Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Desember 2018 08:23
Wan Thamrin Jalani Gladi Pelantikan Gubri di Istana Presiden

Senin, 10 Desember 2018 07:25
Banjir Luapan Sungai Kampar Bikin Banyak Warga Begadang

Senin, 10 Desember 2018 07:20
HIPPMIH Pekanbaru Rancang Seminar Nasional Cari Solusi Anjloknya Harga Kelapa

Ahad, 9 Desember 2018 22:42
Pengumuman Kelulusan SKB CPNS Pemprov Riau Tunggu Pusat

Ahad, 9 Desember 2018 22:35
Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif

Ahad, 9 Desember 2018 18:50
Warga Minta Pemkab Bengkalis Perbaiki Jalan Poros Pematang Duku Timur

Ahad, 9 Desember 2018 17:06
Edi Sakura Terpilih Sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis

Ahad, 9 Desember 2018 15:34
Buaya Terjebak dalam Saluran Irigasi Saat Banjir Berhasil Diamankan Warga Benai

Ahad, 9 Desember 2018 13:47
Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Gelar Funtastic Walk Bersama Warga

Ahad, 9 Desember 2018 13:43
Kawanan Buaya Liar Ditemukan di Lokasi Banjir di Pelalawan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 22 Mei 2018 21:39
Sejak 2014 Hampir 2 Ton Trenggiling Sudah Terjual,
Saksi: Akui Dapat Keuntungan Rp 200 Ribu Perkilonya


PN Pelalawan kembali gelar sidang perkara penjualan trenggiling dengan tersangka oknum polisi. Saksi mengaku mensapat untung setiap kilo penjualan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Sidang lanjutan kasus perdagangan Trenggiling dengan terdakwa oknum anggota polisi dari kesatuan Polres Indragiri Hilir, M Ali Hanafia terungkap fakta baru di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (22/5/18).

Pada persidangan tersebut, Jaksa Penutut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Hipmawan Saputra, SH, MH mendatang dua orang saksi. Satu dari dua orang saksi tersebut merupakan adek kandung terdakwa, yakni Ali Muhammad Hanafia. Saksi ini, sudah menjadi terpidana dengan dua tahun kurungan di PN Pekanbaru atas kasus yang sama.

Banyak fakta terbaru yang disampaikan saksi pada persidangan ini. Misalnya, ia beterus terang perbuatan dia di 'backup' penuh oleh terdakwa. Menarikn aksi perdagangan hewan dilindungi tersebut sudah digeluti sejak tahun 2014.

Didepan majelis hakim, saksi mengaku perbuatan tersebut adalah perbuatan yang melawan hukum. Untuk itu ia berinisiatif mensiasati kemungkinan terburuk dikemudian hari. Atas arahan terdakwa, saksi membuat rekening BCA dengan menggunakan nama orang lain.

Lagi-lagi, pembukaan rekening itu atas saran dari terdakwa. Diputuskanlah, nama rekening tersebut atas nama Jafri. Jafri sendiri merupakan ipar dari terdakwa.

Menurut saksi, seluruh uang dari hasil perdagangan trenggiling yang digeluti sejak tahun 2014, yang dijual dari toke di Sungai Pakning, ditransper dan ditimbun ke rekening BCA atas nama Jafri.

"Semua uang hasil penjualan dari toke, disimpan di rekening BCA ini, pak hakim," terang saksi kepada majelis hakim.

Sejak tahun 2014, saksi mengaku sudah menjual kurang lebih dua ton Trenggiling. Kepada toke dijual perkilo hidup-hidup Rp 350 ribu sementara untuk kulit dijual Rp 2 juta perkilo. Trenggiling ini, diperoleh dari para pengumpul diberbagai daerah, Provinsi Jambi, Sumbar dan Riau.

"Rata-rata keuntungan setiap penjualan Trenggiling ini, perkilo Rp 200 ribuan lah pak hakim," tandas saksi.

Sidang tersebut, dipimpin hakim ketua Nelson Angkat, SH, MH didamping hakim anggota Endry Eswin Oetara Suganda, SH, MH dan Ria Ayu Rosalin, SH, MH.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif
- Diduga Melindas Lubang, Cewek Pengendara Motor Beat Tewas Digilas Mobil CPO
- Mengaku TNI, Dukun di Inhu Diamankan
- Miris, Hotel di BS, Bengkalis Ini Beroperasi Tanpa Izin
- Kejari Kuansing Terbaik se Riau Tindak Pidana Umum
- Sukseskan Pemilu 2019, Satpol PP Awasi Radikalisme dan Gangguan Kemanan
- Jelang Natal dan Tahun Baru, Razia Pekat di BS Bengkalis Digencarkan
- Pelaku Minta Maaf, Bupati Kuansing Cabut Laporan Penghinaan di FB
- Dituntut Jaksa 20 Tahun, Hakim Vonis Kurir Sabu di Pelalawan Seumur Hidup
- Pelaku Pembunuhan di Asahan Sumut Ditangkap Polisi di Kepenuhan, Rohul
- Selain di Desa Gambut Mutiara,
Proyek Cetak Sawah di Desa Labuhan Bilik Teluk Meranti Pelalawan Juga Gagal

- Tuntutan 3 Terdakwa Sabu 55 Kg Tak Kunjung Dibacakan, PN Bengkalis Surati Kejagung RI
- Kasus Pembunuhan Aktivis Desa Sialang Godang Pelalawan Segera Bergulir ke Persidangan
- Koruptor Dana Koptan Siaga Makmur,
3 Tahun Buron, GEMA Desak Kejari Rohul Tangkap Basri Lubis

- Kejari Pelalawan Segara Ekpos Nama Calon Tersangka Korupsi Cetak Sawah Jilid II
- Terjerat Kasus Pemalsuan SertIfikat Lahan, Pengusaha Sawit Ini Diadili Pekan Depan
- Opsgab Amankan 3 Alat Berat di Cagar Biosfir GSK
- Polsek Senapelan Ringkus Seorang Napi Buron Rutan Sialang Bungkuk
- PNS dan Kontraktor di Rohil Terjerat Korupsi Danau Buatan, Rohil Dihukum 4 Tahun Penjara
- Oknum Polisi Penganiaya Pacar, Dituntut 2 Tahun Penjara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com