Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 14 Desember 2018 13:28
Inhil Dinobatkan sebagai Kabupaten dengan Pembinaan KUR Terbaik

Jum’at, 14 Desember 2018 13:25
Rekanan Pemenang Tender Ungkap Ada Mafia Proyek di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci

Jum’at, 14 Desember 2018 13:20
Mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono Tiba di Pekanbaru

Jum’at, 14 Desember 2018 12:56
Beri Gelar Adat ke Jokowi, LAM Riau Mengaku Tak Tersandera

Jum’at, 14 Desember 2018 12:34
Pelajari RKPD, Dewan Kuansing Stuban ke Batam

Jum’at, 14 Desember 2018 12:26
Keempat Kali, Hera Tri Wahyuni Terpilih sebagai Ketua GOW Kabupaten Bengkalis

Jum’at, 14 Desember 2018 12:09
SKK Migas-EMP Santuni Anak Yatim Sebelum Lakukan Pengeboran di MSBY-03

Jum’at, 14 Desember 2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Jum’at, 14 Desember 2018 08:51
Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.

Jum’at, 14 Desember 2018 07:40
Kesetrum.Listrik Saat Banjir, Jenazah Warga Kampar Sempat Hanyut Dua Hari

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Juli 2018 13:55
Dua Pelaku Diringkus,
Pembunuhan di Cipta Karya Pekanbaru Diakui karena Korban Menghina Islam dan Rasulullah


Mulutmu harimaumu. Nyawa Ahmad Syarwan melayang dibunuh dua pelaku yang marah karena korban telah menghina Islam dan Rasulullah SAW.

Riauterkini-PEKANBARU-Teka-teki di balik temuan mayat laki-laki bernama Ahmad Syarwan (53) di Perum Sakato, Jalan Cipta Karya, Panam, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, pada Jum'at (25/05/18) malam silam akhirnya berhasil diungkap oleh tim Sat Reskrim Polresta Pekanbaru. Lewat penyelidikan panjang, polisi pun meringkus dua tersangka utama, Rahmat Hidayat alias Abu Hamzah dan Yandi Doharman alias Abu Zakaria.

Peristiwa berdarah itu sendiri dipicu karena kedua tersangka tersinggung terhadap sikap korban karena pernah menghina Rasulullah Muhammad SAW dan agama Islam. Hal itu diakui langsung oleh kedua tersangka saat dihadirkan di sela ekspose di Mapolresta Pekanbaru, Jum'at (13/07/18). Pemicu itulah yang kemudian membuat kedua tersangka merencanakan pembunuhan. Mereka berdua berpura-pura bertamu ke rumah korban dan selanjutnya menghabisi nyawa korban dengan menikamnya menggunakan sebilah sangkur.

"Kami tersinggung karena dia (korban) pernah bilang kalau Rasulullah itu tidak ada dan Islam itu agama yang nggak benar, agama yang keras. Lalu kami berdua sepakat untuk 'melewatkan' (membunuh) dia. Saya tusuk 10 kali di perutnya," ujar salah satu tersangka, Abu Hamzah kepada riauterkini.com.

Hal senada juga diakui oleh rekan yang bersangkutan, Abu Zakaria. Setelah tersinggung dengan korban, ia bersama tersangka Abu Hamzah pun mulai mempersiapkan pembunuhan. Keduanya lebih dulu membeli sebilah sangkur dan mendatangi rumah korban untuk berpura-pura bertamu.

"Setelah beli sangkur, kami berdua datang ke rumahnya. Setelah itu kami lakukan (membunuh korban). Saya bantu cekik leher korban, nusuk lehernya dan sayat lehernya pakai sangkur," kisah Abu Zakaria menceritakan.

Puas menghabisi nyawa korban, kedua tersangka lalu mengambil uang tunai dan handphone milik korban. Uang itulah yang digunakan tersangka untuk biaya selama melarikan diri.

Di lokasi yang sama Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto menjelaskan, dua tersangka sendiri ditangkap di dua lokasi berbeda. Pihaknya lebih dulu meringkus tersangka Abu Hamzah di Pekanbaru pada awal Juli silam. Dari hasil pengembangan, petugas kembali menangkap satu tersangka tambahan, Abu Zakaria di daerah Baloi, Batam, Kepulauan Riau, Jum'at (06/07/18) lalu.

"Dari pengungkapan ini, kita amankan juga barang bukti sebilah sangkur, handphone milik korban dan satu unit motor milik salah satu tersangka. Pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka sangat terencana. Terhadap keduanya, kita jerat dengan Pasal 338 KUHP jo 365 KUHP dengan ancaman 15 atau 20 tahun penjara," tutup Santo.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Rekanan Pemenang Tender Ungkap Ada Mafia Proyek di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci
- Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru
- Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.
- Kesetrum.Listrik Saat Banjir, Jenazah Warga Kampar Sempat Hanyut Dua Hari
- Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas  Tertabrak Truk
- Polres Pelalawan Sikat Dua Pelaku Judi Togel
- Nihil Syarat Wajib, Pria Ini Malah Bisa Lulus 10 Besar Timsel II KPU Bengkalis
- Lagi Pengedar Sabu diamankan di Kuansing
- Dua Korban Banjir Kampar Ditemukan Tak Bernyawa
- Korupsi Anggaran PJU, Mantan Kadishub dan Bendahara Dishub Rohul Diadili
- Tiga "Penggendong" Sabu 55 Kg dan 46 Ribu Butir Ekstasi Dituntut Hukuman Mati
- Pengamanan Natal dan Tahun Baru,
Polda Riau Buka Latihan Pra Operasi Lilin Muara Takus 2018

- Proyek Sitac Work Smart Phone tak Dibayar, PT RAB Somasi Dua Perusahaan
- Investasi Berujung Pidana, Dirut PT SSS Yakin Kasus yang Menjeratnya Murni Perdata
- Tenggelam di Sungai Air Hitam,
Jasad Bocah SMP di Pekanbaru Ditemukan Tersangkut di Semak

- Dihajar Massa Saat Diduga Menjambret,
Bz Akhirnya Meregang Nyawa di Rumah Sakit

- Mayat 'Berserakan' di Perairan Bengkalis,
Polres Bengkalis Tetapkan Dua Tekong Sebagai Tersangka

- Merampok di Inhu Dua Pelaku Ditangkap di Jambi
- Mayat 'Berserakan' di Perairan Bengkalis,
Akibat Speedboat Muatan Orang Tenggelam di Perairan Rupat

- Antar Shabu Bernilai Seratusan Juta ke BS, Bengkalis, Warga Rohil Ditangkap Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com