Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 September 2018 19:10
KPK RI Larang Bupati Bengkalis ke Luar Negeri

Jum’at, 21 September 2018 18:57
Diikuti 3.000 Perserta, Festival Kue Bulan Digelar Warga Tionghoa Pekanbaru Besok

Jum’at, 21 September 2018 18:53
Seorang Balita di Buluh Cina, Kampar Tewas Terbakar

Jum’at, 21 September 2018 18:41
Satnarkoba Polres Bengkalis Ciduk Tiga Pemilik Shabu di Duri

Jum’at, 21 September 2018 17:27
Hakim PN Pekanbaru Dilantik sebagai Ketua PN Rantau Prapat

Jum’at, 21 September 2018 17:23
Zikir Kebangsaan di Siak,
GMMK Bersama Elemen Masyarakat Riau Terus Pantau Ketua DPP GP Anshor


Jum’at, 21 September 2018 17:03
KPU Sosialisasikan PKPU dan Dana Kampanye ke Pengurus dan Caleg Partai Golkar Rohul

Jum’at, 21 September 2018 17:00
Lantai Parkir Hotel Ambruk, Truk Ekspedisi Nyaris 'Terjun' ke Laut di Bengkalis

Jum’at, 21 September 2018 16:58
Bupati Inhil Jenguk Indra Muchlis Adnan Di RSUD Puri Husada Tembilahan

Jum’at, 21 September 2018 16:51
Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal dari Sebuah Gudang di Keritang

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 16 Agustus 2018 15:39
‎Pasca Bentrok Batas Riau-Sumut,
4 Terduga Pelaku Ditahan di Polres Tapsel, Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan


Ratusan aparat Kepolisian bersiaga di perbatasan Riau-Sumut di Kecamatan Tambusai, Rohul, pasca terjadinya benttrok berdarah beberapa hari lalu. Hingga saa tini, empat terduga pelaku telah ditahan aparat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Situasi perbatasan Riau-Sumatera Utara (Sumut) sudah kondusif pasca bentrok berdarah antara masyarakat Dusun Kalikapuk Desa Batang Kumu, Kecamatan‎ Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan karyawan PT. Mazuma Agro Indonesia (MAI).

Bentrok berdarah antara masyarakat Dusun Kalikapuk Desa Batang Kumu dengan karyawan perkebunan kelapa sawit PT. MAI Desa Sungai Korang‎ Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumut terjadi pada Selasa siang (14/8/2018).

Pada bentrokan berdarah tersebut, seorang sekuriti PT. MAI bernama Marganda Harahap (41) meninggal dunia di tempat. Sedangkan 2 karyawan PT. MAI lainnya mengalami luka berat dan sempat dirawat di RSUD Rohul, yakni Sugiharjo dan Budi Priyatna.

Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK, M.Si, mengatakan pasca bentrokan, hasil koordinasi Polres Rohul dengan Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), ada 4 laki-laki ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan.

Dua anggota organisasi kepemudaan (OKP) yakni inisial AS dan JS, serta 2 warga Dusun Kalikapuk Desa Batang Kumu ditetapkan sebagai pelaku yakni inisial RM dan EN.‎ Penanganan 4 terduga pelaku sudah ditangani Polres Tapsel, Polda Sumut.

‎Kapolres Rohul mengaku kondisi sementara di perbatasan Riau-Sumut sudah kondusif. Pihaknya sudah mengimbau masyarakat Kalikapuk dan pihak PT. MAI untuk menyerahkan sepenuhnya perkara ini ke pihak Kepolisian.

"Dalam proses hukum ini ditangani Polres Tapanuli Selatan, namun karena mayoritas masyarakat adalah masyarakat Rohul, maka kami Polres Rokan Hulu punya kewajiban mem-back up proses penanganan yang ditangani Polres Tapanuli Selatan," jelas AKBP M. Hasyim menjawab riauterkini.com, Kamis‎ (16/8/2018).

AKBP M. Hasyim mengaku situasi di TKP, situasi di perkampungan‎ Kalikapuk dan situasi di PT. MAI sudah kondusif. Sebanyak 300 personel disiagakan di perbatasan Riau-Sumut, yakni dari Brimob Polres Rohul dibantu 1 pleton Brimob dari Kompi Polres Rokan Hilir.

"Kalau ekskalasinya sudah normal kami akan cabut untuk pengamannya," kata AKBP M. Hasyim, dan mengaku Polres Tapsel juga ikut mengerahkan personel untuk pengamanan.

