Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 17 Agustus 2018 20:21
Zukri Peringati HUT RI ke-73 Bersama Warga Pelalawan

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:39
197 orang Warga Binaan Lapas Telukkuantan Dapat Remisi

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:36
Ratusan Warga Saksikan Pertunjukan Orkestra Ocas Spanyol di RTH Kaca Mayang

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:31
Peringati HUT ke-73 RI, KITA Rohul Kibarkan Bendera di Puncak Merah Putih

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:20
‎HUT ke-73 RI, Bupati Rohul Serahkan SK Remisi dan e-KTP di Lapas Pasirpangaraian

Jum’at, 17 Agustus 2018 19:05
273 Warga Binaan Rutan Rengat Inhu Terima Remisi

Jum’at, 17 Agustus 2018 18:12
Bertemu di Lapas, Gubri dan Mantan Gubri RZ Berbincang Akrab

Jum’at, 17 Agustus 2018 16:49
Usai Upacara HUT ke-73 RI, Pengurus KNPI Rohul Ziarah ke Makam Raja-raja Rambah

Jum’at, 17 Agustus 2018 16:45
Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi

Jum’at, 17 Agustus 2018 16:40
Gelar Muscab I, Arbi Hidayat Terpilih Ketua PC Sapma PP Pekanbaru

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Juni 2018 20:28
Berbelit Berikan Keterangan,
Mantan Ketua DPRD Terancam Tersangka Keterangan Palsu dan TPPU


Mantan Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah terancam menjadi terdakwa berikutnya. Pasalnya, ia dinilai hakim berbelit-belit memberikan keterangan di persidangan dugaan pencucian uang di Perusda Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU-Raut wajah Jamal Abdilah, mantan Ketua DPRD Bengkalis berubah pucat, begitu majelis hakim tipikor yang diketua Khamozaro Waruwu menilai keterangan Jamal Abdilah yang dihadirkan sebagai saksi perkara korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) penyertaan modal Pemkab Bengkalis ke perusahaan daerah (Perusda) Bengkais, PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ). Berbelit dan berbeda dengan keterangan di BAP penyidik.‎

Jamal Abdilah yang saat ini tengah menjalani hukuman pidana penjara atas perkara korupsi penyertaan modal ke PT BLJ, terancam akan ditambah lagi dengan hukuman memberikan keterangan palsu dan TPPU.‎

Bermula, pada sidang yang digelar Kamis (7/6/18) siang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Jamal yang dihadirkan bersama saksi Ribut Susanto dan Syahrul Ramadan. Serta 6 saksi lainnya yang dihadirkan kembali untuk dikonfrontir keterangan saksi Saiful Amri, PPK, H Arianto, Junaidi, kabag Hukum. Hamdan, kabag Ekonomi, Arlis Suhatman dan Wan Hermanto. ‎

Jamal Abdilah tak mengakui ketika ditanyai jaksa penuntut Eka Safitra, bahwa dirinya telah menerima uang sebesar Rp 2 miliar atas penanda tanganan kontrak penyertaan modal ke PT BLJ untuk pembangunan pembangkit listrik di Kecamatan Pinggir. ‎

"Saya tidak ada menerima uang dari saksi Ribut Susanto dan Syahrul Ramadan," kata Jamal.‎

Jawaban Jamal ini, langsung membuat ketua mejelis hakim menyela dan memperingatkan saksi untuk memberikan yang jujur. Sebab, keterangan saksi saksi lainnya dan juga tertera di BAP atau dakwaan jaksa. Jamal Abdilah disebut telah menerima uang.‎

"Saudara Jamal, saudara tak usah berbelit berlit, di BAP keterangan saudara seperti ini, sekarang saudara malah mengelak dan tak mengakui. Untuk saudara ketahui memberikan keterangan palsu ancamannya 7 tahun penjara, belum lagi untuk perkara TPPU ini, saudara sangat kental dalam perkara ini," kata Waruwu.‎

Jamal yang mulai gelagapan atas pertanyaan majelis itu, terdiam dan tertunduk.‎

"Saudara jaksa, kenapa saudara saksi Jamal ini tidak tersangka dalam kasus ini. Ini jelas fakta ada sejumlah uang yang mengalir ke Jamal Abdilah dalam pencairan dana ke PT BLJ. Seharusnya dia tersangka juga di TPPU ini," terang Waruwu.‎

Jamal Abdilah yang akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini tampak pucat.‎

Seperti diketahui, Yusrizal Andayani, Direktur PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ), dan seorang rekanan, Suhernawati dihadirkan sebagai terdakwa atas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Yusrizal Andayani yang saat ini tengah menjalani masa hukuman 6,5 tahun penjara atas perkara korupsi penyertaan modal Pemkab Bengkalis ke PT BLJ. Kembali diadili untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah merugikan negara sebesar Rp 300 miliar.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis. Eka Safitra dan Budhi Fitriadi. Kedua terdakwa dijerat Pasal 3 Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 4 dan Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.‎

Perbuatan TPPU ini dilakukan terdakwa dengan membelanjakan uang penyertaan modal pemkab itu bukan peruntukkannya.Penyertaan modal senilai Rp300 miliar seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan dua unit pembangkit listrik di Kabupaten Bengkalis. Tetapi, terdakwa membelanjakannya untuk investasi ke sejumlah perusahaan dan pembelian aset.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi
- Moment HUT ke-73 RI, 3.834 Narapidana Riau Dapatkan Remisi
- Sesosok Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung dalam Kolam di Lubuk Ogong Pelalawan
- Dituding Makar, Neno Warisman Dilaporkan ke Polda Riau
- Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda
- Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis
- Dansatgas Karhutla Perintahkan Tembak di Tempat Pembakar Lahan
- Razia Kamar Napi,
Petugas Lapas Pekanbaru Temukan Puluhan Paket Ganja Kering

- Dugaan Pembobolan Dana Nasabah BDA,
Reskrim Polres Pelalawan Bidik Tersangka Baru

- ‎Pasca Bentrok Batas Riau-Sumut,
4 Terduga Pelaku Ditahan di Polres Tapsel, Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan

- Kejari Rohul Terima Penghargaan Terbaik III Penanganan Perkara Pidum Tingkat Riau
- Pelarian Lapas Sialang Bungkuk Ditangkap Polres Kampar Saat Pesta Narkoba
- Polres Pelalawan Bidik Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi
- Miliki Shabu, 3 Petani di Bathin Solapan, Bengkalis Diamankan Polisi
- Polisi Amankan Empat Orang Penjudi Dadu di Arena Pacu Jalur
- Polda Riau Musnahkan 32,51 Kilogram Sabu senilai Rp32,5 Miliar
- Dua Warga Langgam, Pelalawan Tersandung Kasus Narkoba
- SPPD Fiktif, Mantan Kadishut Kampar dan Bendahara Divonis 5 dan 4 Tahun Penjara
- Dijebak Transaksi Motor Curian, Dua Maling Motor di Pekanbaru ini Terciduk
- ‎ 2 Laki-laki Ditangkap,
Kronologi Bentrok Berdarah di Perbatasan Riau-Sumut Versi Polres Rohul



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com