Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Agustus 2018 22:07
12 Mobil Hias Ikut Ramaikan Malam Takbiran Idul Adha 2018 di Pasirpangaraian, Rohul

Selasa, 21 Agustus 2018 21:27
Dilepas Bupati Bengkalis, Ribuan Warga Duri Ikuti Pawai Takbir Idul Adha 1439 Hijriyah

Selasa, 21 Agustus 2018 20:35
YLBHR Minta Kepala Balai Gakkum Seksi II Pekanbaru Dicopot

Selasa, 21 Agustus 2018 20:30
Gubri Sholat Idul Adha Besok di Halaman Kantor Gubernur

Selasa, 21 Agustus 2018 18:59
Rohul Raih 2 Kategori di Parade Tari Nusantara TMII 2018 untuk Provinsi Riau

Selasa, 21 Agustus 2018 16:33
Pemkab Bertekad Wujudkan Anak Kuansing Jenius

Selasa, 21 Agustus 2018 16:30
Jelang Deklarasi Ganti Presiden, DPW PKS Riau Imbau Kader Tak Pakai Nama PKS

Selasa, 21 Agustus 2018 16:29
Wisata Alam Danau Tajwid, Langgam Resmi Dibuka untuk Umum

Selasa, 21 Agustus 2018 15:32
Pemuda Pancasila Ancam Segel Bandara Jika Deklarasi #2019gantipresiden Dilaksanakan di Riau

Selasa, 21 Agustus 2018 15:18
Hakim Tak Lengkap, Vonis Tiga PNS Dispenda Riau Terjerat Korupsi SPPD Fiktif Ditunda

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 23 April 2018 21:12
Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Riau, Saksi Gugup Beberkan Pemotongan 10 Persen

PN Pekaanbaru kembali gelar sidang perkara korupsi SPPD fiktif Dispenda Riau. Saksi tampak gugup saat ditanya adanya pemotongan dana perjalanan dinas sebesar 10 persen.

Riauterkini-PEKANBARU-Enam dari dua belas saksi yang dihadirkan kepersidangan korupsi SPPD fiktif di Dispenda Riau, dengan berkas terdakwa Yanti SE, Syarifah Aspanindar. Tampak gugup dan salah tingkah, ketika dicerca majelis hakim terkait adanya pemotongan dana perjalanan dinas sebesar 10 persen dibagian bendahara di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

Persidangan yang dipimpin majelis hakim Bambang Myanto SH pada Senin (23/4/18) sore. Salah satu hakim anggota, Hendri SH, mempertanyakan kepada saksi Kasprul, Furkon, Lolyta dan Ranti. terkait dimana saksi tahu jika dana perjalanan dinas yang diberikan kepada saksi telah dipotong 10 persen.

Saksi Kasprul dan Fukron yang tergagap gagap mengatakan jika pemotongan itu sudah diberitahukan sebelum diterima

" Staff dibagian bendahara sudah memberitahukan jika dana untuk perjalanan dinas dipotong 10 persen, dari besar anggaran yang dicairkan untuk suatu perjalanan dinas. Waktu itu saya mendapar tugas ke Kabupaten Rokan Hulu, dan saya terima dananya yang diberikan staff bagian bendahara, dan uang yang diserahkan dalam amplop telah dipotong 10 persen," terang Kasprul.

Hal yang sama juga disampaikan oleh saksi Fukron, Lolyta dan Ranti.

Ketika ditanya lagi oleh hakim, apakah yang memotong itu dilakukan atau kebijakan dari terdakwa Yanti dan Sarifah ini ??," tanya hakim Hendri.

Para saksi secara serentak mengatakan tidak bahkan tidak tahu, siapa yang melakukan pemotongan.

Lantas, kenapa Yanti dan Sarifah ini dihadirkan sebagai terdakwa. Jika saksi sendiri tidak tahu siapa yang melakukan pemotongan," desak Hendri.

" Kami tidak tahu siapa yang memotong. Saat kami akan pergi melakukan perjalanan dinas. Dana tersebut diserahkan ke kami oleh bagian staff, dan dana tersebut telah dipotong, dan siapa yang memotong kami tidak tahu," ucap Fukron dan Ranti dengan rada bingung.

Dalam persidangan tersebut, para saksi juga mengakui, jika melakukan perjalanan dinas ada juga yang direkayasa.

" Perjalanan dinas tiga hari, kami hanya menjalankannya dua hari saja Yang Mulia. Namun dana yang kita terima tetap saja untuk perjalanan tiga hari," aku Furkon.

Usai mendengarkan keenam saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Amin SH dan Prawira Putra menghadirkan lima saksi lagi.

Seperti diketahui, ketiga terdakwa Yanti SE, Syarifah Aspanindar dan Decy Ari Yetti dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Amin, Puji Dwi Jona SH dan Prawira. Atas dakwaan turut serta menerima dan menikmati aliran dana perjalanan dinas dari dua atasannya Deliana, Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Riau dan Deyu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pengeluaran Dispenda Riau (telah divonis).

Perbuatan ketiga terdakwa yang turut menerima aliran dana SPPD itu, telah merugikan negara sebesar Rp1,3 miliar.

Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 8 jo Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Hakim Tak Lengkap, Vonis Tiga PNS Dispenda Riau Terjerat Korupsi SPPD Fiktif Ditunda
- ‎Diduga Bacok Anggotanya,
Mandor Kebun Sawit Ini Ditangkap Polsek Kepenuhan Rohul

- 7 Kios Semi Permanen di Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Kebakaran Terjadi di Pemukiman Padat Penduduk Kota Selatpanjang
- Korupsi Dana Desa, Mantan Pj Kades di Bengkalis Dihukum 4 Tahun Penjara
- Terkait Penghina Agama Islam,
Ketua Harian IKBDS: Jangan Sangkut Pautkan dengan Organisasi Batak

- Polda Riau Tetapkan 19 Tersangka Perkara Kathutla
- Ngaku Medsosnya Dibajak, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Hina Agama Islam
- Brigjen Widodo Eko Prihastopo Resmi Menjadi Kapolda Riau
- Terima Gratifikasi di Atas Sejuta, Penyelenggara Negara di Rohul Wajib Laporkan ke KPK RI
- Geledah Mobil Agya,
Polsek Tambusai‎ Utara Tangkap Pengedar dan Sita 7 Paket Sabu

- Miliki Ganja, Tukang Panen Sawit di Kuansing Diciduk Polisi
- Dikendalikan dari Lapas Tangerang,
Tim Gabungan BNN Pusat dan BNNP Riau Amankan 30 Ribu Butir Inex di Dumai

- Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi
- Moment HUT ke-73 RI, 3.834 Narapidana Riau Dapatkan Remisi
- Sesosok Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung dalam Kolam di Lubuk Ogong Pelalawan
- Dituding Makar, Neno Warisman Dilaporkan ke Polda Riau
- Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda
- Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis
- Dansatgas Karhutla Perintahkan Tembak di Tempat Pembakar Lahan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com