Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Desember 2018 10:34
PT MAL Cuekin Jalan Antar Desa di Kerumutan, Pelalawan Hancur

Senin, 10 Desember 2018 10:25
Tokoh Masyarakat Kuansing Minta Gedung Kampus Uniks Difungsikan

Senin, 10 Desember 2018 10:18
Vakum Beberapa Tahun, IMUB se- Sumbar Kembali Eksis

Senin, 10 Desember 2018 09:55
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, ASN Pemda Pelalawan Jalani Tes Urine

Senin, 10 Desember 2018 08:23
Wan Thamrin Jalani Gladi Pelantikan Gubri di Istana Presiden

Senin, 10 Desember 2018 07:25
Banjir Luapan Sungai Kampar Bikin Banyak Warga Begadang

Senin, 10 Desember 2018 07:20
HIPPMIH Pekanbaru Rancang Seminar Nasional Cari Solusi Anjloknya Harga Kelapa

Ahad, 9 Desember 2018 22:42
Pengumuman Kelulusan SKB CPNS Pemprov Riau Tunggu Pusat

Ahad, 9 Desember 2018 22:35
Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif

Ahad, 9 Desember 2018 18:50
Warga Minta Pemkab Bengkalis Perbaiki Jalan Poros Pematang Duku Timur

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 8 Agustus 2018 15:18
Tiga Napi Ditangkap 'Impor' Sekilo Ganja Kering di Lapas Bengkalis

Tiga napi Lapas Bengkalis tertangkap memiliki ganja kering di dalam salah satu selnya. Padahal satu di antaranya sudah bisa mengajukan pembebasan bersyarat beberapa bulan lagi.

Riauterkini-BENGKALIS- Tiga narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis terpaksa harus memperpanjang masa hukuman di penjara. Mereka tertangkap kedapatan memiliki, membawa dan menyimpan atau berusaha 'impor' Narkoba jenis ganja kering di salah satu kamar tahanan dengan berat sekitar 1 kilogram (Kg) masih terbungkus lakban.

Mereka adalah BS (52), ZH (41) dan AS (33) sedang menjalani hukuman dengan kasus Narkoba. Bahkan, satu diantara tiga Napi ini, sudah bisa diajukan pembebasan bersyarat beberapa bulan lagi.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Agus Pritiatno ketika dikonfirmasi membenarkan diamankannya tiga warga binaan dari berbeda kamar, karena ketahuan sedang berusaha 'bisnis' barang haram itu ke dalam Lapas.

Mereka mengaku bahwa agar bisa ganja itu masuk ke Lapas melalui tempat pembuangan sampah yang berada di luar. Para pelaku juga memiliki peran yang berbeda-beda. Tersangka BS sebagai pemilik, AS yang membawa dan mengambil dari bak sampah, dan tersangka ZH yang menyimpan.

"Kita selalu melakukan pengawasan di dalam Lapas ini, dan pada Selasa kemarin kita mendapat informasi ada yang berusaha membawa 'barang' masuk ke dalam. Kemudian sekitar jam 15.00 WIB, kita dan tim melakukan penggeledahan di kamar yang dicurigai. Ternyata ada ditemukan plastik warna hitam di dalamnya terdapat benda lilitan lakban warna coklat. Kemudian ditanyakan kepada penghuni kamar dan diakui pemiliknya tersangka ZS, namun belum mengaku isinya apa. Kemudian kita giring ke kamar jaga dan kembali diinterogasi, baru menyebutkan isinya adalah ganja dan diketahui siapa-siapa saja yang terlibat dan peran yang berbeda-beda, diantaranya adalah pemilik dan yang membawanya," ungkap Agus kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/8/18).

Kemudian setelah ke tiga Napi diamankan dan untuk memastikan bahwa dalam lakban itu ada ganja kering, petugas Lapas kemudian berkoordinasi ke Satuan Narkoba Polres Bengkalis untuk proses lebih lanjut.

"Ketiga warga binaan dan barang bukti sudah kita serahkan ke Polres Bengkalis untuk diproses lebih lanjut," katanya lagi.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto, S.I.K melakui Kepala Sat Narkoba, AKP Syahrizal menyebutkan, pihaknya sudah menerima limpahan ketiga Napi dari Lapas Bengkalis karena diduga berusaha 'mengimpor' ganja kering satu ballpress itu. Kemudian petugas juga menyita uang sebesar Rp200 ribu.

"Tim sudah melakukan interogasi terhadap tiga warga binaan ini dan mengakui bahwa daun ganja milik pelaku BS melalui bantuan pelaku ZH yang menjemputnya dari pelaku AS yang bertugas sebagai Tamping membuang sampah di luar Lapas pada Senin (6/8/18) sekira pukul 17.00 WIB," terang AKP Syahrizal.

Barang untuk teler itu diantar dan ditumpukkan ke dalam bak sampah oleh pelaku berinisial Su, saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sebelum diambil pelaku AS.***(dik)



Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Cegah Penyalahgunaan Narkoba, ASN Pemda Pelalawan Jalani Tes Urine
- Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif
- Diduga Melindas Lubang, Cewek Pengendara Motor Beat Tewas Digilas Mobil CPO
- Mengaku TNI, Dukun di Inhu Diamankan
- Miris, Hotel di BS, Bengkalis Ini Beroperasi Tanpa Izin
- Kejari Kuansing Terbaik se Riau Tindak Pidana Umum
- Sukseskan Pemilu 2019, Satpol PP Awasi Radikalisme dan Gangguan Kemanan
- Jelang Natal dan Tahun Baru, Razia Pekat di BS Bengkalis Digencarkan
- Pelaku Minta Maaf, Bupati Kuansing Cabut Laporan Penghinaan di FB
- Dituntut Jaksa 20 Tahun, Hakim Vonis Kurir Sabu di Pelalawan Seumur Hidup
- Pelaku Pembunuhan di Asahan Sumut Ditangkap Polisi di Kepenuhan, Rohul
- Selain di Desa Gambut Mutiara,
Proyek Cetak Sawah di Desa Labuhan Bilik Teluk Meranti Pelalawan Juga Gagal

- Tuntutan 3 Terdakwa Sabu 55 Kg Tak Kunjung Dibacakan, PN Bengkalis Surati Kejagung RI
- Kasus Pembunuhan Aktivis Desa Sialang Godang Pelalawan Segera Bergulir ke Persidangan
- Koruptor Dana Koptan Siaga Makmur,
3 Tahun Buron, GEMA Desak Kejari Rohul Tangkap Basri Lubis

- Kejari Pelalawan Segara Ekpos Nama Calon Tersangka Korupsi Cetak Sawah Jilid II
- Terjerat Kasus Pemalsuan SertIfikat Lahan, Pengusaha Sawit Ini Diadili Pekan Depan
- Opsgab Amankan 3 Alat Berat di Cagar Biosfir GSK
- Polsek Senapelan Ringkus Seorang Napi Buron Rutan Sialang Bungkuk
- PNS dan Kontraktor di Rohil Terjerat Korupsi Danau Buatan, Rohil Dihukum 4 Tahun Penjara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com