Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 20 Januari 2019 22:28
Nestapa Gadis Belia di Kampar, Diperkosa dan Dirampas HP-nya

Ahad, 20 Januari 2019 22:09
Bedah Rumah Kuli Pendorong Gerobak, Ini Apresiasi dari Plt Bupati Kampar kepada Dandim 0313/KPR

Ahad, 20 Januari 2019 18:31
Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa

Ahad, 20 Januari 2019 17:25
Camat Bangko Pusako-PT SRL Blok III Sosialisasikan Pencegahan Karlahut

Ahad, 20 Januari 2019 16:29
Silaturrahmi ke Warga Duri, Septian Nugraha Tegaskan Nyaleg Demi Kepentingan Publik

Ahad, 20 Januari 2019 16:25
PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari

Ahad, 20 Januari 2019 14:39
Serap Aspirasi, Caleg DPR RI Ini Blusukan hingga ke Pelosok Pelalawan

Ahad, 20 Januari 2019 13:16
Serunya Mararua, Rame-rame Tangkap Ikan Masyarakat Kuansing

Ahad, 20 Januari 2019 07:20
Plt Bupati Kampar dan Banyak Bejabat Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Kenegerian Tapung

Sabtu, 19 Januari 2019 22:04
Syamsuar Dapat Laporan, Ada Oknum Menjual Namanya untuk Jabatan dan Proyek

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 23 April 2018 21:12
Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Riau, Saksi Gugup Beberkan Pemotongan 10 Persen

PN Pekaanbaru kembali gelar sidang perkara korupsi SPPD fiktif Dispenda Riau. Saksi tampak gugup saat ditanya adanya pemotongan dana perjalanan dinas sebesar 10 persen.

Riauterkini-PEKANBARU-Enam dari dua belas saksi yang dihadirkan kepersidangan korupsi SPPD fiktif di Dispenda Riau, dengan berkas terdakwa Yanti SE, Syarifah Aspanindar. Tampak gugup dan salah tingkah, ketika dicerca majelis hakim terkait adanya pemotongan dana perjalanan dinas sebesar 10 persen dibagian bendahara di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

Persidangan yang dipimpin majelis hakim Bambang Myanto SH pada Senin (23/4/18) sore. Salah satu hakim anggota, Hendri SH, mempertanyakan kepada saksi Kasprul, Furkon, Lolyta dan Ranti. terkait dimana saksi tahu jika dana perjalanan dinas yang diberikan kepada saksi telah dipotong 10 persen.

Saksi Kasprul dan Fukron yang tergagap gagap mengatakan jika pemotongan itu sudah diberitahukan sebelum diterima

" Staff dibagian bendahara sudah memberitahukan jika dana untuk perjalanan dinas dipotong 10 persen, dari besar anggaran yang dicairkan untuk suatu perjalanan dinas. Waktu itu saya mendapar tugas ke Kabupaten Rokan Hulu, dan saya terima dananya yang diberikan staff bagian bendahara, dan uang yang diserahkan dalam amplop telah dipotong 10 persen," terang Kasprul.

Hal yang sama juga disampaikan oleh saksi Fukron, Lolyta dan Ranti.

Ketika ditanya lagi oleh hakim, apakah yang memotong itu dilakukan atau kebijakan dari terdakwa Yanti dan Sarifah ini ??," tanya hakim Hendri.

Para saksi secara serentak mengatakan tidak bahkan tidak tahu, siapa yang melakukan pemotongan.

Lantas, kenapa Yanti dan Sarifah ini dihadirkan sebagai terdakwa. Jika saksi sendiri tidak tahu siapa yang melakukan pemotongan," desak Hendri.

" Kami tidak tahu siapa yang memotong. Saat kami akan pergi melakukan perjalanan dinas. Dana tersebut diserahkan ke kami oleh bagian staff, dan dana tersebut telah dipotong, dan siapa yang memotong kami tidak tahu," ucap Fukron dan Ranti dengan rada bingung.

Dalam persidangan tersebut, para saksi juga mengakui, jika melakukan perjalanan dinas ada juga yang direkayasa.

" Perjalanan dinas tiga hari, kami hanya menjalankannya dua hari saja Yang Mulia. Namun dana yang kita terima tetap saja untuk perjalanan tiga hari," aku Furkon.

Usai mendengarkan keenam saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Amin SH dan Prawira Putra menghadirkan lima saksi lagi.

Seperti diketahui, ketiga terdakwa Yanti SE, Syarifah Aspanindar dan Decy Ari Yetti dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Amin, Puji Dwi Jona SH dan Prawira. Atas dakwaan turut serta menerima dan menikmati aliran dana perjalanan dinas dari dua atasannya Deliana, Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Riau dan Deyu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pengeluaran Dispenda Riau (telah divonis).

Perbuatan ketiga terdakwa yang turut menerima aliran dana SPPD itu, telah merugikan negara sebesar Rp1,3 miliar.

Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 8 jo Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Nestapa Gadis Belia di Kampar, Diperkosa dan Dirampas HP-nya
- Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati
- Ditangkap Setelah Anak Lahir, Pemuda Setubuhi Anak Bawah Umur di Rohul Diciduk Polisi
- Suskseskan Millenial Road Safety Festival, Sat Lantas Polresta Pekanbaru Gandeng Komunitas Motor
- Diduga Edar dan Pesta Sabu, 5 Tersangka Diringkus Polres Bengkalis
- Polresta Pekanbaru Tangkap Kurir 8.617 Butir Ekstasi
- Pinjam Motor Vario tak Dikembalikan, Warga Sumut Diciduk Polisi Rohul di Pasirpangaraian
- 3 Kurir 55 Kg Sabu dan 46 Ribu Butir Ekstasi Divonis Mati PN Bengkalis
- 2018, DJBC Riau Amankan Produk Ilegal Senilai Rp56,42 Miliar
- Warungnya Digerebek Polisi Rohul, Wanita Asal Mahato Simpan Paket Sabu
- Terlibat Judi, Seorang Caleg Golkar Disidang di PN Pelalawan
- Juru Tulis Togel Asal Kasang Padang Ditangkap Polisi Rohul
- Pertanyakan Pengalihan Tahanan, Hakim Minta Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA, Banyak Berdo'a
- Divonis Hakim 7 Tahun, Seorang Terdakwa Kasus Narkoba Meraung-raung di PN Pelalawan
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- 2 Tersangka Diburu, Polda Riau Musnahkan 37 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
- Ditinggal Pekerja Sarapan, Bengkel Las di BS,  Bengkalis Ludes  Terbakar
- Polres Kuansing Amankan Tiga Tersangka Narkoba
- Kembali Muncul Penistaan Agama Lewat Medsos di Mandau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com