Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Desember 2018 22:27
SKK Migas Paparkan Proyek EMP Bentu Dihadapan Komisi 1 DPRD Pelalawan

Senin, 10 Desember 2018 22:23
Bawaslu Bengkalis Sidangkan Pelanggaran Administrasi Pemilu

Senin, 10 Desember 2018 22:09
PD Tuah Sekata Pelalawan Kantongi Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik

Senin, 10 Desember 2018 21:05
Terkuak, PT Surya Bratasena Garap 844 Hektar Lahan Diluar HGU di Pelalawan

Senin, 10 Desember 2018 20:58
Gelapkan Pajak Rp700 Juta, Dirut Asal Dumai Ditahan Kejati Riau

Senin, 10 Desember 2018 20:38
Perayaan Natal Bersama, Ini Pesan Pendeta ke Jemaat Gereja HKBP Eksodi Pasirpangaraian

Senin, 10 Desember 2018 18:45
PT EMP Bentu Klaim Sudah Pekerjakan Puluhan Naker Lokal di Pelalawan

Senin, 10 Desember 2018 18:36
Dilantik Jadi Gubri Defenitif, Dewan Berharap Wan Thamrin Hasyim Maksimal dalam Bekerja

Senin, 10 Desember 2018 18:18
‎Hari Ketujuh, Jasad Bocah Rohul Diduga Hanyut di Sungai Batang Lubuh Belum Ditemukan

Senin, 10 Desember 2018 18:14
Wan Thamrin Undang Khusus Andi Rachman Saat Pelantikannya di Istana Negara

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Maret 2018 13:59
Sempat Divonis Bebas di PN Pasirpangaraian,
Terpidana Persetubuhan‎ Anak di Bawah Umur Dieksekusi Polsek Kepenuhan dan Kejari Rohul


‎Terpidana persetubuhan anak di bawah umur inisial FR (19) berhasil dieksekusi pihak Polsek Kepenuhan dan diserahkan ke Kejari Rokan Hulu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- ‎Terpidana persetubuhan anak dibawah umur inisial FR (19) berhasil dieksekusi pihak Polsek Kepenuhan dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul).

Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak SH, M.Hum, melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Rohul Mochamad Fitri Adhy SH mengatakan terpidana FR dieksekusi atas persetubuhan anak di bawah umur dengan korban RA atau Bunga yang saat itu masih berusia 17 tahun.

‎Terpidana FR dieksekusi anggota Polsek Kepenuhan berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor: 1906 K/ Pid.Sus/ 2017 tanggal 11 Desember 2017 dengan pidana hukuman selama 5 tahun penjara.

Kasi Pidum Kejari Rohul M. Fitri Adhy mengatakan terpidana FR dieksekusi Polsek Kepenuhan di Kota Tengah saat sedang berada di dalam pickup Mitshubishi L300, Rabu (14/3/2018) sekira pukul 10.30 WIB, saat akan berangkat kerja memupuk tanaman kelapa sawit yang saat itu sedang bersama pamannya.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Rohul mengajukan kasasi ke MA karena FR divonis bebas saat persidangan di Pengadilan Negeri Pasirpangaraian.

Adhy mengungkapkan terpidana FR, warga Dusun I Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Rohul, sudah dibawa petugas Polsek Kepenuhan ke kantor Kejari Rohul di Komplek Perkantoran Bina Praja Pemkab Rohul.

Adhy mengungkapkan sebelumnya terpidana FR sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), baik aparat Kepolisian maupun Kejaksaan.

Berdasarkan catatan Kejari Rohul, terpidana FR dituduh melakukan kekerasan atau ancaman kekerasa, memaksa anak di bawah umur sebut saja Bunga yang saat itu masih berusia 17 tahun melakukan persetubuhan pada Sabtu malam (22/10/2016)‎ sekira pukul 23.30 WIB di RT 002/ RW 002 Dusun I Desa Kepenuhan Hulu.

Berawal, Sabtu sore, FR menghubungi saksi korban Bunga dan mengajaknya ketemuan‎ di pembuangan sampah di Kota Tengah, Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan.

Setelah bertemu, FR mengajak Bunga jalan-jalan bersama teman-teman pelaku menggunakan sepeda motor ke Pasirpangaraian untuk menonton balapan liar. Karena hari sudah malam, FR dan teman-temannya berpencar.

FR kemudian membawa Bunga ke sebuah pondok kecil kosong dan sepi di Simpang Surau Munai. Di pondok itu, FR mengajak Bunga masuk untuk tidur di sana. Awalnya saksi menolak karena takut.

Namun, setelah korban masuk‎, FR mengajak Bunga berbuat tidak senonoh, bahkan sampai mengajak korban berhubungan badan. Meski menolak, FR membabi buta dan menarik celana dalam korban, dan memaksa korban berhubungan layaknya suami istri.

Berdasarkan pengakuan korban Bunga, sedikitnya tiga kali dirinya disetubuhi oleh FR hingga Ahad (23/10/2016). Kejadian pada akhirnya dilaporkan ke Polsek Kepenuhan oleh orang tua korban setelah RA mengakui apa yang dilakukannya dengan FR semalaman hingga tidak pulang ke rumah.

Pada sidang di PN Pasirpangaraian, terpidana FR divonis bebas, sehingga JPU Kejari Rohul mengajukan kasasi ke MA. Dan atas putusan kasasi, FR dinyatakan bersalah atas tuduhan persetubuhan anak di bawah umur, dan divonis 5 tahun penjara.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gelapkan Pajak Rp700 Juta, Dirut Asal Dumai Ditahan Kejati Riau
- Sejumlah Personel Polresta Pekanbaru Terima Reward dari Masyarakat
- Kejari Kuansing Gelar Upacara Hari Anti Korupsi Internasional
- Gadis di Meranti Ini Dicabuli Ayah Kandung Selama Belasan Tahun
- Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018
- Polres Meranti Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Antik Muara Takus 2018
- Demo, Warga Kunto Darussalam Tuntut PT SJI Coy Kembalikan 625 Hektar Lahat Adat
- Cegah Penyalahgunaan Narkoba, ASN Pemda Pelalawan Jalani Tes Urine
- Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif
- Diduga Melindas Lubang, Cewek Pengendara Motor Beat Tewas Digilas Mobil CPO
- Mengaku TNI, Dukun di Inhu Diamankan
- Miris, Hotel di BS, Bengkalis Ini Beroperasi Tanpa Izin
- Kejari Kuansing Terbaik se Riau Tindak Pidana Umum
- Sukseskan Pemilu 2019, Satpol PP Awasi Radikalisme dan Gangguan Kemanan
- Jelang Natal dan Tahun Baru, Razia Pekat di BS Bengkalis Digencarkan
- Pelaku Minta Maaf, Bupati Kuansing Cabut Laporan Penghinaan di FB
- Dituntut Jaksa 20 Tahun, Hakim Vonis Kurir Sabu di Pelalawan Seumur Hidup
- Pelaku Pembunuhan di Asahan Sumut Ditangkap Polisi di Kepenuhan, Rohul
- Selain di Desa Gambut Mutiara,
Proyek Cetak Sawah di Desa Labuhan Bilik Teluk Meranti Pelalawan Juga Gagal

- Tuntutan 3 Terdakwa Sabu 55 Kg Tak Kunjung Dibacakan, PN Bengkalis Surati Kejagung RI


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com