Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Juni 2018 18:02
Parkir Lupa Pasang Rem Tangan, Mobil di Pekanbaru ini Terjun ke Parit

Senin, 25 Juni 2018 17:58
Korupsi Dana Pendidikan PNS,
Sekda Kuansing Divonis 15 Bulan dan Bendahara 18 Bulan Penjara


Senin, 25 Juni 2018 17:52
Polres Geser Pasukan,
Strategi Tiga Pola akan Amankan 1.178 TPS Pilgubri di Bengkalis


Senin, 25 Juni 2018 16:58
Di Siak, Muatan Lokal Budaya Melayu Eksis Sejak Tahun 2006

Senin, 25 Juni 2018 16:41
Pendistribusian Logistik Pilgubri 2018 di Rohul Diawali Salat Hajat

Senin, 25 Juni 2018 16:37
1.200 Napi Lapas Bengkalis akan Tentukan Pilihan Gubernur Riau

Senin, 25 Juni 2018 16:20
Hari Pertama Kerja, Bupati Pimpin Rakor Stabilitas Harga Kelapa

Senin, 25 Juni 2018 16:14
Bupati Inhil Pimpin Upacara Pencanangan Penguatan Muatan Lokal Budaya Melayu

Senin, 25 Juni 2018 16:09
Wilayah Riau, Suzuki Nex II Ditargetkan Terjual 1.500 Hingga Penghujung Tahun

Senin, 25 Juni 2018 15:10
Polda Riau Kerahkan 891 Personel Amankan Pilgubri

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Juni 2018 19:36
Sidang Dugaan Politik Uang,
Perkara Anggota DPRD Bengkalis Nur Azmi Dinilai Ahli Kadaluarsa dan Tidak Penuhi Formil


Saksi ahli yang dihadirkan pengacara anggota DPRD Bengkalis Nur Azmi Hasyim menyatakan kasus itu sudah kadaluarsa.

Riauterkini-BENGKALIS- Sidang dugaan tindak pidana politik uang Anggota DPRD Bengkalis Nur Azmi Hasyim dan ajudannya Adi Purnawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Rabu (6/6/18). Sidang dengan agenda mendengarkan pendapat ahli yang dihadirkan Penasehat Hukum (PH) kedua terdakwa, yakni Guru Besar Universitas Islam Riau (UIR) Hukum Tata Negara, Prof. Yusri Munaf.

Majelis hakim dipimpin Dr. Sutarno, didampingi dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, dan Mohd. Rizky sidang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, juga tampak hadir jajaran kader Partai Demokrat (PD) Bengkalis, sedangkan JPU Kejari Bengkalis, Iwan Roy Charles, Aci Jaya Saputra dan Agrin Nivo Reval kemudian kedua terdakwa didampingi Penasehat Hukum (PH) Dr. Saut Maruli Tua Manik dan Herry Supriady.

Dalam sidang tersebut PH kedua terdakwa, Dr. Saut Maruli Tua Manik menanyakan pendapat Prof. Yusri Munaf terkait Pasal 4 Bawaslu Nomor 14/2017 dan juga Pasal 5 tentang rapat pleno terkait temuan pelanggaran apakah ditindak lanjuti atau tidak dan disambung dengan Pasal 17 ayat ke-(3) bahwa rapat pleno itu dilakukan oleh pengawas pemilihan, kecuali Panitia Pengawas Lapangan (PPL).

Guru Besar UIR, Prof. Yusri Munaf juga berpendapat bahwa kalau dari awal prosedurnya tidak ditemui, bagaimana bisa diajukan, dimensi dari pada hukum tadi ada dua, yaitu materil dan formil. Apabila materil dimasukkan harus diselesaikan terlebih dahulu formilnya.

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru ini menyatakan, dari mulai penghitungan waktu dan hari sudah tidak tepat dan kadaluarsa lebih dari waktu seharusnya selama 7 hari. Kalau penghitungan dari awal sudah kadaluarsa tentu berimplikasi juga terhadap produk hukumnya. Kemudian pengawas ditingkat kecamatan sesuai dengan aturan tidak dilakukan rapat pleno sama sekali. Dalam From A seharusnya ditandatangani oleh seluruh anggota pengawas kecamatan berjumlah 3 orang. Sementara dari fakta persidangan hanya dua orang 1 menulis dan 1 orang menyampaikan, mereka berdua yang menangani, padahal keputusan kolektif kolegial, ada dalam rapat pleno dan tertuang dalam berita acara dan kemudian pelimpahan selanjutnya.

