Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Desember 2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

Ahad, 16 Desember 2018 20:42
Pasca Insiden Perusakan Atribut, AHY: Banyak Masyarakat yang Berempati dan Marah

Ahad, 16 Desember 2018 20:37
KOTAKU Gelar Aksi Bersih Sungai Sahabat Sungai Pekanbaru Vol 3

Ahad, 16 Desember 2018 20:29
PDIP Riau Tegaskan Pelaku Perusakan APK Partai Demokrat Bukan Kadernya

Ahad, 16 Desember 2018 14:53
KUBE Bengkalis Terbaik 10 Besar Nasional

Ahad, 16 Desember 2018 14:14
Digelari Datuk Seri Setia Amanah Negara,
Bupati Kuansing Ucapkan Selamat pada Presiden RI Joko Widodo


Ahad, 16 Desember 2018 14:05
Gerakan Taat Pajak,
Bapenda Bengkalis Apresiasi 25 Perusahaan


Ahad, 16 Desember 2018 13:39
Pelayanan Berbasis HAM,
Lapas Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM


Ahad, 16 Desember 2018 12:49
Tunda Lapor Polisi, Kapitra Justru Tantang Kader PD Mubahalah

Ahad, 16 Desember 2018 11:11
Investigasi PD, Perusak Baleho dan Bendera Pengurus Partai

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 15 April 2018 20:20
Bidan Tampar Dokter,
RSUD Indrasari Inhu Tetap Tempuh Jalur Hukum


Proses hukum kasus penamparan dokter oleh seorang bidan yang terjadi di Inhu beberapa waktu lalu, ternyata terus berlanjut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangannya.

Riauterkini-RENGAT-Sempat luput dari perhatian, ternyata kasus bidan tampar dokter yang sempat menghebohkan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih terus berlanjut di jalur hukum. Bahkan, pasca laporan yang dilakukan pihak RSUD Indrasari Inhu dan IDI Inhu, sejumlah saksi sudah di panggil dan dimintai keterangan di Polsek Rengat Barat.

Masih tetap ditempuhnya jalur hukum, untuk penyelesaian kasus bidan M yang diduga menampar seorang dokter yang bertugas di RSUD Indrasari Inhu berinisial NP pada Selasa (27/3/18) bertempat di ruang UGD RSUD Indrasari Inhu, disampaikan Riswidiantoro KTU RSUD Indrasari Inhu kepada riauterkinicom melalalui selulernya Ahad (15/4/18).

"Masih, masih tetap berlanjut dan tetap ditempuh jalur hukum untuk penyelesaianya. Bahkan sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dan di BAP setelah laporan resmi yang dilakukan RSUD Indrasari dan IDI Inhu," tegasnya.

Diungkapkan Riswidiantoro, pihaknya masih menunggu proses selanjutnya dari pihak Polsek Rengat Barat, sebab secara mekanisme pihak RSUD Indrasari Inhu telah melaporkan secara resmi pada Polsek Rengat Barat. Berlanjut tidaknya kasus ini tergantung Polsek Rengat Barat.

"Hingga saat ini belum ada perdamaian terkait laporan yang telah dilakukan RSUD Indrasari dan IDI Inhu. Kami juga masih menunggu tindak lanjut dari laporan yang telah kami lakukan," ungkapnya.

Sementara itu dihubungi terpisah Kapolsek Rengat Barat Kompol Suryadi melalui selulernya mengatakan, laporan RSUD Indrasari Inhu terkait dugaan penamparan yang dilakukan bidan M terhadap seorang dokter yang bertugas di RSUD Indrasari Inhu berinisial NP pada Selasa (27/3/18) bertempat di ruang UGD RSUD Indrasari Inhu, masih dalam proses dan tidak menutup kemungkinan untuk memediasi kedua belah pihak.

"Masih tetap proses dan siap memediasi kedua belah pihak, baik terlapor maupun korban. Namun karena terlapor masih melaksanakan tugas dinas dari instansinya di Lampung, proses ini sedikit tertunda. Pada prinsipnya proses ini tetap berjalan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, bidan M yang merupakan bidan senior dari Puskesmas Sipayung yang saat ini bertugas di Dinas Kesehatan Inhu harus berurusan dengan polisi, setelah IDI Inhu dan RSUD Indrasari Inhu melaporkanya akibat perbuatan tidak menyenangkan dan mencederai profesi dokter yang dilakukanya. Kepada seorang dokter berinisial NP yang tengah bertugas jaga dan pelayanan di UGD RSUD Indrasari Inhu pada Selasa (27/3/18). *** (guh)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tunda Lapor Polisi, Kapitra Justru Tantang Kader PD Mubahalah
- Investigasi PD, Perusak Baleho dan Bendera Pengurus Partai
- Polisi Tangkap Satu Orang Perusak Atribut Partai Demokrat
- Dua Tersangka Ditangkap, Polisi Temukan Ekstasi dan Sabu dalam Pajero Kecelakaan di Kuansing
- Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Sertifikat Lahan Jalani Sidang Perdana
- Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bengkalis,
Satu Jenazah Kembali Teridentifikasi Polda Riau

- Rekanan Pemenang Tender Ungkap Ada Mafia Proyek di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci
- Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru
- Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.
- Kesetrum.Listrik Saat Banjir, Jenazah Warga Kampar Sempat Hanyut Dua Hari
- Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas  Tertabrak Truk
- Polres Pelalawan Sikat Dua Pelaku Judi Togel
- Nihil Syarat Wajib, Pria Ini Malah Bisa Lulus 10 Besar Timsel II KPU Bengkalis
- Lagi Pengedar Sabu diamankan di Kuansing
- Dua Korban Banjir Kampar Ditemukan Tak Bernyawa
- Korupsi Anggaran PJU, Mantan Kadishub dan Bendahara Dishub Rohul Diadili
- Tiga "Penggendong" Sabu 55 Kg dan 46 Ribu Butir Ekstasi Dituntut Hukuman Mati
- Pengamanan Natal dan Tahun Baru,
Polda Riau Buka Latihan Pra Operasi Lilin Muara Takus 2018

- Proyek Sitac Work Smart Phone tak Dibayar, PT RAB Somasi Dua Perusahaan
- Investasi Berujung Pidana, Dirut PT SSS Yakin Kasus yang Menjeratnya Murni Perdata


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com