Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Agustus 2018 12:58
Kembali Membara, BPBD Curiga Kebakaran Lahan di Lubuk Gaung Disengaja

Ahad, 19 Agustus 2018 11:07
Jelang Wukuf, JCH Pelalawan Gelar Doa Bersama

Ahad, 19 Agustus 2018 11:02
Tanding Persahabatan, Gapul FC Pelalawan Atasi Tuan Rumah Bengkalis 'Old Star' 

Ahad, 19 Agustus 2018 10:32
Satelit Terra Aqua Pantau 68 Titik Api di Riau

Ahad, 19 Agustus 2018 10:21
Ikatan Keluarga Besar SMPN 5 Pekanbaru Galang Bantuan Gempa Lombok

Senin, 11 Juni 2018 10:14
Bupati Sukiman Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Masyarakat Rohul di Pekanbaru

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:29
Tampil Lebih Macho, Capella Honda Luncurkan New Honda CB150R Streetfire di Riau

Sabtu, 18 Agustus 2018 18:54
70 Hotspot di Sumatera 50 Diantaranya Ada di Riau

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:48
KPU Riau Tetapkan 28 Bakal Calon Anggota DPD

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:00
Merdeka, Kemeriahan HUT ke-73 RI di SMAN 8 Mandau, Bengkalis

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Agustus 2018 16:43
Modus Petugas Bedah Rumah,
Maling Gasak Ratusan Gram Emas dan Uang Milik Seorang Nenek di Bengkalis


Hj Kamarinah (80) menjadi korban pencurian oleh orang yang mengaku sebagai petugas Program Bedah Rumah. Sejumlah harta benda hilang, terutama simpanan emas sang nenek.

Riauterkini-BENGKALIS- Ternyata, ada saja modus untuk memuluskan aksi mencuri bagi kawanan maling agar berhasil menggasak harta benda milik korbannya. Seorang nenek Hj. Kamarinah (80), warga Jalan Lebai Wahid, Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan kebetulan sedang sendiri di rumah, Rabu (8/8/18) sekitar pukul 10.30 WIB harus menerima musibah pencurian.

Harta benda berupa perhiasan emas sebanyak lebih kurang 40 chi (140 gram) atau seharga hampir Rp50 juta yang disimpan sejak lama di tas terletak di dalam lemari pakaian kayu seluruhnya ludes. Tidak hanya emas, uang berjumlah sekitar Rp15 juta milik Hj. Kamarinah juga raib dikebas sang pelaku.

Hj. Kamarinah ketika ditemui Kamis (9/8/18) pagi di kediamannya dan didampingi Kepala Desa (Kades) Bantan Tua, Dian Saputra, SH serta Babhinkamtibmas Desa, Bripka Sugiarto menuturkan, sebelum diketahui perhiasan miliknya itu menghilang, datang dua orang laki-laki ke rumahnya dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian pelaku menuju pintu bagian samping belakang. Karena merasa tidak kenal dengan kedua orang ini, Hj. Kamarinah menanyakan kepentingan dan keperluan. Kedua orang diduga pelaku itu mengaku untuk bersilaturrahim dan utusan dari kepala desa untuk melakukan survei dan pendataan bedah rumah.

Mendengar ucapan pelaku itu, lantas korban percaya dan memperkenankan kedua lelaki itu untuk masuk ke rumah. Berlangsung cukup lama, satu orang pelaku duduk di kursi di meja makan untuk berbincang-bincang dengan dirinya. Dan satu orang lagi, masuk ke ruang tamu bagian depan rumah mengambil gambar atau foto-foto, dan berjalan menyusuri ruangan termasuk ke dalam kamar tidurnya.

"Saye tanye ape yang miko cari kat umah?, kato dio nak foto bedah umah. Dah lamo duduk situ (kursi, red) yang satu melayan bual. Jadi kami naik ke rumah, dah tu nengok pintu bilik (kamar, red) tebukak, dah tu kami masuk ke dalam, lemari dah tebukak. Diopun (para pelaku, red) tejonlah keluo lewat pintu masuk tadi. Jadi waktu itu orang tu beduo, saye seorang di rumah. Yang hilang emas same duet, diet dalam Rp15 juta, dan emasnye mungken 40 chi lebih jaman dulu. Saye tahu dio meriksa-meriksa, waktu dio pegi pun saye tahu," ungkap Hj. Kamarinah seraya menyebutkan sudah ditinggal suaminya sejak delapan tahun lalu dan saat ini tinggal dengan anaknya yang sedang bekerja di Kota Bengkalis.

