Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 22 September 2018 22:37
Batal Digelar di Depan Istana Siak, Kirab Satu Negeri GP Ansor Pindah ke Islamic Center

Sabtu, 22 September 2018 21:20
Milad ke 109 H Muhammadiyah, PDM Pekanbaru Gelar Tabligh Akbar

Sabtu, 22 September 2018 20:45
Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur Ke 17 dari LAZnas Chevron

Sabtu, 22 September 2018 20:42
Pemkab Inhil Apresiasi Kapolres Inhil Cup I Open Drag Bike 2018

Sabtu, 22 September 2018 16:52
Golkar Klaim Siap Jadi Pemenang Pileg 2019 di Kuansing

Sabtu, 22 September 2018 16:32
Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

Sabtu, 22 September 2018 16:23
Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur ke-17 dari LAZnas Chevron

Sabtu, 22 September 2018 16:16
Atasi Kecemasan Kades, JE Berhasil Carikan Solusi Pengelolaan Dana Desa

Sabtu, 22 September 2018 15:08
Keluhan PNS Kuansing,
Libur Tetap Kerja, tapi Tunjangan Tak Memadai


Sabtu, 22 September 2018 14:07
Kadis PUPR Pekanbaru Sebut Kesdaran Warga Masih Minim Lindungi Sungai

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 21 Mei 2018 16:57
Janji Bantu Meringankan Ditingkat Banding,
Oknum Pengacara Posbakum di PN Pelalawan Diduga Tilap Uang Terdakwa Kasus Narkoba


Seorang oknum pengacara Posbakum di PN Pelalawan bernama Suhardi diduga menilap uang keluarga terpidana kasus Narkoba, 16 tahun penjara atas nama Ribut Sugiono.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Seorang oknum pengacara Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan bernama Suhardi diduga menilap uang keluarga terpidana kasus Narkoba, 16 tahun penjara atas nama Ribut Sugiono.

Dugaan ini mencuat ketika bantuan hukum, ditingkat banding yang dijanjikan Suhardi kepada terpidana Ribut Santoso bisa dikurangi dari vonis hakim di peradilan tingkat pertama yakni Pengadilan Negeri Pelalawan.

Tapi kenyataannya, setelah uang sebesar Rp 30 juta diserahkan, keluarga terpidana bernama Hartati beberapa bulan yang lalu, disebuah rumah makan Kerinci Kanan, kabupaten Siak. Justru putusan banding di Pengadilan Tinggi menguatkan putusan PN Pelalawan.

"Uangnya, kita serahkan, dirumah makan Bambu Kuning, di SP 6, Kerinci Kanan, senilai Rp 30 juta. Waktu itu pak Suhardi didampingi seorang berjenis kelamin perempuan," terang Hartati kepada riauterkini.com.

Kata dia, uang tersebut adalah untuk meringankan hukuman keluarganya, di pengadilan tingkat tinggi. "Akan tetapi, kenyataan putusan bandingnya, tak berkurang dan tetap saja," ujarnya dengan nada kesal.

Ditempat terpisah, paska dugaan penggelapan uang salah seorang terpidana kasus Narkoba ini, Suhardi tidak lagi menampakkan batang hidung di PN Pelalawan.

Sejak peristiwa ini, sosok Suhardi yang sering muncul di PN Pelalawan kini menghilang. Bahkan telepon genggam yang sering digunakan oleh bersangkutan tidak aktif lagi.

Di PN Pelalawan, hanya terdapat benner dibagian bawahnya, betuliskan nama Suhardi yang dicantumkan nomor HP yang bersangkutan. Dibagian judul atas benner bertuliskan Pos Pelayanan Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan.

Sementara pada bagian tengah, benner bertuliskan PAHAM dengan kepanjangan Pusat Advokasi Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Indonesia Cabang Riau. Diduga kuat Suhardi tergabung kepada kelompok advokat PAHAM tersebut.

Salah seorang, teman sejawat Suhardi, bernama Ilham dari PAHAM Indonesia Cabang Riau ketika ditemui di PN Pelalawan ketika dikomfirmasi terkait aksi dugaan penggelapan uang ini, berjanji akan menyampaikan kepada yang bersangkutan.

Akan tetapi berselang beberapa hari kemudian, ketika ditanya lagi terkait perkembangannya, Ilham meminta bersabar. "Iya, kemarin dia kasih info kalau dia mau klarifikasi, tapi saya belum tahu kapan waktunya, karena dia sedang dirumah sakit," tulis Ilham via pesan Whatsaapnya, Senin (21/5/18).***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- KPK Larang Bupati Bengkalis ke Luar Negeri
- Seorang Balita di Buluh Cina, Kampar Tewas Terbakar
- Satnarkoba Polres Bengkalis Ciduk Tiga Pemilik Shabu di Duri
- Hakim PN Pekanbaru Dilantik sebagai Ketua PN Rantau Prapat
- Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal dari Sebuah Gudang di Keritang
- Inkrah Kasus Korupsi,
Pemecatan 23 ASN Pemkab Bengkalis Dipastikan Tuntas Desember

- Merasa Tuntutannya Tak Ditanggapi, Ganri Riau Kembali Datangi Polda Riau
- Dua Masih Diburu, Seorang Pembunuh Dua Pengunjung Karaoke Rita Ditangkap
- Gara-gara Surat Cinta,
Karyawan Mimi Perabot Ujung Batu Dipolisikan dan Dikerangkeng

- Giliran Pendukung Toro Demo di PN Pekanbaru
- 3 Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Diduga Kuasai Narkoba, Seorang Pria di Mahato Ditangkap Polisi Rohul
- Gerebek Rumah Terduga Bandar Narkoba di Mahato, Polisi Rohul Tangkap Seorang IRT
- Tuntut Penahanan Toro, Massa Demo di PN Pekanbaru
- Berkelahi dengan OTK, Dua Pengunjung Karaoke di Pekanbaru Tewas Bersimbah Darah
- Pasutri di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah yang Terkunci
- Terdakwa Suap Penerimaan PTT Oknum Diskes Pelalawan Minta Dibebaskan
- Polri Akan Gelar Operasi Mantab Brata Selama 397 Hari
- Seorang Jurtul Togel Diciduk Polisi Rohul di Plaza Batu Permata Ujung Batu
- Menhub: Kecelakaan Banyak Merenggut Usia Muda


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com