Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Pebruari 2019 19:29
Seratusan Peserta Ikuti Lomba Bertema Bahasa Mandarin di Mal Ska Pekanbaru

Sabtu, 16 Pebruari 2019 19:26
Ajudan Istri Bupati Meninggal Dunia, Pemkab Kuansing Berduka

Sabtu, 16 Pebruari 2019 15:34
TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api di Rupat

Sabtu, 16 Pebruari 2019 15:13
Kejari Bengkalis Tetapkan 4 Tersangka Kasus UEK SP Duri Mandiri Bersatu, Duri Timur

Sabtu, 16 Pebruari 2019 10:54
Goes to Campus, Cara KPU Bengkalis Ajak Pemula Gunakan Hak Pilih

Sabtu, 16 Pebruari 2019 08:53
Babinsa Koramil 07/Kuantan Hilir Goro Perbaiki Mushola di Kuansing

Sabtu, 16 Pebruari 2019 07:30
Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis

Jum’at, 15 Pebruari 2019 22:43
Tabrak Truk, Pemotor di Duri Tewas Mengenaskan

Jum’at, 15 Pebruari 2019 21:14
Nelayan Myanmar Ditemukan Mengapung di Selat Bengkalis Diserahkan ke KKP Batam, Kepri

Jum’at, 15 Pebruari 2019 21:08
Jadwal Pelantikan Gubri Terpilih Tak Pasti, Komisi A DPRD Riau Sayangkan Sikap Pemerintah Pusat

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Agustus 2018 16:43
Modus Petugas Bedah Rumah,
Maling Gasak Ratusan Gram Emas dan Uang Milik Seorang Nenek di Bengkalis


Hj Kamarinah (80) menjadi korban pencurian oleh orang yang mengaku sebagai petugas Program Bedah Rumah. Sejumlah harta benda hilang, terutama simpanan emas sang nenek.

Riauterkini-BENGKALIS- Ternyata, ada saja modus untuk memuluskan aksi mencuri bagi kawanan maling agar berhasil menggasak harta benda milik korbannya. Seorang nenek Hj. Kamarinah (80), warga Jalan Lebai Wahid, Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan kebetulan sedang sendiri di rumah, Rabu (8/8/18) sekitar pukul 10.30 WIB harus menerima musibah pencurian.

Harta benda berupa perhiasan emas sebanyak lebih kurang 40 chi (140 gram) atau seharga hampir Rp50 juta yang disimpan sejak lama di tas terletak di dalam lemari pakaian kayu seluruhnya ludes. Tidak hanya emas, uang berjumlah sekitar Rp15 juta milik Hj. Kamarinah juga raib dikebas sang pelaku.

Hj. Kamarinah ketika ditemui Kamis (9/8/18) pagi di kediamannya dan didampingi Kepala Desa (Kades) Bantan Tua, Dian Saputra, SH serta Babhinkamtibmas Desa, Bripka Sugiarto menuturkan, sebelum diketahui perhiasan miliknya itu menghilang, datang dua orang laki-laki ke rumahnya dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian pelaku menuju pintu bagian samping belakang. Karena merasa tidak kenal dengan kedua orang ini, Hj. Kamarinah menanyakan kepentingan dan keperluan. Kedua orang diduga pelaku itu mengaku untuk bersilaturrahim dan utusan dari kepala desa untuk melakukan survei dan pendataan bedah rumah.

Mendengar ucapan pelaku itu, lantas korban percaya dan memperkenankan kedua lelaki itu untuk masuk ke rumah. Berlangsung cukup lama, satu orang pelaku duduk di kursi di meja makan untuk berbincang-bincang dengan dirinya. Dan satu orang lagi, masuk ke ruang tamu bagian depan rumah mengambil gambar atau foto-foto, dan berjalan menyusuri ruangan termasuk ke dalam kamar tidurnya.

"Saye tanye ape yang miko cari kat umah?, kato dio nak foto bedah umah. Dah lamo duduk situ (kursi, red) yang satu melayan bual. Jadi kami naik ke rumah, dah tu nengok pintu bilik (kamar, red) tebukak, dah tu kami masuk ke dalam, lemari dah tebukak. Diopun (para pelaku, red) tejonlah keluo lewat pintu masuk tadi. Jadi waktu itu orang tu beduo, saye seorang di rumah. Yang hilang emas same duet, diet dalam Rp15 juta, dan emasnye mungken 40 chi lebih jaman dulu. Saye tahu dio meriksa-meriksa, waktu dio pegi pun saye tahu," ungkap Hj. Kamarinah seraya menyebutkan sudah ditinggal suaminya sejak delapan tahun lalu dan saat ini tinggal dengan anaknya yang sedang bekerja di Kota Bengkalis.

