Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 24 Maret 2019 14:21
Peduli Warga, Caleg Golkar Ini Gelar Bazar Murah

Ahad, 24 Maret 2019 13:31
Dorong Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM di Riau, Kemenperin RI Taja Bimtek

Ahad, 24 Maret 2019 13:26
1.071 Kantong Darah Terkumpul pada KDD Ke-57 Riau Kompleks

Ahad, 24 Maret 2019 08:02
KPU Riau Simulasikan Rekapitulasi Hasil Pemilu dan Pilpres 2019 Tingkat Provinsi

Ahad, 24 Maret 2019 07:59
Hama Walang Sangit Serbu Pemumiman Warga Rohil

Sabtu, 23 Maret 2019 21:10
Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri

Sabtu, 23 Maret 2019 20:31
PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik

Sabtu, 23 Maret 2019 15:02
UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses

Sabtu, 23 Maret 2019 14:57
2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat

Sabtu, 23 Maret 2019 11:10
Ternyata Asri Auzar Sudah Minta DPRD Riau Ganti Waka Dedet

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 21 Mei 2018 16:57
Janji Bantu Meringankan Ditingkat Banding,
Oknum Pengacara Posbakum di PN Pelalawan Diduga Tilap Uang Terdakwa Kasus Narkoba


Seorang oknum pengacara Posbakum di PN Pelalawan bernama Suhardi diduga menilap uang keluarga terpidana kasus Narkoba, 16 tahun penjara atas nama Ribut Sugiono.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Seorang oknum pengacara Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan bernama Suhardi diduga menilap uang keluarga terpidana kasus Narkoba, 16 tahun penjara atas nama Ribut Sugiono.

Dugaan ini mencuat ketika bantuan hukum, ditingkat banding yang dijanjikan Suhardi kepada terpidana Ribut Santoso bisa dikurangi dari vonis hakim di peradilan tingkat pertama yakni Pengadilan Negeri Pelalawan.

Tapi kenyataannya, setelah uang sebesar Rp 30 juta diserahkan, keluarga terpidana bernama Hartati beberapa bulan yang lalu, disebuah rumah makan Kerinci Kanan, kabupaten Siak. Justru putusan banding di Pengadilan Tinggi menguatkan putusan PN Pelalawan.

"Uangnya, kita serahkan, dirumah makan Bambu Kuning, di SP 6, Kerinci Kanan, senilai Rp 30 juta. Waktu itu pak Suhardi didampingi seorang berjenis kelamin perempuan," terang Hartati kepada riauterkini.com.

Kata dia, uang tersebut adalah untuk meringankan hukuman keluarganya, di pengadilan tingkat tinggi. "Akan tetapi, kenyataan putusan bandingnya, tak berkurang dan tetap saja," ujarnya dengan nada kesal.

Ditempat terpisah, paska dugaan penggelapan uang salah seorang terpidana kasus Narkoba ini, Suhardi tidak lagi menampakkan batang hidung di PN Pelalawan.

Sejak peristiwa ini, sosok Suhardi yang sering muncul di PN Pelalawan kini menghilang. Bahkan telepon genggam yang sering digunakan oleh bersangkutan tidak aktif lagi.

Di PN Pelalawan, hanya terdapat benner dibagian bawahnya, betuliskan nama Suhardi yang dicantumkan nomor HP yang bersangkutan. Dibagian judul atas benner bertuliskan Pos Pelayanan Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan.

Sementara pada bagian tengah, benner bertuliskan PAHAM dengan kepanjangan Pusat Advokasi Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Indonesia Cabang Riau. Diduga kuat Suhardi tergabung kepada kelompok advokat PAHAM tersebut.

Salah seorang, teman sejawat Suhardi, bernama Ilham dari PAHAM Indonesia Cabang Riau ketika ditemui di PN Pelalawan ketika dikomfirmasi terkait aksi dugaan penggelapan uang ini, berjanji akan menyampaikan kepada yang bersangkutan.

Akan tetapi berselang beberapa hari kemudian, ketika ditanya lagi terkait perkembangannya, Ilham meminta bersabar. "Iya, kemarin dia kasih info kalau dia mau klarifikasi, tapi saya belum tahu kapan waktunya, karena dia sedang dirumah sakit," tulis Ilham via pesan Whatsaapnya, Senin (21/5/18).***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar
- Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang
- Gandeng Persada Bunda, Kejati Riau Lakukan Penerangan Hukum
- Tanaman Ditebas Tanpa Izin,
Warga Desa Suka Maju Ancam Laporkan Pelaksana Proyek SUTT‎ di Rohul

- Gelapkan Dana Investasi Bisnis, Dirut PT SSS Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara
- Rem Blong, Truk Angkut Cangkang Seruduk Toko dan Sejumlah Mobil di Duri
- Polri dan TNI Gelar Simulasi Tangani Rusuh Pemilu di Halaman Kantor Gubri
- Didi, Korban Sanpan Terbalik Rohil Ditemukan Tak Bernyawa
- Dapur Hotel Preimere Pekanbaru Terbakar
- Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul
- Terjerat Pungli Pengurusan Prona,
Hakim Agendakan Vonis Pejabat BPN Inhu Selasa Depan

- Korban Sempat Baku Hantam,
Begini Kronologis Keributan di Rumah Kades Bangun Jaya

- Ancam Kades Bangun Jaya dan Bawa Senpi Rakitan, Mantan Kades Payung Sekaki Diciduk Polisi
- Dituding Suap dan Dilaporkan ke KPK, Mujahidin Menolak yang Haram dan Fokus Majukan UIN Suska
- Viral, Info KPK Turut Sita Uang Suap Rektor UIN Suska dari Ruang Menag
- PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM
- Dua Kali Mangkir, Jaksa Tunggu Perintah Hakim Panggil Wabup Bengkalis
- Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga

- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com