Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Pebruari 2019 13:27
TMMD Bangun 6 Rumah Warga Kurang Mampu di Seberang Gunung

Senin, 18 Pebruari 2019 13:22
Disaksikan Caleg DPR RI, PBB Lantik Pengurus Ranting di Duri

Senin, 18 Pebruari 2019 13:17
Adi Sukemi Ketuai Taekwondo Indonesia Pengcab Pelalawan 2019-2023

Senin, 18 Pebruari 2019 12:18
Vendor RS Pertamina Rekrutmen Naker Tak Lapor Disnakertrans Dumai

Senin, 18 Pebruari 2019 12:13
Wan Thamrin Mulai Berangsur Bawa Pakaian dari Rumah Dinas

Senin, 18 Pebruari 2019 10:35
Cuaca Buruk Tunda MoU Bidang Perdata dan TUN BRK dengan Kejati Riau

Senin, 18 Pebruari 2019 10:21
Sehari Jelang Lengser, Gubri Ingatkan Kerja Optimal dan Jangan Ada Lagi Mogok

Senin, 18 Pebruari 2019 07:39
Dinas PUPR Kuansing Jamin Perbaiki Jalan Ambalas di Kuantan Tengah

Senin, 18 Pebruari 2019 07:20
Musda 3 Pajero Sport Family Riau Chapter Pilih Gusri jadi Ketua

Senin, 18 Pebruari 2019 04:12
13 Unit Rumah Terbakar di Kateman, Inhil

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 September 2018 19:57
Terdakwa Suap Penerimaan PTT Oknum Diskes Pelalawan Minta Dibebaskan

Pengadilan Tipikor Pekanbaru kembali gelar sidang perkara suap penerimaan PTT di Pelalawan. Terdakwa meminta dibebaskan dari tunttan jaksa.

Riauterkini-PEKANBARU- Yulia Fitri, seorang oknum PNS di Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan yang menjadi terdakwa atas perkara suap penerimaan pegawai tidak tetap (PTT), meminta kepada majelis hakim tipikor yang menyidangkan dirinya, untuk dapat membenarkan dirinya dari tuntutan jaksa. Karena para saksi saksi yang memberikan keterangan dipersidangan tidak membenarkan dirinya.

Harapan itu disampaikan Yulia melalui kuasa hukumnya, Angga SH pada sidang dengan agenda pembacaan pledoi, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

" Saya berharap agar majelis hakim untuk dapatmembebaskan terdakwa dari segala tuntutan jaksa,"kata Angga di persidangan yang dipimpin Dahlia Panjaitan.

Kuasa hukum terdakwa menyampaikan alasannya, bahwa terdakwa tidak bersalah. Bahkan sejumlah saksi dipersidangan tidak memberikan keterangan yang memberatkan terdakwa.

Atas pledoi terdakwa itu, majelis hakim yang dipimpin Dahlia Panjaitan SH akan mempertimbangkannya dalam putusan nanti. Sidang dilanjutkan satu pekan mendatang.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Dyofa Yudhistira SH, menuntut Yulia selama 4 tahun penjara denda sebesar Rp 200 juta. Jika tidak dibayar dapat diganti dengan subsider 6 bulan penjara

Perbuatan Yulia terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berdasarkan dakwaan JPU, Yulia Fitri turut serta secara bersama sama dengan terdakwa Abdul Wahab, melakukan perbuatan melawan hukum merimaan sejumlah uang bagi calon pegawai tidak tetap (PTT) atau tenaga honor di Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.

Penerimaan uang yang melanggar ketentuan undang undang ASN, tersebut terjadi tahun 2015 lalu. Dimana pada tahun 2014, Diskes Pelalawan melakukan penerimaan pegawai tenaga honor.

Atas adanya penerimaan tersebut, merupakan kesempatan bagi terdakwa untuk mencari keuntungan.

Pada calon tenaga kerja telah menyetorkan sejumlah uang agar segera diloloskan sebagai tenaga honor tahun 2015. Namun hingga pengumuman hasil ujian penerimaan. Nama-nama yang telah menyetor uang pelicin tak satupun yang keluar atau diterima. Sehingga para calon tenaga kerja ini merasa tertipu.

Namun, perbuatan Yulia Fitri ini terendus adanya dugaan tindak pidana korupsi. Yulia Fitri tidak bekerja sendirian, tapi melibatkan oknum pejabat di Diskes Pelalawan yang mengarah ke perbuatan melawan hukum dengan menggunakan jabatan tertentu.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- 13 Unit Rumah Terbakar di Kateman, Inhil
- Satu Meninggal Dunia,
Tiga Sekawan di Pekanbaru Dikeroyok Sekelompok Orang

- Warga Okura Temukan Mayat Mr X Mengapung di Sungai Siak
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Ungkap Tiga Kasus Narkoba dalam Sehari
- Di Duri, Polisi Tak Berdaya Tertibkan Balapan Liar
- Kejari Bengkalis Tetapkan 4 Tersangka Kasus UEK SP Duri Mandiri Bersatu, Duri Timur
- Tabrak Truk, Pemotor di Duri Tewas Mengenaskan
- Nelayan Myanmar Ditemukan Mengapung di Selat Bengkalis Diserahkan ke KKP Batam, Kepri
- Penyebab Kapal Ratusan Ton Terbakar di Selat Bengkalis
- Karlahut Terjadi di Tengah Kota Duri, Bengkalis
- 7 Awak Kapal Selamat,
Kapal GT Ratusan Ton Tanpa Muatan Terbakar di Selat Bengkalis

- Cabuli Balita, Seorang Duda di Desa Karya Indah Ditahan Polsek Tapung
- Bawa Sabu ke Pengadilan, Seorang Nenek di Tembilahan Ditangkap Polisi
- Korban Luka tak Tertolong, Korban Meninggal Laka Maut di Rimbo Panjang Tiga Jiwa
- Miliki Sabu dan Pil Ekstasi, 4 Warga Duri Diamankan Polisi
- Innova Tabrak Scoopy di Rimbau Panjang, Dua Tewas dan Seorang Kritis
- Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Anak di Tapung Aniaya Ibunya
- Aniaya Pacar, Oknum Polda Riau Divonis 14 Bulan Penjara
- Berjudi, Seorang Celeg di Pelalawan Divonis 4 Bulan Penjara
- Seorang Petugas Satpol PP Rumdis Wabup Bengkalis Tewas Tertimpa Pintu Pagar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com