Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Desember 2018 08:23
Wan Thamrin Jalani Gladi Pelantikan Gubri di Istana Presiden

Senin, 10 Desember 2018 07:25
Banjir Luapan Sungai Kampar Bikin Banyak Warga Begadang

Senin, 10 Desember 2018 07:20
HIPPMIH Pekanbaru Rancang Seminar Nasional Cari Solusi Anjloknya Harga Kelapa

Ahad, 9 Desember 2018 22:42
Pengumuman Kelulusan SKB CPNS Pemprov Riau Tunggu Pusat

Ahad, 9 Desember 2018 22:35
Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif

Ahad, 9 Desember 2018 18:50
Warga Minta Pemkab Bengkalis Perbaiki Jalan Poros Pematang Duku Timur

Ahad, 9 Desember 2018 17:06
Edi Sakura Terpilih Sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis

Ahad, 9 Desember 2018 15:34
Buaya Terjebak dalam Saluran Irigasi Saat Banjir Berhasil Diamankan Warga Benai

Ahad, 9 Desember 2018 13:47
Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Gelar Funtastic Walk Bersama Warga

Ahad, 9 Desember 2018 13:43
Kawanan Buaya Liar Ditemukan di Lokasi Banjir di Pelalawan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Mei 2018 06:59
HGU-nya Diprotes Warga dan Aktivis Lingkungan, BPN Riau Bakal Panggil PT TSUM

Protes warga dan aktivis lingkungan terkait HGU PT TSUM di Pulau Mendol, Kuala Kampar direspon BPN. Perusahaan tersebut akan dipanggil untuk diklarifikasi soal keluarnya izin.

Riauterkini - PEKANBARU - Menemui massa yang menggelar orasi di kantor BPN Riau. Selasa (15/05/18), Kepala BPN Riau, Lukman Hakim melalui Kepala Bidang Infrastruktur Pertanahan, Saleh Mardani menjelaskan akan menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat tersebut. Langkah awal pihaknya akan memanggil PT TSUM dalam waktu dekat ini.

"Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat yang didukung dengan Komisi III dan Komisi II DPRD Pelalawan, akan kita tampung semua. Selanjutnya tentu kita akan lekukan peninjauan kembali terhadap penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) PT TSUM," terangnya.

Lanjutnya, tindak lanjut ini akan dilakukan secepatnya. Sementara langkah pertama, BPN akan memanggil PT TSUM yang sebelumnya telah mendapatkan surat HGU di lahan seluas 6.055,7 hektar di Pulau Mendol, Kuala Kampar Pelalawan.

"Kita juga akan menggali informasi terkait terbakarnya lahan yang kita dengar tadi sekitar 24 hektar di kawasan tersebut. Nantinya pemannggilan ini juga akan berlanjut dengan identifikasi lahan dimana kita akan langsung turun kelapangan bulan Juli mendatang," paparnya.

Dijelaskannya, terkait penerbitan HGU ini sendiri sudah di proses sejak lama. Dimana permohonan sudah masuk sejak 2011 lalu dan dilakukan penyelenggaraan perizinan awal oleh seluruh satuan kerja pemerintah kabupaten Pelalawan. Berikut juga kajian amdal yang telah terlampir dari dinas lingkungan hidup saat itu.

"Jadi, BPN tidak berdiri sendiri. Kita memiliki Panitia B namanya. Ini meliputi perangkat pemerintah mulai dari kelurahan hingga ke kantor wilayah. Namun, jika ada unsur yang tidak sesuai setelah penerbitan HGU dari PT TSUM ini, kita akan sampaikan ke Pemerintah Pusat," tegasnya.

Diluar itu, Korlap Aksi, Sait Roben menjelaskan aksi ini merupakan upaya menolak keras terbitnya HGU PT TSUM di Kuala Kampar. Sebab, HGU ini dinilai mengancam keberlangsungan lumbung padi di wikayah tersebut.

"Kita menolak keras terbitnya, HGU yang sudah dikantongi PT Trisetya Usaha Mandiri (TSUM). Karena, jika PT TSUM beroperasi di pulau Mendol akan mengancam keberlangsungan lumbung padi. Pasalnya, kecamatan Kuala Kampar selama ini, menjadi satu-satu daerah penghasil padi," katanya.

Sementara lewat aksi ini, pihaknya mendesak pemerintah untuk membatalkan Hak Guna Usaha yang sudah dikantongi PT TSUM. Diketahui, jika PT TSUM menggunakan lahan ini sebagai perkebunan sawit akan merusak perkebunan dan ladang padi masyarakat Kuala Kampar. Sebeb, lahan ini sebagain besar adalah gambut dengan kedalaman tiga meter.

"Sebagaimana kita ketahui kecamatan Kuala Kampar salah satu daerah penghasil padi dikabupaten Pelalawan. Jika PT TSUM beroperasi akan mengancam tanaman padi. Kita menolak keras beroperasinya, perusahan perkebunan sawit ini," Singkatnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif
- Diduga Melindas Lubang, Cewek Pengendara Motor Beat Tewas Digilas Mobil CPO
- Mengaku TNI, Dukun di Inhu Diamankan
- Miris, Hotel di BS, Bengkalis Ini Beroperasi Tanpa Izin
- Kejari Kuansing Terbaik se Riau Tindak Pidana Umum
- Sukseskan Pemilu 2019, Satpol PP Awasi Radikalisme dan Gangguan Kemanan
- Jelang Natal dan Tahun Baru, Razia Pekat di BS Bengkalis Digencarkan
- Pelaku Minta Maaf, Bupati Kuansing Cabut Laporan Penghinaan di FB
- Dituntut Jaksa 20 Tahun, Hakim Vonis Kurir Sabu di Pelalawan Seumur Hidup
- Pelaku Pembunuhan di Asahan Sumut Ditangkap Polisi di Kepenuhan, Rohul
- Selain di Desa Gambut Mutiara,
Proyek Cetak Sawah di Desa Labuhan Bilik Teluk Meranti Pelalawan Juga Gagal

- Tuntutan 3 Terdakwa Sabu 55 Kg Tak Kunjung Dibacakan, PN Bengkalis Surati Kejagung RI
- Kasus Pembunuhan Aktivis Desa Sialang Godang Pelalawan Segera Bergulir ke Persidangan
- Koruptor Dana Koptan Siaga Makmur,
3 Tahun Buron, GEMA Desak Kejari Rohul Tangkap Basri Lubis

- Kejari Pelalawan Segara Ekpos Nama Calon Tersangka Korupsi Cetak Sawah Jilid II
- Terjerat Kasus Pemalsuan SertIfikat Lahan, Pengusaha Sawit Ini Diadili Pekan Depan
- Opsgab Amankan 3 Alat Berat di Cagar Biosfir GSK
- Polsek Senapelan Ringkus Seorang Napi Buron Rutan Sialang Bungkuk
- PNS dan Kontraktor di Rohil Terjerat Korupsi Danau Buatan, Rohil Dihukum 4 Tahun Penjara
- Oknum Polisi Penganiaya Pacar, Dituntut 2 Tahun Penjara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com