Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 April 2018 21:28
Diduga Curi Uang Infaq Masjid, 2 Remaja di Rohul Ditangkap Warga

Rabu, 25 April 2018 21:10
Pilgubri Juni 2018, Anggota DPRD Siak Minta ASN Jaga Netralitas

Rabu, 25 April 2018 21:06
Wako Firdaus Mangkir, Sidang Gugatan Pedagang Plaza Sukaramai Pekanbaru Ditunda

Rabu, 25 April 2018 20:53
Bupati Rohul Dukung Tradisi Adat Mandai Ulu Taon Jadi Agenda Tahunan

Rabu, 25 April 2018 19:35
Wardan Silaturrahmi Dengan Pimpinan Ponpes Tebu Ireng 3 di Petalongan, Inhil

Rabu, 25 April 2018 19:31
Agar Selalu GCG, Bank Riau Kepri Berkoordinasi dengan KPK

Rabu, 25 April 2018 19:20
Puluhan Personel Polres Bengkalis Jadi Sasaran Razia Pra Operasi Patuh Muara Takus

Rabu, 25 April 2018 19:13
Jalan Provinsi Masih Putus, Bupati Kuansing Tinjau Banjir di Pucuk Rantau

Rabu, 25 April 2018 18:55
Asisten I Inhil Buka Tatap Muka Tim Pengawasan Evaluasi TMMD ke-101

Rabu, 25 April 2018 18:52
Dugaan Politik Uang di Pilgubri,
Sentra Gakkumdu Bengkalis Tuntaskan Pemeriksaan 16 Saksi


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 April 2018 18:21
Dugaan Tagihan Makan Minum Fiktif Pemkab Kuansing,
Pemilik RM Bungur Indah Akui Didatangi BPK-RI


Terkait adanya pos belanja makan minum Pemkab Kuansing yang angkanya lebih dari Rp100 juta, pemilik RM Bungur Indah sempat didatangi BPK RI.

Riuterkini-TELUKKUANTAN- Sejumlah media di Kuansing tengah menyoroti anggaran makan minum di bagian umum sekretariat daerah. Pasalnya, ada salahsatu rumah makan di Kecamatan Pangean mengaku pernah didatangi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI beberapa bulan lalu.

Menurut pengakuan pemilik rumah makan, Izul, BPK mendatangi usaha miliknya terkait adanya belanja makan minum Pemkab Kuansing senilai lebih kurang seratus juta rupiah. Kedatangan BPK ke situ adalah untuk memastikan kebenaran belanja makan minum sesuai dengan nota pembayaran yang dibuat oleh bagian umum Setda Kuansing.

"Benar. Ada tiga orang waktu itu, dua laki laki dan satu perempuan. Mereka mengaku dari BPK RI," ujar Izul saat berbincang dengan riauterkinicom dan Ketua Komisi C DPRD Kuansing, Andi Cahyadi, Jumat (12/4/18).

Lalu, kata Izul, ketiga anggota BPK RI itu bertanya tentang kebenaran belanja makan minum yang pernah di order Pemkab Kuansing ditempatnya. "Apakah benar ada Pemkab Kuansing memesan kateringan sebanyak ini," tanya BPK saat itu, ujar Izul.

Kata dia, satu persatu anggota BPK itu mengeluarkan bon pembelian yang telah dibayarkan Pemkab Kuansing kepada rumah makan miliknya. "Ada beberapa nota pembelian yang mereka keluarkan. Saya lupa jumlahnya, tapi kalau ditotal lebih dari seratus juta rupiah. Satu nota saja ada nilainya kalau nggak salah mencapai Rp27 juta," ujar Izul.

Setelah ditanya BPK, pemilik Rumah Makan Bungur Indah ini menegaskan jika Pemkab Kuansing tidak pernah memesan kateringan di tempatnya. Dan nota pembelian itu adalah fiktif, jawab Izul.

Dalam nota itu, kata Izul, cap stempel yang digunakan bagian umum Setda Kuansing nyaris sama dengan cap stempel rumah makan miliknya. Bahkan tanda tangan dirinya juga dipalsukan.