Nek Kamarinah juga berharap, perhiasannya yang sudah disimpan sejak puluhan tahun lalu itu dapat di kembalikan.

Dengan kejadian ini, Kades Bantan Tua, Dian Saputra mengungkapkan, informasi adanya aksi pelaku dan sempat menyebutkan petugas survei bedah rumah atas perintah atau persetujuan dari Kades, dirinya menegaskan, bahwa pemerintah desa tidak pernah memberikan izin atau menyuruh seseorang untuk melakukan pendataan, ada kegiatan program dokumentasi bedah rumah seperti sebagaimana disampaikan oleh korban.

"Kita pertegas bahwa hal itu tidak benar. Itu trik pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi dan mengelabui masyarakat atau korban. Kita berharap, kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada orang yang tidak dikenali mendatangi rumah," tegasnya.

Dian juga berharap kasus yang dialami warganya ini dapat terungkap dan pihak kepolisian dapat meringkus pelakunya. Kepada masyarakat, Dian juga mengimbau agar selalu waspada dan hati-hati agar kejadian yang sama ini tidak terulang kembali.

Sementara itu, Kapolsek Bantan AKP Yuherman melalui Babhinkamtibmas Desa Bantan Tua dan Desa Pasiran, Bripka Sugiarto membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya meminta kepada pihak keluarga korban untuk membuat laporan secara resmi ke kepolisian, agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Bahwa kasus yang menimpa korban, berdasarkan dari hasil olah kejadian secara singkat, kejadian ini murni aksi pencurian atau kemalingan dan bukan korban hipnotis seperti yang sempat beredar di media sosial (Medsos).

Para pelaku lebih dari satu orang ini berhasil mengelabui korban dengan berpura-pura sebagai petugas survei. Kelengahan dimanfaatkan pelaku untuk mencari barang-barang berharga milik korban yang sudah lanjut usia (Lansia).

"Memang benar telah terjadi tindak pidana pencurian di rumah korban ini. Bukan karena dihipnotis, pencurian dengan modus yang berbeda. Jika ada yang mencurigakan, segera lapor ke yang terdekat seperti tetangga apalagi hanya tinggal sendirian di rumah," katanya.***(dik)

Foto : Korban kemalingan Hj. Kamarinah (80) didampingi Kades Bantan Tua, Dian Saputra dan Babhinkamtibmas Bripka Sugiarto memperlihatkan tas tempat menyimpan perhiasan emas dan uang yang sudah ludes dikebas maling modus bedah rumah.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kejari Bengkalis Tetapkan 4 Tersangka Kasus UEK SP Duri Mandiri Bersatu, Duri Timur
- Tabrak Truk, Pemotor di Duri Tewas Mengenaskan
- Nelayan Myanmar Ditemukan Mengapung di Selat Bengkalis Diserahkan ke KKP Batam, Kepri
- Penyebab Kapal Ratusan Ton Terbakar di Selat Bengkalis
- Karlahut Terjadi di Tengah Kota Duri, Bengkalis
- 7 Awak Kapal Selamat,
Kapal GT Ratusan Ton Tanpa Muatan Terbakar di Selat Bengkalis

- Cabuli Balita, Seorang Duda di Desa Karya Indah Ditahan Polsek Tapung
- Bawa Sabu ke Pengadilan, Seorang Nenek di Tembilahan Ditangkap Polisi
- Korban Luka tak Tertolong, Korban Meninggal Laka Maut di Rimbo Panjang Tiga Jiwa
- Miliki Sabu dan Pil Ekstasi, 4 Warga Duri Diamankan Polisi
- Innova Tabrak Scoopy di Rimbau Panjang, Dua Tewas dan Seorang Kritis
- Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Anak di Tapung Aniaya Ibunya
- Aniaya Pacar, Oknum Polda Riau Divonis 14 Bulan Penjara
- Berjudi, Seorang Celeg di Pelalawan Divonis 4 Bulan Penjara
- Seorang Petugas Satpol PP Rumdis Wabup Bengkalis Tewas Tertimpa Pintu Pagar
- ‎Modus Pinjam Motor untuk Minum Tuak,
Honda BeAT Milik Kepala SDN 023 Tambusai Dibawa Kabur

- Inspektorat Riau: Pelapor Saya Pejabat Madya Senior yang Marah karena Dipindahkan
- Sidang Tipikor KUR Fiktif BRI Meranti, JPU Hadirkan Pimcab sebagai Saksi
- Tertimpa Pintu Pagar, Petugas Satpol PP Rumdis Wabup Bengkalis Kritis
- Seorang Pemilik Sabu di Pelalawan Ditangkat Dekat Pos Satpam PT Brata Sena


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com