Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Pebruari 2019 13:26
Hari Peduli Sampah Nasional 2019 , TNI dan Polri Kompak Bersih-bersih di Bangkinang

Kamis, 21 Pebruari 2019 12:35
Polres Bengkalis Musnahkan Puluhan Bal Pakaian Bekas dan Ratusan Karung Bawang Ilegal

Kamis, 21 Pebruari 2019 10:39
PT Ramajaya Pramukti Gandeng Tiga Lembaga Wujudkan Peremajaan Kelapa.Sawit di Kampar

Kamis, 21 Pebruari 2019 09:19
Ketika Legislator Bagus Santoso Takjub Sekaligus Prihatin Melihat Obyek Wisata Air Sikabau Jaya

Kamis, 21 Pebruari 2019 08:17
237 Honorer Lulus Administrasi P3K  Pemkab Bengkalis

Rabu, 20 Pebruari 2019 23:00
Edarkan Shabu, Pasangan Suami Istri Warga Karya Indah ini diciduk Polsek Tapung

Rabu, 20 Pebruari 2019 20:51
Bupati Inhil Pimpin Rapat Penyelesaian Kredit Kelompok Tani Dengan BNI

Rabu, 20 Pebruari 2019 18:07
Bersama IBI Pekanbaru, Disdalduk KB Siap Wujudkan KKBPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:50
Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:36
Dinsos Bengkalis Sosialisasikan Penyaluran Bansos Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Juli 2018 21:23
Merasa di Kriminalisasi, Keluarga Diduga Pelaku Curanmor Laporkan Kapolsek Tapung ke Polda Riau

Keluarga diduga pelaku curanmor laporkan pihak Polsek tapung ke Polda. Penangkapan yang dilakukan polisi disebut sarat dengan kriminalisasi dan rekayasa.

Riauterkini-PEKANBARU-Mencari rasa keadilan serta perlindungan hukum terus dilakukan pihak keluarga Imam Nawawi, pelaku dugaan tindak pidana pencurian dan kekerasan (curas) yang ditangkap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tapung, Kampar.

Pasalnya, penangkapan terhadap Imam Nawawi, pria berusia 18 tahun itu, dinilai sarat dengan kriminalisasi dan rekayasa, yang diduga adanya proses salah tangkap yang dilakukan pihak Polsek Tapung. Selain itu, penangkapan dan penahanan terhadap Imam Nawawi tanpa adanya surat perintah (Sprint) penangkapan dan penahanan yang diterima pihak keluarga Imam Nawawi.

Alih alih, Slamet selaku orang tua Imam Nawawi beserta kuasa hukumnya, Freddy Simanjuntak SH MH, melaporkan terjadinya tindakan kriminalisasi pihak Polsek Tapung ke Mapolda Riau.

Kepada riauterkini.com dan awak media lainnya, Selasa (10/7/18) sore. Slamet didampingi Freddy Simajuntak SH MH membeberkan tindak kriminalisasi dan pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM) yang dilakukan pihak Polsek Tapung.

Dikatakan Freddy, pada Selasa tanggal 26 Juni 2018, sekitar pukul 21 WIB. Klien kami, Imam Nawawi ditangkap oleh pihak Polsek Tapung atas tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Penangkapan Imam Nawawi tersebut atas laporan, Ariani selaku korban, yang mana pada Sabtu tanggal 23 Juni 2018, sekitar pukul 23.00 WIB bertempat di Jalan Poros Flamboyan 8, Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Imam Nawawi telah mencari satu unit sepekan motor Yamaha NMax milik Ariani (pelapor). Dalam laporan tersebut, pelaku berjumlah dua orang dan Imam Nawawi mengenakan baju berwarna Putih.

Padahal berdasarkan fakta, pada hari Sabtu tanggal 23 Juni 2018 pukul 23.00 WIB itu, Imam Nawawi sedang minum juice bersama rekannya, Binsar, Riki, Feri, Nanat dan seorang teman mereka tukang bengkel motor di caffe Aisyah yang berlokasi di Pasar Flamboyan, Tanjung Sawit. Saat itu Imam Nawawi mengerjakan kaos warns hitam," kata Freddy sembari mempertanyakan foto (selfie) Imam di cafe bersama rekannya pada pukul 23.00 WIB tersebut.

Dari laporan pelapor (korban) yang sangat berbeda dengan alibi sebenarnya. Selain itu sambung Fredy. Pada saat kliennya ditangkap pada hari Selasa tanggal 26 Juni 2018 tersebut. Pihak Polsek Tapung tidak menyertai atau memberikan surat perintah penangkapan.

" Surat perintah penangkapan dan Surat perintah penahanan, baru disampaikan kepada Kepala Desa Indra Puri, pada hari Senin tanggal 2 Juli 2018. Jadi terhitung sejak kliennya ditangkap dan ditahan sudah berlangsung selama 6 hari, dan kemudian baru dikeluarkan surat perintahnya. Dalam hal ini, ado tindakan kriminalisasi yang dilakukan pihak Polsek Tapung dalam proses penangkapan," papar Freddy.

Atas telah terjadinya tindakan kriminalisasi serta tidak adanya alat bukti yang kuat, kami melaporkan tindakan Kepala Polsek Tapung, Kompol Indra Rusdi beserta jajarannya ke Mapolda Riau," terang Freddy.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Bengkalis Musnahkan Puluhan Bal Pakaian Bekas dan Ratusan Karung Bawang Ilegal
- Tukang Kredit Keliling di Pelalawan Jadi Korban Perampokan Disertai Pembunuhan
- Tim Opsnal Polres Rohul Tangkap 3 Pemain Dadu Adroid di Desa Kepenuhan Jaya
- Terkait Pencemaran Nama Baik,
Wartawan Novrizon Burman Layangkan Somasi ke Kepala SKK Migas Sumbagut

- Pungli Pengurusan Prona, Mantan Pejabat BPN Inhu Dituntut Jaksa Lima Tahun Penjara
- Juru Tulis dan Bandar Togel di Sorek Pelalawan Diciduk
- Terjerat Pemalsuan Sertifikat Lahan,
Pengusaha Sawit Ini Dituntut 3 Tahun Penjara

- Tabrak Truk, Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas Mengenaskan
- Mendadak Sakit, Tuntutan Hukuman Pengusaha Terjerat Pemalsuan Sertifikat Lahan Ditunda Sehari
- Maling Kotak Infak di Bengkalis di Tangkap Warga
- Diduga Bakar Lahan Sembarangan, Polisi Tangkap Seorang Pekerja Kebun di Pulau Rupat
- Kabur Pakai Bus, Pembunuh Ayu Safitri Tertangkap di Lahat, Sumsel
- Berduaan dengan Pria Lain, Seorang Istri di Pankalankerinci Ini Digrebek Massa
- Tertangkap Tangan Maling Motor, Warga Kusau Makmur Ini Digiring ke Mapolsek Tapung Hulu
- 13 Unit Rumah Terbakar di Kateman, Inhil
- Satu Meninggal Dunia,
Tiga Sekawan di Pekanbaru Dikeroyok Sekelompok Orang

- Warga Okura Temukan Mayat Mr X Mengapung di Sungai Siak
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Ungkap Tiga Kasus Narkoba dalam Sehari
- Di Duri, Polisi Tak Berdaya Tertibkan Balapan Liar
- Kejari Bengkalis Tetapkan 4 Tersangka Kasus UEK SP Duri Mandiri Bersatu, Duri Timur


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com