Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

Kamis, 20 September 2018 18:58
Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif

Kamis, 20 September 2018 18:55
Tabrakan Truck Tangki Vs Fuso Macetkan Jalan Lintas Duri - Dumai

Kamis, 20 September 2018 17:21
Tingkatkan Kualitas,
30 Petugas RSUD Bengkalis Digembleng Pelatihan Komunikasi Efektif


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 April 2018 18:21
Dugaan Tagihan Makan Minum Fiktif Pemkab Kuansing,
Pemilik RM Bungur Indah Akui Didatangi BPK-RI


Terkait adanya pos belanja makan minum Pemkab Kuansing yang angkanya lebih dari Rp100 juta, pemilik RM Bungur Indah sempat didatangi BPK RI.

Riuterkini-TELUKKUANTAN- Sejumlah media di Kuansing tengah menyoroti anggaran makan minum di bagian umum sekretariat daerah. Pasalnya, ada salahsatu rumah makan di Kecamatan Pangean mengaku pernah didatangi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI beberapa bulan lalu.

Menurut pengakuan pemilik rumah makan, Izul, BPK mendatangi usaha miliknya terkait adanya belanja makan minum Pemkab Kuansing senilai lebih kurang seratus juta rupiah. Kedatangan BPK ke situ adalah untuk memastikan kebenaran belanja makan minum sesuai dengan nota pembayaran yang dibuat oleh bagian umum Setda Kuansing.

"Benar. Ada tiga orang waktu itu, dua laki laki dan satu perempuan. Mereka mengaku dari BPK RI," ujar Izul saat berbincang dengan riauterkinicom dan Ketua Komisi C DPRD Kuansing, Andi Cahyadi, Jumat (12/4/18).

Lalu, kata Izul, ketiga anggota BPK RI itu bertanya tentang kebenaran belanja makan minum yang pernah di order Pemkab Kuansing ditempatnya. "Apakah benar ada Pemkab Kuansing memesan kateringan sebanyak ini," tanya BPK saat itu, ujar Izul.

Kata dia, satu persatu anggota BPK itu mengeluarkan bon pembelian yang telah dibayarkan Pemkab Kuansing kepada rumah makan miliknya. "Ada beberapa nota pembelian yang mereka keluarkan. Saya lupa jumlahnya, tapi kalau ditotal lebih dari seratus juta rupiah. Satu nota saja ada nilainya kalau nggak salah mencapai Rp27 juta," ujar Izul.

Setelah ditanya BPK, pemilik Rumah Makan Bungur Indah ini menegaskan jika Pemkab Kuansing tidak pernah memesan kateringan di tempatnya. Dan nota pembelian itu adalah fiktif, jawab Izul.

Dalam nota itu, kata Izul, cap stempel yang digunakan bagian umum Setda Kuansing nyaris sama dengan cap stempel rumah makan miliknya. Bahkan tanda tangan dirinya juga dipalsukan.

Sekilas Izul melihat di nota pembayaran itu juga ada tanda tangan atas nama Heti. Berdasarkan penelusuran, Heti ini merupakan bendahara di bagian umum Setda Kuansing.

Tak sampai di situ, Izul juga diminta oleh BPK tadi untuk menekan berita acara bahwasanya Pemkab Kuansing tidak benar pernah memesan kateringan sesuai yang tercantum dalam nota pembayaran itu. "Ya, saya dan istri tanda tangan. Kalau kami tak tanda tangan nanti dikirain melindungi. Takutnya nanti timbul masalah baru," tuturnya.

Kabag Umum Akui Tak Pernah Pesan

Sementara itu di salah satu media online, Kabag Umum Setda Kuansing, Saleh mengakui jika instansi tempatnya bekerja tidak pernah memesan barang di Rumah Makan Bungur Indah, Pangean.

"Kita akui, memang tidak ada mengambil barang di sana. Cuma, SPJ tersebut belum disahkan dan masih ada solusi untuk perbaikan," ujar Saleh.

Saleh juga membantah jika SPJ yang telah dibuat pihaknya adalah fiktif. Karena, kata Saleh, pihaknya akan berupaya untuk memperbaikinya sehingga tidak menjadi temuan nantinya oleh BPK.

Kata Saleh, setakad ini BPK belum menyatakan itu sebagai temuan pada LKPD 2017. Karena itu, tidak bisa dikatakan sebagai SPJ fiktif. "Prosesnya masih berjalan. Karena itu, bukan fiktif," sergah Saleh.

Diakuinya, saat ini proses audit oleh BPK masih berlangsung. Dan hasilnya juga belum keluar. "Jadi itu belum bisa dikatakan temuan," ungkapnya.***(dri)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gara-gara Surat Cinta,
Karyawan Mimi Perabot Ujung Batu Dipolisikan dan Dikerangkeng

- Giliran Pendukung Toro Demo di PN Pekanbaru
- 3 Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Diduga Kuasai Narkoba, Seorang Pria di Mahato Ditangkap Polisi Rohul
- Gerebek Rumah Terduga Bandar Narkoba di Mahato, Polisi Rohul Tangkap Seorang IRT
- Tuntut Penahanan Toro, Massa Demo di PN Pekanbaru
- Berkelahi dengan OTK, Dua Pengunjung Karaoke di Pekanbaru Tewas Bersimbah Darah
- Pasutri di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah yang Terkunci
- Terdakwa Suap Penerimaan PTT Oknum Diskes Pelalawan Minta Dibebaskan
- Polri Akan Gelar Operasi Mantab Brata Selama 397 Hari
- Seorang Jurtul Togel Diciduk Polisi Rohul di Plaza Batu Permata Ujung Batu
- Menhub: Kecelakaan Banyak Merenggut Usia Muda
- Dianggap Bekukan Kasus Penipuan Sari Antoni, Pendemo Tuntut Kapolda Riau Dicopot
- Waspada, Marak Penipuan Kupon Berhadiah Beredar di Pelalawan
- Kampanyekan Safetey Riding, Menhub Bersama Gubri Bermotor Sisir Jalan Protokol Pekanbaru
- Korupsi Dana UED-SP, Mantan Kades di Bengkalis Diadili Pekan Depan
- Tewaskan Seorang Guru, Polda Riau Bekuk Residivis di Wilayah Aceh
- Satpol PP Pelalawan Tertibkan Panti Pijat Plus-plus
- Gelar Demo di Mapolda Riau,
Massa Alamak Tuntut Polisi Tetapkan Wabup Bengkalis jadi Tersangka Tipikor Pipa PDAM

- Polsek Pinggir, Bengkalis Amankan Pelaku Kebocoran Pipa Gas Chevron


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com