Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 September 2018 01:06
RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK

Jum’at, 21 September 2018 00:58
KPU Inhu Tetapkan 2 Mantan Napi Korupsi Dalam DCT

Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

Kamis, 20 September 2018 18:58
Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Mei 2018 21:25
Berhasil Identifikasi Terduga Teroris, Polda Riau Periksa 7 Orang di Wilayah Dumai

Setelah berhasil mengedintifikasi mayat terduga teroris yang melakukan penyerangan di Mapolda Riau, Polda Riau periksa 7 orang yang diduga terlibat kelompok ini di wilayah Dumai.

Riauterkini - PEKANBARU - Polda Riau kini tengah mendalami 7 orang yang diduga terlibat kelompok teroris yang menyerang Mapolda Riau, Rabu (16/05/18) pagi. Pengembangan ini dilakukan di wilayah Dumai.

Kepada media Wakapolri Komjen Syafruddin mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Kapolda Riau, Inspektur Jenderal Nandang tang kunjungi Riau pasca terjadinya insiden penyerangan di Mapolda Riau mengungkapkan pihaknya telah berhasil mengidentifikasi pelaku yang diduga teroris. Dimana dalam pengembangannya terdapat sekitar 7 orang yang diduga terlibat dalam kelompok ini.

"Kita masih dalam prengembangan serta mendalami kasus ini. Terdapat sekitar 7 orang yang kita duga terlibat kelompok ini di wilayah Dumai," katanya kepada media.

Menurutnya, kelompok ini ada indikasi satu jaringan dengan kelompok teroris yang melakukan aksi bom bunuh diri di wilayah Surabaya beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terkait hal tersebut.

"Untuk nama jaringan, kelompok-kelompok ini bisa saja mengaku dari berbagai istilah. Namun yang penting bagi kita adalah kekompakan dan kewaspadaan, serta ketenangan masyarakat yang kita fokuskan," bebernya.

Dalam pemaparannya, Wakapolri menekankan baik Polri dan TNI terus menjaga profesionalisme dalam bertugas. Menurutnya, jika sudah profesional maka kesiagaan, kewaspadaan selalu terjaga. "Dalam serangkaian insiden berskala tinggi yang hampir terjadi dalam waktu 9 hari dan menyasar pihak aparat kemanan baik Polri dan TNI oleh kelompok tertentu ini kita mengaharapkan personel tetap menjunjung tinggi profesionalisme. Bahkan ini harus diterapkan di seluruh polda, polsek serta jajaran kemanan lainnya. Bukan siaga, sebab kata siaga justru akan menumbuhkan rasa takut di kalangan masyarakat.

"Kita juga berharap masyarakat tetap tenang dan waspada dengan adanya kejadian ini. Jangan panik, karena kami Polri dan TNI mampu mengatasi hal ini. Yang kita butuhkan adalah keutuhan dan kewaspadaan selalu dijaga," terangnya.

Diluar itu, Kabid Humas Polda Riau, Sunarto menjelaskan pihaknya saat ini telah berhasil mengidentifikasi 4 mayat terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan Polda Riau. Diantaranya yakni Pg tewas di TKP 2, AS di TKP 1, Mu divTKP 3 dan diTKP terakhir yakni SR.

"Keempat mayat ini masih berada di RS Bayangkara Pekanbaru. Selain itu setalah melakukan identifikasi kita tidak ada menemukan bahan peladak yang di bawa oleh komplotan ini. Memang ada serangkaian kabel yang dililitkan di salah satu badan tersangka namun itu hanya seperti kamuflase saja," bebernya.

Bahan peledak juga tidak ditemukan dalam kendaraan yang dibawa oleh komplotan ini. Kepolisian hanya menyita berbagai senjata tajam seperti 3 samurai, sangkur bertuliskan maryam, satu gulung bendera hitam, pisau lipat, badik kecil, satu unit mobil Avanza, STNK atas nama SH, Jam tangan Casio, secarcik surat dengan tulisan arab, dan beberapa barang bukti lainnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gara-gara Surat Cinta,
Karyawan Mimi Perabot Ujung Batu Dipolisikan dan Dikerangkeng

- Giliran Pendukung Toro Demo di PN Pekanbaru
- 3 Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Diduga Kuasai Narkoba, Seorang Pria di Mahato Ditangkap Polisi Rohul
- Gerebek Rumah Terduga Bandar Narkoba di Mahato, Polisi Rohul Tangkap Seorang IRT
- Tuntut Penahanan Toro, Massa Demo di PN Pekanbaru
- Berkelahi dengan OTK, Dua Pengunjung Karaoke di Pekanbaru Tewas Bersimbah Darah
- Pasutri di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah yang Terkunci
- Terdakwa Suap Penerimaan PTT Oknum Diskes Pelalawan Minta Dibebaskan
- Polri Akan Gelar Operasi Mantab Brata Selama 397 Hari
- Seorang Jurtul Togel Diciduk Polisi Rohul di Plaza Batu Permata Ujung Batu
- Menhub: Kecelakaan Banyak Merenggut Usia Muda
- Dianggap Bekukan Kasus Penipuan Sari Antoni, Pendemo Tuntut Kapolda Riau Dicopot
- Waspada, Marak Penipuan Kupon Berhadiah Beredar di Pelalawan
- Kampanyekan Safetey Riding, Menhub Bersama Gubri Bermotor Sisir Jalan Protokol Pekanbaru
- Korupsi Dana UED-SP, Mantan Kades di Bengkalis Diadili Pekan Depan
- Tewaskan Seorang Guru, Polda Riau Bekuk Residivis di Wilayah Aceh
- Satpol PP Pelalawan Tertibkan Panti Pijat Plus-plus
- Gelar Demo di Mapolda Riau,
Massa Alamak Tuntut Polisi Tetapkan Wabup Bengkalis jadi Tersangka Tipikor Pipa PDAM

- Polsek Pinggir, Bengkalis Amankan Pelaku Kebocoran Pipa Gas Chevron


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com