Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 18 Desember 2018 18:02
Triwulan III 2018, Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 Persen

Selasa, 18 Desember 2018 17:56
Korupsi Dana Penanggulangan Karlahut,
Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya Dihukum 15 dan 14 bulan


Selasa, 18 Desember 2018 17:50
Tahun Ini, DPRD Kuansing Sahkan Dua Perda

Selasa, 18 Desember 2018 17:45
Sidak, Komisi V DPRD Riau Temukan Banyak TKA di PT Indah Kiat Dapat Fasilitas Mewah

Selasa, 18 Desember 2018 17:40
Alami Kecelakaan,
Dua Tersangka Pembawa Narkoba Ditangkap Aparat Polres Kuansing


Selasa, 18 Desember 2018 17:31
Belasan Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Pelalawan

Selasa, 18 Desember 2018 17:03
Bawa 2 Kilogram Shabu, WN Malaysia Diringkus Polres Rohul

Selasa, 18 Desember 2018 16:59
‎Kanwil Kemenkumham Riau Belum Ada Rencana Tambah Kamar dan Blok di Lapas Pasirpangaraian

Selasa, 18 Desember 2018 16:56
10 Hari Kebanjiran,
Masyarakat Buluh Cina Kecewa dengan Wakilnya di DPRD Riau


Selasa, 18 Desember 2018 16:53
IECTA dan STAI Le Taja Seminar Sosialisasi dan Simulasi Uji Kompetensi Bahasa Inggris

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Pebruari 2018 07:53
Menangkan PT PSJ Warga Pangkalan Gondai Dukung Putusan Hakim PN Pelalawan

Sengketa antara PT SPJ dan PT NWR diputus PN Pelalawan. Masyarakat Pangkalan Gondai mendukung kemenangan PT SPJ dalam perkara tersebut.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) kabupaten Pelalawan yang memenangkan PT Peputra Supra Jaya (PSJ) dari gugatan PT Nusa Wana Raya (NWR) sepekan silam mendapat tanggapan positif dari warga desa Pangkalan Gondai kecamatan Langgam.

Ketuk palu hakim tersebut menurut masyarakat penuh dengan rasa keadilan. Pasalnya, masyarakat selama ini menggantungkan hidup kepada kebun kemitraan dengan pola bapak angkat dengan PT PSJ ini.

Demikian disampaikan kepala desa Pangkalan Gondai kecamatan Langgam, Zulfahmi saat berbincang dengan riauterkini.com, Kamis (22/2/18) menyikapi putusan hakim terhadap sengketa PT PSJ dan NWR di PN Pelalawan.

"Masyarakat kami mengaku senang dan berterima kasih kepada pak hakim PN Pelalawan yang sudah memenangkan PT PSJ. Bagi kami, putusan tersebut penuh dengan rasa keadilan," terang Zulfahmi.

Yang membuat masyarakat terharu sambung Zulfahmi, lantaran di PSJ tersebut ada pola kerjasama kemitraan dengan beberapa koperasi yang meliputi, petaninya sendiri melibatkan masyarakat desa Pangkalan Gondai.

"Enggak bisa dibayangkan bang. Seandainya, pak hakim tak bertindak adil dan tak memihak kami yang ikut pola kemitraan bersama PSJ ini. Entah seperti apalah kehidupan masyarakat nantinya. Akan tetapi pak hakim memihak kepada masyarakat banyak," tegasnya.

Zulfahmi berterus terang, satu satunya harapan ekonomi masyarakat Gondai bertumpuh pada hasil kebun dari pola kemitraan PT PSJ ini. "Jujur aja bang. Ekonomi masyarakat kami yang tergabung pada koperasi pola kemitraan sangat bergantung disini," paparnya.

Secara umum Zulfahmi mengabarkan keberadaan PT PSJ di kecamatan Langgam memberikan kontribusi nyata diberbagai sektor. Misalnya, sebagian masyarakat bisa bekerja diperusahaan tersebut, begitu juga keberadaan PSJ ini pula mempengaruhi pertumbuhan ekonomi desa."Secara umum, beroperasinya PT PSJ didaerah kami, memberikan kontribusi nyata," ujarnya lagi.

Hal yang sama juga disampaikan, tokoh pemuda desa Pangkalan Gondai, Rano. Ia juga mengaku terharu dengan putusan hakim PN yang telah memenangkan PT PSJ. Bahkan selama proses persidangan, masyarakat Gondai pernah berinisiatif bakal melakukan unjuk rasa di PN Pelalawan. Unjuk rasa tersebut bertujuan membuka mata hati hakim agar berpihak kepada masyarakat banyak.

"Kami masyarakat sebelumnya, sempat cemas melihat proses sidang. Bahkan waktu itu kami ingin melakukan demon. Akan tetapi urung digelar. Lantaran kami yakin pak hakim berpihak kepada masyarakat dan hari ini terbukti," tegasnya.

Berdasarkan pantauan riauterkini.com, proses sidang sengketa gugatan PT NWR dan PT PSJ yang digelar di PN Pelalawan berlangsung cukup panjang. Diketahui lamanya, proses persidangan kasus ini lantaran saksi-saksi begitu banyak untuk dihadirkan.

Sebagai data tambahan, PT Peputra Supra Jaya (PSJ) akhirnya memenangkan gugatan persoalan lahan oleh PT Nusa Wana Raya (NWR) Kamis (14/2/18) di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan. Hal tersebut menyusul ketuk palu hakim menyatakan PT PSJ tak bersalah.

