Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 20 Januari 2019 22:28
Nestapa Gadis Belia di Kampar, Diperkosa dan Dirampas HP-nya

Ahad, 20 Januari 2019 22:09
Bedah Rumah Kuli Pendorong Gerobak, Ini Apresiasi dari Plt Bupati Kampar kepada Dandim 0313/KPR

Ahad, 20 Januari 2019 18:31
Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa

Ahad, 20 Januari 2019 17:25
Camat Bangko Pusako-PT SRL Blok III Sosialisasikan Pencegahan Karlahut

Ahad, 20 Januari 2019 16:29
Silaturrahmi ke Warga Duri, Septian Nugraha Tegaskan Nyaleg Demi Kepentingan Publik

Ahad, 20 Januari 2019 16:25
PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari

Ahad, 20 Januari 2019 14:39
Serap Aspirasi, Caleg DPR RI Ini Blusukan hingga ke Pelosok Pelalawan

Ahad, 20 Januari 2019 13:16
Serunya Mararua, Rame-rame Tangkap Ikan Masyarakat Kuansing

Ahad, 20 Januari 2019 07:20
Plt Bupati Kampar dan Banyak Bejabat Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Kenegerian Tapung

Sabtu, 19 Januari 2019 22:04
Syamsuar Dapat Laporan, Ada Oknum Menjual Namanya untuk Jabatan dan Proyek

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juni 2018 20:28
Berbelit Berikan Keterangan,
Mantan Ketua DPRD Terancam Tersangka Keterangan Palsu dan TPPU


Mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah terancam menjadi terdakwa berikutnya. Pasalnya, ia dinilai hakim berbelit-belit memberikan keterangan di persidangan dugaan pencucian uang di Perusda Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU-Raut wajah Jamal Abdilah, mantan Ketua DPRD Bengkalis berubah pucat, begitu majelis hakim tipikor yang diketua Khamozaro Waruwu menilai keterangan Jamal Abdilah yang dihadirkan sebagai saksi perkara korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) penyertaan modal Pemkab Bengkalis ke perusahaan daerah (Perusda) Bengkais, PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ). Berbelit dan berbeda dengan keterangan di BAP penyidik.‎

Jamal Abdilah yang saat ini tengah menjalani hukuman pidana penjara atas perkara korupsi penyertaan modal ke PT BLJ, terancam akan ditambah lagi dengan hukuman memberikan keterangan palsu dan TPPU.‎

Bermula, pada sidang yang digelar Kamis (7/6/18) siang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Jamal yang dihadirkan bersama saksi Ribut Susanto dan Syahrul Ramadan. Serta 6 saksi lainnya yang dihadirkan kembali untuk dikonfrontir keterangan saksi Saiful Amri, PPK, H Arianto, Junaidi, kabag Hukum. Hamdan, kabag Ekonomi, Arlis Suhatman dan Wan Hermanto. ‎

Jamal Abdilah tak mengakui ketika ditanyai jaksa penuntut Eka Safitra, bahwa dirinya telah menerima uang sebesar Rp 2 miliar atas penanda tanganan kontrak penyertaan modal ke PT BLJ untuk pembangunan pembangkit listrik di Kecamatan Pinggir. ‎

"Saya tidak ada menerima uang dari saksi Ribut Susanto dan Syahrul Ramadan," kata Jamal.‎

Jawaban Jamal ini, langsung membuat ketua mejelis hakim menyela dan memperingatkan saksi untuk memberikan yang jujur. Sebab, keterangan saksi saksi lainnya dan juga tertera di BAP atau dakwaan jaksa. Jamal Abdilah disebut telah menerima uang.‎

"Saudara Jamal, saudara tak usah berbelit berlit, di BAP keterangan saudara seperti ini, sekarang saudara malah mengelak dan tak mengakui. Untuk saudara ketahui memberikan keterangan palsu ancamannya 7 tahun penjara, belum lagi untuk perkara TPPU ini, saudara sangat kental dalam perkara ini," kata Waruwu.‎

Jamal yang mulai gelagapan atas pertanyaan majelis itu, terdiam dan tertunduk.‎

"Saudara jaksa, kenapa saudara saksi Jamal ini tidak tersangka dalam kasus ini. Ini jelas fakta ada sejumlah uang yang mengalir ke Jamal Abdilah dalam pencairan dana ke PT BLJ. Seharusnya dia tersangka juga di TPPU ini," terang Waruwu.‎

Jamal Abdilah yang akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini tampak pucat.‎

Seperti diketahui, Yusrizal Andayani, Direktur PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ), dan seorang rekanan, Suhernawati dihadirkan sebagai terdakwa atas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Yusrizal Andayani yang saat ini tengah menjalani masa hukuman 6,5 tahun penjara atas perkara korupsi penyertaan modal Pemkab Bengkalis ke PT BLJ. Kembali diadili untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah merugikan negara sebesar Rp 300 miliar.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis. Eka Safitra dan Budhi Fitriadi. Kedua terdakwa dijerat Pasal 3 Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 4 dan Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.‎

Perbuatan TPPU ini dilakukan terdakwa dengan membelanjakan uang penyertaan modal pemkab itu bukan peruntukkannya.Penyertaan modal senilai Rp300 miliar seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan dua unit pembangkit listrik di Kabupaten Bengkalis. Tetapi, terdakwa membelanjakannya untuk investasi ke sejumlah perusahaan dan pembelian aset.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Nestapa Gadis Belia di Kampar, Diperkosa dan Dirampas HP-nya
- Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati
- Ditangkap Setelah Anak Lahir, Pemuda Setubuhi Anak Bawah Umur di Rohul Diciduk Polisi
- Suskseskan Millenial Road Safety Festival, Sat Lantas Polresta Pekanbaru Gandeng Komunitas Motor
- Diduga Edar dan Pesta Sabu, 5 Tersangka Diringkus Polres Bengkalis
- Polresta Pekanbaru Tangkap Kurir 8.617 Butir Ekstasi
- Pinjam Motor Vario tak Dikembalikan, Warga Sumut Diciduk Polisi Rohul di Pasirpangaraian
- 3 Kurir 55 Kg Sabu dan 46 Ribu Butir Ekstasi Divonis Mati PN Bengkalis
- 2018, DJBC Riau Amankan Produk Ilegal Senilai Rp56,42 Miliar
- Warungnya Digerebek Polisi Rohul, Wanita Asal Mahato Simpan Paket Sabu
- Terlibat Judi, Seorang Caleg Golkar Disidang di PN Pelalawan
- Juru Tulis Togel Asal Kasang Padang Ditangkap Polisi Rohul
- Pertanyakan Pengalihan Tahanan, Hakim Minta Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA, Banyak Berdo'a
- Divonis Hakim 7 Tahun, Seorang Terdakwa Kasus Narkoba Meraung-raung di PN Pelalawan
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- 2 Tersangka Diburu, Polda Riau Musnahkan 37 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
- Ditinggal Pekerja Sarapan, Bengkel Las di BS,  Bengkalis Ludes  Terbakar
- Polres Kuansing Amankan Tiga Tersangka Narkoba
- Kembali Muncul Penistaan Agama Lewat Medsos di Mandau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com