Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 16 Juli 2018 21:17
Jelang Open Turnamen, Tim Volly PWI Rohil Sparing Partner dengan Polres Rohil

Senin, 16 Juli 2018 21:14
Targetkan 11 Kursi, Golkar Kontestan Pileg Kedua yang Mendaftar ke KPU Kuansing

Senin, 16 Juli 2018 21:09
Revisi Tatib Dewan DPRD Riau Segera Disahkan

Senin, 16 Juli 2018 20:03
‎RSUD Rohul Dibimbing RSPAD Gatot Subroto Jakarta Untuk Percepatan Akreditas

Senin, 16 Juli 2018 19:58
Digagas Diskominfops, Bupati Inhil Resmikan Peluncuran Sistem Inpas

Senin, 16 Juli 2018 19:55
Besok, Sidang Perdana Money Politik di PN Rengat

Senin, 16 Juli 2018 19:34
Penjelasan Kasatpol PP Kampar Terkait Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Tenaga RTK

Senin, 16 Juli 2018 19:15
BKSDA Pasang Kamera Trap Cari Keberadaan Harimau di Kampar

Senin, 16 Juli 2018 19:00
Unjuk Rasa Tenaga RTK Berakhir Ricuh, Dua Orang Dilarikan ke RSUD Bangkinang

Senin, 16 Juli 2018 18:17
Polres Bengkalis Sukses Tangkap 2 Pemilik Narkoba

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Juli 2018 13:25
Hari Anti Narkotika Internasional, BNNP Riau Dorong Semangat Perangi Narkoba

Sempena peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, BNPP menggelar kegiatan. Tujuannya, terus menggencarkan semangat memerangi peredaran dan penyalah-gunaan Narkoba.

Riauterkini - PEKANBARU - Berlokasi di ballroom Grand Central Hotel Pekanbaru, BNNP Riau taja peringatan HANI. Gelaran ini dihadiri langsung oleh Kepala BNNP Riau, Brigjen M Wahyu Hidayat, Sekda Prov Riau, Ahmad Hijazi, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono, serta berbagai perwakilan instansi terkait lainnya.

Dalam pemaparannya, Kepala BNNP Riau Brigjen M Wahyu Hidayat gelaran ini merupakan gelaran rutin setiap tahunnya yang biasa diperingati pada tanggal 26 Juni lalu. Dimana gelaran kali ini pihaknya mengusung tema "Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa Dalam Perang Melawan Narkoba Untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia Yang Sehat Tanpa Narkoba".

"Peringatan ini memiliki makna keprihatinan terhadap pergerakan dan peredaran narkoba saat ini. Untuk itu diharapkan lewat peringatan ini dapat kembali memotivasi kita untuk melawan peredaran narkoba di Dunia, khususnya di Indonesia," katanya.

Menurutnya, narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang dapat melumpuhkan suatu bangsa. Untuk itu, Ia mengajak seluruh instansi bahkan lini masyarakat untuk memerangi dan memberantas narkoba.

"Indonesia menjadi ruang terbuka dan pangsa pasar yang cukup potensial. Dimana para pengedar memasukkan barang haram tersebut melalui jalur-jalur ilegal. Bukan hanya itu, harga yang sangat tinggi juga menjadi faktor maraknya peredaran narkoba saat ini," jelasnya.

Dirincinya, kejahatan narkoba melibatkan banyak orang bukan hanya seorang. Dimana komplotan ini membuat suatu jaringan yang terorganisir dan bekerja rapi. Untuk itu Plpemberantasan tidak boleh setengah - setengah dan dilakukan bersama-sama.

Dari 34 provinsi pada 2017, terang Wahyu, BNN mencatat sekitar 1,77 persen pengguna dari total 3,7 jutaan masyarakat Indonesia menjadi korban narkoba. Ini berusia mulai 10-59 tahun. Dan setiap tahunnya terdapat 13 ribu orang kehilangan nyawa akibat barang haram ini.

"Dewasa ini jumlah tersebut semakin meningkat, terutama generasi muda di semua lini masyarakat. Riau saja saat ini menduduki posisi ke-9 dari 34 provinsi yang ada. Jumlah korban narkoba diperkirakan 1,80 persen dari total penduduk produktif,"bebernya.

