Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 20 Januari 2019 22:28
Nestapa Gadis Belia di Kampar, Diperkosa dan Dirampas HP-nya

Ahad, 20 Januari 2019 22:09
Bedah Rumah Kuli Pendorong Gerobak, Ini Apresiasi dari Plt Bupati Kampar kepada Dandim 0313/KPR

Ahad, 20 Januari 2019 18:31
Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa

Ahad, 20 Januari 2019 17:25
Camat Bangko Pusako-PT SRL Blok III Sosialisasikan Pencegahan Karlahut

Ahad, 20 Januari 2019 16:29
Silaturrahmi ke Warga Duri, Septian Nugraha Tegaskan Nyaleg Demi Kepentingan Publik

Ahad, 20 Januari 2019 16:25
PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari

Ahad, 20 Januari 2019 14:39
Serap Aspirasi, Caleg DPR RI Ini Blusukan hingga ke Pelosok Pelalawan

Ahad, 20 Januari 2019 13:16
Serunya Mararua, Rame-rame Tangkap Ikan Masyarakat Kuansing

Ahad, 20 Januari 2019 07:20
Plt Bupati Kampar dan Banyak Bejabat Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Kenegerian Tapung

Sabtu, 19 Januari 2019 22:04
Syamsuar Dapat Laporan, Ada Oknum Menjual Namanya untuk Jabatan dan Proyek

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 16 Agustus 2018 15:39
‎Pasca Bentrok Batas Riau-Sumut,
4 Terduga Pelaku Ditahan di Polres Tapsel, Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan


Ratusan aparat Kepolisian bersiaga di perbatasan Riau-Sumut di Kecamatan Tambusai, Rohul, pasca terjadinya benttrok berdarah beberapa hari lalu. Hingga saa tini, empat terduga pelaku telah ditahan aparat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Situasi perbatasan Riau-Sumatera Utara (Sumut) sudah kondusif pasca bentrok berdarah antara masyarakat Dusun Kalikapuk Desa Batang Kumu, Kecamatan‎ Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan karyawan PT. Mazuma Agro Indonesia (MAI).

Bentrok berdarah antara masyarakat Dusun Kalikapuk Desa Batang Kumu dengan karyawan perkebunan kelapa sawit PT. MAI Desa Sungai Korang‎ Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumut terjadi pada Selasa siang (14/8/2018).

Pada bentrokan berdarah tersebut, seorang sekuriti PT. MAI bernama Marganda Harahap (41) meninggal dunia di tempat. Sedangkan 2 karyawan PT. MAI lainnya mengalami luka berat dan sempat dirawat di RSUD Rohul, yakni Sugiharjo dan Budi Priyatna.

Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK, M.Si, mengatakan pasca bentrokan, hasil koordinasi Polres Rohul dengan Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), ada 4 laki-laki ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan.

Dua anggota organisasi kepemudaan (OKP) yakni inisial AS dan JS, serta 2 warga Dusun Kalikapuk Desa Batang Kumu ditetapkan sebagai pelaku yakni inisial RM dan EN.‎ Penanganan 4 terduga pelaku sudah ditangani Polres Tapsel, Polda Sumut.

‎Kapolres Rohul mengaku kondisi sementara di perbatasan Riau-Sumut sudah kondusif. Pihaknya sudah mengimbau masyarakat Kalikapuk dan pihak PT. MAI untuk menyerahkan sepenuhnya perkara ini ke pihak Kepolisian.

"Dalam proses hukum ini ditangani Polres Tapanuli Selatan, namun karena mayoritas masyarakat adalah masyarakat Rohul, maka kami Polres Rokan Hulu punya kewajiban mem-back up proses penanganan yang ditangani Polres Tapanuli Selatan," jelas AKBP M. Hasyim menjawab riauterkini.com, Kamis‎ (16/8/2018).

AKBP M. Hasyim mengaku situasi di TKP, situasi di perkampungan‎ Kalikapuk dan situasi di PT. MAI sudah kondusif. Sebanyak 300 personel disiagakan di perbatasan Riau-Sumut, yakni dari Brimob Polres Rohul dibantu 1 pleton Brimob dari Kompi Polres Rokan Hilir.

"Kalau ekskalasinya sudah normal kami akan cabut untuk pengamannya," kata AKBP M. Hasyim, dan mengaku Polres Tapsel juga ikut mengerahkan personel untuk pengamanan.