Sidang yang dipimpin Majelis hakim yang diketuai I Dewa Gede Budhy Dharma Asmara SH MH didampingi dua hakim anggota Andry Eswin Sugandi Oetara SH MH dan Nurahhmi SH memutuskan bahwa terdakwa PT Peputra Supra Jaya (PSJ) yang diwakili oleh Direkturnya Sudiono, dinyatakan bebas dari segala tuntutan. Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim I Dewa Gede Budhy Dharma Asmara SH MH membacakan berkas putusan nomor 183/Pid-Sus/2017 setebal 638 halaman, berganti-gantian dengan dua hakim anggota Andry Eswin Sugandi Oetara SH MH dan Nurahhmi SH.

Pertimbangan Majelis Hakim membebaskan terdakwa PT PSJ dari segala tuntutan didasarkan berbagai pertimbangan antara lain membaca berkas perkara, mendengarkan keterangan saksi-saksi termasuk saksi ahli yang dihadirkan dari kedua belah pihak, bukti-bukti dan fakta lapangan serta berkas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dinilai tidak terbukti.

"Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dan fakta di lapangan itulah, Majelis Hakim memvonis terdakwa PT PSJ bebas dari segala tuntutan," tandas Ketua Majelis Hakim I Dewa Gede Budhy Dharma Asmara SH MH dalam persidangan. Majelis Hakim juga menyampaikan pada kedua belah pihak, jika ada hal-hal terkait keputusan ini maka masing-masing pihak diperbolehkan untuk melakukan tindakan hukum sesuai prosedur perundang-undangan.

Penasehat Hukum PT PSJ yakni Jefri Mochtar Thayib, S.H, dikonfirmasi soal ini usai vonis bebas yang diberikan Majelis Hakim pada kliennya menyatakan bahwa selaku penasehat hukum menyakini bahwa putusan Majelis Hakim tersebut sudah sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusi berdasarkan rasa kemanuasian yang adil dan beradab.

"Kami jelas bersyukur atas putusan Majelis Hakim ini. Kami berkeyakinan sejak awal kita optimis dengan bukti-bukti yang ada," tegas Penasehat Hukum terdakwa PT PSJ,

Jefri Mochtar Thayib, S.H. Hal yang hampir sama juga disampaikan oleh Penasehat Hukum PT PSJ lainnya, Heru Suranto, S.H. Menurutnya, pihaknya sangat senang dan menghormati keputusan Majelis Hakim yang memvonis bebas kliennya yang dianggap sudah sesuai dengan keadilan.

"Terkait adanya upaya-upaya hukum dari JPU, itu nantilah kita lihat gambarannya. Kalau masalah ini berlanjut, tentu kita pasti akan dapat kabar soal ini," tandas Heru.

Sementara itu, Direktur PT PSJ, Sudiono, yang selalu didampingi oleh Kepala Humas PT PSJ, Hidayana Saputra, mengatakan bahwa dirinya selaku Direktur mewakili korporasi PT PSJ menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak yang telah mendukung atas proses persidangan perkara PT PSJ.

Terutama pada Majelis Hakim yang telah dan dengan berbagai pertimbangan serta seadil-adilnya berpihak pada PT PSJ dan masyarakat Kecamatan Langgam yang sudah hampir 20 tahun bekerjasama dengan perusahaan dalam pembangunan kebun.

"Apa yang sudah dinikmati oleh masyarakat Kecamatan Langgam dengan putusan yang dibacakan hari ini, adalah sebagai bukti bahwa Majelis Hakim memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Kita berharap, keputusan ini emnjadi bahan pertimbangan pada keputusan-keputusan selanjutnya, baik di Pengadilan Tinggi maupun nanti di Mahkamah Agung," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Dana Penanggulangan Karlahut,
Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya Dihukum 15 dan 14 bulan

- Alami Kecelakaan,
Dua Tersangka Pembawa Narkoba Ditangkap Aparat Polres Kuansing

- Bawa 2 Kilogram Shabu, WN Malaysia Diringkus Polres Rohul
- ‎Kanwil Kemenkumham Riau Belum Ada Rencana Tambah Kamar dan Blok di Lapas Pasirpangaraian
- Polda Riau, Ungkap Sindikat Narkoba di Lapas Klas II Bengkalis
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA,
Puluhan Dokter Hadiri Sidang Tiga Rekannya di Pengadilan Tipikor

- Terjerat Perkara Korupsi Pungli Prona,
Kamis Lusa, Hakim Tipikor Adili Mantan Pejabat BPN Inhu

- Tiga Terduga Pencuri Onderdil Alat‎ Berat di Kuari Imau Domom Diserahkan ke Polisi Rohul
- Mobil Dijual Pelaku di Rantau Prapat,
Pencuri Mobil Kijang Warga Rokan Timur Ditangkap Polisi Rohul

- Namanya Disebut Andi Arief dalam Kasus Perusakan Atribut PD, Robin Enggan Menanggapi
- Oknum PPTK Minta Uang Preman,
Mafia Proyek di RSUD Selasih Ungkap Fakta Mengejutkan

- 14 Hari Hanyut, Mayat Balita di Rohul Ditemukan di Kuari
- Tetapkan Tiga Tersangka, Kapolda Minta Kasus Perusakan Atribut PD Cepat Dilimpahkan
- Tunda Lapor Polisi, Kapitra Justru Tantang Kader PD Mubahalah
- Investigasi PD, Perusak Baleho dan Bendera Pengurus Partai
- Polisi Tangkap Satu Orang Perusak Atribut Partai Demokrat
- Dua Tersangka Ditangkap, Polisi Temukan Ekstasi dan Sabu dalam Pajero Kecelakaan di Kuansing
- Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Sertifikat Lahan Jalani Sidang Perdana
- Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bengkalis,
Satu Jenazah Kembali Teridentifikasi Polda Riau

- Rekanan Pemenang Tender Ungkap Ada Mafia Proyek di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com