Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Maret 2019 11:27
Banyak Siaran Radio Malaysia Merembes di Rohil

Rabu, 20 Maret 2019 11:09
Pemkab Absen, DPRD Kuansing Tunda Hearing Bahas Prolegda

Rabu, 20 Maret 2019 09:32
Karlahut Meluas, Muncul 165 Titik Api di Riau

Rabu, 20 Maret 2019 08:44
Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan

Rabu, 20 Maret 2019 07:25
Dukung Pengembangan Wisata dan Budaya, Bupati Kampar Hadiri Visiting Our Own Home di Yogyakarta

Rabu, 20 Maret 2019 07:21
Kodim 0314 Inhil Bersama Insan Pers Gelar Senam dan Coffee Morning

Selasa, 19 Maret 2019 21:18
7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan

Selasa, 19 Maret 2019 21:02
Pemkab Inhil Serahkan Bantuan Bagi Warga Sulteng Korban Bencana Gempa dan Tsunami

Selasa, 19 Maret 2019 19:04
Bahaya PTM, Puluhan Pedagang dan Warga di Bantan, Bengkalis Diperiksa Kesehatannya

Selasa, 19 Maret 2019 17:37
Sambut HUT Ke-21 Kementerian BUMN,
Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 21 Mei 2018 16:57
Janji Bantu Meringankan Ditingkat Banding,
Oknum Pengacara Posbakum di PN Pelalawan Diduga Tilap Uang Terdakwa Kasus Narkoba


Seorang oknum pengacara Posbakum di PN Pelalawan bernama Suhardi diduga menilap uang keluarga terpidana kasus Narkoba, 16 tahun penjara atas nama Ribut Sugiono.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Seorang oknum pengacara Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan bernama Suhardi diduga menilap uang keluarga terpidana kasus Narkoba, 16 tahun penjara atas nama Ribut Sugiono.

Dugaan ini mencuat ketika bantuan hukum, ditingkat banding yang dijanjikan Suhardi kepada terpidana Ribut Santoso bisa dikurangi dari vonis hakim di peradilan tingkat pertama yakni Pengadilan Negeri Pelalawan.

Tapi kenyataannya, setelah uang sebesar Rp 30 juta diserahkan, keluarga terpidana bernama Hartati beberapa bulan yang lalu, disebuah rumah makan Kerinci Kanan, kabupaten Siak. Justru putusan banding di Pengadilan Tinggi menguatkan putusan PN Pelalawan.

"Uangnya, kita serahkan, dirumah makan Bambu Kuning, di SP 6, Kerinci Kanan, senilai Rp 30 juta. Waktu itu pak Suhardi didampingi seorang berjenis kelamin perempuan," terang Hartati kepada riauterkini.com.

Kata dia, uang tersebut adalah untuk meringankan hukuman keluarganya, di pengadilan tingkat tinggi. "Akan tetapi, kenyataan putusan bandingnya, tak berkurang dan tetap saja," ujarnya dengan nada kesal.

Ditempat terpisah, paska dugaan penggelapan uang salah seorang terpidana kasus Narkoba ini, Suhardi tidak lagi menampakkan batang hidung di PN Pelalawan.

Sejak peristiwa ini, sosok Suhardi yang sering muncul di PN Pelalawan kini menghilang. Bahkan telepon genggam yang sering digunakan oleh bersangkutan tidak aktif lagi.

Di PN Pelalawan, hanya terdapat benner dibagian bawahnya, betuliskan nama Suhardi yang dicantumkan nomor HP yang bersangkutan. Dibagian judul atas benner bertuliskan Pos Pelayanan Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan.

Sementara pada bagian tengah, benner bertuliskan PAHAM dengan kepanjangan Pusat Advokasi Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Indonesia Cabang Riau. Diduga kuat Suhardi tergabung kepada kelompok advokat PAHAM tersebut.

Salah seorang, teman sejawat Suhardi, bernama Ilham dari PAHAM Indonesia Cabang Riau ketika ditemui di PN Pelalawan ketika dikomfirmasi terkait aksi dugaan penggelapan uang ini, berjanji akan menyampaikan kepada yang bersangkutan.

Akan tetapi berselang beberapa hari kemudian, ketika ditanya lagi terkait perkembangannya, Ilham meminta bersabar. "Iya, kemarin dia kasih info kalau dia mau klarifikasi, tapi saya belum tahu kapan waktunya, karena dia sedang dirumah sakit," tulis Ilham via pesan Whatsaapnya, Senin (21/5/18).***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan
- 7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan
- Curi Besi Tower Sutet, Dua Pemuda Desa Koto Perambahan Kampar Diamankan Polisi
- Kepala SMPN 5 Mandau, OTT Pungli Seragam Sekolah Dituntut Lima Tahun Penjara.
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri
- Jadi Tersangka Proyek Jembatan WFC Bangkinang, ADN Diminta Terbuka Jangan Pasang Badan
- Memukat Ikan tak Kembali, Dua Pria di Ujung Batu Rohul Diduga Hanyut di Sungai Rokan
- Diduga Hasil Curian,
Warga Bengkalis Temukan Sepeda Motor Disimpan di Kebun

- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Segera Disidang
- Kerugian Rp39,2 Miliar, KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Bangkinang
- Video Polisi Gadungan Berpistol Hebohkan Masyarakat, Polresta Pekanbaru Lakukan Penyelidikan
- Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili
- Terduga Teroris, Densus 88 Tangkap RG di Rohil
- Polda Riau Musnahkan 11 Kilogram Sabu
- Penjelasan Pemkab Terkait Bupati Kuansing Digugat ke Pengadilan karena Hutang
- Pelaku Hipnotis Berhasil Memperdayai Korbannya di Kampar Sebelum Dibekuk Warga


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com