Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

Kamis, 20 September 2018 18:58
Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif

Kamis, 20 September 2018 18:55
Tabrakan Truck Tangki Vs Fuso Macetkan Jalan Lintas Duri - Dumai

Kamis, 20 September 2018 17:21
Tingkatkan Kualitas,
30 Petugas RSUD Bengkalis Digembleng Pelatihan Komunikasi Efektif


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Juli 2018 21:23
Merasa di Kriminalisasi, Keluarga Diduga Pelaku Curanmor Laporkan Kapolsek Tapung ke Polda Riau

Keluarga diduga pelaku curanmor laporkan pihak Polsek tapung ke Polda. Penangkapan yang dilakukan polisi disebut sarat dengan kriminalisasi dan rekayasa.

Riauterkini-PEKANBARU-Mencari rasa keadilan serta perlindungan hukum terus dilakukan pihak keluarga Imam Nawawi, pelaku dugaan tindak pidana pencurian dan kekerasan (curas) yang ditangkap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tapung, Kampar.

Pasalnya, penangkapan terhadap Imam Nawawi, pria berusia 18 tahun itu, dinilai sarat dengan kriminalisasi dan rekayasa, yang diduga adanya proses salah tangkap yang dilakukan pihak Polsek Tapung. Selain itu, penangkapan dan penahanan terhadap Imam Nawawi tanpa adanya surat perintah (Sprint) penangkapan dan penahanan yang diterima pihak keluarga Imam Nawawi.

Alih alih, Slamet selaku orang tua Imam Nawawi beserta kuasa hukumnya, Freddy Simanjuntak SH MH, melaporkan terjadinya tindakan kriminalisasi pihak Polsek Tapung ke Mapolda Riau.

Kepada riauterkini.com dan awak media lainnya, Selasa (10/7/18) sore. Slamet didampingi Freddy Simajuntak SH MH membeberkan tindak kriminalisasi dan pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM) yang dilakukan pihak Polsek Tapung.

Dikatakan Freddy, pada Selasa tanggal 26 Juni 2018, sekitar pukul 21 WIB. Klien kami, Imam Nawawi ditangkap oleh pihak Polsek Tapung atas tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Penangkapan Imam Nawawi tersebut atas laporan, Ariani selaku korban, yang mana pada Sabtu tanggal 23 Juni 2018, sekitar pukul 23.00 WIB bertempat di Jalan Poros Flamboyan 8, Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Imam Nawawi telah mencari satu unit sepekan motor Yamaha NMax milik Ariani (pelapor). Dalam laporan tersebut, pelaku berjumlah dua orang dan Imam Nawawi mengenakan baju berwarna Putih.

Padahal berdasarkan fakta, pada hari Sabtu tanggal 23 Juni 2018 pukul 23.00 WIB itu, Imam Nawawi sedang minum juice bersama rekannya, Binsar, Riki, Feri, Nanat dan seorang teman mereka tukang bengkel motor di caffe Aisyah yang berlokasi di Pasar Flamboyan, Tanjung Sawit. Saat itu Imam Nawawi mengerjakan kaos warns hitam," kata Freddy sembari mempertanyakan foto (selfie) Imam di cafe bersama rekannya pada pukul 23.00 WIB tersebut.

Dari laporan pelapor (korban) yang sangat berbeda dengan alibi sebenarnya. Selain itu sambung Fredy. Pada saat kliennya ditangkap pada hari Selasa tanggal 26 Juni 2018 tersebut. Pihak Polsek Tapung tidak menyertai atau memberikan surat perintah penangkapan.

" Surat perintah penangkapan dan Surat perintah penahanan, baru disampaikan kepada Kepala Desa Indra Puri, pada hari Senin tanggal 2 Juli 2018. Jadi terhitung sejak kliennya ditangkap dan ditahan sudah berlangsung selama 6 hari, dan kemudian baru dikeluarkan surat perintahnya. Dalam hal ini, ado tindakan kriminalisasi yang dilakukan pihak Polsek Tapung dalam proses penangkapan," papar Freddy.

Atas telah terjadinya tindakan kriminalisasi serta tidak adanya alat bukti yang kuat, kami melaporkan tindakan Kepala Polsek Tapung, Kompol Indra Rusdi beserta jajarannya ke Mapolda Riau," terang Freddy.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gara-gara Surat Cinta,
Karyawan Mimi Perabot Ujung Batu Dipolisikan dan Dikerangkeng

- Giliran Pendukung Toro Demo di PN Pekanbaru
- 3 Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Diduga Kuasai Narkoba, Seorang Pria di Mahato Ditangkap Polisi Rohul
- Gerebek Rumah Terduga Bandar Narkoba di Mahato, Polisi Rohul Tangkap Seorang IRT
- Tuntut Penahanan Toro, Massa Demo di PN Pekanbaru
- Berkelahi dengan OTK, Dua Pengunjung Karaoke di Pekanbaru Tewas Bersimbah Darah
- Pasutri di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah yang Terkunci
- Terdakwa Suap Penerimaan PTT Oknum Diskes Pelalawan Minta Dibebaskan
- Polri Akan Gelar Operasi Mantab Brata Selama 397 Hari
- Seorang Jurtul Togel Diciduk Polisi Rohul di Plaza Batu Permata Ujung Batu
- Menhub: Kecelakaan Banyak Merenggut Usia Muda
- Dianggap Bekukan Kasus Penipuan Sari Antoni, Pendemo Tuntut Kapolda Riau Dicopot
- Waspada, Marak Penipuan Kupon Berhadiah Beredar di Pelalawan
- Kampanyekan Safetey Riding, Menhub Bersama Gubri Bermotor Sisir Jalan Protokol Pekanbaru
- Korupsi Dana UED-SP, Mantan Kades di Bengkalis Diadili Pekan Depan
- Tewaskan Seorang Guru, Polda Riau Bekuk Residivis di Wilayah Aceh
- Satpol PP Pelalawan Tertibkan Panti Pijat Plus-plus
- Gelar Demo di Mapolda Riau,
Massa Alamak Tuntut Polisi Tetapkan Wabup Bengkalis jadi Tersangka Tipikor Pipa PDAM

- Polsek Pinggir, Bengkalis Amankan Pelaku Kebocoran Pipa Gas Chevron


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com