Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 11 Desember 2018 22:00
Pelantikan PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Ketum Pusat

Selasa, 11 Desember 2018 21:55
Terseret Arus Banjir, Dua Warga Kampar Belum Ditemukan

Selasa, 11 Desember 2018 21:53
Kabupaten Peduli HAM, Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM RI

Selasa, 11 Desember 2018 21:42
BNI-KODAM I Bukit Barisan Jalin Kerjasama Pembayaran Tunkin

Selasa, 11 Desember 2018 21:37
Pengacara Tak Datang, Sidang Pemalsuan Sertifikat Lahan Pengusaha Sawit Ditunda

Selasa, 11 Desember 2018 20:03
Pilkades Serentak di Meranti Direncanakan pada Mei - Juni 2019

Selasa, 11 Desember 2018 20:00
Tak Bisa Berenang, Seorang Bocah SMP di Labuh Baru Tenggelam di Sungai Air Hitam

Selasa, 11 Desember 2018 19:24
Dua Terdakwa Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri Dituntut 3 Tahun Penjara

Selasa, 11 Desember 2018 19:16
‎Masyarakat Diimbau Untuk Waspada, Banjir di Bantaran Sungai Kampar Pelalawan Berpotensi Lebih Satu Bulan

Selasa, 11 Desember 2018 17:54
DLH Kuansing Serahkan Sebanyak 247 Kartu BPJS Kepada PHL

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 21 Mei 2018 16:57
Janji Bantu Meringankan Ditingkat Banding,
Oknum Pengacara Posbakum di PN Pelalawan Diduga Tilap Uang Terdakwa Kasus Narkoba


Seorang oknum pengacara Posbakum di PN Pelalawan bernama Suhardi diduga menilap uang keluarga terpidana kasus Narkoba, 16 tahun penjara atas nama Ribut Sugiono.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Seorang oknum pengacara Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan bernama Suhardi diduga menilap uang keluarga terpidana kasus Narkoba, 16 tahun penjara atas nama Ribut Sugiono.

Dugaan ini mencuat ketika bantuan hukum, ditingkat banding yang dijanjikan Suhardi kepada terpidana Ribut Santoso bisa dikurangi dari vonis hakim di peradilan tingkat pertama yakni Pengadilan Negeri Pelalawan.

Tapi kenyataannya, setelah uang sebesar Rp 30 juta diserahkan, keluarga terpidana bernama Hartati beberapa bulan yang lalu, disebuah rumah makan Kerinci Kanan, kabupaten Siak. Justru putusan banding di Pengadilan Tinggi menguatkan putusan PN Pelalawan.

"Uangnya, kita serahkan, dirumah makan Bambu Kuning, di SP 6, Kerinci Kanan, senilai Rp 30 juta. Waktu itu pak Suhardi didampingi seorang berjenis kelamin perempuan," terang Hartati kepada riauterkini.com.

Kata dia, uang tersebut adalah untuk meringankan hukuman keluarganya, di pengadilan tingkat tinggi. "Akan tetapi, kenyataan putusan bandingnya, tak berkurang dan tetap saja," ujarnya dengan nada kesal.

Ditempat terpisah, paska dugaan penggelapan uang salah seorang terpidana kasus Narkoba ini, Suhardi tidak lagi menampakkan batang hidung di PN Pelalawan.

Sejak peristiwa ini, sosok Suhardi yang sering muncul di PN Pelalawan kini menghilang. Bahkan telepon genggam yang sering digunakan oleh bersangkutan tidak aktif lagi.

Di PN Pelalawan, hanya terdapat benner dibagian bawahnya, betuliskan nama Suhardi yang dicantumkan nomor HP yang bersangkutan. Dibagian judul atas benner bertuliskan Pos Pelayanan Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan.

Sementara pada bagian tengah, benner bertuliskan PAHAM dengan kepanjangan Pusat Advokasi Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Indonesia Cabang Riau. Diduga kuat Suhardi tergabung kepada kelompok advokat PAHAM tersebut.

Salah seorang, teman sejawat Suhardi, bernama Ilham dari PAHAM Indonesia Cabang Riau ketika ditemui di PN Pelalawan ketika dikomfirmasi terkait aksi dugaan penggelapan uang ini, berjanji akan menyampaikan kepada yang bersangkutan.

Akan tetapi berselang beberapa hari kemudian, ketika ditanya lagi terkait perkembangannya, Ilham meminta bersabar. "Iya, kemarin dia kasih info kalau dia mau klarifikasi, tapi saya belum tahu kapan waktunya, karena dia sedang dirumah sakit," tulis Ilham via pesan Whatsaapnya, Senin (21/5/18).***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terseret Arus Banjir, Dua Warga Kampar Belum Ditemukan
- Pengacara Tak Datang, Sidang Pemalsuan Sertifikat Lahan Pengusaha Sawit Ditunda
- Tak Bisa Berenang, Seorang Bocah SMP di Labuh Baru Tenggelam di Sungai Air Hitam
- Dua Terdakwa Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri Dituntut 3 Tahun Penjara
- Satu-satunya di Riau,
Polres Bengkalis Raih Penghargaan Zona Integritas Menuju WBK 2018

- Seorang Tersangka, Polres Rohul OTT 4 Pegawai Bapenda
- Penertiban Pasar, BPOM Pekanbaru Amankan Kosmetik Senilai Rp 1 miliar
- Gelapkan Pajak Rp700 Juta, Dirut Asal Dumai Ditahan Kejati Riau
- Sejumlah Personel Polresta Pekanbaru Terima Reward dari Masyarakat
- Kejari Kuansing Gelar Upacara Hari Anti Korupsi Internasional
- Gadis di Meranti Ini Dicabuli Ayah Kandung Selama Belasan Tahun
- Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018
- Polres Meranti Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Antik Muara Takus 2018
- Demo, Warga Kunto Darussalam Tuntut PT SJI Coy Kembalikan 625 Hektar Lahat Adat
- Cegah Penyalahgunaan Narkoba, ASN Pemda Pelalawan Jalani Tes Urine
- Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif
- Diduga Melindas Lubang, Cewek Pengendara Motor Beat Tewas Digilas Mobil CPO
- Mengaku TNI, Dukun di Inhu Diamankan
- Miris, Hotel di BS, Bengkalis Ini Beroperasi Tanpa Izin
- Kejari Kuansing Terbaik se Riau Tindak Pidana Umum


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com