Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Januari 2019 15:51
Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah

Sabtu, 19 Januari 2019 15:47
Satlantas Polres Kuansing Deklarasikan MRSF

Sabtu, 19 Januari 2019 15:38
Polres Rohil Hadiri Pertemuan Silarurrahmi PWI Rohil

Sabtu, 19 Januari 2019 14:05
Pemkab Inhil Audiensi ke Kemenristek Dikti,
Pusat Akan Jadikan Inhil Kluster Kelapa Nasional


Sabtu, 19 Januari 2019 14:01
Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati

Jum’at, 18 Januari 2019 21:51
Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Membatik ke Balai Industri Padang

Jum’at, 18 Januari 2019 21:34
Belum Miliki Identitas, Seribuan Napi Lapas Bengkalis Jadi Target Rekam KTP El

Jum’at, 18 Januari 2019 19:02
Plt Bupati Kampar Serahkan DPA 2019 kepada Seluruh OPD

Jum’at, 18 Januari 2019 18:55
Ditangkap Setelah Anak Lahir, Pemuda Setubuhi Anak Bawah Umur di Rohul Diciduk Polisi

Jum’at, 18 Januari 2019 18:35
Dandim 0314 Silahturahmi ke Kantor Bupati Inhil

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Maret 2018 14:16
Segera Disidangkan,
Berkas Dugaan Pembunuhan Wanita di Desa Muara Dilam Rohul Sudah Tahap Dua


Berkas dugaan pembunuhan Amelia di Desa Muara Dilam memasuki tahap dua, dan sudah dilimpahkan penyidik Sat Reskrim Polres Rohul kepada Kejari setempat. Persidangannya akan segera digelar.

Berkas dugaan pembunuhan perempuan bernama Amelia (28) di Desa Muara Dilam memasuki tahap dua, dan sudah dilimpahkan penyidik Polsek Kunto Darussalam kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul).

Data Kepolisian sebelumnya, korban Amelia ditemukan tewas tergantung setengah telanjang, di dalam kamar rumahnya di Jalan Baru PT. Eluan Mahkota (EMA) di RT 003/ RW 007 Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Rabu sore silam (25/10/17) sekira pukul 16.00 WIB.

Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak SH, M.Hum, melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Rohul Mochammad Fitri Adhy SH, mengaku penyelesaian perkara dugaan pembunuhan perempuan di Desa Muara Dilam terbilang lama karena terduga pelaku tidak mengakui perbuatannya.

Adhy mengungkapkan dari beberapa gelar perkara dilakukan Penyidik‎ Kepolisian dan Kejaksaan, serta keterangan dari saksi, termasuk saksi ahli dan Ahli Psikolog, menguatkan bahwa kematian korban Amelia yang ditemukan dalam kondisi tergantung bukan meninggal karena bunuh diri.

"Dari keterangan saksi-saksi dan saksi ahli, bahwa ada petunjuk yang mengarah dugaan penganiayaan. Dan saksi ahli menyatakan korban bukan meninggal karena bunuh diri," ungkap Adhy.

Adhy menambahkan, setelah berkas tahap dua, selanjutnya Kejari Rohul akan melimpahkan perkara dugaan pembunuhan korban Amelia ‎ke Pengadilan Negeri Pasirpangaraian, untuk segera disidangkan.

Pada perkara dugaan pembunuhan Amelia, teman pria‎ korban berinsial EM alias Marbun (37) yang dikabarkan sudah tinggal serumah dengan korban ditetapkan sebagai tersangka tunggal.

Adhy mengatakan tersangka disangkakan Pasal 338 tentang pembunuhan, Undang-Undang Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, serta pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat.

"‎Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tandas M. Fitri Adhy.

Berdasarkan data Polres Rohul sebelumnya, dari hasil otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau ditemukan ada beberapa kejanggalan atas kematian Amelia.

Ditemukan ada bekas tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, seperti di bagian kepala belakang dan dada, serta bagian dada dalam korban. Dan dari hasil otopsi terjadi pembekuan darah.

Selain itu, pada reka ulang digelar Senin (5/12/2017) silam, sedikitnya 19 adegan diperankan oleh tersangka Marbun, merupakan karyawan di salah satu perusahaan perkebunan.‎

Saat olah TKP, penyidik tidak menemukan barang bukti berupa pijakan seperti kursi atau benda lain yang digunakan untuk pijakan, sebelum korban ditemukan tewas tergantung.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati
- Ditangkap Setelah Anak Lahir, Pemuda Setubuhi Anak Bawah Umur di Rohul Diciduk Polisi
- Suskseskan Millenial Road Safety Festival, Sat Lantas Polresta Pekanbaru Gandeng Komunitas Motor
- Diduga Edar dan Pesta Sabu, 5 Tersangka Diringkus Polres Bengkalis
- Polresta Pekanbaru Tangkap Kurir 8.617 Butir Ekstasi
- Pinjam Motor Vario tak Dikembalikan, Warga Sumut Diciduk Polisi Rohul di Pasirpangaraian
- 3 Kurir 55 Kg Sabu dan 46 Ribu Butir Ekstasi Divonis Mati PN Bengkalis
- 2018, DJBC Riau Amankan Produk Ilegal Senilai Rp56,42 Miliar
- Warungnya Digerebek Polisi Rohul, Wanita Asal Mahato Simpan Paket Sabu
- Terlibat Judi, Seorang Caleg Golkar Disidang di PN Pelalawan
- Juru Tulis Togel Asal Kasang Padang Ditangkap Polisi Rohul
- Pertanyakan Pengalihan Tahanan, Hakim Minta Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA, Banyak Berdo'a
- Divonis Hakim 7 Tahun, Seorang Terdakwa Kasus Narkoba Meraung-raung di PN Pelalawan
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- 2 Tersangka Diburu, Polda Riau Musnahkan 37 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
- Ditinggal Pekerja Sarapan, Bengkel Las di BS,  Bengkalis Ludes  Terbakar
- Polres Kuansing Amankan Tiga Tersangka Narkoba
- Kembali Muncul Penistaan Agama Lewat Medsos di Mandau
- Mantan Kadis PUPR Riau dan juga Terpidana Korupsi RTH Dihadirkan Kepersidangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com