Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 September 2018 21:56
Malam Purna Tugas Gubri, Bupati Kuansing Berikan Kain Songket dan Miniatur Jalur

Selasa, 25 September 2018 21:45
Meski Berdamai Berujung Penjara, Korban Laka di Bengkalis Ngaku Tidak Pernah Melapor ke Satlantas

Selasa, 25 September 2018 21:39
Sejumalah Warga Pertanyakan Hasil Kebun Desa Kiab Jaya, Pelalawan

Selasa, 25 September 2018 21:27
Harga Telur di Pekanbaru Turun, Ayam dan Cabe Naik

Selasa, 25 September 2018 21:05
Berkas Dana Kampanye, KPU Riau Beri Waktu Hingga Lusa

Selasa, 25 September 2018 20:55
Kicky Arityanto Jabat Kasi Intel Kejari Kuansing

Selasa, 25 September 2018 20:36
Smester Pertama 2018, Realisasi Investasi di Pekanbaru Tembus Rp 3,7 Triliun

Selasa, 25 September 2018 19:11
e-Ticketing Roro Air Putih-Sei Selari, Bengkalis Batal Diterapkan Tahun Ini

Selasa, 25 September 2018 18:53
Jambret di Pekanbaru Dihajar Massa Usai Rampas Gelang Seorang IRT

Selasa, 25 September 2018 18:48
RAPP Latih Manajemen Sekolah Fasilitator SD di Riau

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Juni 2018 19:11
Tuntut Pengembalian Lahan dari PT SBAL,
Ratusan Warga Koto Aman Ancam Bermalam di Depan Kantor Bupati Kampar


Ratusan masyarakat Desa Koto Aman, mengancam bermalam di depan kantor Bupati Kampar, jika mereka tidak ditemui Bupati.

BANGKINANG-Riauterkini- Ratusan masyarakat Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar ancam bermalam di depan kantor Bupati Kampar, Senin (25/6/2018) jika mereka tidak ditemui Bupati Kampar H Azis Zaenal. Kedatangan ratusan massa untuk kesekian kali ini untuk melanjutkan tuntutan perjuangan pengembalian lahan seluas 1.500 hektare yang disebut telah dirampas PT Sekar Bumi Alam Lestari (PT. SBAL).

Dari pantauan riauterkini.com pukul 17.52 WIB masyarakat dari kaum laki-laki dan perempuan serta anak-anak masih bertahan di sekitar kantor Bupati Kampar di Jalan Lingkar, Bangkinang.

Ratusan massa tiba di depan kantor Bupati Kampar sekira pukul 11.00 WIB. Sampai di depan kantor Bupati Kampar beberapa perwakilan masyarakat menyampaikan orasi. Tak lama berselang rombongan massa yang membawa beberapa spanduk dan meneriakkan yel-yel ditemui Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri. Namun kedatangan Sekda ditolak masyarakat karen massa tetap ngotot ingin berjumpa langsung dengan Bupati Kampar.

Koordinator lapangan aksi masyarakat Desa Koto Aman Dapson ketika diminta komentarnya mengatakan, mereka tetap akan bertahan di depan kantor Bupati Kampar dan bermalam di sini karena mereka minta Bupati Kampar merealisasikan janji-janji kepada masyarakat Koto Aman.

"Masyarakat siap bermalam di sini, periuk-periuk dan peralatan memasak telah dibawa ke sini. Kami minta Bupati Kampar bicara langsung dengan kami," tegas pria yang akrab disapa Soni ini.

Ia mengaku telah mendapat tawaran dari Kapolres Kampar agar massa membubarkan diri dan Kapolres siap menghubungkan komunikasi dengan Bupati Kampar namun masyarakat tetap masih menunggu bupati.

"Masyarakat tetap di sini, masyarakat sudah trauma karena Pemkab sudah banyak memberikan iming-iming kepada masyarakat," ulasnya.

Ia mengaku masyarakat tak mau tahu, pihak Pemkab wajib memperhatikan masyarakat Koto Aman karena beberapa waktu lalu masyarakat Koto Aman telah melakukan apa yang diinginkan oleh Pemkab Kampar seperti penyerahan bukti kepemilikan lahan. Sementara sampai hari ini PT SBAL justru tidak memenuhi apa yang diminta Pemkab Kampar.

Dikatakan, masyarakat telah bosan menunggu janji-janji penyelesaian dari Pemkab Kampar. "Kami diminta untuk menunggu di kampung menunggu hasil kerja tim yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan dan survei ke lapangan. Kemarin dikasih batas waktu sampai akhir Maret 2018 namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut," pungkas Soni.***(man)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Meski Berdamai Berujung Penjara, Korban Laka di Bengkalis Ngaku Tidak Pernah Melapor ke Satlantas
- Satpolair Polres Bengkalis Gencar Sosialisasikan Netral
- Korupsi Danau Buatan, Jaksa Hadirkan Lima Saksi
- Hingga September, Polda Riau Tetapkan 32 Tersangka Karhutla
- Pelaku Curanmor Jadi Babak Belur Dihajar di Kantor Gubernur Riau
- Miliki Sabu-sabu, Emak Muda Ditangkap Polisi
- Pelaku Penikaman Warga Tembilahan Hulu, Inhil Menyerahkan Diri ke Polisi
- Sebagai Saksi Dugaan Tipikor MNS, KPK Periksa Direktur Utama PT Merangin Karya Sejati
- Dua Bulan OTT STAIN Bengkalis, Polres Tunggu Hasil Audit Inspektorat
- Dihadiahi Timah Panas, 2 Pelaku Curas di Duri, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Besok, Jaksa Kejari Rohil Bacakan Dakwaan Perkara Korupsi Danau Buatan
- Bidan Klinik Cantik di Ujung Batu Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Rumah‎nya
- Sebuah Rumah Ludes Terbakar di Tempuling, Inhil
- Seorang Remaja di Tembilahan Hulu, Inhil Tewas Ditikam
- Terjatuh Saat Melarikan Diri,
Terduga Penjambret Ini Hampir Diamuk Massa di Tembilahan Hulu, Inhil

- Satu Warga Hilang,
Kapal Tanker Tabrak Perahu Buruh Kilang Sagu di Perairan Meranti

- KPK Larang Bupati Bengkalis ke Luar Negeri
- Seorang Balita di Buluh Cina, Kampar Tewas Terbakar
- Satnarkoba Polres Bengkalis Ciduk Tiga Pemilik Shabu di Duri
- Hakim PN Pekanbaru Dilantik sebagai Ketua PN Rantau Prapat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com