Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Maret 2019 16:01
Penghina Ustad Abdul Somad Angkat Kaki dari Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil

Rabu, 20 Maret 2019 15:02
Soal Instruksi ASN Hadiri Acara TGB, Dewan Minta Sekdaprov Bijak

Rabu, 20 Maret 2019 14:27
Mantapkan PMB-RW, Camat Tampan Gelar Rapat Bersama

Rabu, 20 Maret 2019 14:21
Apkasindo Kutuk Larangan Penggunaan Minyak Sawit di Uni Eropa

Rabu, 20 Maret 2019 14:14
Peringati Hari TB Sedunia, Diskes Pekanbaru Gelar Sosialisasi dan Pengobatan Gratis di CFD

Rabu, 20 Maret 2019 14:07
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat,
PT Musim Mas Lakukan Penanaman Perdana Kebun Desa di Pelalawan


Rabu, 20 Maret 2019 13:57
Janji Pemkab Rohil Pasang Papan Peringatan “Awas Banyak Buaya” Isapan Jempol Belaka

Rabu, 20 Maret 2019 13:47
Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap

Rabu, 20 Maret 2019 13:11
Diperbaiki RAPP, Jalan Utama Desa Kebon Lado Kini Nyaman Dialalui

Rabu, 20 Maret 2019 13:03
Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Maret 2018 16:28
Diduga Memeras, Tiga Oknum Polisi Polda Riau Terancam Dipecat

Jika terbukti, tiga oknum polisi anggota Ditnarkoba Polda Riau terancam dipecat secara tidak hormat. Tiga oknum ini diduga melakukan pemerasan hingga Rp200 juta kepada salah satu warga Rohul.

Riauterkini - PEKANBARU - Akibat melakukan pemerasan kepada salah seorang terduga pengguna narkoba di wilayah Rohul, tiga oknum polisi Ditnarkoba Polda Riau terancam di pecat secara tidak hormat. Hal ini akan dilakukan Polda Riau jika putusan pidana umum diatas 4 tahun penjara.

"Saat ini tengah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik tindak pidana umum. Kemudian baru kita lanjutkan pemeriksaan internal," terang Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Pitoyo Agung Yuwono, Selasa (13/3/18).

Dilanjutkannya, pihaknya saat ini tengah menunggu hasil amar putusan pidana umum. Tidak menutup kemungkinan terjadi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) jika ancaman pidana umum di atas 4 tahun penjara. "Kita utamakan terhadap pidana umum dulu, sebelum melakukan tindakan yang mengarah pada pemecatan jika memenuhi syarat," katanya.

Kasus penyalahgunaan kewenangan tiga oknum polisi ini, diharapkam dapat menjadi contoh bagi para personel polisi, khususnya Polda Riau. "Jika melanggar kita tidak akan segan-segan mengambil tindakan. Ini juga sesuai dengan komitmen pimpinan Polri dalam menjalankan tugas," tuturnya.

Sebagai mana diketahui, kasus ini berawal dari tiga oknum polisi mendatangi kediaman AH di Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rohul, Selasa (13/2/18) lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Sesampai di lokasi pelaku memborgol beberapa penghuni rumah serta mengaku anggota Polda Riau sembari bertanya keneradaan AH. Setelah pelaku menemukan AH di mobil colt diesel, pelaku memukul korban dan meletuskan senjata api ke arah kaki korban. Kemudian korban tak sadarkan diri dan langsung dibawa pelaku menuju RS Awal Bros Ujung Batu untuk berobat.

Tiba di rumah sakit, pelaku meminta uang damai sebesar Rp250 juta dengan imbalan korban dilepaskan. Namun, korban tidak menyanggupi permintaan tersebut. Jawaban korban tersebut menyulut amarah pelaku yang kemudian memaksa sembari menodongkan senjata ke arah kepala orang tua korban, Ro.

Melihat hal tersebut, korban lalu berusaha mencarikan uang yang diminta pelaku. Kemudian menyerahkannya kepada pelaku. Setelah itu pelaku pergi meninggalkan korban yang masih dirawat di rumah sakit.

Korban melaporkan kejadian tersebut pada Rabu (7/3/18) kemarin ke Polsek Tambusai. Menanggapi laporan tersebut penyelidikan dilakukan bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Rokan Hulu dan berhasil menangkap ketiga pelaku malam itu juga sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari penangkapan diamankan barang bukti berupa tiga buah ATM berisi Rp18 juta dari tangan Brigadir Ha, dua gelang emas dari Brigadir RE dan dari tangan Bripda JFS diamankan uang Rp25 juta, satu pucuk senjata airsoft gun dan enam butir selongsong peluru.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan
- Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan
- 7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan
- Curi Besi Tower Sutet, Dua Pemuda Desa Koto Perambahan Kampar Diamankan Polisi
- Kepala SMPN 5 Mandau, OTT Pungli Seragam Sekolah Dituntut Lima Tahun Penjara.
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri
- Jadi Tersangka Proyek Jembatan WFC Bangkinang, ADN Diminta Terbuka Jangan Pasang Badan
- Memukat Ikan tak Kembali, Dua Pria di Ujung Batu Rohul Diduga Hanyut di Sungai Rokan
- Diduga Hasil Curian,
Warga Bengkalis Temukan Sepeda Motor Disimpan di Kebun

- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Segera Disidang
- Kerugian Rp39,2 Miliar, KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Bangkinang
- Video Polisi Gadungan Berpistol Hebohkan Masyarakat, Polresta Pekanbaru Lakukan Penyelidikan
- Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili
- Terduga Teroris, Densus 88 Tangkap RG di Rohil
- Polda Riau Musnahkan 11 Kilogram Sabu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com