Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Mei 2018 19:24
Ulama Riau Tidak Masuk Rekomendasi Mubalig, Komisi V DPRD Riau Sayangkan Sikap Kemenag

Senin, 21 Mei 2018 19:19
Korupsi RTH, PPTK Gugup Ditanya Tanggung Jawab dalam Kegiatan

Senin, 21 Mei 2018 19:13
Pilkades serentak ditunda, 48 ASN Meranti Disiapkan untuk Pj Kepala Desa

Senin, 21 Mei 2018 17:47
20 Tahun Reformasi, Ketua DPRD Inhil: Agenda Reformasi Belum Tuntas

Senin, 21 Mei 2018 17:43
800 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Bantuan Dinsos Bengkalis

Senin, 21 Mei 2018 17:39
Kadernya Jadi Tersangka Politik Uang,
Demokrat Riau Junjung Tinggi Azas Praduga Tak Bersalah


Senin, 21 Mei 2018 16:57
Janji Bantu Meringankan Ditingkat Banding,
Oknum Pengacara Posbakum di PN Pelalawan Diduga Tilap Uang Terdakwa Kasus Narkoba


Senin, 21 Mei 2018 16:19
Asal Coret Sembarang Tempat,
Seorang Oknum ASN Pemkab Bengkalis Diamankan Satpol PP


Senin, 21 Mei 2018 15:32
Geram dengan Menag,
Plt Gubri Besok Temui Moeldoko Ceritakan Soal Embarkasi Haji Antara


Senin, 21 Mei 2018 15:27
Pj Sekdakab Rohul: Melalui Puasa Ramadhan, Tingkatkan Keimanan dan Sabar

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Mei 2018 18:01
Korban Teror di Mapolda Riau, Warga Mengenal Almarhum Ipda Auzar Sebagai Polisi Fanatik

Masyarakat Kepenuhan, Rohul turut berduka dengan meninggalnya Ipda Auzar pada aksi teror di Mapolda Riau. Warga mengenal almarhum sebagai sosok polisi fanatik.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Aksi teror terjadi di Mapolda Riau, Rabu pagi (16/5/2018), turut membuat rasa duka bagi masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terutama warga Tanjung Alam Dusun Suka Mulia, Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan.

Pada peristiwa penyerangan dilakukan 4 laki-laki diduga teroris di Mapolda Riau, Rabu pagi pukul 09.00 WIB, sejumlah personel polisi yang berjaga terluka, dan seorang personel bernama Ipda H. Auzar meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Nyawa Ipda Auzar tidak tertolong setelah ditabrak mobil Avanza warna putih nomor polisi BM 1192 RQ tepat di pintu masuk Mapolda Riau.

Kematian Ipda Auzar saat teror di Mapolda Riau sampai juga di telinga warga Dusun 04 Tanjung Alam Dusun Suka Mulia, Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang merupakan kampung kelahiran almarhum.

Warga RW 04 Tanjung Alam Dusun Suka Mulia Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan mengaku Iptu H. Auzar merupakan sosok polisi yang baik serta patut dicontoh. Selain ramah, almarhum juga dikenal fanatik terhadap agama.

Anhar (54), teman kecil sekaligus teman sekolah alm. Ipda Auzar‎ sejak sekolah dasar (SD) mengaku sejak kecil almarhum bisa dikatakan anak yang sudah rajin ke masjid.

Bukan itu saja. Meski sudah menetap di Pekanbaru bersama keluarganya, namun‎ almarhum Ipda Auzar masih sering pulang ke kampung kelahirannya di Tanjung Alam, baik saat ada keluarga hajatan ataupun hari raya Idul Fitri.

Saat pulang kampung, almarhum bukan hanya silaturahmi dengan‎ seluruh sanak keluarga dan tetangga, bahkan ia kerap menjadi imam salat di Masjid Al-Muslimin Tanjung Alam.

Anhar mengungkapkan almarhum terakhir pulang kampung pada Maret 2018 lalu, saat meninggikan kubur kakak perempuan dari saudara ibunya.

"Kenangan terakhir saya ya itu saat dia pulang kampung. Saya langsung dipeluk, dia menangis dan saya pun menangis. Mungkin itulah pertemuan terakhir kami," ujar Anhar sedih.

