Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Maret 2019 16:30
Gulat ME Manurung Nahkodai DPP Apkasindo

Senin, 25 Maret 2019 15:33
Imra PT RAPP Bangunkan Rumah Layak untuk Andini

Senin, 25 Maret 2019 15:25
447 Pengawas TPS Kecamatan Resmi Dilantik

Senin, 25 Maret 2019 15:22
Kurang 16 Orang,
1.784 Pengawas TPS Pemilu Bengkalis Siap Bertugas


Senin, 25 Maret 2019 15:17
Hadiri Seminar Nasional di Inhil, Gubri Harapkan Kebangkitan Harga Kelapa

Senin, 25 Maret 2019 15:12
Korupsi Sarpras, Dua Mantan Pejabat Dispora Riau Diadili

Senin, 25 Maret 2019 15:05
Joker Dorong Entrepreneur Naik Hingga 7 Persen di Nusantara

Senin, 25 Maret 2019 14:01
Sempena HUT, Persit Kartika Chandra Kirana Anjangsana ke Panti Asuhan dan Warakawuri

Senin, 25 Maret 2019 13:58
Satgas Gakkum Karhutla Proses 12 tmTersangka Pembakar Lahan di Riau

Senin, 25 Maret 2019 13:55
Pemulung di Duri Temukan Jasad Bayi di Tepian Kali

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 20 Maret 2018 11:52
Tentang Korupsi Proyek MY Bengkalis dan Dua Tersangkanya

Kabupaten Bengkalis jadi sorotan, sayangnya bukan dari aspek positif, tapi karena kasus korupsi. Berikut ini catatan tentang dugaan korupsi Proyek Multiyears dan dua tersangka yang sudah ditetapkan KPK.

Riauterkini-BENGKALIS- Kasus dugaan tindak pidana kasus korupsi (Tipikor) proyek multiyears (MY) Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Tahun Anggaran 2013-2015 panjang sekitar 51 kilometer (Km) dengan anggaran Rp528 miliar dan indikasi kerugian negara sebesar Rp80 miliar, hingga kini masih dalam proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari kasus ini, KPK sejak Agustus 2017 silam telah menetapkan M. Nasir, saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kota (Sekko) Dumai, mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis periode 2013-2015 M Nasir sebagai tersangka. Kemudian selain M. Nasir, KPK juga menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT. Mawatkindo Road Constructions (MRC) Hobby Siregar sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Tim Penyidik KPK yang diturunkan ke Riau, telah menggeledah sejumlah tempat di Bengkalis, Kota Dumai dan Pekanbaru. Khusus di Pekanbaru, tim ini menggeledah rumah mantan Bupati Bengkalis periode yang sama Herliyan Saleh.

Terkait tersangka M. Nasir sempat dicekal sejak 21 Juli 2017 dan berakhir 21 Januari 2018. KPK melakukan perpanjangan masa cekal kepada M. Nasir untuk enam bulan ke depan meskipun belum dipastikan, akan tetapi biasanya kalau masa cekal berakhir otomatis KPK akan meminta perpanjangan ke pihak imigrasi.

Terhadap kasus ini juga belum ada tersangka baru, karena penyidik masih fokus terhadap penyidikan dua tersangka tersebut.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Dari kasus ini sebelumnya pada 8 Agustus 2017 silam Penyidik KPK juga melakukan penggeledahan selama kurang lebih 12 jam di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan membawa dokumen, dan dihari yang sama juga sempat menggeledah Kantor Bupati Bengkalis, di ruang kerja bupati dan Bagian Umum.

Kemudian pada 9 Agustus 2018 kediaman dinas Sekko Dumai berada di di Jalan Putri Tujuh, Kecamatan Dumai Timur juga menjadi sasaran penggeledahan. Serta rumah mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh di Pekanbaru. Dan terakhir, Tim Penyidik KPK pada Senin (19/3/18) kemarin kembali melakukan penggeladahan untuk mengumpulkan bukti-bukti baru di Kantor DPRD Bengkalis terhadap kasus Tipikor MY di Pulau Rupat tersebut.***(dik)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Sarpras, Dua Mantan Pejabat Dispora Riau Diadili
- Satgas Gakkum Karhutla Proses 12 tmTersangka Pembakar Lahan di Riau
- Pemulung di Duri Temukan Jasad Bayi di Tepian Kali
- Hilang Saat ke Sawah, Seorang Nenek Ditemukan Tewas di Semak
- Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar
- Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang
- Gandeng Persada Bunda, Kejati Riau Lakukan Penerangan Hukum
- Tanaman Ditebas Tanpa Izin,
Warga Desa Suka Maju Ancam Laporkan Pelaksana Proyek SUTT‎ di Rohul

- Gelapkan Dana Investasi Bisnis, Dirut PT SSS Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara
- Rem Blong, Truk Angkut Cangkang Seruduk Toko dan Sejumlah Mobil di Duri
- Polri dan TNI Gelar Simulasi Tangani Rusuh Pemilu di Halaman Kantor Gubri
- Didi, Korban Sanpan Terbalik Rohil Ditemukan Tak Bernyawa
- Dapur Hotel Preimere Pekanbaru Terbakar
- Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul
- Terjerat Pungli Pengurusan Prona,
Hakim Agendakan Vonis Pejabat BPN Inhu Selasa Depan

- Korban Sempat Baku Hantam,
Begini Kronologis Keributan di Rumah Kades Bangun Jaya

- Ancam Kades Bangun Jaya dan Bawa Senpi Rakitan, Mantan Kades Payung Sekaki Diciduk Polisi
- Dituding Suap dan Dilaporkan ke KPK, Mujahidin Menolak yang Haram dan Fokus Majukan UIN Suska
- Viral, Info KPK Turut Sita Uang Suap Rektor UIN Suska dari Ruang Menag
- PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com