Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 18 Nopember 2018 18:28
Laga Kambing Sepeda Motor, 1 Korban Tewas di Bengkalis

Ahad, 18 Nopember 2018 17:24
‎Serunya Family Gathering Polres Rohul di Objek Wisata Sipogas

Ahad, 18 Nopember 2018 16:35
Buaya Pemangsa Bocah 7 Tahun di Rohul Berhasil Ditangkap Warga Bonai Darussalam

Ahad, 18 Nopember 2018 16:30
Laka Maut di Duri Tewaskan 4 Orang, Polisi Pastikan Sopir Truk Tanki Lalai

Ahad, 18 Nopember 2018 16:26
Baksos, Polsek Cerenti Turun ke Masyarakat Bergotong Royong

Ahad, 18 Nopember 2018 13:33
Dinilai Tak Paham Pemerintahan, DPRD Kembali Akan Panggil Bupati - Wabup

Ahad, 18 Nopember 2018 12:50
Tabrakan Truk Tangki Vs Kijang di Duri, 4 Korban Tewas

Ahad, 18 Nopember 2018 12:02
Sempena HKN, Pernakes Bengkalis Taja Jalan Santai dan Donor Darah di Duri

Ahad, 18 Nopember 2018 09:35
Konsleting Listrik Picu Pabrik Tahu di Airmolek, Inhu Ludes Terbakar

Sabtu, 17 Nopember 2018 21:22
Sejumlah Desa di Bantan, Bengkalis Berpotensi Kembangkan Wisata Pesisir

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Juli 2018 21:23
Merasa di Kriminalisasi, Keluarga Diduga Pelaku Curanmor Laporkan Kapolsek Tapung ke Polda Riau

Keluarga diduga pelaku curanmor laporkan pihak Polsek tapung ke Polda. Penangkapan yang dilakukan polisi disebut sarat dengan kriminalisasi dan rekayasa.

Riauterkini-PEKANBARU-Mencari rasa keadilan serta perlindungan hukum terus dilakukan pihak keluarga Imam Nawawi, pelaku dugaan tindak pidana pencurian dan kekerasan (curas) yang ditangkap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tapung, Kampar.

Pasalnya, penangkapan terhadap Imam Nawawi, pria berusia 18 tahun itu, dinilai sarat dengan kriminalisasi dan rekayasa, yang diduga adanya proses salah tangkap yang dilakukan pihak Polsek Tapung. Selain itu, penangkapan dan penahanan terhadap Imam Nawawi tanpa adanya surat perintah (Sprint) penangkapan dan penahanan yang diterima pihak keluarga Imam Nawawi.

Alih alih, Slamet selaku orang tua Imam Nawawi beserta kuasa hukumnya, Freddy Simanjuntak SH MH, melaporkan terjadinya tindakan kriminalisasi pihak Polsek Tapung ke Mapolda Riau.

Kepada riauterkini.com dan awak media lainnya, Selasa (10/7/18) sore. Slamet didampingi Freddy Simajuntak SH MH membeberkan tindak kriminalisasi dan pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM) yang dilakukan pihak Polsek Tapung.

Dikatakan Freddy, pada Selasa tanggal 26 Juni 2018, sekitar pukul 21 WIB. Klien kami, Imam Nawawi ditangkap oleh pihak Polsek Tapung atas tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Penangkapan Imam Nawawi tersebut atas laporan, Ariani selaku korban, yang mana pada Sabtu tanggal 23 Juni 2018, sekitar pukul 23.00 WIB bertempat di Jalan Poros Flamboyan 8, Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Imam Nawawi telah mencari satu unit sepekan motor Yamaha NMax milik Ariani (pelapor). Dalam laporan tersebut, pelaku berjumlah dua orang dan Imam Nawawi mengenakan baju berwarna Putih.

Padahal berdasarkan fakta, pada hari Sabtu tanggal 23 Juni 2018 pukul 23.00 WIB itu, Imam Nawawi sedang minum juice bersama rekannya, Binsar, Riki, Feri, Nanat dan seorang teman mereka tukang bengkel motor di caffe Aisyah yang berlokasi di Pasar Flamboyan, Tanjung Sawit. Saat itu Imam Nawawi mengerjakan kaos warns hitam," kata Freddy sembari mempertanyakan foto (selfie) Imam di cafe bersama rekannya pada pukul 23.00 WIB tersebut.

Dari laporan pelapor (korban) yang sangat berbeda dengan alibi sebenarnya. Selain itu sambung Fredy. Pada saat kliennya ditangkap pada hari Selasa tanggal 26 Juni 2018 tersebut. Pihak Polsek Tapung tidak menyertai atau memberikan surat perintah penangkapan.

" Surat perintah penangkapan dan Surat perintah penahanan, baru disampaikan kepada Kepala Desa Indra Puri, pada hari Senin tanggal 2 Juli 2018. Jadi terhitung sejak kliennya ditangkap dan ditahan sudah berlangsung selama 6 hari, dan kemudian baru dikeluarkan surat perintahnya. Dalam hal ini, ado tindakan kriminalisasi yang dilakukan pihak Polsek Tapung dalam proses penangkapan," papar Freddy.

Atas telah terjadinya tindakan kriminalisasi serta tidak adanya alat bukti yang kuat, kami melaporkan tindakan Kepala Polsek Tapung, Kompol Indra Rusdi beserta jajarannya ke Mapolda Riau," terang Freddy.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Laka Maut di Duri Tewaskan 4 Orang, Polisi Pastikan Sopir Truk Tanki Lalai
- Tabrakan Truk Tangki Vs Kijang di Duri, 4 Korban Tewas
- Konsleting Listrik Picu Pabrik Tahu di Airmolek, Inhu Ludes Terbakar
- Rusak Spanduk LGBT, Banci Pemilik Salon Digeruduk FPI dan Jamaah Masjid
- Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Pernah Pulang ke Rohul
- Hasil Selingkuh, Polsek Minas Tangkap Pasangan Peletak Mayat Bayi di Mobil Innova
- Satpolair Bengkalis Sosialisasi Kambtibmas Perairan
- Polsek Minas Terus Dalami Temuan Mayat Bayi Laki-laki Dalam Mobil Innova
- Termasuk Seorang Caleg dan Seorang PPK,
Penangguhan Penahanan Tersangka Judi di Pangkalan Lesung Ditolak

- Ditinggal Mandi di SPBU, Mobil Innova Ini Dititipi Mayat Bayi Laki-laki
- Lutut Isteri Disenggol,
Seorang Nelayan di Patang Parang, Inhil Bacok Tetangga

- Sidang Oknum Polisi Penganiaya Pacar,
Saksi Ahli Diingatkan Hakim Tak Ikut Tentukan Pasal Dakwaan

- Janjikan Korban Menjadi Atlet,
Pelatih Dayung di Pekanbaru ini Cabuli 2 Pelajar Dibawah Umur

- Satres Narkoba Polres Pelalalwan Amankan Pemilik 30 Kilogram Ganja
- Tangkapan Tiga BNN di Pelalawan, Ringkus Dua Bandar dan Sita Narkoba Miliaran Rupiah
- 3 Lagi Kabur,
Dua Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga Pasirpangaraian

- Terjerat Korupsi Penanggulangan Karlahut,
Jaksa Batal Tuntut Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya

- Hina Bupati Kuansing, Pemilik Akun Wandi Ajo Nye Dilaporkan ke Polisi
- Tiga Pelaku Diringkus dalam Penggrebekan Narkoba di Pelalawan
- Seorang lagi Meninggal, Korban Jiwa Tembok SDN 141 Bukitraya Roboh Dua Jiwa


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com