Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Maret 2019 20:31
Deadline 31 Maret, Pejabat Belum Laporkan LHKPN tak Berhak Terima Single Salary

Senin, 18 Maret 2019 20:12
Tiga Caleg Golkar Berkampanye di Pangkalan Kerinci

Senin, 18 Maret 2019 17:43
KPU Kota Pekanbaru Tuntaskan Verifikasi Faktual Temuan Data BPN 02

Senin, 18 Maret 2019 17:38
Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul

Senin, 18 Maret 2019 17:34
Soal Ketum PPP Ditangkap KPK, ini Tanggapan DPW PPP Riau

Senin, 18 Maret 2019 17:29
Dumai Diselimuti Asap, Jarak Pandang Hanya 5 Km

Senin, 18 Maret 2019 17:15
Bawaslu Inhu Temukan 68.000 Lebih Surat Suara Dapil 4 Rusak

Senin, 18 Maret 2019 16:40
Peringati HPSN, DLH Kuansing Siapkan Berbagai Door Prize

Senin, 18 Maret 2019 16:35
Ribuan Hektar Lahan PT BAG di Rohul Diduga Dikuasai Tengkulak Selama 16 Tahun

Senin, 18 Maret 2019 16:12
Bupati Bengkalis Imbau Masyarakat Waspada Karhutla

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Maret 2018 13:59
Sempat Divonis Bebas di PN Pasirpangaraian,
Terpidana Persetubuhan‎ Anak di Bawah Umur Dieksekusi Polsek Kepenuhan dan Kejari Rohul


‎Terpidana persetubuhan anak di bawah umur inisial FR (19) berhasil dieksekusi pihak Polsek Kepenuhan dan diserahkan ke Kejari Rokan Hulu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- ‎Terpidana persetubuhan anak dibawah umur inisial FR (19) berhasil dieksekusi pihak Polsek Kepenuhan dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul).

Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak SH, M.Hum, melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Rohul Mochamad Fitri Adhy SH mengatakan terpidana FR dieksekusi atas persetubuhan anak di bawah umur dengan korban RA atau Bunga yang saat itu masih berusia 17 tahun.

‎Terpidana FR dieksekusi anggota Polsek Kepenuhan berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor: 1906 K/ Pid.Sus/ 2017 tanggal 11 Desember 2017 dengan pidana hukuman selama 5 tahun penjara.

Kasi Pidum Kejari Rohul M. Fitri Adhy mengatakan terpidana FR dieksekusi Polsek Kepenuhan di Kota Tengah saat sedang berada di dalam pickup Mitshubishi L300, Rabu (14/3/2018) sekira pukul 10.30 WIB, saat akan berangkat kerja memupuk tanaman kelapa sawit yang saat itu sedang bersama pamannya.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Rohul mengajukan kasasi ke MA karena FR divonis bebas saat persidangan di Pengadilan Negeri Pasirpangaraian.

Adhy mengungkapkan terpidana FR, warga Dusun I Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Rohul, sudah dibawa petugas Polsek Kepenuhan ke kantor Kejari Rohul di Komplek Perkantoran Bina Praja Pemkab Rohul.

Adhy mengungkapkan sebelumnya terpidana FR sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), baik aparat Kepolisian maupun Kejaksaan.

Berdasarkan catatan Kejari Rohul, terpidana FR dituduh melakukan kekerasan atau ancaman kekerasa, memaksa anak di bawah umur sebut saja Bunga yang saat itu masih berusia 17 tahun melakukan persetubuhan pada Sabtu malam (22/10/2016)‎ sekira pukul 23.30 WIB di RT 002/ RW 002 Dusun I Desa Kepenuhan Hulu.

Berawal, Sabtu sore, FR menghubungi saksi korban Bunga dan mengajaknya ketemuan‎ di pembuangan sampah di Kota Tengah, Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan.

Setelah bertemu, FR mengajak Bunga jalan-jalan bersama teman-teman pelaku menggunakan sepeda motor ke Pasirpangaraian untuk menonton balapan liar. Karena hari sudah malam, FR dan teman-temannya berpencar.

FR kemudian membawa Bunga ke sebuah pondok kecil kosong dan sepi di Simpang Surau Munai. Di pondok itu, FR mengajak Bunga masuk untuk tidur di sana. Awalnya saksi menolak karena takut.

Namun, setelah korban masuk‎, FR mengajak Bunga berbuat tidak senonoh, bahkan sampai mengajak korban berhubungan badan. Meski menolak, FR membabi buta dan menarik celana dalam korban, dan memaksa korban berhubungan layaknya suami istri.

Berdasarkan pengakuan korban Bunga, sedikitnya tiga kali dirinya disetubuhi oleh FR hingga Ahad (23/10/2016). Kejadian pada akhirnya dilaporkan ke Polsek Kepenuhan oleh orang tua korban setelah RA mengakui apa yang dilakukannya dengan FR semalaman hingga tidak pulang ke rumah.

Pada sidang di PN Pasirpangaraian, terpidana FR divonis bebas, sehingga JPU Kejari Rohul mengajukan kasasi ke MA. Dan atas putusan kasasi, FR dinyatakan bersalah atas tuduhan persetubuhan anak di bawah umur, dan divonis 5 tahun penjara.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri
- Jadi Tersangka Proyek Jembatan WFC Bangkinang, ADN Diminta Terbuka Jangan Pasang Badan
- Memukat Ikan tak Kembali, Dua Pria di Ujung Batu Rohul Diduga Hanyut di Sungai Rokan
- Diduga Hasil Curian,
Warga Bengkalis Temukan Sepeda Motor Disimpan di Kebun

- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Segera Disidang
- Anggota Polri Meninggal Dalam Mobil di Tepi Jalan Airmolek, Inhu
- Kerugian Rp39,2 Miliar, KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Bangkinang
- Video Polisi Gadungan Berpistol Hebohkan Masyarakat, Polresta Pekanbaru Lakukan Penyelidikan
- Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili
- Terduga Teroris, Densus 88 Tangkap RG di Rohil
- Polda Riau Musnahkan 11 Kilogram Sabu
- Penjelasan Pemkab Terkait Bupati Kuansing Digugat ke Pengadilan karena Hutang
- Pelaku Hipnotis Berhasil Memperdayai Korbannya di Kampar Sebelum Dibekuk Warga
- Ketua MPW PP Riau, Minta Maaf Terkait Video Editan Yang Beredar
- Warga Teluk Lecah, Bengkalis Temukan Mayat di Tengah Laut
- Pasutri di Pelalawan Kompak Merampok dan Membunuh


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com