Nek Kamarinah juga berharap, perhiasannya yang sudah disimpan sejak puluhan tahun lalu itu dapat di kembalikan.

Dengan kejadian ini, Kades Bantan Tua, Dian Saputra mengungkapkan, informasi adanya aksi pelaku dan sempat menyebutkan petugas survei bedah rumah atas perintah atau persetujuan dari Kades, dirinya menegaskan, bahwa pemerintah desa tidak pernah memberikan izin atau menyuruh seseorang untuk melakukan pendataan, ada kegiatan program dokumentasi bedah rumah seperti sebagaimana disampaikan oleh korban.

"Kita pertegas bahwa hal itu tidak benar. Itu trik pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi dan mengelabui masyarakat atau korban. Kita berharap, kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada orang yang tidak dikenali mendatangi rumah," tegasnya.

Dian juga berharap kasus yang dialami warganya ini dapat terungkap dan pihak kepolisian dapat meringkus pelakunya. Kepada masyarakat, Dian juga mengimbau agar selalu waspada dan hati-hati agar kejadian yang sama ini tidak terulang kembali.

Sementara itu, Kapolsek Bantan AKP Yuherman melalui Babhinkamtibmas Desa Bantan Tua dan Desa Pasiran, Bripka Sugiarto membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya meminta kepada pihak keluarga korban untuk membuat laporan secara resmi ke kepolisian, agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Bahwa kasus yang menimpa korban, berdasarkan dari hasil olah kejadian secara singkat, kejadian ini murni aksi pencurian atau kemalingan dan bukan korban hipnotis seperti yang sempat beredar di media sosial (Medsos).

Para pelaku lebih dari satu orang ini berhasil mengelabui korban dengan berpura-pura sebagai petugas survei. Kelengahan dimanfaatkan pelaku untuk mencari barang-barang berharga milik korban yang sudah lanjut usia (Lansia).

"Memang benar telah terjadi tindak pidana pencurian di rumah korban ini. Bukan karena dihipnotis, pencurian dengan modus yang berbeda. Jika ada yang mencurigakan, segera lapor ke yang terdekat seperti tetangga apalagi hanya tinggal sendirian di rumah," katanya.***(dik)

Foto : Korban kemalingan Hj. Kamarinah (80) didampingi Kades Bantan Tua, Dian Saputra dan Babhinkamtibmas Bripka Sugiarto memperlihatkan tas tempat menyimpan perhiasan emas dan uang yang sudah ludes dikebas maling modus bedah rumah.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi
- Moment HUT ke-73 RI, 3.834 Narapidana Riau Dapatkan Remisi
- Sesosok Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung dalam Kolam di Lubuk Ogong Pelalawan
- Dituding Makar, Neno Warisman Dilaporkan ke Polda Riau
- Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda
- Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis
- Dansatgas Karhutla Perintahkan Tembak di Tempat Pembakar Lahan
- Razia Kamar Napi,
Petugas Lapas Pekanbaru Temukan Puluhan Paket Ganja Kering

- Dugaan Pembobolan Dana Nasabah BDA,
Reskrim Polres Pelalawan Bidik Tersangka Baru

- ‎Pasca Bentrok Batas Riau-Sumut,
4 Terduga Pelaku Ditahan di Polres Tapsel, Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan

- Kejari Rohul Terima Penghargaan Terbaik III Penanganan Perkara Pidum Tingkat Riau
- Pelarian Lapas Sialang Bungkuk Ditangkap Polres Kampar Saat Pesta Narkoba
- Polres Pelalawan Bidik Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi
- Miliki Shabu, 3 Petani di Bathin Solapan, Bengkalis Diamankan Polisi
- Polisi Amankan Empat Orang Penjudi Dadu di Arena Pacu Jalur
- Polda Riau Musnahkan 32,51 Kilogram Sabu senilai Rp32,5 Miliar
- Dua Warga Langgam, Pelalawan Tersandung Kasus Narkoba
- SPPD Fiktif, Mantan Kadishut Kampar dan Bendahara Divonis 5 dan 4 Tahun Penjara
- Dijebak Transaksi Motor Curian, Dua Maling Motor di Pekanbaru ini Terciduk
- ‎ 2 Laki-laki Ditangkap,
Kronologi Bentrok Berdarah di Perbatasan Riau-Sumut Versi Polres Rohul



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com