Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Maret 2019 15:02
Soal Instruksi ASN Hadiri Acara TGB, Dewan Minta Sekdaprov Bijak

Rabu, 20 Maret 2019 14:27
Mantapkan PMB-RW, Camat Tampan Gelar Rapat Bersama

Rabu, 20 Maret 2019 14:21
Apkasindo Kutuk Larangan Penggunaan Minyak Sawit di Uni Eropa

Rabu, 20 Maret 2019 14:14
Peringati Hari TB Sedunia, Diskes Pekanbaru Gelar Sosialisasi dan Pengobatan Gratis di CFD

Rabu, 20 Maret 2019 14:07
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat,
PT Musim Mas Lakukan Penanaman Perdana Kebun Desa di Pelalawan


Rabu, 20 Maret 2019 13:57
Janji Pemkab Rohil Pasang Papan Peringatan “Awas Banyak Buaya” Isapan Jempol Belaka

Rabu, 20 Maret 2019 13:47
Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap

Rabu, 20 Maret 2019 13:11
Diperbaiki RAPP, Jalan Utama Desa Kebon Lado Kini Nyaman Dialalui

Rabu, 20 Maret 2019 13:03
Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan

Rabu, 20 Maret 2019 12:05
BPN Prabowo-Sandi Sebut Safari Dakwah TGB ke Riau Berbau Politik

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Maret 2018 10:54
Kementerian LHK Setuju Harimau Pemangsa Dua Warga Inhil Ditembak Bius

Karena dianggap sudah sangat membahayakan keselamatan manusia, Dirjen KSDAE setuju tembak bius untuk harimau pemangsang dua warga di Inhil.

Riauterkini-PEKANBARU- Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekologi (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menganggap serius tuntutan warga yang memberikan tenggat waktu sepekan untuk segera menangkap Harimau Sumatera (HS) yang berkeliaran di Pelangiran Inhil. Terkait itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Wiratno menginstruksikan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau untuk segera menembak bius harimau yang sudah menerkam 2 warga hingga tewas.

Wiratno meminta tim untuk maksimal melakukan evakuasi meski harus melukai penembakan bius di bagian kakinya.

“Kalau ditembak (harimau), kena kakinya masih ada dokter hewan yang bisa mengobatinya. Ditembak bius dibawa ke luar desa. Itu yang paling ideal,” ujarnya.

Menurut Wiratno, dirinya sering kontak dengan ketua tim. Ia berharap, harimau yang sudah menyerang 2 warga hingga tewas itu segera di tangkap sebelum masa ultimatum warga.*(H-we)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan
- Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan
- 7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan
- Curi Besi Tower Sutet, Dua Pemuda Desa Koto Perambahan Kampar Diamankan Polisi
- Kepala SMPN 5 Mandau, OTT Pungli Seragam Sekolah Dituntut Lima Tahun Penjara.
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri
- Jadi Tersangka Proyek Jembatan WFC Bangkinang, ADN Diminta Terbuka Jangan Pasang Badan
- Memukat Ikan tak Kembali, Dua Pria di Ujung Batu Rohul Diduga Hanyut di Sungai Rokan
- Diduga Hasil Curian,
Warga Bengkalis Temukan Sepeda Motor Disimpan di Kebun

- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Segera Disidang
- Kerugian Rp39,2 Miliar, KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Bangkinang
- Video Polisi Gadungan Berpistol Hebohkan Masyarakat, Polresta Pekanbaru Lakukan Penyelidikan
- Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili
- Terduga Teroris, Densus 88 Tangkap RG di Rohil
- Polda Riau Musnahkan 11 Kilogram Sabu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com