Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 21:09
Status 133 Honorer Pemkab Bengkalis Lulus Seleksi P3K Pusat Belum Jelas

Rabu, 26 Juni 2019 21:05
Aksi Penyelundupan Satwa Senilai Rp.1,4 Miliar Digagalkan

Rabu, 26 Juni 2019 21:03
Sehari, Polres Bengkalis Gulung 5 Pengedar Narkoba di 4 TKP

Rabu, 26 Juni 2019 19:28
Ketua Umum FKIJK Riau Diserahterimakan dari DR. Irvandi Gustari ke Wahyu Sulistiyono

Rabu, 26 Juni 2019 19:23
Produksi Minyak Block Rokan Menurun Sejak 2016

Rabu, 26 Juni 2019 19:00
Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi

Rabu, 26 Juni 2019 18:56
2019, Pengajuan Cerai di Pekanbaru Meningkat

Rabu, 26 Juni 2019 18:27
Enam Kendaraan Tabrakan Beruntun di Depan Stadion Utama Riau

Rabu, 26 Juni 2019 18:23
Mega Proyek 'Technopark' Pelalawan Dapat Kunjungan 17 Anggota DPR-RI

Rabu, 26 Juni 2019 17:31
Lepas 436 Peserta Kukerta Universitas Riau,‎ Sekda Rohul Pesankan ini ke Mahasiswa

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 September 2018 12:15
Dianggap Bekukan Kasus Penipuan Sari Antoni, Pendemo Tuntut Kapolda Riau Dicopot

Pendemo menuntut Kapolda Riau dicopot. Dianggap membeku kasus penipuan ratusan miliar rupiah yang melibatkan Ketua DPD Gokar Rohul Sari Antoni.

Riauterkini - PRKANBARU - MPR kembali gelar aksi memperjuangkan nasib warga Rokan Hilir. Selain menuntut penyelesaian kasus Sari Antoni, massa juga tuntut pencopotan Kapolda Riau.

Koordinator Lapangan, Daniel Saragih mengatakan dalam aksi ini pihaknya bersama warga Rokan Hilir mendesak agar Polda Riau segera tangkap Sari Antoni telah merugikan masyarakat Rokan Hilir.

"Kita meminta agar Polda Riau menghormati putusan pengadilan," katanya.

Lanjutnya, dalam aksi ini massa juga menyuarakan pencopotan Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo. Massa menilai Kapolda tidak bisa memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi rakyat kecil di Riau khususnya masyarakat Rohil.

"Hingga saat ini Sariantoni justru belum ditangkap oleh pihak kepolisian. Untuk itu aksi ini kita menuntut penangkapakn Sari Antoni yang telah merugikan masyarakat. Kita juga menuntut Polda Riau harus jalankan keputusan hakim, serta mengusut tuntas perkara ini. Kita juga meminta supremasi hukum di wilayah Riau," terangnya.

Untuk diketahui, dalam perkara ini sejak 2009-2018 dugaan penipuan yang dilakukan Sari Antoni merugikan masyarakat hingga Rp298 miliar lebih. Dimana sepanjang rentang waktu tersebut masyarakat hanya beberapa kali mendapatkan hasil kebun milik mereka. Informasinya luasan lahan kebun sawit yang hasil panennya tak diterima oleh masyarakat sekitar 1102 hektare.

"Kita menuntut Polda Riau mengusut tuntas perkara yang justru sempat dihentikan penyidikannya oleh tim penyidik Polda Riau. Namun, beberapa wqjtu lalu Diktorat Kriminal Umum telah mencabut status SP3 perkara dugaan penipuan dan penggelapan yang menjerat Sari Antoni. Dengan demikian kasus ini kembali dilanjutkan penyidikannya.

Lanjut Daniel, pihaknya akan terus mengawal kasus yang menyeret nama Sari Antoni yang diketahui merupakan anggota DPRD Rohul sekaligus Ketua DPD I Golkar Rohul. "Kita akan terus mengawal penanganan kasus ini. Bahkan jika penanganannya tak jelas, maka kita akan kembali turun kejalan dengan massa aksi yang lebih besar ketimbang saat ini," tuturnya.

Untuk diketahui kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini terjadi sejak 2009 hingga saat ini. Dimana dalam kasus ini Sari Antoni dipercaya oleh masyarakat melalui Koperasi Sejahtera Bersama sebagai pengelola hasil panen kebun sawit seluas 1102 hektare di wilayah Pujud, Rohil. Sementara dalam pelaksanaannya, Sari Antoni justru kembali bekerjasama dengan pihak ketiga yakni PT Torganda.

Kasus yang sempat di SP3 atau dihentikan penyidikannya oleh Polda Riau ini sendiri merugikan masyarakat hingga Rp298 miliar lebih. Sementara kasus ini telah dilaporkan kepihak kepolisian sejak 2016 lalu. Yakni LP nomor STPL/520/X/2016/RIAU/SPKT/Tanggal 10 Oktober 2016.(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sehari, Polres Bengkalis Gulung 5 Pengedar Narkoba di 4 TKP
- Enam Kendaraan Tabrakan Beruntun di Depan Stadion Utama Riau
- Korupsi, Tiga ASN Pemkab Inhu Ditahan Kejari
- Bertema "Kampanye Akbar Stop Narkoba", BNNP Riau Taja Peringatan HANI 2019
- Kebakaran Paksa 30 KK di Panipahan, Rohil Mengungsi
- Kebakaran di Panipahan, Rohil Ludeskan Puluhan Rumah dan Kios
- Melawan Arus, Dua Motor "BALAGO" Hebat di Kuansing
- Miliki Shabu Setengah Milliar Lebih, Seorang Pengengguran di BS, Bengkalis 'Dicokok' Polisi
- Cuci Uang Narkoba,
Bandar di Bengkalis Ini Dituntut 5 Tahun Penjara

- Pemprov Riau Laporkan Koordinator Suporter PSPS Atas Penghinaan Gubernur Riau
- Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Siak
- Penahanan Dialihkan Hakim,
Usai Sidang, Dosen Unri Terjerat Korupsi Gedung Fisipol Melenggang Pulang

- Warga Jalan Gerilya Bengkalis Temukan Ribuan Butir Diduga Permen Ekstasi Senilai Miliaran Rupiah
- Polda Riau Bantah Adanya Laporan AMPM Terkait Kasus Penghinaan Gubernur Riau
- Jaksa Akan Tempuh In Absentia, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi ADD Jangkang, Bengkalis Melarikan Diri
- Suporter PSPS Mau Demo, Pasukan Anti Huru-hara Bersiap di Kantor Gubri
- Kembali, Polsek Mandau Jaring Motor Balapan Liar di Duri
- Kecelakaan Akibat Lindas Genangan Air di Jalan, Humas PKS PT BIM Tewas
- Satu dari Dua Buronan 'Big Bos' PT MAL Sudah Dieksekusi Kajari Pelalawan
- Bawaslu Riau Hormati Proses Hukum Komisioner Bawaslu Inhu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com