Anhar mengaku sangat mengenal baik almarhum. Bukan hanya sebagai teman kecil dan saudara sepupu, tapi mereka juga bersama saat menimba ilmu di SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Tengah Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan yang sampai harus mondok atau menumpang di rumah sanak saudara, karena jarak antara kampung ke Kota Tengah cukup jauh, dan saat itu masih banyak binatang buas seperti harimau.

"‎Keseharian almarhum orangnya baik. Dia tamat SMP masuk kerja di Kota Tengah. Dia berhenti bekerja dan masuk polisi di Pekanbaru. Seingat saya sekitar tahun 1982," ungkap Anhar.

"‎Setiap pulang kampung, ia biasa bertemu dengan teman-teman kecilnya dan warga, dan sering kerap memberikan nasehat,"‎ tambahnya.

Almarhum Auzar, anak pertama dari lima bersaudara, diakui Anhar, sangat tidak suka melihat warga atau anak muda mabuk-mabukan, apalagi sampai memakai Narkoba.

Almarhum bahkan pernah terlihat sangat marah saat pulang kampung, karena melihat sejumlah anak muda setempat mabuk-mabukan di sebuah acara pesta.

Bahkan, kata Auzar, minuman keras yang memabukkan sampai ditendang almarhum. Setelah mengetahui almarhum merupakan seorang polisi, anak-anak muda tersebut memilih membubarkan diri.

Selain dikenal fanatik, anak dari pasangan almarhum Hakim dan almarhumah Izal, semasa muda juga dikenal sebagai anak yang hobi berolahraga. Sepak bola dan bola volly merupakan kegemarannya, selain berenang di aliran Sungai Batang Lubuh bersama teman-teman sebayanya.

‎Anhar mengaku sangat sedih mendengar teman kecilnya tersebut meninggal saat terjadi penyerangan di Mapolda Riau. Pria ini mengaku mendengar sepupunya tersebut meninggal dunia sekira pukul 10.00 WIB, dari warga yang menelepon keluarga korban di Kota Pekanbaru.‎

Anhar sangat mengutuk keras aksi penyerangan yang terjadi di Mapolda Riau. Ia sangat mengharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi, baik di Provin‎si Riau ataupun di Indonesia ke depannya.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi RTH, PPTK Gugup Ditanya Tanggung Jawab dalam Kegiatan
- Janji Bantu Meringankan Ditingkat Banding,
Oknum Pengacara Posbakum di PN Pelalawan Diduga Tilap Uang Terdakwa Kasus Narkoba

- Asal Coret Sembarang Tempat,
Seorang Oknum ASN Pemkab Bengkalis Diamankan Satpol PP

- Jadi Barang Bukti,
Mobil Penyerang Mapolda Riau Terdaftar sebagai Milik Warga Dumai

- Jalani Perawatan, Aipda Jhon Hendrik dan Dua Wartawan Sudah Dibolehkan Pulang
- Kadis PU Riau Dwi Agus Sumarno Sakit,
Sidang Korupsi RTH Dilanjutkan Pemeriksaan Saksi Dua Terdakwa

- Aparat Polresta Pekanbaru Tangkap Kurir 8 Kilogram Sabu
- Tiga Warga Tapung Hulu Ditangkap Polres Kampar Saat Pesta Sabu
- Gerebek Pesta Sabu di Mahato, Satres Narkoba Polres Rohul Ciduk 2 Laki-laki
- 5 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Rohil dan Dumai
- Polisi Diminta Tindak Tegas Balapan Liar di Sudirman Bengkalis
- Balap Liar di Duri Kian Menggila Selama Ramadhan
- Empat Jenazah Terduga Teroris Mapolda Riau Dijemput Keluarga Tengah Malam
- Seorang Penyerang Mapolda Riau Dikuburkan di Desa Pasiran, Bengkalis
- Proyek Pipa Gas PGN dan Pertagas di Dumai Timpa Pekerja Hingga Tewas
- Tiga Jenazah Terduga Teroris Sudah Dimakamkan di Dumai
- Tabrak Truk Mundur, Pemotor di Pelalawan Tewas Seketika
- Seminggu Tak Dijemput Keluarga, Empat Jenazah Terduga Teroris Akan Dimakamkan Polda Riau
- Tradisi ‎Bolimau di Rohul Makan Korban, Warga Ujung Batu Ditemukan Tewas di Sungai Rokan
- Kecelakaan Maut Mobdin Perikanan Bengkalis, Polisi Tegaskan Sopir Membawa Plt Kadiskan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com