Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Oktober 2018 15:09
Berkas dan Tersangka Pembunuhan Sadis di Jalan Cipta Karya Dilimpahkan ke Jaksa

Rabu, 17 Oktober 2018 14:59
Bahagia, 377 KK di Pematang Pudu, Bengkalis Dapatkan Rastra Pusat 3 Triwulan 2018

Rabu, 17 Oktober 2018 14:52
Dimulai Pekan Depan,
Bapenda Kembali Lakukan Pemutihan Denda Pajak


Rabu, 17 Oktober 2018 14:47
Diduga Ubah Sepihak, Verifikasi RAPBD -P Kuansing Dipending Pemprov Riau

Rabu, 17 Oktober 2018 13:38
Cemarkan Nama Baik UIR, Polda Riau Optimalkan penyelidikan Terhadap EO

Rabu, 17 Oktober 2018 12:49
Pemprov dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Konsumsi BBM

Rabu, 17 Oktober 2018 12:42
3 Maling Motor di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul

Rabu, 17 Oktober 2018 12:38
Warga Lubuk Batu Jaya, Inhu Bantu Korban Gempa Sulawesi Tenggara

Rabu, 17 Oktober 2018 12:33
Pengedar Sabu di Pedesaan di Ringkus Polres Bengkalis

Rabu, 17 Oktober 2018 11:17
Putra Asli Kampar, Letkol Aidil Amin Resmi jadi Dandim 0313/KPR

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Juli 2018 13:55
Dua Pelaku Diringkus,
Pembunuhan di Cipta Karya Pekanbaru Diakui karena Korban Menghina Islam dan Rasulullah


Mulutmu harimaumu. Nyawa Ahmad Syarwan melayang dibunuh dua pelaku yang marah karena korban telah menghina Islam dan Rasulullah SAW.

Riauterkini-PEKANBARU-Teka-teki di balik temuan mayat laki-laki bernama Ahmad Syarwan (53) di Perum Sakato, Jalan Cipta Karya, Panam, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, pada Jum'at (25/05/18) malam silam akhirnya berhasil diungkap oleh tim Sat Reskrim Polresta Pekanbaru. Lewat penyelidikan panjang, polisi pun meringkus dua tersangka utama, Rahmat Hidayat alias Abu Hamzah dan Yandi Doharman alias Abu Zakaria.

Peristiwa berdarah itu sendiri dipicu karena kedua tersangka tersinggung terhadap sikap korban karena pernah menghina Rasulullah Muhammad SAW dan agama Islam. Hal itu diakui langsung oleh kedua tersangka saat dihadirkan di sela ekspose di Mapolresta Pekanbaru, Jum'at (13/07/18). Pemicu itulah yang kemudian membuat kedua tersangka merencanakan pembunuhan. Mereka berdua berpura-pura bertamu ke rumah korban dan selanjutnya menghabisi nyawa korban dengan menikamnya menggunakan sebilah sangkur.

"Kami tersinggung karena dia (korban) pernah bilang kalau Rasulullah itu tidak ada dan Islam itu agama yang nggak benar, agama yang keras. Lalu kami berdua sepakat untuk 'melewatkan' (membunuh) dia. Saya tusuk 10 kali di perutnya," ujar salah satu tersangka, Abu Hamzah kepada riauterkini.com.

Hal senada juga diakui oleh rekan yang bersangkutan, Abu Zakaria. Setelah tersinggung dengan korban, ia bersama tersangka Abu Hamzah pun mulai mempersiapkan pembunuhan. Keduanya lebih dulu membeli sebilah sangkur dan mendatangi rumah korban untuk berpura-pura bertamu.

"Setelah beli sangkur, kami berdua datang ke rumahnya. Setelah itu kami lakukan (membunuh korban). Saya bantu cekik leher korban, nusuk lehernya dan sayat lehernya pakai sangkur," kisah Abu Zakaria menceritakan.

Puas menghabisi nyawa korban, kedua tersangka lalu mengambil uang tunai dan handphone milik korban. Uang itulah yang digunakan tersangka untuk biaya selama melarikan diri.

Di lokasi yang sama Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto menjelaskan, dua tersangka sendiri ditangkap di dua lokasi berbeda. Pihaknya lebih dulu meringkus tersangka Abu Hamzah di Pekanbaru pada awal Juli silam. Dari hasil pengembangan, petugas kembali menangkap satu tersangka tambahan, Abu Zakaria di daerah Baloi, Batam, Kepulauan Riau, Jum'at (06/07/18) lalu.

"Dari pengungkapan ini, kita amankan juga barang bukti sebilah sangkur, handphone milik korban dan satu unit motor milik salah satu tersangka. Pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka sangat terencana. Terhadap keduanya, kita jerat dengan Pasal 338 KUHP jo 365 KUHP dengan ancaman 15 atau 20 tahun penjara," tutup Santo.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Berkas dan Tersangka Pembunuhan Sadis di Jalan Cipta Karya Dilimpahkan ke Jaksa
- Cemarkan Nama Baik UIR, Polda Riau Optimalkan penyelidikan Terhadap EO
- 3 Maling Motor di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul
- Pengedar Sabu di Pedesaan di Ringkus Polres Bengkalis
- Polisi di Robul Tangkap Residivis di Kontrakan dan Sita 11 Paket Sabu
- Mayat Penuh Luka Terbungkus Karung Pupuk Ditemukan di Pelalawan
- Nyabu Sekaligus Penggedar, Dua Honorer di Bengkalis Diringkus Polisi
- 5 Pelayan Warung Remang-remang di Pagaran Tapah Digiring Satpol PP Rohul
- Dua Juru Tulis Judi Togel di Tambusai Utara Rohul Terciduk Polisi
- Danlanal Dumai Beri Penghargaan Nelayan Tenmkan M-16
- Oknum Polisi Terjerat TPPU Penyelundupan Trenggiling Dituntut 3 Tahun Penjara
- Diduga Mesum, Satpol PP Pekanbaru Amankan 29 Muda-mudi
- Motor Masuk Kolong CRV Picu Tabrakan Beruntun di Fly Over Sudirman Pekanbaru
- Telegram Kapolri Beredar, Wakapolda Riau Ikut Dimutasi
- Termasuk Kapolres Kuansing, Beredar Telegram Kapolri Soal Mutasi Sejumlah Perwira Tinggi
- Pembunuh Anak Mantan Camat di Kuansing Terancam 20 Tahun Penjara
- Heboh, Warga Siakkecil, Bengkalis Temukan Bayi Dibuang di Tepi Jalan
- Perkara Pencemaran Nama Baik Bupati Bengkalis, Jaksa Hadirkan Saksi Ahli Hukum Pidana
- Buru Babi Hutan, Kasdin Ditemukan Tewas dalam Sumur Tua
- Lakalantas Maut, Istri Meninggal Dunia Kepsek SMKN 1 Rengat Inhu Kritis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com