AKBP M. Hasyim mengungkapkan pemicu bentrok di batas Riau-Sumut, Selasa siang lalu, berawal saat karyawan panen PT. MAI dan masyarakat Kalikapuk masuk ke lahan untuk panen buah kelapa sawit, tepatnya di Blok L26/M Afd Plasma Kebun Huragi PT. MAI Sungai Korang Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas, Sumut.

‎Masyarakat sempat menegur karyawan panen PT. MAI untuk tidak memanen di lahan sengketa. Saat itu datang sekuriti PT. MAI dan menegur masyarakat Kalikapuk, bahwa lahan yang akan dipanen karyawan merupakan lahan perusahaan.

Berawal cekcok mulut, ungkap AKBP M. Hasyim, berujung benturan atau bentrok antara masyarakat Kalikapuk dengan karyawan PT. MAI.

"Benturan menyebabkan dua korban mengalami luka berat dan satu korban meninggal dunia‎," paparnya.

Menurut AKBP M. Hasyim, untuk langkah penyelesaian sengketa di batas Riau-Sumut dirinya tidak bisa menjawab, bukan wewenang Kepolisian. Namun bila ditemukan terjadi tindak pidana, maka Kepolisian akan memproses siapa yang bersalah.

Hasyim mengaku saat olah TKP, polisi menemukan 1 pucuk senjata soft gun jenis revolver‎. Informasi di lapangan, soft gun ini dibawa Marganda Harahap (korban meninggal), sempat dikeluarkan oleh korban hingga berujung adanya perlawanan dari masyarakat.

‎"Fakta di lapangan bahwa cekcok, kemudian semacam memberikan peringatan dengan mengeluarkan senjata tajam, sehingga masyarakat memberikan perlawanan," ungkapnya.

Diakuinya, untuk korban meninggal dunia sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Untuk 2 korban luka berat dirawat di RSUD Rohul‎, seorang korban sudah kembali ke rumah, sedangkan seorang korban lagi kabarnya akan dirujuk ke RS Santa Maria Pekanbaru.

Kapolres Rohul mengimbau kepada pihaknya telah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum. Pihak PT. MAI juga diminta tidak melakukan aksi balas dendam.

"Tetap bersabar, tunggu saja keputusan dari pemerintah. Kemudian bila‎ melakukan tindakan anarkis akhirnya kan akan merugikan," himbau.

"Kemudian kami juga menyampaikan ke pihak perusahaan (PT. MAI) untuk‎ tidak melakukan upaya balas dendam, ini yang paling rawan. Alhamdulillah pihak perusahaan juga mau mendengar, dan mereka menyerahkan kepada pihak Kepolisian untuk proses hukumnya," tambah Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- KPK RI Larang Bupati Bengkalis ke Luar Negeri
- Seorang Balita di Buluh Cina, Kampar Tewas Terbakar
- Satnarkoba Polres Bengkalis Ciduk Tiga Pemilik Shabu di Duri
- Hakim PN Pekanbaru Dilantik sebagai Ketua PN Rantau Prapat
- Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal dari Sebuah Gudang di Keritang
- Inkrah Kasus Korupsi,
Pemecatan 23 ASN Pemkab Bengkalis Dipastikan Tuntas Desember

- Merasa Tuntutannya Tak Ditanggapi, Ganri Riau Kembali Datangi Polda Riau
- Dua Masih Diburu, Seorang Pembunuh Dua Pengunjung Karaoke Rita Ditangkap
- Gara-gara Surat Cinta,
Karyawan Mimi Perabot Ujung Batu Dipolisikan dan Dikerangkeng

- Giliran Pendukung Toro Demo di PN Pekanbaru
- 3 Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Diduga Kuasai Narkoba, Seorang Pria di Mahato Ditangkap Polisi Rohul
- Gerebek Rumah Terduga Bandar Narkoba di Mahato, Polisi Rohul Tangkap Seorang IRT
- Tuntut Penahanan Toro, Massa Demo di PN Pekanbaru
- Berkelahi dengan OTK, Dua Pengunjung Karaoke di Pekanbaru Tewas Bersimbah Darah
- Pasutri di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah yang Terkunci
- Terdakwa Suap Penerimaan PTT Oknum Diskes Pelalawan Minta Dibebaskan
- Polri Akan Gelar Operasi Mantab Brata Selama 397 Hari
- Seorang Jurtul Togel Diciduk Polisi Rohul di Plaza Batu Permata Ujung Batu
- Menhub: Kecelakaan Banyak Merenggut Usia Muda


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com