Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Desember 2018 14:19
Si-BiRU Resmi Diluncurkan di Riau

Senin, 10 Desember 2018 14:15
Jelang Pelantikan, Plt Gubri Wan Thamrin Hasyim Tampak Bahagia

Senin, 10 Desember 2018 14:09
Legislator Noviwaldy Jusman Sayangkan Pelapornya tak Penuhi Panggilan Bawaslu Pekanbaru

Senin, 10 Desember 2018 14:03
Januari, MPP di Pekanbaru Segera Hadir dengan 18 Tenant

Senin, 10 Desember 2018 13:59
Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018

Senin, 10 Desember 2018 13:55
Polres Meranti Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Antik Muara Takus 2018

Senin, 10 Desember 2018 12:52
Demo, Warga Kunto Darussalam Tuntut PT SJI Coy Kembalikan 625 Hektar Lahat Adat

Senin, 10 Desember 2018 12:46
Penggunaan Kampus Baru Diyakini Dongkrak Akreditasi Uniks Teluk Kuantan

Senin, 10 Desember 2018 12:41
Provinsi Ketiga Penerapan Tekhnologi Penyelengaraan Infrastuktur, Riau Dapat Bonus Rp20 Miliar

Senin, 10 Desember 2018 10:34
PT MAL Cuekin Jalan Antar Desa di Kerumutan, Pelalawan Hancur

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Mei 2018 18:01
Korban Teror di Mapolda Riau, Warga Mengenal Almarhum Ipda Auzar Sebagai Polisi Fanatik

Masyarakat Kepenuhan, Rohul turut berduka dengan meninggalnya Ipda Auzar pada aksi teror di Mapolda Riau. Warga mengenal almarhum sebagai sosok polisi fanatik.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Aksi teror terjadi di Mapolda Riau, Rabu pagi (16/5/2018), turut membuat rasa duka bagi masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terutama warga Tanjung Alam Dusun Suka Mulia, Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan.

Pada peristiwa penyerangan dilakukan 4 laki-laki diduga teroris di Mapolda Riau, Rabu pagi pukul 09.00 WIB, sejumlah personel polisi yang berjaga terluka, dan seorang personel bernama Ipda H. Auzar meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Nyawa Ipda Auzar tidak tertolong setelah ditabrak mobil Avanza warna putih nomor polisi BM 1192 RQ tepat di pintu masuk Mapolda Riau.

Kematian Ipda Auzar saat teror di Mapolda Riau sampai juga di telinga warga Dusun 04 Tanjung Alam Dusun Suka Mulia, Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang merupakan kampung kelahiran almarhum.

Warga RW 04 Tanjung Alam Dusun Suka Mulia Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan mengaku Iptu H. Auzar merupakan sosok polisi yang baik serta patut dicontoh. Selain ramah, almarhum juga dikenal fanatik terhadap agama.

Anhar (54), teman kecil sekaligus teman sekolah alm. Ipda Auzar‎ sejak sekolah dasar (SD) mengaku sejak kecil almarhum bisa dikatakan anak yang sudah rajin ke masjid.

Bukan itu saja. Meski sudah menetap di Pekanbaru bersama keluarganya, namun‎ almarhum Ipda Auzar masih sering pulang ke kampung kelahirannya di Tanjung Alam, baik saat ada keluarga hajatan ataupun hari raya Idul Fitri.

Saat pulang kampung, almarhum bukan hanya silaturahmi dengan‎ seluruh sanak keluarga dan tetangga, bahkan ia kerap menjadi imam salat di Masjid Al-Muslimin Tanjung Alam.

Anhar mengungkapkan almarhum terakhir pulang kampung pada Maret 2018 lalu, saat meninggikan kubur kakak perempuan dari saudara ibunya.

"Kenangan terakhir saya ya itu saat dia pulang kampung. Saya langsung dipeluk, dia menangis dan saya pun menangis. Mungkin itulah pertemuan terakhir kami," ujar Anhar sedih.

