Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 24 Maret 2019 14:21
Peduli Warga, Caleg Golkar Ini Gelar Bazar Murah

Ahad, 24 Maret 2019 13:31
Dorong Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM di Riau, Kemenperin RI Taja Bimtek

Ahad, 24 Maret 2019 13:26
1.071 Kantong Darah Terkumpul pada KDD Ke-57 Riau Kompleks

Ahad, 24 Maret 2019 08:02
KPU Riau Simulasikan Rekapitulasi Hasil Pemilu dan Pilpres 2019 Tingkat Provinsi

Ahad, 24 Maret 2019 07:59
Hama Walang Sangit Serbu Pemumiman Warga Rohil

Sabtu, 23 Maret 2019 21:10
Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri

Sabtu, 23 Maret 2019 20:31
PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik

Sabtu, 23 Maret 2019 15:02
UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses

Sabtu, 23 Maret 2019 14:57
2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat

Sabtu, 23 Maret 2019 11:10
Ternyata Asri Auzar Sudah Minta DPRD Riau Ganti Waka Dedet

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 22 Mei 2018 21:39
Sejak 2014 Hampir 2 Ton Trenggiling Sudah Terjual,
Saksi: Akui Dapat Keuntungan Rp 200 Ribu Perkilonya


PN Pelalawan kembali gelar sidang perkara penjualan trenggiling dengan tersangka oknum polisi. Saksi mengaku mensapat untung setiap kilo penjualan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Sidang lanjutan kasus perdagangan Trenggiling dengan terdakwa oknum anggota polisi dari kesatuan Polres Indragiri Hilir, M Ali Hanafia terungkap fakta baru di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (22/5/18).

Pada persidangan tersebut, Jaksa Penutut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Hipmawan Saputra, SH, MH mendatang dua orang saksi. Satu dari dua orang saksi tersebut merupakan adek kandung terdakwa, yakni Ali Muhammad Hanafia. Saksi ini, sudah menjadi terpidana dengan dua tahun kurungan di PN Pekanbaru atas kasus yang sama.

Banyak fakta terbaru yang disampaikan saksi pada persidangan ini. Misalnya, ia beterus terang perbuatan dia di 'backup' penuh oleh terdakwa. Menarikn aksi perdagangan hewan dilindungi tersebut sudah digeluti sejak tahun 2014.

Didepan majelis hakim, saksi mengaku perbuatan tersebut adalah perbuatan yang melawan hukum. Untuk itu ia berinisiatif mensiasati kemungkinan terburuk dikemudian hari. Atas arahan terdakwa, saksi membuat rekening BCA dengan menggunakan nama orang lain.

Lagi-lagi, pembukaan rekening itu atas saran dari terdakwa. Diputuskanlah, nama rekening tersebut atas nama Jafri. Jafri sendiri merupakan ipar dari terdakwa.

Menurut saksi, seluruh uang dari hasil perdagangan trenggiling yang digeluti sejak tahun 2014, yang dijual dari toke di Sungai Pakning, ditransper dan ditimbun ke rekening BCA atas nama Jafri.

"Semua uang hasil penjualan dari toke, disimpan di rekening BCA ini, pak hakim," terang saksi kepada majelis hakim.

Sejak tahun 2014, saksi mengaku sudah menjual kurang lebih dua ton Trenggiling. Kepada toke dijual perkilo hidup-hidup Rp 350 ribu sementara untuk kulit dijual Rp 2 juta perkilo. Trenggiling ini, diperoleh dari para pengumpul diberbagai daerah, Provinsi Jambi, Sumbar dan Riau.

"Rata-rata keuntungan setiap penjualan Trenggiling ini, perkilo Rp 200 ribuan lah pak hakim," tandas saksi.

Sidang tersebut, dipimpin hakim ketua Nelson Angkat, SH, MH didamping hakim anggota Endry Eswin Oetara Suganda, SH, MH dan Ria Ayu Rosalin, SH, MH.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar
- Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang
- Gandeng Persada Bunda, Kejati Riau Lakukan Penerangan Hukum
- Tanaman Ditebas Tanpa Izin,
Warga Desa Suka Maju Ancam Laporkan Pelaksana Proyek SUTT‎ di Rohul

- Gelapkan Dana Investasi Bisnis, Dirut PT SSS Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara
- Rem Blong, Truk Angkut Cangkang Seruduk Toko dan Sejumlah Mobil di Duri
- Polri dan TNI Gelar Simulasi Tangani Rusuh Pemilu di Halaman Kantor Gubri
- Didi, Korban Sanpan Terbalik Rohil Ditemukan Tak Bernyawa
- Dapur Hotel Preimere Pekanbaru Terbakar
- Kerjasama Dinilai tak Menguntungkan, Anggota Koperasi Sawit Timur Jaya Kepenuhan Timur Gugat Perdata PT. AMR Rohul
- Terjerat Pungli Pengurusan Prona,
Hakim Agendakan Vonis Pejabat BPN Inhu Selasa Depan

- Korban Sempat Baku Hantam,
Begini Kronologis Keributan di Rumah Kades Bangun Jaya

- Ancam Kades Bangun Jaya dan Bawa Senpi Rakitan, Mantan Kades Payung Sekaki Diciduk Polisi
- Dituding Suap dan Dilaporkan ke KPK, Mujahidin Menolak yang Haram dan Fokus Majukan UIN Suska
- Viral, Info KPK Turut Sita Uang Suap Rektor UIN Suska dari Ruang Menag
- PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM
- Dua Kali Mangkir, Jaksa Tunggu Perintah Hakim Panggil Wabup Bengkalis
- Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga

- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com