Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Januari 2019 11:43
Meskipun Tuai Pro dan Kotra, Gubri Tetap Bangun Kolam Khusus Wanita di Kali Juang

Kamis, 24 Januari 2019 10:11
Menjabat Sampai 19 Februari, Gubri Mulai Bicara Perpisahan

Kamis, 24 Januari 2019 09:37
Terlibat Pembunuhan Sadis, Kades dan Sekdes di Pelalawan Mulai Disidang

Kamis, 24 Januari 2019 09:30
Tanam 202 Pohon, Gubri Berharap Banyak Burung Berumah di Gedung Daerah

Rabu, 23 Januari 2019 22:29
113 Tim Ikutu Turnamen Bola Voli Pakai Kain Sarung HUT Kabupaten Kampar ke-69

Rabu, 23 Januari 2019 22:22
Empat Unit Bus Sekolah Gratis Siap Layani Pelajar di Bangkinang Sekitarnya

Rabu, 23 Januari 2019 22:16
Daya Listrik Berkurang, PLN Bengkalis Terus Gesa Perbaikan Mesin Rusak

Rabu, 23 Januari 2019 21:50
Peluncuran Program DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Inhil Ungkap Telah Siapkan Berbagai Terobosan

Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 September 2018 10:44
Korupsi Simkudes BPMPD Siak, Direktur PT DTD Divonis 5,5 Tahun Penjara.

Dirut PT DTD, Abdul Hakim dinyatakan bersalah dala perkara korupsi Simkides BPMPD Siak. Hakim menvonisnya 5,5 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU-Abdul Hakim , Direktur PT Dimensi Tata Desantara (DTD), selaku kontraktor pada kegiatan pengadaan paket software sistem informasi manajemen administrasi dan keuangan desa (Simkudes) sebanyak 122 desa di Kabupaten Siak. Dinyatakan hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama dengan Abdul Razak, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Siak (telah divonis).

Perbuatan Abdul Hakim yang merugikan negara sebesar Rp 1,1 miliar itu, diganjar hakim dengan hukuman pidana penjara selama 5,5 Tahun.

" Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 Tahun 6 bulan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan," terang majelis hakim yang diketuai Toni Irfan SH, pada sidang Rabu (12/9/18) kemarin sore.

Selain kurungan badan, terdakwa dibebani membayar negara sebesar Rp 1,1 Miliar dan jika tidak dibayar dapat diganti (subsider) selama 1 tahun," sambung Toni.

Perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 2, jo Pasal 18, Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 KUHP," jelas Toni.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun jaksa menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, Abdul Hakim dituntut hukuman 7 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 6 bulan, dan diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar subsider 2 tahun.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Endah SH. Perbuatan Abdul Hakim itu dilakukan secara bersama sama dengan Abdul Razak, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Siak.

Dimana pada tahun 2015 lalu, sebanyak 122 desa mengadakaan paket software sistem informasi manajemen administrasi dan keuangan desa (Simkudes) yang dikerjakan oleh PT Dimensi Tata Desantara, dengan direkturnya, Abdul Hakim.

Program yang bersamaan dengan pengadaan pelatihan, papan informasi monografi dan profil desa, serta pengadaan buku pedoman umum penyelenggaraan pemerintah desa plus CD aplikasi dan buku suplemen tersebut. Masing-masing desa mengangarkan sebesar Rp 17,5 juta. Dalam perjalanannya, ada ada dugaan penyelewengan anggaran sebesar Rp.1.136 milyar itu. Dimana setiap desa dipungut biaya sebesar Rp17 juta oleh BPMPD Siak.

Dalam perhitungan Badan Pengawas Keuangan Pemerintah (BPKP) disebutkan kerugian negara akibat penyelewengan proyek ini mencapari Rp1,1 miliar ***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terlibat Pembunuhan Sadis, Kades dan Sekdes di Pelalawan Mulai Disidang
- Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan

- Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'
- Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap
- Anggota DPRD Kuansing Bantah Tudingan Tertangkap Basah Selingkuh
- Korupsi KUR BRI Meranti Segera Disidangkan di Pekanbaru
- Seret Nama Wabup Bengkalis, Pendemo Tuntut Polda Riau Tuntaska Dugaan Korupsi PDAM Inhil
- Desak Dalami dan Proses Dugaan Korupsi,
Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi di Ditreskrimsus Polda Riau

- Dipolisikan Atas Kasus Selingkuh, Anggota DPRD Kuansing Ini Tak Ngantor
- Pungli Baju Sekolah, Kepsek SMP 5 Mandau, Bengkalis Diadili
- Terkait Dugaan Kasus Mesum Anggota DPRD,
Dua Praktisi Hukum Kuansing Siap Dampingi Keluarga Pelapor

- 3.000 Peserta Ditargetkan Ambil Bagian di Millenial Road Safety Festival di Bengkalis
- Selingkuhi Istri Orang, Oknum Dewan Kuansing Ini Dilaporkan ke BK Dewan
- Bermotor Tabrak Dump Truk Parkir, Anggota Polres Pelalawan Tewas di Pekanbaru
- Ketangkap Basah Gauli Istri Orang, Anggota DPRD Kuansing Dipolisikan
- Polres Rohil Tangkap Tiga Tersangka Pemilik 15 Kg Sabu Jaringan Malaysia
- Perkosa Siswi SMP, Remaja 14 Tahun di Kampar Ditangkap
- Fitnah PWI Bengkalis Lewat Medsos, Simon Parlaungan Ditangkap di Duri
- Hakim Ingatkan PNS dan Dokter RSUD AA Beri Keterangan Jujur Untuk Rekannya Terjerat Korupsi
- ‎Polisi Rohul Tangkap 7 Pelaku Narkoba di Tambusai Utara, 10 Paket Diduga Sabu Disita


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com