Sekilas Izul melihat di nota pembayaran itu juga ada tanda tangan atas nama Heti. Berdasarkan penelusuran, Heti ini merupakan bendahara di bagian umum Setda Kuansing.

Tak sampai di situ, Izul juga diminta oleh BPK tadi untuk menekan berita acara bahwasanya Pemkab Kuansing tidak benar pernah memesan kateringan sesuai yang tercantum dalam nota pembayaran itu. "Ya, saya dan istri tanda tangan. Kalau kami tak tanda tangan nanti dikirain melindungi. Takutnya nanti timbul masalah baru," tuturnya.

Kabag Umum Akui Tak Pernah Pesan

Sementara itu di salah satu media online, Kabag Umum Setda Kuansing, Saleh mengakui jika instansi tempatnya bekerja tidak pernah memesan barang di Rumah Makan Bungur Indah, Pangean.

"Kita akui, memang tidak ada mengambil barang di sana. Cuma, SPJ tersebut belum disahkan dan masih ada solusi untuk perbaikan," ujar Saleh.

Saleh juga membantah jika SPJ yang telah dibuat pihaknya adalah fiktif. Karena, kata Saleh, pihaknya akan berupaya untuk memperbaikinya sehingga tidak menjadi temuan nantinya oleh BPK.

Kata Saleh, setakad ini BPK belum menyatakan itu sebagai temuan pada LKPD 2017. Karena itu, tidak bisa dikatakan sebagai SPJ fiktif. "Prosesnya masih berjalan. Karena itu, bukan fiktif," sergah Saleh.

Diakuinya, saat ini proses audit oleh BPK masih berlangsung. Dan hasilnya juga belum keluar. "Jadi itu belum bisa dikatakan temuan," ungkapnya.***(dri)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diduga Curi Uang Infaq Masjid, 2 Remaja di Rohul Ditangkap Warga
- Wako Firdaus Mangkir, Sidang Gugatan Pedagang Plaza Sukaramai Pekanbaru Ditunda
- Edarkan Sabu, Pasutri di Pelalawan Ditangkap Polisi
- Sempat Berteriak, Seorang Pria di Tuah Karya Pekanbaru Tewas Mendadak
- KPK Cari Bukti Korupsi, Jembatan Water Front City Bangkinang Ditutup Sementara
- Korupsi Proyek RTH, Mantan Kadis PU Riau dan Dua Kontraktor Mulai Diadili
- Mobil Garda Bangsa PKB Tabrak Trotoar di Jalan Parit Indah Pekanbaru
- Jualbelikan Pupuk Subsidi di Luar Wilayah, Agen Pupuk di Sei Kumango Ditangkap Polres Rohul
- Pesta Narkoba, 2 Warga Pasirpangaraian Diciduk Polisi Rohul
- Gendong' Sabu 2,9 Kg di Pinggir, Bengkalis,
1 Terdakwa Divonis Seumur Hidup dan 3 Terdakwa 19 Tahun Penjara

- Supervisi Operasi Mantap Praja Muara Takus ke Polsek Gaung, Inhil
- Enam Terdakwa Minta Bebas Korupsi Manipulasi Penerbitan SHM Tesso Nilo, Kampar
-
- Korupsi Dana Karlahut, Jaksa Tahan Tiga Pejabat Pemko Dumai
- Material Plat Mencukupi,
Satlantas Polres Bengkalis Tegaskan Pengambilan TNKB Gratis

- Pesta Ganja, Empat Pemuda di Inhu Ditangkap Polisi
- Karyawan PT SSR di Inhu Ditemukan Tewas Membusuk di Mess Perusahaan
- Jadi 'Toke' Togel, 'Imam Vihara' dan Seorang Warga Bengkalis Ditangkap Polisi
- Satu Napi, Polres Inhil Tangkap Dua Pengedar Sabu
- Tiga Hari Menghilang Seorang Warga Inhu Ditemukan Tewas Disungai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.44.168
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com