Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 21:23
Hadapi Persaingan Global, Peradi Pekanbaru Siapkan Advokat Menguasi Bahasa Inggris

Sabtu, 25 Mei 2019 20:20
Tim PKM Edu-PHOTSIC Universitas Riau Show di SMAN 2 Siak Hulu

Sabtu, 25 Mei 2019 16:14
Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019

Sabtu, 25 Mei 2019 16:09
Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 25 Mei 2019 14:54
Nikmati 4Gpluskuat Saat Berbuka Puasa

Sabtu, 25 Mei 2019 14:02
Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa

Sabtu, 25 Mei 2019 13:11
Tanpa Dana Desa, Pembangunan Tak Kan Merata di Kuansing

Sabtu, 25 Mei 2019 13:08
Berbagi Kebahagiaan, PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim

Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juni 2018 20:28
Berbelit Berikan Keterangan,
Mantan Ketua DPRD Terancam Tersangka Keterangan Palsu dan TPPU


Mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah terancam menjadi terdakwa berikutnya. Pasalnya, ia dinilai hakim berbelit-belit memberikan keterangan di persidangan dugaan pencucian uang di Perusda Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU-Raut wajah Jamal Abdilah, mantan Ketua DPRD Bengkalis berubah pucat, begitu majelis hakim tipikor yang diketua Khamozaro Waruwu menilai keterangan Jamal Abdilah yang dihadirkan sebagai saksi perkara korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) penyertaan modal Pemkab Bengkalis ke perusahaan daerah (Perusda) Bengkais, PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ). Berbelit dan berbeda dengan keterangan di BAP penyidik.‎

Jamal Abdilah yang saat ini tengah menjalani hukuman pidana penjara atas perkara korupsi penyertaan modal ke PT BLJ, terancam akan ditambah lagi dengan hukuman memberikan keterangan palsu dan TPPU.‎

Bermula, pada sidang yang digelar Kamis (7/6/18) siang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Jamal yang dihadirkan bersama saksi Ribut Susanto dan Syahrul Ramadan. Serta 6 saksi lainnya yang dihadirkan kembali untuk dikonfrontir keterangan saksi Saiful Amri, PPK, H Arianto, Junaidi, kabag Hukum. Hamdan, kabag Ekonomi, Arlis Suhatman dan Wan Hermanto. ‎

Jamal Abdilah tak mengakui ketika ditanyai jaksa penuntut Eka Safitra, bahwa dirinya telah menerima uang sebesar Rp 2 miliar atas penanda tanganan kontrak penyertaan modal ke PT BLJ untuk pembangunan pembangkit listrik di Kecamatan Pinggir. ‎

"Saya tidak ada menerima uang dari saksi Ribut Susanto dan Syahrul Ramadan," kata Jamal.‎

Jawaban Jamal ini, langsung membuat ketua mejelis hakim menyela dan memperingatkan saksi untuk memberikan yang jujur. Sebab, keterangan saksi saksi lainnya dan juga tertera di BAP atau dakwaan jaksa. Jamal Abdilah disebut telah menerima uang.‎

"Saudara Jamal, saudara tak usah berbelit berlit, di BAP keterangan saudara seperti ini, sekarang saudara malah mengelak dan tak mengakui. Untuk saudara ketahui memberikan keterangan palsu ancamannya 7 tahun penjara, belum lagi untuk perkara TPPU ini, saudara sangat kental dalam perkara ini," kata Waruwu.‎

Jamal yang mulai gelagapan atas pertanyaan majelis itu, terdiam dan tertunduk.‎

"Saudara jaksa, kenapa saudara saksi Jamal ini tidak tersangka dalam kasus ini. Ini jelas fakta ada sejumlah uang yang mengalir ke Jamal Abdilah dalam pencairan dana ke PT BLJ. Seharusnya dia tersangka juga di TPPU ini," terang Waruwu.‎

Jamal Abdilah yang akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini tampak pucat.‎

Seperti diketahui, Yusrizal Andayani, Direktur PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ), dan seorang rekanan, Suhernawati dihadirkan sebagai terdakwa atas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Yusrizal Andayani yang saat ini tengah menjalani masa hukuman 6,5 tahun penjara atas perkara korupsi penyertaan modal Pemkab Bengkalis ke PT BLJ. Kembali diadili untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah merugikan negara sebesar Rp 300 miliar.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis. Eka Safitra dan Budhi Fitriadi. Kedua terdakwa dijerat Pasal 3 Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 4 dan Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.‎

Perbuatan TPPU ini dilakukan terdakwa dengan membelanjakan uang penyertaan modal pemkab itu bukan peruntukkannya.Penyertaan modal senilai Rp300 miliar seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan dua unit pembangkit listrik di Kabupaten Bengkalis. Tetapi, terdakwa membelanjakannya untuk investasi ke sejumlah perusahaan dan pembelian aset.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019
- Protes Kecurangan Pemilu, Pendemo Kepung DPRD Riau
- Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru, ASN Dihukum 14 dan 16 Bulan
- Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau
- ‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru
- Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro Bengkalis Diadili
- PPID Pemprov Riau Digugat Sengketa Informasi YLBI ke KI Riau
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com