Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 19 Januari 2019 15:51
Bupati Bengkalis: Jangan 'Sunat' Bantuan Kesejahteraan Guru Honor Madrasah

Sabtu, 19 Januari 2019 15:47
Satlantas Polres Kuansing Deklarasikan MRSF

Sabtu, 19 Januari 2019 15:38
Polres Rohil Hadiri Pertemuan Silarurrahmi PWI Rohil

Sabtu, 19 Januari 2019 14:05
Pemkab Inhil Audiensi ke Kemenristek Dikti,
Pusat Akan Jadikan Inhil Kluster Kelapa Nasional


Sabtu, 19 Januari 2019 14:01
Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati

Jum’at, 18 Januari 2019 21:51
Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Membatik ke Balai Industri Padang

Jum’at, 18 Januari 2019 21:34
Belum Miliki Identitas, Seribuan Napi Lapas Bengkalis Jadi Target Rekam KTP El

Jum’at, 18 Januari 2019 19:02
Plt Bupati Kampar Serahkan DPA 2019 kepada Seluruh OPD

Jum’at, 18 Januari 2019 18:55
Ditangkap Setelah Anak Lahir, Pemuda Setubuhi Anak Bawah Umur di Rohul Diciduk Polisi

Jum’at, 18 Januari 2019 18:35
Dandim 0314 Silahturahmi ke Kantor Bupati Inhil

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 Juli 2018 14:03
Mudah Dimanfaatkan Pelaku, Jadi Penyebab Mahasiswa di Pekanbaru ‎Terlibat Jaringan Narkoba

Kapolresta Pekanbaru mengaku prihatin atas terjaringnya mahasiswa yang diduga terlibat jaringan narkoba. Mereka dinilai terlalu mudah dimanfaatkan pelaku.

Riauterkini-PEKANBARU-Sejak beberapa hari terakhir, polisi berhasil mengungkap jaringan penyalahgunaan narkoba skala besar di Pekanbaru. Mirisnya, dari pengungkapan itu, beberapa pelaku bahkan masih tergolong muda dan masih berstatus mahasiswa.

Keterlibatan mahasiswa dalam jaringan narkoba itupun turut menyita perhatian serius dari Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto. Pamen berkepala pelontos ini pun angkat bicara perihal terjerumusnya para generasi muda tersebut. Dia menilai, mahasiswa dengan gampang terjerumus sebagai pengedar atau kurir narkoba disebabkan karena mudahnya mereka dipengaruhi oleh para pelaku.

Selain karena bujuk rayu, upah yang menggiurkan juga menjadi penyebab sejumlah oknum mahasiswa mau terjun ke dunia hitam narkoba. Penilaian itu disampaikan langsung oleh Santo ketika menggelar ekspose trio kurir narkoba senilai Rp3,6 miliar di Polsek Lima Puluh, Rabu (18/07/18). Salah satu tersangka juga masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru.

"Fenomenanya, dalam beberapa kasus ada oknum mahasiswa terlibat (jaringan penyalahgunaan narkoba). Mereka terlibat karena mudah dimanfaatkan oleh pelaku. Bisa melalui pergaulan atau melalui medsos," gumamnya.

Selain itu, sambungnya, upah dari berbisnis barang haram tersebut juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Dengan mengesampingkan resiko, mayoritas mahasiswa tergiur dengan uang dengan jumlah besar dari hasil menjual atau mengantarkan narkoba kepada pemesan. Uang itupun bisa didapatkan hanya dengan waktu yang singkat tanpa harus menunggu berbulan-bulan.

Sementara itu, berdasarkan rangkuman riauterkini.com, jajaran Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap dua kasus besar penyalahgunaan narkoba yang melibatkan mahasiswa sejak sebulan terakhir. Keberhasilan itu ditorehkan oleh Polsek Senapelan dan Polsek Lima Puluh. Polsek Senapelan membongkar jaringan pengedar narkoba bernilai Rp3,1 miliar pada tanggal 23 dan 24 Juni lalu. Dari pengungkapan itu, polisi meringkus tiga tersangka dan dua diantaranya masih mahasiswa. Turut diamankan pula 2 bungkus plastik sabu-sabu seberat 2 kilogram, 573 butir ekstasi merk Kenzo, 14 paket sabu-sabu berukuran kecil, satu unit timbangan digital merk Ken Master, puluhan plastik kosong pembungkus sabu, satu unit motor dan tiga unit handphone.

Selanjutnya giliran Polsek Lima Puluh yang berhasil menggulung tiga orang kurir narkoba senilai Rp3,6 miliar. Tiga kurir itu digulung berbarengan di kediaman salah satu tersangka di Jalan Rambutan V, Blok F, RT004/RW001, Kecamatan Marpoyan Damai, Senin (16/07/18) pukul 15.00 WIB awal pekan lalu. Satu dari tersangka bahkan masih berstatus mahasiswa. Dari ketiganya, didapatkan juga barang bukti 3.220 butir pil Happy Five, 2.700 ekstasi berlogo minion dan kodok serta tiga bungkus besar sabu-sabu seberat 3,2 kilogram.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati
- Ditangkap Setelah Anak Lahir, Pemuda Setubuhi Anak Bawah Umur di Rohul Diciduk Polisi
- Suskseskan Millenial Road Safety Festival, Sat Lantas Polresta Pekanbaru Gandeng Komunitas Motor
- Diduga Edar dan Pesta Sabu, 5 Tersangka Diringkus Polres Bengkalis
- Polresta Pekanbaru Tangkap Kurir 8.617 Butir Ekstasi
- Pinjam Motor Vario tak Dikembalikan, Warga Sumut Diciduk Polisi Rohul di Pasirpangaraian
- 3 Kurir 55 Kg Sabu dan 46 Ribu Butir Ekstasi Divonis Mati PN Bengkalis
- 2018, DJBC Riau Amankan Produk Ilegal Senilai Rp56,42 Miliar
- Warungnya Digerebek Polisi Rohul, Wanita Asal Mahato Simpan Paket Sabu
- Terlibat Judi, Seorang Caleg Golkar Disidang di PN Pelalawan
- Juru Tulis Togel Asal Kasang Padang Ditangkap Polisi Rohul
- Pertanyakan Pengalihan Tahanan, Hakim Minta Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA, Banyak Berdo'a
- Divonis Hakim 7 Tahun, Seorang Terdakwa Kasus Narkoba Meraung-raung di PN Pelalawan
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- 2 Tersangka Diburu, Polda Riau Musnahkan 37 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
- Ditinggal Pekerja Sarapan, Bengkel Las di BS,  Bengkalis Ludes  Terbakar
- Polres Kuansing Amankan Tiga Tersangka Narkoba
- Kembali Muncul Penistaan Agama Lewat Medsos di Mandau
- Mantan Kadis PUPR Riau dan juga Terpidana Korupsi RTH Dihadirkan Kepersidangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com