Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 19 Desember 2018 11:04
Serahkan Gelar Adat, Syarwan Bentak Dua Utusan LAM

Rabu, 19 Desember 2018 10:59
Langgar Aturan, Bawaslu Pekanbaru Turunkan APK Caleg

Rabu, 19 Desember 2018 10:55
Napi Terlibat Sindikat Pengedar Sabu,
Kepala Lapas Bengkalis Akui Sulit Awasi Penggunaan HP


Rabu, 19 Desember 2018 10:52
Ratusan Warga Antusias Saksikan Pembukaan MTQ ke-23 Desa Jangkang, Bengkalis

Rabu, 19 Desember 2018 10:48
Permudah Pengurusan Perizinan Publik,
DPMPSP Bengkalis Siapkan Aplikasi E-Pinter


Rabu, 19 Desember 2018 10:38
Mobil Kecil tak Bisa Lewat, Jalintim di Pelalawan Masih Teremdam

Rabu, 19 Desember 2018 10:32
Jelang Syarwan Kembalikan Gelar, Ramai Spanduk Kecaman Dua Pimpinan LAM Riau

Selasa, 18 Desember 2018 22:25
Kembalikan Gelar Adat Besok, Syarwan Hamid Anggap LAM Riau Kemaruk

Selasa, 18 Desember 2018 20:04
LAM Nilai Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Luar Biasa

Selasa, 18 Desember 2018 19:06
Tinjau Kebun Ubi di Tapung, Sekdaprov Sebut Bisa Jadi Primadona Gantikan Sawit

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 19 April 2018 22:16
Hamili 2 Anak Dibawah Umur, Seorang Remaja Ditangkap Polisi

Jajaran Polres Inhil amankan seorang remaja diduga telah menghamili dua anak dibawah umur. Satu diantaranya telah dinikahi.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Umurnya masih 17 tahun, tetapi remaja yang masih terhitung dibawah umur ini, sungguh luar biasa. Dua orang gadis, berhasil digarapnya hingga hamil.

Namun karena hanya satu yang dinikahinya, keluarga gadis yang tersisihkan melaporkan kelakuan Don Yuan, warga Jalan Prof M Yamin Tembilahan itu ke polisi. Tak menunggu lama, biarpun sempat sembunyi Unit Opsnal Sat Reskrim mencokok Y alias A, di Jalan Pelajar Tembilahan, Kamis pagi (19/4/18).

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP M Adhi Makayasa SH SIK membenarkan bahwa pihaknya telah menahan seorang remaja pria yang diduga menjadi pelaku tindak pidana menyetubuhi anak dibawah umur.

"Pelaku dilaporkan oleh abang kandung korban yang berinisial RH", ungkap AKP Adhi.

Kejadian itu, awal mulanya diketahui setelah tersangka Y mengaku sendiri kepada abang ipar korban yang berinisial MI, warga Tembilahan Hulu bahwa dirinya telah menghamili pacarnya Bunga (14) warga Prof M Yamin Tembilahan dan sekarang sedang hamil 4 bulan. MI lalu memberi tahu abang korban RH tentang kejadian tersebut.

Pihak keluarga korban mencoba menempuh jalan musyawarah dengan keluarga tersangka, namun upaya tersebut menemui jalan buntu. Karena ternyata play boy itu, sudah memiliki istri. Keluarga korban kemudian memilih untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.

Mendapat laporan dari pihak korban, Kasat Reskrim memerintahkan Unit Opsnalnya untuk melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan tersangka yang diketahui sejak dilaporkan, tidak pernah lagi pulang kerumahnya.

Akhirnya, ABG yang lahir di ujung tahun 2000 itu, terdeteksi berada di rumah saudaranya di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu. Petugas berhasil menangkap Y saat berada di rumah saudaranya tersebut.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui telah menyetubuhi korban berulang kali sejak November 2017 sampai dengan Desember 2017, sebagaimana yang juga diterangkan oleh korban. Setelah mengetahui dirinya hamil pada akhir bulan Desember 2017, Bunga memberi tahu tersangka. Untuk memastikan kehamilan tersebut, tersangka membeli test pack kehamilan dan hasilnya positif.

"Saat itu, tersangka berjanji akan menikahi korban, namun tidak pernah terealisir, bahkan tersangka menikahi perempuan lain, yang juga sudah hamil sebelumnya, secara siri, pada bulan Maret 2018," ujar Kasat.

Terhadap korban, telah dilakukan pemeriksaan medis dan diketahui, saat ini masa kehamilan korban sudah masuk 5,5 bulan. Terhadap tersangka akan dikenakan Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun.

"Namun karena tersangka masih berumur 17 tahun, diberlakukan UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak", tutup Kasat Reskrim.***(mar).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Napi Terlibat Sindikat Pengedar Sabu,
Kepala Lapas Bengkalis Akui Sulit Awasi Penggunaan HP

- Minta Aset Disita Sementara, PN Pekanbaru Gelar Pemeriksaan Setempat Prime Park
- Korupsi Dana Penanggulangan Karlahut,
Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya Dihukum 15 dan 14 bulan

- Alami Kecelakaan,
Dua Tersangka Pembawa Narkoba Ditangkap Aparat Polres Kuansing

- Bawa 2 Kilogram Shabu, WN Malaysia Diringkus Polres Rohul
- ‎Kanwil Kemenkumham Riau Belum Ada Rencana Tambah Kamar dan Blok di Lapas Pasirpangaraian
- Polda Riau, Ungkap Sindikat Narkoba di Lapas Klas II Bengkalis
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA,
Puluhan Dokter Hadiri Sidang Tiga Rekannya di Pengadilan Tipikor

- Terjerat Perkara Korupsi Pungli Prona,
Kamis Lusa, Hakim Tipikor Adili Mantan Pejabat BPN Inhu

- Tiga Terduga Pencuri Onderdil Alat‎ Berat di Kuari Imau Domom Diserahkan ke Polisi Rohul
- Mobil Dijual Pelaku di Rantau Prapat,
Pencuri Mobil Kijang Warga Rokan Timur Ditangkap Polisi Rohul

- Namanya Disebut Andi Arief dalam Kasus Perusakan Atribut PD, Robin Enggan Menanggapi
- Oknum PPTK Minta Uang Preman,
Mafia Proyek di RSUD Selasih Ungkap Fakta Mengejutkan

- 14 Hari Hanyut, Mayat Balita di Rohul Ditemukan di Kuari
- Tetapkan Tiga Tersangka, Kapolda Minta Kasus Perusakan Atribut PD Cepat Dilimpahkan
- Tunda Lapor Polisi, Kapitra Justru Tantang Kader PD Mubahalah
- Investigasi PD, Perusak Baleho dan Bendera Pengurus Partai
- Polisi Tangkap Satu Orang Perusak Atribut Partai Demokrat
- Dua Tersangka Ditangkap, Polisi Temukan Ekstasi dan Sabu dalam Pajero Kecelakaan di Kuansing
- Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Sertifikat Lahan Jalani Sidang Perdana


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com