Anhar mengaku sangat mengenal baik almarhum. Bukan hanya sebagai teman kecil dan saudara sepupu, tapi mereka juga bersama saat menimba ilmu di SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Tengah Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan yang sampai harus mondok atau menumpang di rumah sanak saudara, karena jarak antara kampung ke Kota Tengah cukup jauh, dan saat itu masih banyak binatang buas seperti harimau.

"‎Keseharian almarhum orangnya baik. Dia tamat SMP masuk kerja di Kota Tengah. Dia berhenti bekerja dan masuk polisi di Pekanbaru. Seingat saya sekitar tahun 1982," ungkap Anhar.

"‎Setiap pulang kampung, ia biasa bertemu dengan teman-teman kecilnya dan warga, dan sering kerap memberikan nasehat,"‎ tambahnya.

Almarhum Auzar, anak pertama dari lima bersaudara, diakui Anhar, sangat tidak suka melihat warga atau anak muda mabuk-mabukan, apalagi sampai memakai Narkoba.

Almarhum bahkan pernah terlihat sangat marah saat pulang kampung, karena melihat sejumlah anak muda setempat mabuk-mabukan di sebuah acara pesta.

Bahkan, kata Auzar, minuman keras yang memabukkan sampai ditendang almarhum. Setelah mengetahui almarhum merupakan seorang polisi, anak-anak muda tersebut memilih membubarkan diri.

Selain dikenal fanatik, anak dari pasangan almarhum Hakim dan almarhumah Izal, semasa muda juga dikenal sebagai anak yang hobi berolahraga. Sepak bola dan bola volly merupakan kegemarannya, selain berenang di aliran Sungai Batang Lubuh bersama teman-teman sebayanya.

‎Anhar mengaku sangat sedih mendengar teman kecilnya tersebut meninggal saat terjadi penyerangan di Mapolda Riau. Pria ini mengaku mendengar sepupunya tersebut meninggal dunia sekira pukul 10.00 WIB, dari warga yang menelepon keluarga korban di Kota Pekanbaru.‎

Anhar sangat mengutuk keras aksi penyerangan yang terjadi di Mapolda Riau. Ia sangat mengharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi, baik di Provin‎si Riau ataupun di Indonesia ke depannya.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018
- Polres Meranti Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Antik Muara Takus 2018
- Demo, Warga Kunto Darussalam Tuntut PT SJI Coy Kembalikan 625 Hektar Lahat Adat
- Cegah Penyalahgunaan Narkoba, ASN Pemda Pelalawan Jalani Tes Urine
- Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif
- Diduga Melindas Lubang, Cewek Pengendara Motor Beat Tewas Digilas Mobil CPO
- Mengaku TNI, Dukun di Inhu Diamankan
- Miris, Hotel di BS, Bengkalis Ini Beroperasi Tanpa Izin
- Kejari Kuansing Terbaik se Riau Tindak Pidana Umum
- Sukseskan Pemilu 2019, Satpol PP Awasi Radikalisme dan Gangguan Kemanan
- Jelang Natal dan Tahun Baru, Razia Pekat di BS Bengkalis Digencarkan
- Pelaku Minta Maaf, Bupati Kuansing Cabut Laporan Penghinaan di FB
- Dituntut Jaksa 20 Tahun, Hakim Vonis Kurir Sabu di Pelalawan Seumur Hidup
- Pelaku Pembunuhan di Asahan Sumut Ditangkap Polisi di Kepenuhan, Rohul
- Selain di Desa Gambut Mutiara,
Proyek Cetak Sawah di Desa Labuhan Bilik Teluk Meranti Pelalawan Juga Gagal

- Tuntutan 3 Terdakwa Sabu 55 Kg Tak Kunjung Dibacakan, PN Bengkalis Surati Kejagung RI
- Kasus Pembunuhan Aktivis Desa Sialang Godang Pelalawan Segera Bergulir ke Persidangan
- Koruptor Dana Koptan Siaga Makmur,
3 Tahun Buron, GEMA Desak Kejari Rohul Tangkap Basri Lubis

- Kejari Pelalawan Segara Ekpos Nama Calon Tersangka Korupsi Cetak Sawah Jilid II
- Terjerat Kasus Pemalsuan SertIfikat Lahan, Pengusaha Sawit Ini Diadili Pekan Depan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com