Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Agustus 2018 14:38
Bupati dan Wabup Kampar Berkurban di Kampung Halaman

Rabu, 22 Agustus 2018 14:21
Hakim PN Pelalawan Nyatakan BPPHLHK Salah Tangkap Alat Berat Milik Seorang Warga

Rabu, 22 Agustus 2018 14:14
Hendak Dipotong, Sapi Kurban di Pasirpangaraian Ini Kabur ke Jalan

Rabu, 22 Agustus 2018 14:11
Hasil Tabungan Karyawan,
Dua RS Besar di Duri Ini Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban


Rabu, 22 Agustus 2018 14:03
Usai Shalat Ied, Bupati dan Kapolres Langsung Tinjau Kantor Dinsos yang Terbakar

Rabu, 22 Agustus 2018 13:48
Diguyur Hujan, Shalat Ied Batal Digelar di Lapangan Limuno Kuansing

Rabu, 22 Agustus 2018 13:43
Kantor Dinas Sosial Kuansing di Lalap si Jago Merah

Rabu, 22 Agustus 2018 08:55
Sholat Idul Adha di Duri, Bupati Bengkalis Ajak Teladani Nabi Ibrahim

Rabu, 22 Agustus 2018 08:51
Pimpin Takbir Idul Adha, Bupati Kuasning Ajak Masyarakat Kian Cinta Agama

Rabu, 22 Agustus 2018 08:48
20 Mobil Hias Semarakkan Takbiran Idhul Adha di Kabupaten Pelalawan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Juli 2018 13:55
Dua Pelaku Diringkus,
Pembunuhan di Cipta Karya Pekanbaru Diakui karena Korban Menghina Islam dan Rasulullah


Mulutmu harimaumu. Nyawa Ahmad Syarwan melayang dibunuh dua pelaku yang marah karena korban telah menghina Islam dan Rasulullah SAW.

Riauterkini-PEKANBARU-Teka-teki di balik temuan mayat laki-laki bernama Ahmad Syarwan (53) di Perum Sakato, Jalan Cipta Karya, Panam, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, pada Jum'at (25/05/18) malam silam akhirnya berhasil diungkap oleh tim Sat Reskrim Polresta Pekanbaru. Lewat penyelidikan panjang, polisi pun meringkus dua tersangka utama, Rahmat Hidayat alias Abu Hamzah dan Yandi Doharman alias Abu Zakaria.

Peristiwa berdarah itu sendiri dipicu karena kedua tersangka tersinggung terhadap sikap korban karena pernah menghina Rasulullah Muhammad SAW dan agama Islam. Hal itu diakui langsung oleh kedua tersangka saat dihadirkan di sela ekspose di Mapolresta Pekanbaru, Jum'at (13/07/18). Pemicu itulah yang kemudian membuat kedua tersangka merencanakan pembunuhan. Mereka berdua berpura-pura bertamu ke rumah korban dan selanjutnya menghabisi nyawa korban dengan menikamnya menggunakan sebilah sangkur.

"Kami tersinggung karena dia (korban) pernah bilang kalau Rasulullah itu tidak ada dan Islam itu agama yang nggak benar, agama yang keras. Lalu kami berdua sepakat untuk 'melewatkan' (membunuh) dia. Saya tusuk 10 kali di perutnya," ujar salah satu tersangka, Abu Hamzah kepada riauterkini.com.

Hal senada juga diakui oleh rekan yang bersangkutan, Abu Zakaria. Setelah tersinggung dengan korban, ia bersama tersangka Abu Hamzah pun mulai mempersiapkan pembunuhan. Keduanya lebih dulu membeli sebilah sangkur dan mendatangi rumah korban untuk berpura-pura bertamu.

"Setelah beli sangkur, kami berdua datang ke rumahnya. Setelah itu kami lakukan (membunuh korban). Saya bantu cekik leher korban, nusuk lehernya dan sayat lehernya pakai sangkur," kisah Abu Zakaria menceritakan.

Puas menghabisi nyawa korban, kedua tersangka lalu mengambil uang tunai dan handphone milik korban. Uang itulah yang digunakan tersangka untuk biaya selama melarikan diri.

Di lokasi yang sama Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto menjelaskan, dua tersangka sendiri ditangkap di dua lokasi berbeda. Pihaknya lebih dulu meringkus tersangka Abu Hamzah di Pekanbaru pada awal Juli silam. Dari hasil pengembangan, petugas kembali menangkap satu tersangka tambahan, Abu Zakaria di daerah Baloi, Batam, Kepulauan Riau, Jum'at (06/07/18) lalu.

"Dari pengungkapan ini, kita amankan juga barang bukti sebilah sangkur, handphone milik korban dan satu unit motor milik salah satu tersangka. Pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka sangat terencana. Terhadap keduanya, kita jerat dengan Pasal 338 KUHP jo 365 KUHP dengan ancaman 15 atau 20 tahun penjara," tutup Santo.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Hakim PN Pelalawan Nyatakan BPPHLHK Salah Tangkap Alat Berat Milik Seorang Warga
- Hakim Tak Lengkap, Vonis Tiga PNS Dispenda Riau Terjerat Korupsi SPPD Fiktif Ditunda
- ‎Diduga Bacok Anggotanya,
Mandor Kebun Sawit Ini Ditangkap Polsek Kepenuhan Rohul

- 7 Kios Semi Permanen di Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Kebakaran Terjadi di Pemukiman Padat Penduduk Kota Selatpanjang
- Korupsi Dana Desa, Mantan Pj Kades di Bengkalis Dihukum 4 Tahun Penjara
- Terkait Penghina Agama Islam,
Ketua Harian IKBDS: Jangan Sangkut Pautkan dengan Organisasi Batak

- Polda Riau Tetapkan 19 Tersangka Perkara Kathutla
- Ngaku Medsosnya Dibajak, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Hina Agama Islam
- Brigjen Widodo Eko Prihastopo Resmi Menjadi Kapolda Riau
- Terima Gratifikasi di Atas Sejuta, Penyelenggara Negara di Rohul Wajib Laporkan ke KPK RI
- Geledah Mobil Agya,
Polsek Tambusai‎ Utara Tangkap Pengedar dan Sita 7 Paket Sabu

- Miliki Ganja, Tukang Panen Sawit di Kuansing Diciduk Polisi
- Dikendalikan dari Lapas Tangerang,
Tim Gabungan BNN Pusat dan BNNP Riau Amankan 30 Ribu Butir Inex di Dumai

- Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi
- Moment HUT ke-73 RI, 3.834 Narapidana Riau Dapatkan Remisi
- Sesosok Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung dalam Kolam di Lubuk Ogong Pelalawan
- Dituding Makar, Neno Warisman Dilaporkan ke Polda Riau
- Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda
- Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com