Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 15 Nopember 2018 21:50
2019, UMK Bengkalis Diusulkan Naik 2,95% Dari Tahun Ini

Kamis, 15 Nopember 2018 20:51
Besok, Cawapres Maaruf Amin Kunjungi Riau

Kamis, 15 Nopember 2018 20:17
Dihadapan Kapolri, Plt Gubri Bersama Dirut Bank Riau Kepri Teken MoU Samsat Nasional

Kamis, 15 Nopember 2018 18:55
Pasca Banjir Dandim 0302 Inhu Tinjau Areal Perswahan di Kuansing

Kamis, 15 Nopember 2018 17:07
EMP MSSA Gelar Sosialisasi Publik Kegiatan Pemboran MSTB-02

Kamis, 15 Nopember 2018 17:04
Instruksi Pusat, Bantuan PKH Tahap 4 untuk KPM di Kuansing Dipastikan Berkurang

Kamis, 15 Nopember 2018 16:27
Lutut Isteri Disenggol,
Seorang Nelayan di Patang Parang, Inhil Bacok Tetangga


Kamis, 15 Nopember 2018 16:23
Sidang Oknum Polisi Penganiaya Pacar,
Saksi Ahli Diingatkan Hakim Tak Ikut Tentukan Pasal Dakwaan


Kamis, 15 Nopember 2018 16:14
Aksi Kirab Kota, Taruna AAL Angkatan 64 Pukau Masyarakat Dumai

Kamis, 15 Nopember 2018 16:12
Janjikan Korban Menjadi Atlet,
Pelatih Dayung di Pekanbaru ini Cabuli 2 Pelajar Dibawah Umur


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 September 2018 10:44
Korupsi Simkudes BPMPD Siak, Direktur PT DTD Divonis 5,5 Tahun Penjara.

Dirut PT DTD, Abdul Hakim dinyatakan bersalah dala perkara korupsi Simkides BPMPD Siak. Hakim menvonisnya 5,5 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU-Abdul Hakim , Direktur PT Dimensi Tata Desantara (DTD), selaku kontraktor pada kegiatan pengadaan paket software sistem informasi manajemen administrasi dan keuangan desa (Simkudes) sebanyak 122 desa di Kabupaten Siak. Dinyatakan hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama dengan Abdul Razak, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Siak (telah divonis).

Perbuatan Abdul Hakim yang merugikan negara sebesar Rp 1,1 miliar itu, diganjar hakim dengan hukuman pidana penjara selama 5,5 Tahun.

" Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 Tahun 6 bulan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan," terang majelis hakim yang diketuai Toni Irfan SH, pada sidang Rabu (12/9/18) kemarin sore.

Selain kurungan badan, terdakwa dibebani membayar negara sebesar Rp 1,1 Miliar dan jika tidak dibayar dapat diganti (subsider) selama 1 tahun," sambung Toni.

Perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 2, jo Pasal 18, Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 KUHP," jelas Toni.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun jaksa menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, Abdul Hakim dituntut hukuman 7 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 6 bulan, dan diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar subsider 2 tahun.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Endah SH. Perbuatan Abdul Hakim itu dilakukan secara bersama sama dengan Abdul Razak, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Siak.

Dimana pada tahun 2015 lalu, sebanyak 122 desa mengadakaan paket software sistem informasi manajemen administrasi dan keuangan desa (Simkudes) yang dikerjakan oleh PT Dimensi Tata Desantara, dengan direkturnya, Abdul Hakim.

Program yang bersamaan dengan pengadaan pelatihan, papan informasi monografi dan profil desa, serta pengadaan buku pedoman umum penyelenggaraan pemerintah desa plus CD aplikasi dan buku suplemen tersebut. Masing-masing desa mengangarkan sebesar Rp 17,5 juta. Dalam perjalanannya, ada ada dugaan penyelewengan anggaran sebesar Rp.1.136 milyar itu. Dimana setiap desa dipungut biaya sebesar Rp17 juta oleh BPMPD Siak.

Dalam perhitungan Badan Pengawas Keuangan Pemerintah (BPKP) disebutkan kerugian negara akibat penyelewengan proyek ini mencapari Rp1,1 miliar ***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Lutut Isteri Disenggol,
Seorang Nelayan di Patang Parang, Inhil Bacok Tetangga

- Sidang Oknum Polisi Penganiaya Pacar,
Saksi Ahli Diingatkan Hakim Tak Ikut Tentukan Pasal Dakwaan

- Janjikan Korban Menjadi Atlet,
Pelatih Dayung di Pekanbaru ini Cabuli 2 Pelajar Dibawah Umur

- Satres Narkoba Polres Pelalalwan Amankan Pemilik 30 Kilogram Ganja
- Tangkapan Tiga BNN di Pelalawan, Ringkus Dua Bandar dan Sita Narkoba Miliaran Rupiah
- 3 Lagi Kabur,
Dua Sindikat Pencuri Pakaian Antar Provinsi Ditangkap Warga Pasirpangaraian

- Terjerat Korupsi Penanggulangan Karlahut,
Jaksa Batal Tuntut Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya

- Hina Bupati Kuansing, Pemilik Akun Wandi Ajo Nye Dilaporkan ke Polisi
- Tiga Pelaku Diringkus dalam Penggrebekan Narkoba di Pelalawan
- Seorang lagi Meninggal, Korban Jiwa Tembok SDN 141 Bukitraya Roboh Dua Jiwa
- Disaksikan Puluhan Warga, BNNP Riau Tangkap Bandar Ribuan Butir Ekstasi di Pelalawan
- Sudah Dipasang Peringatan, Tembok SDN 141 Pekanbaru Miring Sebelum Roboh
- Korban Jiwa Tembok SDN 141 Runtuh Hanya Satu, Seorang Korban Kritis
- Dua Korban Tewas, Berikut ini Penuturan Saksi Ambruknya Tembok SDN 141 Bukitraya, Pekanbaru
- Kabarnya Ada Mrninggal Tembok Pembatas SD di Pekanbaru Ambruk Timpa Murid dan Warga
- Pelanggaran Ops Zebra Muara Takus Didominasi Pengendara Roda Dua
- Operasi Zebra Muara Takus 2018 Polres Inhu Tilang 616 Ranmor
- Bunuh Pacar karena Handphone, Andre Divonis 12 Tahun Penjara
- Ops Zebra Muara Takus 2018 Berakhir, Pelanggar Lalu Lintas di Rohul Meningkat 14,35 Persen
- Ratusan Pengendara di Kuansing Ditilang Selama Operasi Zebra 2018


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com