"Sudah menyalahi prosedur sesuai aturan yang ada, seharusnya ada rapat pleno karena sifatnya kolektif kolegial. Kemudian waktu dari temuan dan pengalihan kejadian sejak ditemukan pada 13 April sementara baru dilanjutkan ke kabupaten 20 April sudah melebihi waktu 7 hari sesuai ketentuan, artinya sudah kadaluarsa. Kemudian juga yang melaporkan seharusnya Pengawas kecamatan mengapa sebagai pelapor tahap penyidikan menjadi Panwaslu kabupaten, seharusnya tetap sama Pengawas kecamatannya," paparnya menyampaikan pendapat.

Sementara itu, Dr. Saut Maruli Tua Manik usai sidang juga mengungkapkan, bahwa pengertian dari temuan tersebut ada pada Pasal 4 Bawaslu Nomor 14/2017 yang sebagaimana dijelaskan tadi itu dilakukan oleh pengawas pemilihan, kalau memang ada temuan seharusnya diplenokan terlebih dahulu, sementara tidak dilakukan oleh Panwas kecamatan.

"Yang menemukan Panwas kecamatan, sementara yang membuat laporan Panwas kabupaten, seharusnya dalam aturan Bawaslu wajib diplenokan terlebih dahulu temuan itu oleh pengawas kecamatan sebelum dilanjutkan atau tidak," kata Saut.

Kemudian termasuk dari mulai penghitungan juga tidak tepat, artinya sudah 'cacat' prosedur, sudah kadaluarsa. Tentu formil sudah tidak terpenuhi dalam perkara ini.

Sementara itu, pada sidang Selasa, (5/6/18) kemarin malam, menurut pendapat Ahli Hukum Pidana yang dihadirkan JPU, Dr. Erdianto, mengenai Pasal 187 A Jo Pasal 73 UU Pilkada, maka surat dakwaan juga harus memenuhi ketentuan UU Pilkada, apabila faktanya surat dakwaan tidak memenuhi unsur-unsur UU Pilkada maka surat dakwaan harus dibatalkan.

"Apabila surat dakwaan tidak memenuhi unsur-unsur UU Pilkada maka harus dibatalkan," katanya.

Sidang akan kembali digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU, Kamis (7/6/18) besok, dan pada Jum'at (8/6/18) direncanakan pembacaan putusan atau vonis oleh majelis hakim.***(dik)

Foto : Prof. Yusri Munaf, Ahli Hukum Tata Negara ketika dimintai pendapat dalam perkara dugaan politik uang Pilgubri, di PN Bengkalis, Rabu (6/6/18).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Parkir Lupa Pasang Rem Tangan, Mobil di Pekanbaru ini Terjun ke Parit
- Korupsi Dana Pendidikan PNS,
Sekda Kuansing Divonis 15 Bulan dan Bendahara 18 Bulan Penjara

- Diduga Sakit, Warga Balai Raja, Bengkalis Tewas Dibawah Pohon Sawit
- Heboh, Bocah di Kampar Ini Selamat dari Kecelakaan, Sementara Kakek dan Neneknya Tewas di TKP
- 11 Pistol dan Ratusan Peluru Aktif Ditemukan di Dasar Muara Parit Belanda Pekanbaru
- Pasang Tenda untuk Halal bi Halal, 4 Warga Dumai Kesetrum Listrik
- Diduga Sakit,
Pria Stres di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas dalam Pos Sekuriti

- Dua Unit Rumah Hangus Dilalap Si Jago Merah di Kuantan Tengah, Kuansing
- Todongkan Pistol, Kawanan Perampok Satroni Indomaret 67 Harapan Raya Pekanbaru
- Dakwaan Politik Uang Anggota DPRD Bengkalis Digugurkan, Jaksa Ajukan Banding
- Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Hotel Telaga Puri Tembilahan, Inhil
- Warga Rumbai, Pekanbaru Temukan Mayat Tersangkut di Kayu
- Cegah Narkoba Masuk, TNI dan Polri Bantu Pengamanan di Lapas Pasirpangaraian Selama Lebaran
- Patroli Polisi Gagalkan Perampokan Mesin ATM di Pekanbaru
- Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Pelabuhan Nelayan di Bengkalis
- Kapal Pompong Terbalik, Satu Keluarga Nyaris Tenggelam di Selat Bengkalis
- Diduga Konsleting Listrik, Satu Rumah di Bengkalis Terbakar
- Kebakaran di Kotabaru, Inhil Ludeskan 57 Toko dan Rumah
- Kebakaran Saat Idul Fitri Ludeskan Puluhan Rumah di Kotabaru, Inhil
- Lebaran Aman, Polisi di Bengkalis Sambangi Rumah Ditinggal Mudik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com