban tak kunjung mendapatkan pekerjaan honorer tersebut.

Pelaku juga sempat berjanji akan mengembalikan uang milik korban, tapi dari Rp17 juta yang diterimanya dari korban, baru Rp5 juta yang sudah dikembalikan. Kemudian korban kedua adalah Hakim Taminof. Masih di bulan Desember 2016, tepatnya tanggal 23, korban dan pelaku bertemu di Jalan Hasanuddin, Gg Abidin II, Kecamatan Pekanbaru Kota. Di pertemuan tersebut, korban menyerahkan uang sebesar Rp34,5 juta kepada pelaku yang sudah menjanjikan bisa membantu 7 orang keponakan korban untuk bekerja sebagai pegawai honor di Pemprov Riau.

Apes bagi korban, setelah uang diserahkan dan setahun lebih sudah berlalu, tak ada satupun keponakan korban yang masuk jadi honorer di lingkungan Pemprov Riau. Pelaku juga selalu menghindar jika korban mempertanyakan pekerjaan yang dijanjikan pelaku tersebut.

"Pelaku menjanjikan pekerjaan pegawai honor untuk anak dan keponakan masing-masing korban. Tapi sampai sekarang, pekerjaan itu tak terbukti sehingga kedua korban merasa ditipu oleh pelaku," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polda Riau Tetapkan 19 Tersangka Perkara Kathutla
- Ngaku Medsosnya Dibajak, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Hina Agama Islam
- Sempat Divideokan Warga,
Naker di Pangkalan Kerinci Ini Diduga Mau Bunuh Diri

- Brigjen Widodo Eko Prihastopo Resmi Menjadi Kapolda Riau
- Terima Gratifikasi di Atas Sejuta, Penyelenggara Negara di Rohul Wajib Laporkan ke KPK RI
- Geledah Mobil Agya,
Polsek Tambusai‎ Utara Tangkap Pengedar dan Sita 7 Paket Sabu

- Miliki Ganja, Tukang Panen Sawit di Kuansing Diciduk Polisi
- Dikendalikan dari Lapas Tangerang,
Tim Gabungan BNN Pusat dan BNNP Riau Amankan 30 Ribu Butir Inex di Dumai

- Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi
- Moment HUT ke-73 RI, 3.834 Narapidana Riau Dapatkan Remisi
- Sesosok Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung dalam Kolam di Lubuk Ogong Pelalawan
- Dituding Makar, Neno Warisman Dilaporkan ke Polda Riau
- Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda
- Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis
- Dansatgas Karhutla Perintahkan Tembak di Tempat Pembakar Lahan
- Razia Kamar Napi,
Petugas Lapas Pekanbaru Temukan Puluhan Paket Ganja Kering

- Dugaan Pembobolan Dana Nasabah BDA,
Reskrim Polres Pelalawan Bidik Tersangka Baru

- ‎Pasca Bentrok Batas Riau-Sumut,
4 Terduga Pelaku Ditahan di Polres Tapsel, Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan

- Kejari Rohul Terima Penghargaan Terbaik III Penanganan Perkara Pidum Tingkat Riau
- Pelarian Lapas Sialang Bungkuk Ditangkap Polres Kampar Saat Pesta Narkoba


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com