Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 15 Nopember 2018 14:34
Bocah Diterkam Buaya di Bonai Darussalam Ditemukan Meninggal dan Penuh Luka

Kamis, 15 Nopember 2018 14:02
Lestari Alam di Lingkungan Sekolah,
EMP Malacca Straits SA Berkolaborasi dengan SMAN 1 Sungai Apit


Kamis, 15 Nopember 2018 13:26
Ratusan Rumah di Dua Desa Kecamatan Rambah Samo Terendam Banjir

Kamis, 15 Nopember 2018 13:21
Hilang Saat Mandi,
Bocah Berusia 7 Tahun di Bonai Darussalam Diduga Diterkam Buaya


Kamis, 15 Nopember 2018 13:03
Dianggap Kuper, Sejumlah Sesepuh Masyarakat Durtim, Bengkalis Datangi PT HK di Duri

Kamis, 15 Nopember 2018 12:53
Satres Narkoba Polres Pelalalwan Amankan Pemilik 30 Kilogram Ganja

Kamis, 15 Nopember 2018 12:43
LAM Riau Enggan Terbuka Soal Rencana Pemberian Gelar Presiden

Kamis, 15 Nopember 2018 11:25
Jalan Lintas Duri - Dumai Kembali Alami Macet Horor

Kamis, 15 Nopember 2018 11:10
Mendadak Dihampiri Ketua DPRD Kuansing, Ibu-ibu di Benai Merasa Tersanjung

Kamis, 15 Nopember 2018 11:05
Maulid Nabi di Disdalduk Pekanbaru, UAS Paparkan Lima Tahapan Menuju Masyarakat Madani

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Juli 2018 13:25
Hari Anti Narkotika Internasional, BNNP Riau Dorong Semangat Perangi Narkoba

Sempena peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, BNPP menggelar kegiatan. Tujuannya, terus menggencarkan semangat memerangi peredaran dan penyalah-gunaan Narkoba.

Riauterkini - PEKANBARU - Berlokasi di ballroom Grand Central Hotel Pekanbaru, BNNP Riau taja peringatan HANI. Gelaran ini dihadiri langsung oleh Kepala BNNP Riau, Brigjen M Wahyu Hidayat, Sekda Prov Riau, Ahmad Hijazi, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono, serta berbagai perwakilan instansi terkait lainnya.

Dalam pemaparannya, Kepala BNNP Riau Brigjen M Wahyu Hidayat gelaran ini merupakan gelaran rutin setiap tahunnya yang biasa diperingati pada tanggal 26 Juni lalu. Dimana gelaran kali ini pihaknya mengusung tema "Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa Dalam Perang Melawan Narkoba Untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia Yang Sehat Tanpa Narkoba".

"Peringatan ini memiliki makna keprihatinan terhadap pergerakan dan peredaran narkoba saat ini. Untuk itu diharapkan lewat peringatan ini dapat kembali memotivasi kita untuk melawan peredaran narkoba di Dunia, khususnya di Indonesia," katanya.

Menurutnya, narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang dapat melumpuhkan suatu bangsa. Untuk itu, Ia mengajak seluruh instansi bahkan lini masyarakat untuk memerangi dan memberantas narkoba.

"Indonesia menjadi ruang terbuka dan pangsa pasar yang cukup potensial. Dimana para pengedar memasukkan barang haram tersebut melalui jalur-jalur ilegal. Bukan hanya itu, harga yang sangat tinggi juga menjadi faktor maraknya peredaran narkoba saat ini," jelasnya.

Dirincinya, kejahatan narkoba melibatkan banyak orang bukan hanya seorang. Dimana komplotan ini membuat suatu jaringan yang terorganisir dan bekerja rapi. Untuk itu Plpemberantasan tidak boleh setengah - setengah dan dilakukan bersama-sama.

Dari 34 provinsi pada 2017, terang Wahyu, BNN mencatat sekitar 1,77 persen pengguna dari total 3,7 jutaan masyarakat Indonesia menjadi korban narkoba. Ini berusia mulai 10-59 tahun. Dan setiap tahunnya terdapat 13 ribu orang kehilangan nyawa akibat barang haram ini.

