Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 April 2019 08:50
Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan

Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker

Jum’at, 19 April 2019 16:06
Tentang PSU/PSL, KPU Belum Terima Rekomendasi Resmi

Jum’at, 19 April 2019 14:46
Bawa Sabu 20 Gram, Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk Diamankan Petugas Rutan

Jum’at, 19 April 2019 12:45
Viral di Medsos Suara Prabowo Hilang 100,
KPU Dumai Akui Salah dan Minta Maaf


Jum’at, 19 April 2019 11:30
Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar

Jum’at, 19 April 2019 08:00
Bawaslu Riau Rekomendasikan 98 TPS Gelar PSL dan PSU

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 Juli 2018 14:03
Mudah Dimanfaatkan Pelaku, Jadi Penyebab Mahasiswa di Pekanbaru ‎Terlibat Jaringan Narkoba

Kapolresta Pekanbaru mengaku prihatin atas terjaringnya mahasiswa yang diduga terlibat jaringan narkoba. Mereka dinilai terlalu mudah dimanfaatkan pelaku.

Riauterkini-PEKANBARU-Sejak beberapa hari terakhir, polisi berhasil mengungkap jaringan penyalahgunaan narkoba skala besar di Pekanbaru. Mirisnya, dari pengungkapan itu, beberapa pelaku bahkan masih tergolong muda dan masih berstatus mahasiswa.

Keterlibatan mahasiswa dalam jaringan narkoba itupun turut menyita perhatian serius dari Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto. Pamen berkepala pelontos ini pun angkat bicara perihal terjerumusnya para generasi muda tersebut. Dia menilai, mahasiswa dengan gampang terjerumus sebagai pengedar atau kurir narkoba disebabkan karena mudahnya mereka dipengaruhi oleh para pelaku.

Selain karena bujuk rayu, upah yang menggiurkan juga menjadi penyebab sejumlah oknum mahasiswa mau terjun ke dunia hitam narkoba. Penilaian itu disampaikan langsung oleh Santo ketika menggelar ekspose trio kurir narkoba senilai Rp3,6 miliar di Polsek Lima Puluh, Rabu (18/07/18). Salah satu tersangka juga masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru.

"Fenomenanya, dalam beberapa kasus ada oknum mahasiswa terlibat (jaringan penyalahgunaan narkoba). Mereka terlibat karena mudah dimanfaatkan oleh pelaku. Bisa melalui pergaulan atau melalui medsos," gumamnya.

Selain itu, sambungnya, upah dari berbisnis barang haram tersebut juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Dengan mengesampingkan resiko, mayoritas mahasiswa tergiur dengan uang dengan jumlah besar dari hasil menjual atau mengantarkan narkoba kepada pemesan. Uang itupun bisa didapatkan hanya dengan waktu yang singkat tanpa harus menunggu berbulan-bulan.

Sementara itu, berdasarkan rangkuman riauterkini.com, jajaran Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap dua kasus besar penyalahgunaan narkoba yang melibatkan mahasiswa sejak sebulan terakhir. Keberhasilan itu ditorehkan oleh Polsek Senapelan dan Polsek Lima Puluh. Polsek Senapelan membongkar jaringan pengedar narkoba bernilai Rp3,1 miliar pada tanggal 23 dan 24 Juni lalu. Dari pengungkapan itu, polisi meringkus tiga tersangka dan dua diantaranya masih mahasiswa. Turut diamankan pula 2 bungkus plastik sabu-sabu seberat 2 kilogram, 573 butir ekstasi merk Kenzo, 14 paket sabu-sabu berukuran kecil, satu unit timbangan digital merk Ken Master, puluhan plastik kosong pembungkus sabu, satu unit motor dan tiga unit handphone.

Selanjutnya giliran Polsek Lima Puluh yang berhasil menggulung tiga orang kurir narkoba senilai Rp3,6 miliar. Tiga kurir itu digulung berbarengan di kediaman salah satu tersangka di Jalan Rambutan V, Blok F, RT004/RW001, Kecamatan Marpoyan Damai, Senin (16/07/18) pukul 15.00 WIB awal pekan lalu. Satu dari tersangka bahkan masih berstatus mahasiswa. Dari ketiganya, didapatkan juga barang bukti 3.220 butir pil Happy Five, 2.700 ekstasi berlogo minion dan kodok serta tiga bungkus besar sabu-sabu seberat 3,2 kilogram.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker
- Bawa Sabu 20 Gram, Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk Diamankan Petugas Rutan
- Selesai Pemilu, Polres Kuansing Akan Gelar Perkara Kasus Alfitra Salam
- Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara
- Bikin Keluarga Berantakan, Dugaan Selingkuh Oknum DPRD Kuansing Diharap Cepat Tuntas
- Irwasda Polda Riau Pimpin Apel Serpas Personel BKO dan Polres Kampar untuk Pam TPS
- Polda Riau Tetapkan 15 Tersangka Pelaku Pembakar Lahan
- PUPR Buat Laporan ke Polsek Bukit Raya,
Baut dan Penangkal Petir Jembatan Siak IV Dicuri OTK

- Gondol Rokok.Rp1.5 M, Polda Riau Buru Otak Rampok Mobil Box Sampoerna
- Polres Kuansing Pastikan Penyelidikan Kasus Dugaan Perselingkuhan Oknum Dewan Berlanjut
- Diterkam Buaya Jasad Bocah 5 Tahun di Temukan Utuh Sejauh 30 Kilometer
- Picu Lakalantas 3 Tewas, Forul LLAJ Kampar Ingatkan Bahaya U-Turn Ilegal
- ‎Terduga Pengedar Sabu di Desa Sejati Ditangkap Polisi Rohul
- Sepekan Hilang, Bocah Perempuan 5 Tahun di Bonai Rohul Ditemukan Membusuk dalam Parit
- Aparat Hukum Diminta Tindak Tegas Jual Beli Penambangan Pasir Ilegal di Bengkalis
- Dua Kaki Pelaku Dilumpuhkan,
Pelaku Curas di Rumah Janda Bertambah Jadi 5 Orang, Begini Kronologinya

- Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad dan Dua Rekanan Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes Dituntut Hukuman Berbeda
- Dihadapan Ratusan Pencaker di Duri, Kadisnakertrans Bengkalis Berharap Peserta Serius
- Dua Dilumpuhkan Dengan Timah Panas, Lima Perampok di Rohul Diringkus
- Termasuk Pelajar, Polisi Ringkus Pengedar Ganja dan Sabu Puluhan Paket di Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com