Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Maret 2019 16:09
Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga


Rabu, 20 Maret 2019 16:01
Penghina Ustad Abdul Somad Angkat Kaki dari Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil

Rabu, 20 Maret 2019 15:02
Soal Instruksi ASN Hadiri Acara TGB, Dewan Minta Sekdaprov Bijak

Rabu, 20 Maret 2019 14:27
Mantapkan PMB-RW, Camat Tampan Gelar Rapat Bersama

Rabu, 20 Maret 2019 14:21
Apkasindo Kutuk Larangan Penggunaan Minyak Sawit di Uni Eropa

Rabu, 20 Maret 2019 14:14
Peringati Hari TB Sedunia, Diskes Pekanbaru Gelar Sosialisasi dan Pengobatan Gratis di CFD

Rabu, 20 Maret 2019 14:07
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat,
PT Musim Mas Lakukan Penanaman Perdana Kebun Desa di Pelalawan


Rabu, 20 Maret 2019 13:57
Janji Pemkab Rohil Pasang Papan Peringatan “Awas Banyak Buaya” Isapan Jempol Belaka

Rabu, 20 Maret 2019 13:47
Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap

Rabu, 20 Maret 2019 13:11
Diperbaiki RAPP, Jalan Utama Desa Kebon Lado Kini Nyaman Dialalui

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 20 April 2018 20:38
Korupsi Lampu PJU Pekanbaru, Lima Terdakwa Divonis 14 Bulan dan 20 Bulan Penjara

PN Pekanbaru memberikan hukuman terhadap lima terdakwa korupsi lampu PJU Pekanbaru. Hukuman 14 buan dan 20 bulan penjara lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Riauterkini-PEKANBARU-Majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Jum'at (20/4/18) sore. Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada lima terdakwa tindak pidana korupsi proyek pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Pekanbaru. Lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Kelima terdakwa, Masdahuri selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada kegiatan pengadaan lampu PJU. Abdul Rahman, Afrizal alias Majid, pihak swasta selaku broker proyek, dan Munahar serta Hendy Wijaya, selaku penyedia barang. Tetap dinyatakan hakim terbukti secara sah melawan hukum dan juga menimbulkan kerugian pada keuangan negara.

Berdasarkan amar putusan majelis hakim yang diketuai Sulhanuddin SH, dalam sidang yang digelar sekitar pukul 18.00 WIB itu. Terdakwa Masdahuri dan Hendy Wijaya dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan (20 bulan) denda Rp 50 juta atau subsider 3 bulan.

Sementara terdakwa Munahar, Afrizal dan Abdul Rahman, dijatuhi hukuman pidana penjara masing masing selama 1 tahun 2 bulan (14 bulan) denda Rp 50 juta subsider 2 bulan.

Untuk kerugian negara dibebankan kepada terdakwa Hendy Wijaya sebesar Rp 120 juta subsider 4 bulan. Terdakwa Munahar dibebankan membayar kerugian negara sebesar Rp 19 juta subsider 1 bulan, dan terdakwa Afrizal dibebankan membayar kerugian negara sebesar Rp 133 juta subsider 4 bulan.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Atas putusan majelis hakim tersebut, baik terdakwa maupun jaksa, sama sama menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum, Astin SH, M Amin SH, Oka Regina SH, Puji Dwi Jona SH dan Nuraini SH, menuntut terdakwa Masdahuri dan Hendy Wijaya dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Terdakwa Munahar, Afrizal dan Abdul Rahman dituntut masing masing 1 tahun 8 bulan penjara denda Rp 50 subsider 3 bulan. Munahar dibebani membayar kerugian negara sebesar Rp 19 juta subsider selama 1 tahun

Terdakwa Afrizal alias Majid dibebani membayar kerugian negara sebesar Rp 133 650.000 atau subsider 1 tahun kurungan.

Terdakwa Abdul Rahman diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 135 juta, dan kerugian negara tersebut sudah dibayar terdakwa.

Terdakwa Hendy Wijaya,diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 914 juta atau subsider selama 1 tahun 6 bulan.

Seperti diketahui, perbuatan kelima terdakwa yang telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 2,6 miliar itu, terjadi tahun 2016 lalu. Saat Pemerintah Provinsi Riau menyalurkan Bantuan Keuangan (Bankeu) sebesar Rp 6 miliar lebih untuk penerangan lampu jalan.

Kegiatan tersebut masuk dalam Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Penerangan Jalan Swasta dan Lingkungan Kota Pekanbaru 2016 di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru. Pagu anggaran kegiatan tersebut Rp 6,7 miliar. Untuk kontraknya sendiri sekitar Rp 6,3 miliar

Namun dalam pelaksanaannya, kelima terdakwa telah melakukan praktik mark up dalam pengadaan barang. Akibatnya, perbuatan terdakwa ini menimbulkan negara sebesar Rp 2,696.000.000. ***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga

- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan
- Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan
- 7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan
- Curi Besi Tower Sutet, Dua Pemuda Desa Koto Perambahan Kampar Diamankan Polisi
- Kepala SMPN 5 Mandau, OTT Pungli Seragam Sekolah Dituntut Lima Tahun Penjara.
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri
- Jadi Tersangka Proyek Jembatan WFC Bangkinang, ADN Diminta Terbuka Jangan Pasang Badan
- Memukat Ikan tak Kembali, Dua Pria di Ujung Batu Rohul Diduga Hanyut di Sungai Rokan
- Diduga Hasil Curian,
Warga Bengkalis Temukan Sepeda Motor Disimpan di Kebun

- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Segera Disidang
- Kerugian Rp39,2 Miliar, KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Bangkinang
- Video Polisi Gadungan Berpistol Hebohkan Masyarakat, Polresta Pekanbaru Lakukan Penyelidikan
- Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili
- Terduga Teroris, Densus 88 Tangkap RG di Rohil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com