Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 18 Desember 2018 22:25
Kembalikan Gelar Adat Besok, Syarwan Hamid Anggap LAM Riau Kemaruk

Selasa, 18 Desember 2018 20:04
LAM Nilai Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Luar Biasa

Selasa, 18 Desember 2018 19:06
Tinjau Kebun Ubi di Tapung, Sekdaprov Sebut Bisa Jadi Primadona Gantikan Sawit

Selasa, 18 Desember 2018 19:02
‎Pengurus PHRI Rohul Periode 2018-2023 Terbentuk dan Langsung Dikukuhkan

Selasa, 18 Desember 2018 18:42
Minta Aset Disita Sementara, PN Pekanbaru Gelar Pemeriksaan Setempat Prime Park

Selasa, 18 Desember 2018 18:02
Triwulan III 2018, Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 Persen

Selasa, 18 Desember 2018 17:56
Korupsi Dana Penanggulangan Karlahut,
Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya Dihukum 15 dan 14 bulan


Selasa, 18 Desember 2018 17:50
Tahun Ini, DPRD Kuansing Sahkan Dua Perda

Selasa, 18 Desember 2018 17:45
Sidak, Komisi V DPRD Riau Temukan Banyak TKA di PT Indah Kiat Dapat Fasilitas Mewah

Selasa, 18 Desember 2018 17:40
Alami Kecelakaan,
Dua Tersangka Pembawa Narkoba Ditangkap Aparat Polres Kuansing


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Maret 2018 16:34
Dibongkar Polisi,
Home Industry di Tenayan Raya Bisa Produksi 400 Botol Miras Oplosan Perhari


Home industry miras oplosan di Jalan Singgalang yang baru saja dibongkar polisi, ternyata bisa memproduksi miras sebanyak 400 botol perhari. Pelaku memasarkannya di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.

Riauterkini-PEKANBARU-Home industry minuman keras (miras) di Jalan Singgalang, RT02/RW03, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya ternyata mampu memproduksi 400 botol miras oplosan merk Mension setiap harinya. Diracik dengan bahan-bahan berbahaya, home industri tersebut bahkan sudah memasarkan ribuan miras selama 4 bulan di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.

"Pengungkapan home industri ini berkat informasi masyarakat. Dari pengungkapan itu kita juga menangkap satu tersangka, Riza Pahlevi yang berperan sebagai salah satu pekerja di TKP. Pengakuannya, home industri miras tersebut bisa meracik atau memproduksi sebanyak 400 botol miras oplosan per hari," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto kepada riauterkini.com, Senin (19/03/18).

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan beragam barang bukti. Terdiri dari 504 botol miras oplosan siap edar, satu unit mesin pres tutup botol, satu unit mesin filter air, sebuah drum berisi 170 liter miras oplosan, 1.000 botol kosong merk Whisky Mension, 150 lembar karton, satu unit minitanki, 7.000 label Mension House, 8.600 tutup botol warna hitam, 2.000 tutup botol warna merah, satu unit alat pencetak registrasi nomor, 4 buah stempel serta 1 goni penyekat botol miras.

"Miras-miras oplosan itu sebagiannya juga sudah dipasarkan di beberapa kios dan toko di Pekanbaru. Agar menarik minat pembeli, satu botolnya dijual murah seharga Rp15 ribu. Tersangka mengaku bekerja di TKP diupah Rp150 ribu sehari," tuturnya.

Untuk lokasi pendistribusian miras itu sendiri, pamen berkepala pelontos ini mengatakan bahwa miras tersebut tak hanya dijual di Pekanbaru, melainkan hingga ke beberapa wilayah di Provinsi Jambi.

"Pemilik home industri itu masih kita cari karena berhasil melarikan diri. Tersangka juga mengaku tak mengenal pemiliknya karena baru dua hari kerja di sana (TKP). Untuk tersangka, atas perbuatannya akan kita jerat dengan Pasal 204 Ayat 1 KUHP atau Pasal 140 UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan," pungkasnya.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Minta Aset Disita Sementara, PN Pekanbaru Gelar Pemeriksaan Setempat Prime Park
- Korupsi Dana Penanggulangan Karlahut,
Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya Dihukum 15 dan 14 bulan

- Alami Kecelakaan,
Dua Tersangka Pembawa Narkoba Ditangkap Aparat Polres Kuansing

- Bawa 2 Kilogram Shabu, WN Malaysia Diringkus Polres Rohul
- ‎Kanwil Kemenkumham Riau Belum Ada Rencana Tambah Kamar dan Blok di Lapas Pasirpangaraian
- Polda Riau, Ungkap Sindikat Narkoba di Lapas Klas II Bengkalis
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA,
Puluhan Dokter Hadiri Sidang Tiga Rekannya di Pengadilan Tipikor

- Terjerat Perkara Korupsi Pungli Prona,
Kamis Lusa, Hakim Tipikor Adili Mantan Pejabat BPN Inhu

- Tiga Terduga Pencuri Onderdil Alat‎ Berat di Kuari Imau Domom Diserahkan ke Polisi Rohul
- Mobil Dijual Pelaku di Rantau Prapat,
Pencuri Mobil Kijang Warga Rokan Timur Ditangkap Polisi Rohul

- Namanya Disebut Andi Arief dalam Kasus Perusakan Atribut PD, Robin Enggan Menanggapi
- Oknum PPTK Minta Uang Preman,
Mafia Proyek di RSUD Selasih Ungkap Fakta Mengejutkan

- 14 Hari Hanyut, Mayat Balita di Rohul Ditemukan di Kuari
- Tetapkan Tiga Tersangka, Kapolda Minta Kasus Perusakan Atribut PD Cepat Dilimpahkan
- Tunda Lapor Polisi, Kapitra Justru Tantang Kader PD Mubahalah
- Investigasi PD, Perusak Baleho dan Bendera Pengurus Partai
- Polisi Tangkap Satu Orang Perusak Atribut Partai Demokrat
- Dua Tersangka Ditangkap, Polisi Temukan Ekstasi dan Sabu dalam Pajero Kecelakaan di Kuansing
- Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Sertifikat Lahan Jalani Sidang Perdana
- Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bengkalis,
Satu Jenazah Kembali Teridentifikasi Polda Riau



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com