Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Maret 2019 06:52
Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar

Jum’at, 22 Maret 2019 21:50
‎Buka MTQ XIX Kecamatan Rambah, Sekda Rohul Mengajak Masyarakat Bumikan Alqur'an

Jum’at, 22 Maret 2019 19:05
Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis di RSUD Puri Husada

Jum’at, 22 Maret 2019 18:27
Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS

Jum’at, 22 Maret 2019 17:35
Bengkalis Komit Tingkatkan Kapabilitas dan Kapasitas APIP

Jum’at, 22 Maret 2019 17:33
Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan

Jum’at, 22 Maret 2019 17:21
Baru Pemprov dan Lima Kabupaten yang Serahkan LKPD ke BPK Riau

Jum’at, 22 Maret 2019 17:18
Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang

Jum’at, 22 Maret 2019 16:35
Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil

Jum’at, 22 Maret 2019 16:29
Amankan Pemilu 2019 di Riau, TNI-Polri Terjunkan 10.650 Personel

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Mei 2018 21:25
Berhasil Identifikasi Terduga Teroris, Polda Riau Periksa 7 Orang di Wilayah Dumai

Setelah berhasil mengedintifikasi mayat terduga teroris yang melakukan penyerangan di Mapolda Riau, Polda Riau periksa 7 orang yang diduga terlibat kelompok ini di wilayah Dumai.

Riauterkini - PEKANBARU - Polda Riau kini tengah mendalami 7 orang yang diduga terlibat kelompok teroris yang menyerang Mapolda Riau, Rabu (16/05/18) pagi. Pengembangan ini dilakukan di wilayah Dumai.

Kepada media Wakapolri Komjen Syafruddin mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Kapolda Riau, Inspektur Jenderal Nandang tang kunjungi Riau pasca terjadinya insiden penyerangan di Mapolda Riau mengungkapkan pihaknya telah berhasil mengidentifikasi pelaku yang diduga teroris. Dimana dalam pengembangannya terdapat sekitar 7 orang yang diduga terlibat dalam kelompok ini.

"Kita masih dalam prengembangan serta mendalami kasus ini. Terdapat sekitar 7 orang yang kita duga terlibat kelompok ini di wilayah Dumai," katanya kepada media.

Menurutnya, kelompok ini ada indikasi satu jaringan dengan kelompok teroris yang melakukan aksi bom bunuh diri di wilayah Surabaya beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terkait hal tersebut.

"Untuk nama jaringan, kelompok-kelompok ini bisa saja mengaku dari berbagai istilah. Namun yang penting bagi kita adalah kekompakan dan kewaspadaan, serta ketenangan masyarakat yang kita fokuskan," bebernya.

Dalam pemaparannya, Wakapolri menekankan baik Polri dan TNI terus menjaga profesionalisme dalam bertugas. Menurutnya, jika sudah profesional maka kesiagaan, kewaspadaan selalu terjaga. "Dalam serangkaian insiden berskala tinggi yang hampir terjadi dalam waktu 9 hari dan menyasar pihak aparat kemanan baik Polri dan TNI oleh kelompok tertentu ini kita mengaharapkan personel tetap menjunjung tinggi profesionalisme. Bahkan ini harus diterapkan di seluruh polda, polsek serta jajaran kemanan lainnya. Bukan siaga, sebab kata siaga justru akan menumbuhkan rasa takut di kalangan masyarakat.

"Kita juga berharap masyarakat tetap tenang dan waspada dengan adanya kejadian ini. Jangan panik, karena kami Polri dan TNI mampu mengatasi hal ini. Yang kita butuhkan adalah keutuhan dan kewaspadaan selalu dijaga," terangnya.

Diluar itu, Kabid Humas Polda Riau, Sunarto menjelaskan pihaknya saat ini telah berhasil mengidentifikasi 4 mayat terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan Polda Riau. Diantaranya yakni Pg tewas di TKP 2, AS di TKP 1, Mu divTKP 3 dan diTKP terakhir yakni SR.

"Keempat mayat ini masih berada di RS Bayangkara Pekanbaru. Selain itu setalah melakukan identifikasi kita tidak ada menemukan bahan peladak yang di bawa oleh komplotan ini. Memang ada serangkaian kabel yang dililitkan di salah satu badan tersangka namun itu hanya seperti kamuflase saja," bebernya.

Bahan peledak juga tidak ditemukan dalam kendaraan yang dibawa oleh komplotan ini. Kepolisian hanya menyita berbagai senjata tajam seperti 3 samurai, sangkur bertuliskan maryam, satu gulung bendera hitam, pisau lipat, badik kecil, satu unit mobil Avanza, STNK atas nama SH, Jam tangan Casio, secarcik surat dengan tulisan arab, dan beberapa barang bukti lainnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar
- Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang
- Gandeng Persada Bunda, Kejati Riau Lakukan Penerangan Hukum
- Tanaman Ditebas Tanpa Izin,
Warga Desa Suka Maju Ancam Laporkan Pelaksana Proyek SUTT‎ di Rohul

- Gelapkan Dana Investasi Bisnis, Dirut PT SSS Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara
- Rem Blong, Truk Angkut Cangkang Seruduk Toko dan Sejumlah Mobil di Duri
- Polri dan TNI Gelar Simulasi Tangani Rusuh Pemilu di Halaman Kantor Gubri
- Didi, Korban Sanpan Terbalik Rohil Ditemukan Tak Bernyawa
- Dapur Hotel Preimere Pekanbaru Terbakar
- Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul
- Terjerat Pungli Pengurusan Prona,
Hakim Agendakan Vonis Pejabat BPN Inhu Selasa Depan

- Korban Sempat Baku Hantam,
Begini Kronologis Keributan di Rumah Kades Bangun Jaya

- Ancam Kades Bangun Jaya dan Bawa Senpi Rakitan, Mantan Kades Payung Sekaki Diciduk Polisi
- Dituding Suap dan Dilaporkan ke KPK, Mujahidin Menolak yang Haram dan Fokus Majukan UIN Suska
- Viral, Info KPK Turut Sita Uang Suap Rektor UIN Suska dari Ruang Menag
- PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM
- Dua Kali Mangkir, Jaksa Tunggu Perintah Hakim Panggil Wabup Bengkalis
- Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga

- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com