Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Juni 2019 19:17
Laga Kambing Travel Vs Truk, Sejumlah Penumpang Terluka

Senin, 17 Juni 2019 18:11
Ini Persyaratan Lengkapnya,
Pendaftaran Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Dibuka 18 Juni 2019


Senin, 17 Juni 2019 18:04
Per-2018, Riau Miliki 24 Desa Wisata

Senin, 17 Juni 2019 18:00
Lomba Menyolak Kelapa, Perlombaan Unik di Perayaan Milad ke-54 Inhil

Senin, 17 Juni 2019 17:07
Anggaran Diperkirakan Defisit Rp100 Miliar, Sekda Rohul Pesankan Ini ke Seluruh OPD

Senin, 17 Juni 2019 16:45
Halal Bi Halal dan Temu Ramah,
Bupati Sukiman Minta Anggota IKAPTK Rohul tidak Langgar Aturan


Senin, 17 Juni 2019 16:27
Seminar Nasional dan HUT IGTKI ke-69,
Bupati Rohul Pesankan ini ke Guru PAUD dan Dukung Gernas BAKU


Senin, 17 Juni 2019 16:21
Rahman Wijayanto Diperhitungkan untuk Pilkada Pelalawan 2020

Senin, 17 Juni 2019 16:15
Wacana Naik Pesawat ke Jakarta Via Negeri Jiran Tunggu Izin Menko Perekonomian

Senin, 17 Juni 2019 15:34
Diduga Cabuli Gadis 16 Tahun,
Pelajar SD dan SMK di Bengkalis Berurusan dengan Hukum


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 14 September 2018 13:46
Tiga Saksi Diperiksa KPK, Satu di Antaranya Jondi Indra Bustian

Kepala Bappeda Bengkalis Jondi Indra Bustian turut diperiksa KPK dalam kasus dugaan tipikor proyek jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

Riauterkini - PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini periksa tiga saksi terkait dugaan perkara korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang- Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis. Salah satu diantaranya yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Bengkalis, Jondi Indra Bustian.

Saat dijumpai oleh media di Makob Brimob Polda Riau, Jondi Indra Bustian mengaku KPK memeriksa dirinya sebagai saksi terkait perkara dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang- Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis. Dimana ia diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka M nasir.

"Masih soal yang kemarin, masih yang lama," ujarnya saat keluar dari ruangan pemeriksaan.

Dikatakannya, gak ada pertanyaan baru. Masih seputaran masalah korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang- Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis. "Intinya pertanyaannya masih melanjutkan yang kemarin, untuk saksi Pak Nasir," jelasnya.

Sementara ditanyakan masalah berapa jumlah uang dalam proyek tersebut, Jondi menyarankan agar menanyakannya ke pihak penyidik. "Jangan saya pula yang dinterogasi. Tanya orangnya saja," sahutnya sembari tertawa.

Selain Jondi, pemeriksaan juga dilakukan kepada dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Bengkalis. Yakni Tarmizi dan Sefnur.

Sedangkan sehari sebelumnya di tempat yang sama, KPK telah memeriksa dua saksi yang diantaranya diketahui adalah Kabid Kelautan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Huri  Agusfriandi. Saat itu Ia merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.

Saat proyek ini dilaksanakan, Huri menjabat Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis. Namun, saat di jumpai awak media Huri tak sedikit pun memberikan keterangan terkait pemeriksaan dirinya.

Menurut Febri tiga saksi tersebut dimintai keterangan untuk tersangka Muhammad Nasir. Menurutnya, penyidik sedang mendalami kasus tersebut sebelum perkara ditingkatkan ke proses hukum selanjutnya.

"Diperiksa untuk MNS. Penyidik perlu mendalami terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan nyirih di Kabupaten Bengkalis," kata Febri.

Sebelumnya KPK juga telah memeriksa sekitar belasan saksi beberapa waktu lalu. Seperti Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, anggota DPRD Bengkalis, dan sejumlah pejabat di Pemkab Bengkalis.

Sedangkan dalam kasus ini KPK menetapkan 2 tersangka yaitu Sekda Dumai M Nasir sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) ketika masih menjabat sebagai Kadis PU dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. 

Keduanya disangka memperkaya diri sendiri atau korporasi terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015. Dalam kasus ini, indikasi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp 80 miliar. 

Selain memeriksa belasan saksi, sebelumnya KPK telah menggeledah beberapa tempat di Bengkalis, termasuk rumah dinas Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen, termasuk uang Rp1.9 miliar.*(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Laga Kambing Travel Vs Truk, Sejumlah Penumpang Terluka
- Diduga Cabuli Gadis 16 Tahun,
Pelajar SD dan SMK di Bengkalis Berurusan dengan Hukum

- Sepekan Menghilang, Remaja KHS Kuansing Ditemukan Selamat
- ‎Perkosa Korban di Depan Pacarnya, 2 Begal Sadis di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul
- Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun,
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul

- Nasib 5 Komisioner KPU Kuansing Menunggu Pleno DKPP RI
- Ops K2YD, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balap Liar di Duri
- Termasuk Seorang ASN Dishub Bengkalis,
Polisi Tangkap Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

- Polres Kuansing Amankan 20 Paket Sabu di Sako Pangean
- Gerebek Rumah di Delima Pekanbaru, Polisi Ringkus Kurir Sabu dan Ekstasi Jaringan Malaysia
- Sepekan Menghilang, Remaja Asal KHS Kuansing Terus Dicari
- Bareskrim Polri Gelar Perkara Dugaan Korupsi Pipa PDAM Indragiri Hilir
- Lebaran Diduga 'Bisnis' Sabu, Dua Pemuda di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polda Riau Bantah Wakil Bupati Bengkalis Muhammad Berstatus Tersangka
-
- Simpan Sabu di Tempat Beras, Pria di Duri Ini Ditangkap Polisi
- Kurang dari 24 Jam, 11 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Digulung Resnarkoba Polres Kampar
- Diduga Mencoba Bunuh Diri, Pria di Pekanbaru ini Ditemukan Berlumuran Muntah di Kamar Hotel
- Aksi Kejar-Kerjaran Warnai Penangkapan Pemilik Sabu 2 Kg di Pelalawan
- Diduga Cabuli ABG, Kades Pedekik Segera Jalani Sidang di PN Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com