Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Juli 2018 22:25
Daftarkan 45 Bacaleg, Partai Golkar Targetkan Kursi Terbanyak di DPRD Rohul

Selasa, 17 Juli 2018 22:23
Ingin Sama dengan Nomor Urut Partai, PPP Incar 10 Kursi di DPRD Riau

Selasa, 17 Juli 2018 21:48
Daftarkan Bacaleg DPRD Riau, PDI Perjuangan Targetkan 13 Kursi

Selasa, 17 Juli 2018 21:45
MKG Deteksi 61 Hotspot di Riau

Selasa, 17 Juli 2018 20:06
Targetkan Pemenang Pileg 2019, Partai Gerindra Pelalawan Daftar ke KPU Diiringi Becak

Selasa, 17 Juli 2018 19:45
‎Target 6 Kursi di Pemilu 2019, DPC PPP Rohul Turunkan Kekuatan Penuh

Selasa, 17 Juli 2018 19:43
Hanura Incar Posisi Pimpinan DPRD Kampar pada Pileg 2019

Selasa, 17 Juli 2018 19:38
Daftarkan Bacaleg ke KPU Pekanbaru, Agung Optimis Demokrat Menangkan Pemilu

Selasa, 17 Juli 2018 18:21
Targetkan 8 Kursi, Mantan Wabup Rohul Daftarkan 45 Bacaleg PKB ke KPU

Selasa, 17 Juli 2018 18:16
Jadi Lintasan Api Obor Asian Games 2018, Polda Riau Optimalkan Pengamanan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 20 Maret 2018 13:58
Jualan Es Krim di Bengkalis Pakai Bahasa Isyarat, Dua Warga Tiongkok Ini Diamankan Imigrasi

Tak bisa berbahasa Indonesia dan hanya punya izin kunjungan, seorang warga Tiongkok berusia 52 tahun diamankan petugas Imigrasi Bengkalis. Warga melapor ke petugas karena curiga melihat pria itu dan anaknya berjualan es krim dengan bahasa isyarat.

Riauterkini-BENGKALIS- Diduga menyalahi ketentuan keimigrasian melakukan kegiatan jual beli es krim di wilayah Bengkalis, dua orang warga sesuai dengan Paspor dari Jinli, Tiongkok, China ZY (27), dan ZS (52), ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan pihak Kantor Imigrasi Bengkalis, Selasa (20/3/18).

Kepala Kantor Imigrasi Bengkalis Toto Suryanto membenarkan, bahwa Tim Pengawasan Orang (Timpora) Bengkalis telah mengamankan 2 orang diduga melakukan tindak pidana keimigrasian di Jalan Kelapapati, Bengkalis.

Kemudian petugas juga turut menyita sejumlah barang bukti milik kedua tersangka diantaranya, 2 lembar Paspor, bungkusan es krim buatan Indonesia, kalkulator, dan uang berjumlah Rp700 ribu hasil menjual es krim.

"Berawal dari informasi masyarakat, sejak 4 Februari lalu, kemudian langsung dilakukan penyelidikan. Dua WN asal Tiongkok ini, dicurigai bukan orang Indonesia karena ketika melayani menggunakan kode bukan menggunakan Bahasa Indonesia sekitar sebulan melakukan aktivitas jual beli es krim," ungkap Toto ketika gelar jumpa pers didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis Agus Pritiatno, Kasi Intelijen Kejari Bengkalis Lignauli Sirait, dan Timpora Bengkalis, Selasa (20/3/18).

Dilanjutkan Toto, tersangka ZY memiliki Izin Tinggal Terbatas (Itas) dan menyalahi aturan keimigrasian. Kemudian, ZS merupakan orang tua ZY hanya memiliki izin kunjungan namun melakukan kegiatan jual beli di wilayah Bengkalis.

"Untuk ZS, melakukan kegiatan jual beli dan hal tersebut tidak termasuk dalam izin kunjungan, oleh karena itu diduga melakukan pelanggaran pidana keimigrasian Pasal 122 huruf a terkait penyalahgunaan izin tinggal," paparnya.

Sedangkan ZY, anak dari ZS meskipun memilik Itas dan bekerja di Indonesia, akan tetapi ZY memberikan kesempatan menyuruh kepada orang tuanya sendiri untuk melakukan pidana keimigrasian sesuai dengan Pasal 172 hurud b.

"Dengan dugaan pelanggaran itu, kedua tersangka diancam dengan hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp500 juta. Sedangkan untuk penahanan diserahkan sepenuhnya ke penyidik, bisa kemungkinan ditahan dan kemungkinan juga tidak," tambahnya.***(dik)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Jadi Lintasan Api Obor Asian Games 2018, Polda Riau Optimalkan Pengamanan
- PN Rengat Gelar Sidang Perdana Money Politik Pilgubri 2018
- Razia Tempat Pijit, Satpol PP Pekanbaru Tahan Tiga Wanita
- Tuntut Keadilan, Puluhan Mahasiswa Datangai PN dan DPRD Bengkalis
- Pemuda di Bengkalis Tewas Setelah Ditusuk Besi OTK
- Terjerat TPPU Penyelundupan Trenggiling, Oknum Polisi Ini Diadili
- Tewas dalam Sumur,
Polres Rohul Terus Selidiki Dugaan Pembunuhan Warga Talikumain

- Polres Bengkalis Sukses Tangkap 2 Pemilik Narkoba
- Tes Dini Urin, 10 Personel Polda Riau Dinyatakan Positif
- Propam Mabes Polri Sidak, Kapolresta Pekanbaru Ikut Dites Urine
- Cekal Premanisme, Polres Pelalawan Lakukan Binluh
- Promosi Jabatan, Enam Hakim PN Pekanbaru Dimutasi
- Lagi Bersihkan Parit, Petugas Dinas Kebersihan Pekanbaru Temukan Sepucuk Senpi
- Mayat Perempuan dalam Sumur Warga Talikumain, Rohul Bernama Asnawati ‎
- Pelaku Curas di Kuansing Berhasil Diamankan di Lampung
- Kasus Penyitaan Alat Berat di Pelalawan,
Saksi Ahli Ini Sebut Penyidik Gakkum BPPLHK Tebang Pilih

- Dalam Kondisi Tangan Terborgol,
DPO Kasus Narkoba di Kampar Kabur dan Diduga Nyemplung ke Sungai 

- Terkuak, Penyitaan Eksavator Milik Warga oleh Gakkum BPPLHK Diduga tak Sesuai SOP
- Warga Rohul Gempar, Ada Mayat Ditemukan di Sumur Warga Desa Talikumain
- Ops Bina Kusuma Muara Takus 2018,
Polres Rohul Turunkan Tim untuk Berantas Premanisme dan Kejahatan Jalanan



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com