Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Agustus 2018 13:35
‎Diduga Bacok Anggotanya,
Mandor Kebun Sawit Ini Ditangkap Polsek Kepenuhan Rohul


Selasa, 21 Agustus 2018 13:19
Asal Tepat Sasaran, Dewan Dukung Tembak di Tempat Pembakar Lahan

Selasa, 21 Agustus 2018 13:07
Diminta Mendagri Dana Bantu Gempa Lombok, Pemprov Riau Bingung

Selasa, 21 Agustus 2018 11:32
Dianggap tak Transparan, Rekrutmen Bawaslu Riau Harus Diusut Tuntas

Selasa, 21 Agustus 2018 10:48
7 Kios Semi Permanen di Bengkalis Ludes Dilalap Api

Selasa, 21 Agustus 2018 09:25
148 Titik Api Kepung Sumatera, 36 di Riau

Selasa, 21 Agustus 2018 08:04
Pagi ini Sebagian Umat Islam Pekanbaru Sholat Idul Adha

Selasa, 21 Agustus 2018 07:19
KPU Kampar Tetapkan 458.639 Warga Masuk DPT Pileg dan Pilpres 2019

Selasa, 21 Agustus 2018 03:22
Kebakaran Terjadi di Pemukiman Padat Penduduk Kota Selatpanjang

Selasa, 21 Agustus 2018 03:19
Pemilu 2019, KPU Tetapkan 200.876 DPT dan 919 TPS di Pelalawan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Agustus 2018 16:43
Modus Petugas Bedah Rumah,
Maling Gasak Ratusan Gram Emas dan Uang Milik Seorang Nenek di Bengkalis


Hj Kamarinah (80) menjadi korban pencurian oleh orang yang mengaku sebagai petugas Program Bedah Rumah. Sejumlah harta benda hilang, terutama simpanan emas sang nenek.

Riauterkini-BENGKALIS- Ternyata, ada saja modus untuk memuluskan aksi mencuri bagi kawanan maling agar berhasil menggasak harta benda milik korbannya. Seorang nenek Hj. Kamarinah (80), warga Jalan Lebai Wahid, Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan kebetulan sedang sendiri di rumah, Rabu (8/8/18) sekitar pukul 10.30 WIB harus menerima musibah pencurian.

Harta benda berupa perhiasan emas sebanyak lebih kurang 40 chi (140 gram) atau seharga hampir Rp50 juta yang disimpan sejak lama di tas terletak di dalam lemari pakaian kayu seluruhnya ludes. Tidak hanya emas, uang berjumlah sekitar Rp15 juta milik Hj. Kamarinah juga raib dikebas sang pelaku.

Hj. Kamarinah ketika ditemui Kamis (9/8/18) pagi di kediamannya dan didampingi Kepala Desa (Kades) Bantan Tua, Dian Saputra, SH serta Babhinkamtibmas Desa, Bripka Sugiarto menuturkan, sebelum diketahui perhiasan miliknya itu menghilang, datang dua orang laki-laki ke rumahnya dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian pelaku menuju pintu bagian samping belakang. Karena merasa tidak kenal dengan kedua orang ini, Hj. Kamarinah menanyakan kepentingan dan keperluan. Kedua orang diduga pelaku itu mengaku untuk bersilaturrahim dan utusan dari kepala desa untuk melakukan survei dan pendataan bedah rumah.

Mendengar ucapan pelaku itu, lantas korban percaya dan memperkenankan kedua lelaki itu untuk masuk ke rumah. Berlangsung cukup lama, satu orang pelaku duduk di kursi di meja makan untuk berbincang-bincang dengan dirinya. Dan satu orang lagi, masuk ke ruang tamu bagian depan rumah mengambil gambar atau foto-foto, dan berjalan menyusuri ruangan termasuk ke dalam kamar tidurnya.

"Saye tanye ape yang miko cari kat umah?, kato dio nak foto bedah umah. Dah lamo duduk situ (kursi, red) yang satu melayan bual. Jadi kami naik ke rumah, dah tu nengok pintu bilik (kamar, red) tebukak, dah tu kami masuk ke dalam, lemari dah tebukak. Diopun (para pelaku, red) tejonlah keluo lewat pintu masuk tadi. Jadi waktu itu orang tu beduo, saye seorang di rumah. Yang hilang emas same duet, diet dalam Rp15 juta, dan emasnye mungken 40 chi lebih jaman dulu. Saye tahu dio meriksa-meriksa, waktu dio pegi pun saye tahu," ungkap Hj. Kamarinah seraya menyebutkan sudah ditinggal suaminya sejak delapan tahun lalu dan saat ini tinggal dengan anaknya yang sedang bekerja di Kota Bengkalis.