AKBP M. Hasyim mengungkapkan pemicu bentrok di batas Riau-Sumut, Selasa siang lalu, berawal saat karyawan panen PT. MAI dan masyarakat Kalikapuk masuk ke lahan untuk panen buah kelapa sawit, tepatnya di Blok L26/M Afd Plasma Kebun Huragi PT. MAI Sungai Korang Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas, Sumut.

‎Masyarakat sempat menegur karyawan panen PT. MAI untuk tidak memanen di lahan sengketa. Saat itu datang sekuriti PT. MAI dan menegur masyarakat Kalikapuk, bahwa lahan yang akan dipanen karyawan merupakan lahan perusahaan.

Berawal cekcok mulut, ungkap AKBP M. Hasyim, berujung benturan atau bentrok antara masyarakat Kalikapuk dengan karyawan PT. MAI.

"Benturan menyebabkan dua korban mengalami luka berat dan satu korban meninggal dunia‎," paparnya.

Menurut AKBP M. Hasyim, untuk langkah penyelesaian sengketa di batas Riau-Sumut dirinya tidak bisa menjawab, bukan wewenang Kepolisian. Namun bila ditemukan terjadi tindak pidana, maka Kepolisian akan memproses siapa yang bersalah.

Hasyim mengaku saat olah TKP, polisi menemukan 1 pucuk senjata soft gun jenis revolver‎. Informasi di lapangan, soft gun ini dibawa Marganda Harahap (korban meninggal), sempat dikeluarkan oleh korban hingga berujung adanya perlawanan dari masyarakat.

‎"Fakta di lapangan bahwa cekcok, kemudian semacam memberikan peringatan dengan mengeluarkan senjata tajam, sehingga masyarakat memberikan perlawanan," ungkapnya.

Diakuinya, untuk korban meninggal dunia sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Untuk 2 korban luka berat dirawat di RSUD Rohul‎, seorang korban sudah kembali ke rumah, sedangkan seorang korban lagi kabarnya akan dirujuk ke RS Santa Maria Pekanbaru.

Kapolres Rohul mengimbau kepada pihaknya telah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum. Pihak PT. MAI juga diminta tidak melakukan aksi balas dendam.

"Tetap bersabar, tunggu saja keputusan dari pemerintah. Kemudian bila‎ melakukan tindakan anarkis akhirnya kan akan merugikan," himbau.

"Kemudian kami juga menyampaikan ke pihak perusahaan (PT. MAI) untuk‎ tidak melakukan upaya balas dendam, ini yang paling rawan. Alhamdulillah pihak perusahaan juga mau mendengar, dan mereka menyerahkan kepada pihak Kepolisian untuk proses hukumnya," tambah Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Nestapa Gadis Belia di Kampar, Diperkosa dan Dirampas HP-nya
- Satu 'Kurir' Sabu 10 Kg di Bengkalis Bebas dari Pidana Mati
- Ditangkap Setelah Anak Lahir, Pemuda Setubuhi Anak Bawah Umur di Rohul Diciduk Polisi
- Suskseskan Millenial Road Safety Festival, Sat Lantas Polresta Pekanbaru Gandeng Komunitas Motor
- Diduga Edar dan Pesta Sabu, 5 Tersangka Diringkus Polres Bengkalis
- Polresta Pekanbaru Tangkap Kurir 8.617 Butir Ekstasi
- Pinjam Motor Vario tak Dikembalikan, Warga Sumut Diciduk Polisi Rohul di Pasirpangaraian
- 3 Kurir 55 Kg Sabu dan 46 Ribu Butir Ekstasi Divonis Mati PN Bengkalis
- 2018, DJBC Riau Amankan Produk Ilegal Senilai Rp56,42 Miliar
- Warungnya Digerebek Polisi Rohul, Wanita Asal Mahato Simpan Paket Sabu
- Terlibat Judi, Seorang Caleg Golkar Disidang di PN Pelalawan
- Juru Tulis Togel Asal Kasang Padang Ditangkap Polisi Rohul
- Pertanyakan Pengalihan Tahanan, Hakim Minta Tiga Dokter Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA, Banyak Berdo'a
- Divonis Hakim 7 Tahun, Seorang Terdakwa Kasus Narkoba Meraung-raung di PN Pelalawan
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- Pengadilan Tipikor Sidangkan Lima Terdakwa Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru
- 2 Tersangka Diburu, Polda Riau Musnahkan 37 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
- Ditinggal Pekerja Sarapan, Bengkel Las di BS,  Bengkalis Ludes  Terbakar
- Polres Kuansing Amankan Tiga Tersangka Narkoba
- Kembali Muncul Penistaan Agama Lewat Medsos di Mandau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com