"Dewasa ini jumlah tersebut semakin meningkat, terutama generasi muda di semua lini masyarakat. Riau saja saat ini menduduki posisi ke-9 dari 34 provinsi yang ada. Jumlah korban narkoba diperkirakan 1,80 persen dari total penduduk produktif,"bebernya.

Sementara, berbagai layanan dan sosialisasi juga terus digenjarkan di Riau hingga saat ini. Dari layanan rehabilitasi tercatat 39 orang rawat inap dan 350 orang lainnya rawat jalan. "Saat ini tantangan kita semakin tinggi dimana mudahnya peredaran menggunakan medsos dan juga hadirnya jenis-jenis baru dari narkoba. Untuk itu kita mengajak seluruh instansi dan merangkul masyarakat untuk ikut berpartisipasi memerangi peredaran narkoba khususnya di Riau," tuturnya.

Sementara itu, Sekda Prov Riau, Ahmad Hijazi mewakili Gubernur Riau mengatakan kejahatan narkoba jika tak menjadi fokus perhatian dapat dijadikan senjata bagi pengedar. Bahkan peredaran narkoba di Riau dapat menjadi ancaman terbesar di 2030 khususnya di generasi muda.

"Dalam mengatasi permasalahan narkoba perlu penanganan khusus. Misalnya pendekatan kesehatan yang bertujuan memutus mata rantai penghuna narkoba dengan rehabilitasi. Ini perlu dimaksimalkan dengan merangkul masyarakat setidaknya melindungi keluarganya masing-masing," paparnya.

Dalam gelaran ini BNNP Riau juga berikan penghargaan kepada beberapa instansi yang ikut mensosialisasikan bahaya narkoba kepada karyawannya. Ada juga yang melakukan tes urin karyawan. Kemudian pemberian penghargaan kepada masyarakat dan mahasiswa yang juga berpartisipasi mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dimeriahkan juga dengan siraman rohani yang disampaikan oleh ustad.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Satres Narkoba Polres Pelalalwan Amankan Pemilik 30 Kilogram Ganja
- Tangkapan Tiga BNN di Pelalawan, Ringkus Dua Bandar dan Sita Narkoba Miliaran Rupiah
- 3 Lagi Kabur,
Dua Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga Pasirpangaraian

- Terjerat Korupsi Penanggulangan Karlahut,
Jaksa Batal Tuntut Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya

- Hina Bupati Kuansing, Pemilik Akun Wandi Ajo Nye Dilaporkan ke Polisi
- Tiga Pelaku Diringkus dalam Penggrebekan Narkoba di Pelalawan
- Seorang lagi Meninggal, Korban Jiwa Tembok SDN 141 Bukitraya Roboh Dua Jiwa
- Disaksikan Puluhan Warga, BNNP Riau Tangkap Bandar Ribuan Butir Ekstasi di Pelalawan
- Sudah Dipasang Peringatan, Tembok SDN 141 Pekanbaru Miring Sebelum Roboh
- Korban Jiwa Tembok SDN 141 Runtuh Hanya Satu, Seorang Korban Kritis
- Dua Korban Tewas, Berikut ini Penuturan Saksi Ambruknya Tembok SDN 141 Bukitraya, Pekanbaru
- Kabarnya Ada Mrninggal Tembok Pembatas SD di Pekanbaru Ambruk Timpa Murid dan Warga
- Pelanggaran Ops Zebra Muara Takus Didominasi Pengendara Roda Dua
- Operasi Zebra Muara Takus 2018 Polres Inhu Tilang 616 Ranmor
- Bunuh Pacar karena Handphone, Andre Divonis 12 Tahun Penjara
- Ops Zebra Muara Takus 2018 Berakhir, Pelanggar Lalu Lintas di Rohul Meningkat 14,35 Persen
- Ratusan Pengendara di Kuansing Ditilang Selama Operasi Zebra 2018
- Terbukti Menurut Jaksa,
Tiga Terdakwa Korupsi Danau Buatan, Rohil Dituntut 5 Tahun Penjara

- Operasi Zebra Siak Muara Takus 2018 di Bengkalis Usai, 1201 Tilang di Dominasi Roda Dua
- Terlindas Bus PT ASP, Seorang Murid SD di Pelalawan Tewas Menggenaskan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com