Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 17 Agustus 2018 20:21
Zukri Peringati HUT RI ke-73 Bersama Warga Pelalawan

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:39
197 orang Warga Binaan Lapas Telukkuantan Dapat Remisi

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:36
Ratusan Warga Saksikan Pertunjukan Orkestra Ocas Spanyol di RTH Kaca Mayang

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:31
Peringati HUT ke-73 RI, KITA Rohul Kibarkan Bendera di Puncak Merah Putih

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:20
‎HUT ke-73 RI, Bupati Rohul Serahkan SK Remisi dan e-KTP di Lapas Pasirpangaraian

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:05
273 Warga Binaan Rutan Rengat Inhu Terima Remisi

Jum’at, 17 Agustus 2018 18:12
Bertemu di Lapas, Gubri dan Mantan Gubri RZ Berbincang Akrab

Jum’at, 17 Agustus 2018 16:49
Usai Upacara HUT ke-73 RI, Pengurus KNPI Rohul Ziarah ke Makam Raja-raja Rambah

Jum’at, 17 Agustus 2018 16:45
Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi

Jum’at, 17 Agustus 2018 16:40
Gelar Muscab I, Arbi Hidayat Terpilih Ketua PC Sapma PP Pekanbaru

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Juni 2018 22:55
Bunuh Istri, Warga Inhu Divonis 18 Tahun Penjara

Ramlan divonis hukuman penjara selama 18. Pria 26 tahun ini terbukti bersalah telah membunuh istrinya sendiri.

Riauterkini-RENGAT-Bunuh istri, seorang warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) di vonis Pengadilan Negeri (PN) Rengat 18 tahun penjara. Vonis PN Rengat ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 20 tahun penjara.

Terdakwa Ramlan (26) warga Desa Redang Seko Kecamatan Lirik, Inhu terpidana pembunuhan berencana terhadap istrinya, Heni (26) hanya mampu tertunduk setelah mendengar vonis 18 tahun penjara dari Hakim Pengadilan Negeri (PN) Rengat pada Rabu (6/6/18).

Setelah mendengar putusan itu, Ramlan mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukan terhadap istrinya. Dirinya mengaku cemburu sehingga nekat melakukan pembunuhan terhadap Heni yang baru dinikahinya dua bulan itu. Menurut pengakuan Ramlan, dirinya membunuh Heni setelah memergoki perbuatan Heni berselingkuh dengan laki-laki lain di sebuah pondok.

"Saya sangat menyesali perbuatan yang saya lakukan," ujarnya ketika ditemui di dalam sel PN Rengat setelah sidang putusan.

Sementara itu, keluarga mendiang Heni mengaku tidak terima atas putusan 18 tahun penjara yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Rengat terhadap Ramlan. Dewi Handayani (28), kakak korban yang dikonfirmasi awak media mengungkapkan kekecewaan mereka atas putusan hakim tersebut.

"Menurut kita itu terlalu ringan, kalau melihat perlakuan Ramlan terhadap adik kami," tegasnya.

Dewi mengaku sempat berapa kali hadir di persidangan untuk menyaksikan proses sidang terhadap Ramlan, namun tidak satupun pihak keluarga yang dimintai jadi saksi dalam perkara ini.

"Sebelum puasa kami sempat hadir ke persidangan, namun kami tidak pernah dimintai bersaksi," ungkapnya.

Ditambahkanya, dirinya juga tidak terima atas pengakuan Ramlan membunuh Heni karena alasan cemburu. Kata Dewi, antara Heni dan Ramlan sudah ada perjanjian menyatakan pisah sebelum kejadian pembunuhan itu. Alasannya Heni sudah berulang kali disiksa oleh Ramlan.

"Adik saya disiksa oleh Ramlan di hadapan anaknya yang masih berumur tujuh tahun," ucapnya.

Akibat siksaan yang dialami Heni, maka kedua belah pihak keluarga memutuskan untuk berpisah. Perjanjian itu juga disaksikan oleh aparat desa setempat. Seminggu setelah kejadian tersebut, Ramlan membunuh Heni dengan menggunakan pisau yang sudah disiapkannya. Oleh karena itu, Ramlan didakwa melakukan pembunuhan berencana dalam perkara ini. Jelasnya.

Sebelum menerima vonis 18 tahun penjara dari majelis hakim, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ramlan 20 tahun penjara. Ramlanpun menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim tersebut. *** (guh)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi
- Moment HUT ke-73 RI, 3.834 Narapidana Riau Dapatkan Remisi
- Sesosok Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung dalam Kolam di Lubuk Ogong Pelalawan
- Dituding Makar, Neno Warisman Dilaporkan ke Polda Riau
- Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda
- Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis
- Dansatgas Karhutla Perintahkan Tembak di Tempat Pembakar Lahan
- Razia Kamar Napi,
Petugas Lapas Pekanbaru Temukan Puluhan Paket Ganja Kering

- Dugaan Pembobolan Dana Nasabah BDA,
Reskrim Polres Pelalawan Bidik Tersangka Baru

- ‎Pasca Bentrok Batas Riau-Sumut,
4 Terduga Pelaku Ditahan di Polres Tapsel, Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan

- Kejari Rohul Terima Penghargaan Terbaik III Penanganan Perkara Pidum Tingkat Riau
- Pelarian Lapas Sialang Bungkuk Ditangkap Polres Kampar Saat Pesta Narkoba
- Polres Pelalawan Bidik Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi
- Miliki Shabu, 3 Petani di Bathin Solapan, Bengkalis Diamankan Polisi
- Polisi Amankan Empat Orang Penjudi Dadu di Arena Pacu Jalur
- Polda Riau Musnahkan 32,51 Kilogram Sabu senilai Rp32,5 Miliar
- Dua Warga Langgam, Pelalawan Tersandung Kasus Narkoba
- SPPD Fiktif, Mantan Kadishut Kampar dan Bendahara Divonis 5 dan 4 Tahun Penjara
- Dijebak Transaksi Motor Curian, Dua Maling Motor di Pekanbaru ini Terciduk
- ‎ 2 Laki-laki Ditangkap,
Kronologi Bentrok Berdarah di Perbatasan Riau-Sumut Versi Polres Rohul



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com