Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Maret 2019 08:27
KPU Kuansing Yakin Pelipatan Surat Suara Tuntas 7 Hari

Kamis, 21 Maret 2019 08:04
ICMI Rohil Ajak Masyarakat Dukung Rencana Pembangunan Masjid Muhammaf Ceng Ho

Rabu, 20 Maret 2019 22:08
Lahan Gambut di Kawasan 7 Kecamatan Kembali Terbakar

Rabu, 20 Maret 2019 22:04
Bupati Kampar Tandatangani Zona Integritas di BPN Kampar

Rabu, 20 Maret 2019 21:15
Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Bengkalis Ajak Kawal Pemilu

Rabu, 20 Maret 2019 20:48
Bupati Kuansing Berharap Sejumlah Usulan Musrenbang Bisa Menjadi Skala Prioritas Provinsi

Rabu, 20 Maret 2019 19:10
Paska Tujuh Tahanan Kabur, Proses Sidang di PN Pelalawan Berjalan Normal

Rabu, 20 Maret 2019 19:07
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut se-Dunia 2019, Ribuan Murid SD di Rohul Sikat Gigi Massal

Rabu, 20 Maret 2019 19:02
DPTb Diplenokan, Bawaslu Bengkalis Sampaikan 5 Poin Rekomendasi ke KPU

Rabu, 20 Maret 2019 18:57
Musrenbang 2020, Bupati Bengkalis Sebut Capaian RPJMD 2016-2021 Akan Dievaluasi

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Juni 2018 19:11
Tuntut Pengembalian Lahan dari PT SBAL,
Ratusan Warga Koto Aman Ancam Bermalam di Depan Kantor Bupati Kampar


Ratusan masyarakat Desa Koto Aman, mengancam bermalam di depan kantor Bupati Kampar, jika mereka tidak ditemui Bupati.

BANGKINANG-Riauterkini- Ratusan masyarakat Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar ancam bermalam di depan kantor Bupati Kampar, Senin (25/6/2018) jika mereka tidak ditemui Bupati Kampar H Azis Zaenal. Kedatangan ratusan massa untuk kesekian kali ini untuk melanjutkan tuntutan perjuangan pengembalian lahan seluas 1.500 hektare yang disebut telah dirampas PT Sekar Bumi Alam Lestari (PT. SBAL).

Dari pantauan riauterkini.com pukul 17.52 WIB masyarakat dari kaum laki-laki dan perempuan serta anak-anak masih bertahan di sekitar kantor Bupati Kampar di Jalan Lingkar, Bangkinang.

Ratusan massa tiba di depan kantor Bupati Kampar sekira pukul 11.00 WIB. Sampai di depan kantor Bupati Kampar beberapa perwakilan masyarakat menyampaikan orasi. Tak lama berselang rombongan massa yang membawa beberapa spanduk dan meneriakkan yel-yel ditemui Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri. Namun kedatangan Sekda ditolak masyarakat karen massa tetap ngotot ingin berjumpa langsung dengan Bupati Kampar.

Koordinator lapangan aksi masyarakat Desa Koto Aman Dapson ketika diminta komentarnya mengatakan, mereka tetap akan bertahan di depan kantor Bupati Kampar dan bermalam di sini karena mereka minta Bupati Kampar merealisasikan janji-janji kepada masyarakat Koto Aman.

"Masyarakat siap bermalam di sini, periuk-periuk dan peralatan memasak telah dibawa ke sini. Kami minta Bupati Kampar bicara langsung dengan kami," tegas pria yang akrab disapa Soni ini.

Ia mengaku telah mendapat tawaran dari Kapolres Kampar agar massa membubarkan diri dan Kapolres siap menghubungkan komunikasi dengan Bupati Kampar namun masyarakat tetap masih menunggu bupati.

"Masyarakat tetap di sini, masyarakat sudah trauma karena Pemkab sudah banyak memberikan iming-iming kepada masyarakat," ulasnya.

Ia mengaku masyarakat tak mau tahu, pihak Pemkab wajib memperhatikan masyarakat Koto Aman karena beberapa waktu lalu masyarakat Koto Aman telah melakukan apa yang diinginkan oleh Pemkab Kampar seperti penyerahan bukti kepemilikan lahan. Sementara sampai hari ini PT SBAL justru tidak memenuhi apa yang diminta Pemkab Kampar.

Dikatakan, masyarakat telah bosan menunggu janji-janji penyelesaian dari Pemkab Kampar. "Kami diminta untuk menunggu di kampung menunggu hasil kerja tim yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan dan survei ke lapangan. Kemarin dikasih batas waktu sampai akhir Maret 2018 namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut," pungkas Soni.***(man)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM
- Dua Kali Mangkir, Jaksa Tunggu Perintah Hakim Panggil Wabup Bengkalis
- Panik Ketahuan Mencuri Mobil,
Pria Apes di Pekanbaru Ini Tabrak Trotoar dan Tertangkap Warga

- Ini Identitas Tiga Tahanan PN Pelalawan yang Ditangkap
- Omset Rp5 Juta Sehari, BBPOM Sita 150 Kg Mie Berformalin dari Pabrik Rumahan di Tampan
- Tiga Tertangkap, Polisi Buru Empat lagi Tahanan Kabur dari PN Pelalawan
- 7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan
- Curi Besi Tower Sutet, Dua Pemuda Desa Koto Perambahan Kampar Diamankan Polisi
- Kepala SMPN 5 Mandau, OTT Pungli Seragam Sekolah Dituntut Lima Tahun Penjara.
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri
- Jadi Tersangka Proyek Jembatan WFC Bangkinang, ADN Diminta Terbuka Jangan Pasang Badan
- Memukat Ikan tak Kembali, Dua Pria di Ujung Batu Rohul Diduga Hanyut di Sungai Rokan
- Diduga Hasil Curian,
Warga Bengkalis Temukan Sepeda Motor Disimpan di Kebun

- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Segera Disidang
- Kerugian Rp39,2 Miliar, KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Bangkinang
- Video Polisi Gadungan Berpistol Hebohkan Masyarakat, Polresta Pekanbaru Lakukan Penyelidikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com