Sementara, berbagai layanan dan sosialisasi juga terus digenjarkan di Riau hingga saat ini. Dari layanan rehabilitasi tercatat 39 orang rawat inap dan 350 orang lainnya rawat jalan. "Saat ini tantangan kita semakin tinggi dimana mudahnya peredaran menggunakan medsos dan juga hadirnya jenis-jenis baru dari narkoba. Untuk itu kita mengajak seluruh instansi dan merangkul masyarakat untuk ikut berpartisipasi memerangi peredaran narkoba khususnya di Riau," tuturnya.

Sementara itu, Sekda Prov Riau, Ahmad Hijazi mewakili Gubernur Riau mengatakan kejahatan narkoba jika tak menjadi fokus perhatian dapat dijadikan senjata bagi pengedar. Bahkan peredaran narkoba di Riau dapat menjadi ancaman terbesar di 2030 khususnya di generasi muda.

"Dalam mengatasi permasalahan narkoba perlu penanganan khusus. Misalnya pendekatan kesehatan yang bertujuan memutus mata rantai penghuna narkoba dengan rehabilitasi. Ini perlu dimaksimalkan dengan merangkul masyarakat setidaknya melindungi keluarganya masing-masing," paparnya.

Dalam gelaran ini BNNP Riau juga berikan penghargaan kepada beberapa instansi yang ikut mensosialisasikan bahaya narkoba kepada karyawannya. Ada juga yang melakukan tes urin karyawan. Kemudian pemberian penghargaan kepada masyarakat dan mahasiswa yang juga berpartisipasi mengkampanyekan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dimeriahkan juga dengan siraman rohani yang disampaikan oleh ustad.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Bengkalis Sukses Tangkap 2 Pemilik Narkoba
- Tes Dini Urin, 10 Personel Polda Riau Dinyatakan Positif
- Propam Mabes Polri Sidak, Kapolresta Pekanbaru Ikut Dites Urine
- Cekal Premanisme, Polres Pelalawan Lakukan Binluh
- Promosi Jabatan, Enam Hakim PN Pekanbaru Dimutasi
- Lagi Bersihkan Parit, Petugas Dinas Kebersihan Pekanbaru Temukan Sepucuk Senpi
- Mayat Perempuan dalam Sumur Warga Talikumain, Rohul Bernama Asnawati ‎
- Pelaku Curas di Kuansing Berhasil Diamankan di Lampung
- Kasus Penyitaan Alat Berat di Pelalawan,
Saksi Ahli Ini Sebut Penyidik Gakkum BPPLHK Tebang Pilih

- Dalam Kondisi Tangan Terborgol,
DPO Kasus Narkoba di Kampar Kabur dan Diduga Nyemplung ke Sungai 

- Terkuak, Penyitaan Eksavator Milik Warga oleh Gakkum BPPLHK Diduga tak Sesuai SOP
- Warga Rohul Gempar, Ada Mayat Ditemukan di Sumur Warga Desa Talikumain
- Ops Bina Kusuma Muara Takus 2018,
Polres Rohul Turunkan Tim untuk Berantas Premanisme dan Kejahatan Jalanan

- Pelaku Diduga Penganiyaan Perempuan di Bengkalis Diringkus Polisi
- Rumah Pelaku Narkoba di Desa Mahato Digerebek Satres Narkoba Polres Rohul
- Duel 4 Lawan 1 di Pekanbaru, Satu Orang Tewas Ditebas Samurai
- Pelaku Curanmor di Pasar Kamis Kota Tengah Diciduk Polsek Kepenuhan‎ di Pasirpangaraian
- Pembunuhan di Cipta Karya, Dua Pelaku Ngaku Simpatisan ISIS Sejak 2016
- Dua Pelaku Diringkus,
Pembunuhan di Cipta Karya Pekanbaru Diakui karena Korban Menghina Islam dan Rasulullah

- Mendadak, Polres Kuansing Razia Serentak Dini Hari Tadi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com