Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Maret 2019 21:18
7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan

Selasa, 19 Maret 2019 21:02
Pemkab Inhil Serahkan Bantuan Bagi Warga Sulteng Korban Bencana Gempa dan Tsunami

Selasa, 19 Maret 2019 19:04
Bahaya PTM, Puluhan Pedagang dan Warga di Bantan, Bengkalis Diperiksa Kesehatannya

Selasa, 19 Maret 2019 17:37
Sambut HUT Ke-21 Kementerian BUMN,
Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus


Selasa, 19 Maret 2019 17:23
Di Hadapan Kadisdik Riau, Siswa Pemukul Kepsek di Inhu Berdamai

Selasa, 19 Maret 2019 17:11
Gubri Ajak Kada di Riau Sukseskan Pemilu Serentak 2019

Selasa, 19 Maret 2019 17:05
Apindo Riau: Kenaikan UMSP Migas 2019 Sebesar 3 Persen

Selasa, 19 Maret 2019 16:38
Mediasi di Kantor Desa Bangun Jaya,
Direksi PT. BAG Terlibat Adu Mulut dengan Masyarakat dan Pemegang Saham


Selasa, 19 Maret 2019 16:28
Bupati Kuansing Imbau Wajib Pajak Lapor SPT Melalui e-Filing

Selasa, 19 Maret 2019 16:19
Husaimi Yakini PPP Isi Posisi Wabup Kampar

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Juli 2018 13:55
Dua Pelaku Diringkus,
Pembunuhan di Cipta Karya Pekanbaru Diakui karena Korban Menghina Islam dan Rasulullah


Mulutmu harimaumu. Nyawa Ahmad Syarwan melayang dibunuh dua pelaku yang marah karena korban telah menghina Islam dan Rasulullah SAW.

Riauterkini-PEKANBARU-Teka-teki di balik temuan mayat laki-laki bernama Ahmad Syarwan (53) di Perum Sakato, Jalan Cipta Karya, Panam, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, pada Jum'at (25/05/18) malam silam akhirnya berhasil diungkap oleh tim Sat Reskrim Polresta Pekanbaru. Lewat penyelidikan panjang, polisi pun meringkus dua tersangka utama, Rahmat Hidayat alias Abu Hamzah dan Yandi Doharman alias Abu Zakaria.

Peristiwa berdarah itu sendiri dipicu karena kedua tersangka tersinggung terhadap sikap korban karena pernah menghina Rasulullah Muhammad SAW dan agama Islam. Hal itu diakui langsung oleh kedua tersangka saat dihadirkan di sela ekspose di Mapolresta Pekanbaru, Jum'at (13/07/18). Pemicu itulah yang kemudian membuat kedua tersangka merencanakan pembunuhan. Mereka berdua berpura-pura bertamu ke rumah korban dan selanjutnya menghabisi nyawa korban dengan menikamnya menggunakan sebilah sangkur.

"Kami tersinggung karena dia (korban) pernah bilang kalau Rasulullah itu tidak ada dan Islam itu agama yang nggak benar, agama yang keras. Lalu kami berdua sepakat untuk 'melewatkan' (membunuh) dia. Saya tusuk 10 kali di perutnya," ujar salah satu tersangka, Abu Hamzah kepada riauterkini.com.

Hal senada juga diakui oleh rekan yang bersangkutan, Abu Zakaria. Setelah tersinggung dengan korban, ia bersama tersangka Abu Hamzah pun mulai mempersiapkan pembunuhan. Keduanya lebih dulu membeli sebilah sangkur dan mendatangi rumah korban untuk berpura-pura bertamu.

"Setelah beli sangkur, kami berdua datang ke rumahnya. Setelah itu kami lakukan (membunuh korban). Saya bantu cekik leher korban, nusuk lehernya dan sayat lehernya pakai sangkur," kisah Abu Zakaria menceritakan.

Puas menghabisi nyawa korban, kedua tersangka lalu mengambil uang tunai dan handphone milik korban. Uang itulah yang digunakan tersangka untuk biaya selama melarikan diri.

Di lokasi yang sama Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto menjelaskan, dua tersangka sendiri ditangkap di dua lokasi berbeda. Pihaknya lebih dulu meringkus tersangka Abu Hamzah di Pekanbaru pada awal Juli silam. Dari hasil pengembangan, petugas kembali menangkap satu tersangka tambahan, Abu Zakaria di daerah Baloi, Batam, Kepulauan Riau, Jum'at (06/07/18) lalu.

"Dari pengungkapan ini, kita amankan juga barang bukti sebilah sangkur, handphone milik korban dan satu unit motor milik salah satu tersangka. Pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka sangat terencana. Terhadap keduanya, kita jerat dengan Pasal 338 KUHP jo 365 KUHP dengan ancaman 15 atau 20 tahun penjara," tutup Santo.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- 7 Tahanan Kejari Kabur di PN Pelalawan
- Curi Besi Tower Sutet, Dua Pemuda Desa Koto Perambahan Kampar Diamankan Polisi
- Kepala SMPN 5 Mandau, OTT Pungli Seragam Sekolah Dituntut Lima Tahun Penjara.
- Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul
- Tabrakan di Pelalawan, Ketua KPU Inhil Alami Patah Kaki
- Frustasi Dilarang Ikut Ujian Pemicu Siswa Pukul Kepsek di Inhu
- Wanita Pengedar Sabu di Gunung Sahilan, Kampar Ditangkap Piolisi
- Seorang Kepala Sekolah di Inhu Dianiaya Muridnya Sendiri
- Jadi Tersangka Proyek Jembatan WFC Bangkinang, ADN Diminta Terbuka Jangan Pasang Badan
- Memukat Ikan tak Kembali, Dua Pria di Ujung Batu Rohul Diduga Hanyut di Sungai Rokan
- Diduga Hasil Curian,
Warga Bengkalis Temukan Sepeda Motor Disimpan di Kebun

- Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Segera Disidang
- Kerugian Rp39,2 Miliar, KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Jembatan Bangkinang
- Video Polisi Gadungan Berpistol Hebohkan Masyarakat, Polresta Pekanbaru Lakukan Penyelidikan
- Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili
- Terduga Teroris, Densus 88 Tangkap RG di Rohil
- Polda Riau Musnahkan 11 Kilogram Sabu
- Penjelasan Pemkab Terkait Bupati Kuansing Digugat ke Pengadilan karena Hutang
- Pelaku Hipnotis Berhasil Memperdayai Korbannya di Kampar Sebelum Dibekuk Warga
- Ketua MPW PP Riau, Minta Maaf Terkait Video Editan Yang Beredar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com