Nek Kamarinah juga berharap, perhiasannya yang sudah disimpan sejak puluhan tahun lalu itu dapat di kembalikan.

Dengan kejadian ini, Kades Bantan Tua, Dian Saputra mengungkapkan, informasi adanya aksi pelaku dan sempat menyebutkan petugas survei bedah rumah atas perintah atau persetujuan dari Kades, dirinya menegaskan, bahwa pemerintah desa tidak pernah memberikan izin atau menyuruh seseorang untuk melakukan pendataan, ada kegiatan program dokumentasi bedah rumah seperti sebagaimana disampaikan oleh korban.

"Kita pertegas bahwa hal itu tidak benar. Itu trik pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi dan mengelabui masyarakat atau korban. Kita berharap, kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada orang yang tidak dikenali mendatangi rumah," tegasnya.

Dian juga berharap kasus yang dialami warganya ini dapat terungkap dan pihak kepolisian dapat meringkus pelakunya. Kepada masyarakat, Dian juga mengimbau agar selalu waspada dan hati-hati agar kejadian yang sama ini tidak terulang kembali.

Sementara itu, Kapolsek Bantan AKP Yuherman melalui Babhinkamtibmas Desa Bantan Tua dan Desa Pasiran, Bripka Sugiarto membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya meminta kepada pihak keluarga korban untuk membuat laporan secara resmi ke kepolisian, agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Bahwa kasus yang menimpa korban, berdasarkan dari hasil olah kejadian secara singkat, kejadian ini murni aksi pencurian atau kemalingan dan bukan korban hipnotis seperti yang sempat beredar di media sosial (Medsos).

Para pelaku lebih dari satu orang ini berhasil mengelabui korban dengan berpura-pura sebagai petugas survei. Kelengahan dimanfaatkan pelaku untuk mencari barang-barang berharga milik korban yang sudah lanjut usia (Lansia).

"Memang benar telah terjadi tindak pidana pencurian di rumah korban ini. Bukan karena dihipnotis, pencurian dengan modus yang berbeda. Jika ada yang mencurigakan, segera lapor ke yang terdekat seperti tetangga apalagi hanya tinggal sendirian di rumah," katanya.***(dik)

Foto : Korban kemalingan Hj. Kamarinah (80) didampingi Kades Bantan Tua, Dian Saputra dan Babhinkamtibmas Bripka Sugiarto memperlihatkan tas tempat menyimpan perhiasan emas dan uang yang sudah ludes dikebas maling modus bedah rumah.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- ‎Diduga Bacok Anggotanya,
Mandor Kebun Sawit Ini Ditangkap Polsek Kepenuhan Rohul

- 7 Kios Semi Permanen di Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Kebakaran Terjadi di Pemukiman Padat Penduduk Kota Selatpanjang
- Korupsi Dana Desa, Mantan Pj Kades di Bengkalis Dihukum 4 Tahun Penjara
- Terkait Penghina Agama Islam,
Ketua Harian IKBDS: Jangan Sangkut Pautkan dengan Organisasi Batak

- Polda Riau Tetapkan 19 Tersangka Perkara Kathutla
- Ngaku Medsosnya Dibajak, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Hina Agama Islam
- Brigjen Widodo Eko Prihastopo Resmi Menjadi Kapolda Riau
- Terima Gratifikasi di Atas Sejuta, Penyelenggara Negara di Rohul Wajib Laporkan ke KPK RI
- Geledah Mobil Agya,
Polsek Tambusai‎ Utara Tangkap Pengedar dan Sita 7 Paket Sabu

- Miliki Ganja, Tukang Panen Sawit di Kuansing Diciduk Polisi
- Dikendalikan dari Lapas Tangerang,
Tim Gabungan BNN Pusat dan BNNP Riau Amankan 30 Ribu Butir Inex di Dumai

- Diduga 'Bisnis' Sabu, Enam Napi Lapas Bengkalis Diciduk Polisi
- Moment HUT ke-73 RI, 3.834 Narapidana Riau Dapatkan Remisi
- Sesosok Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung dalam Kolam di Lubuk Ogong Pelalawan
- Dituding Makar, Neno Warisman Dilaporkan ke Polda Riau
- Tiga Terdakwa Korupsi RTH Dituntut Hukuman Berbeda
- Berkas 'Penggendong' Sabu 55 Kg Dilimpahkan ke Kejari Bengkalis
- Dansatgas Karhutla Perintahkan Tembak di Tempat Pembakar Lahan
- Razia Kamar Napi,
Petugas Lapas Pekanbaru Temukan Puluhan Paket Ganja Kering



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com