Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 14 Desember 2018 23:14
SBY Berikan Pesan Kepada Warga Pacitan di Riau

Jum’at, 14 Desember 2018 22:38
RAPP Beri Bantuan untuk Korban Banjir di Pelalawan

Jum’at, 14 Desember 2018 22:24
Gubernur Riau Sambut Kedatangan Jokowi dan Iriana

Jum’at, 14 Desember 2018 22:17
Gerakan Taat Pajak, Perdana Bupati Bengkalis Berikan Penghargaan 25 Perusahaan

Jum’at, 14 Desember 2018 19:30
Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Sertifikat Lahan Jalani Sidang Perdana

Jum’at, 14 Desember 2018 19:26
Chevron Dukung Pelestarian Lingkungan dan  Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 

Jum’at, 14 Desember 2018 19:14
Bupati Sukiman Serahkan Bantuan ke Pasien Kurang Mampu di RSUD Rohul

Jum’at, 14 Desember 2018 19:05
Peringati Hari Korupsi Internasional, Pegawai Kejari Rohul Bagi-bagi ini di Jalan

Jum’at, 14 Desember 2018 18:58
Bawaslu Meranti Gelar Rakor Peningkatan SDM

Jum’at, 14 Desember 2018 17:13
Kelola Sumur Tua,
Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Inhu Tetap Berkontribusi di CSR Terpadu


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 21 September 2018 16:37
Merasa Tuntutannya Tak Ditanggapi, Ganri Riau Kembali Datangi Polda Riau

Lagi, massa yang tergabung dalam Gerakan Anak Negeri (Ganri) Riau gelar unjuk rasa di Mapolda Riau jalan Sudirman Pekanbaru, Jum'at (21/09/18). Massa menuntut Polda Riau nrengusut tuntas beberapa dugaan kasus korupsi di wilayah Rohul.

Riauterkini - PEKANBARU - Setelah sebelumnya menggelar aksi di Mapolda Riau beberapa waktu lalu dengan tuntutan yang sama, Ganri Riau kembali datangi Mapolda Riau. Aksi ini digelar karena massa menilai Polda Riau tak mendengar tuntutan kasus dugaan korupsi di wilayah Rohul beberapa waktu lalu.

Koordinator Umum Aksi, Fauzi Kako mengatakan Ganri Riau kembali mendatangi Mapolda Riau sebab Polda Riau seolah tidsjk mendengar tuntutan mereka tentang pengusutan kasus korupsi di wilayah Rokan Hulu. "Terdapat beberapa kasus digaasbn korupsi yang terjadi di Rohul. Untuk itu, kita kembali tegaskan untuk meminta Polda Riau mengusut kasus-kasus ini, katanya.

Dirincikannya, salah satu kasus yang dituntut penyelesaiannya yakni adanya dugaan surat perjanjian dan pernyataan tentang peminjaman dana desa tahun 2016. Hal ini dilakukan oleh pihak kepala desa dan pihak kedua atas nama H Zulyadaini yang di setujui oleh Kepala Bapeda Rohul, Nipzar dimana anggaran digunakan untuk kepentingan lain yakni masjid Agung Islamic Center.

"Kita minta kepada Polda Riau melakukan penyelidikan dan penyidikan tentang perjanjian tersebut. Karena kita duga telah menyalahi aturan berdasarkan UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa dan peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2014 tentang dana desa yang bersumber dari APBN sebagai mana telah diubah dalam PP nomor 8 tahun 2016," jelasnya.

Ditambahkan Fauzi ada juga dugaan pelanggaran dana desa yang bersumber dari dana kas desa tidak boleh dipinjamkan digunakan untuk keperluan pribadi atau golongan. Dimana diketahui H Zulyadaini melakukan peminjaman kepada sejumlah kepala desa untuk kepentingan masjid agung Islamic Center Rohul dan diketahui Kepala Bapeda Rohul.

Massa menduga peminjaman ini tidak diketahui oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa selaku SKPD. "Kami juga menduga hal ini juga tidak diketahui oleh Badan Permusyawaratan Desa," paparnya.

Sementara, untuk kasus pengadaan sapi hingga saat ini belum juga ada reakisasinya. Sedangkan dana anggarannya sudah dialokasikan. "Selama ini, kami tidak mengetahui di mana sapi tersebut. Sapi-sapi ini hanya untuk orang yang berkepentingan," tuturnya.

Lanjutnya, ada tiga pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini. Diantaranya yakni tiga pejabat yang ada di Dinas Peternakan Rohul, yaitu Marjoko, Muncar, dan Yusuf. Dimana pengadaan sapi ini dicanangkan pada 2014 lalu dengan anggaran mencapai Rp6,09 miliar.

"Bantuan ternak ini yang bersumber dari dana APBN, APBD Provinsi dan APBD Rohul. Tapi realisasinya tidak jelas. Negara sudah dirugikan miliaran rupiah," paparnya.

Massa juga menuntut agar Polda Riau melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus korupsi proyek pengadaan Aramco, Alat Berat, Proyek MTQ yang menelan anggaran Rp5,9 miliar. "Ini terjadi di dinas PU dan penataan ruang Rohul. Untuk itu kami meminta Polda Riau memeriksa Kepala Dinas, Kabid, Serta PPTK, serta Kontraktor pemenang lelang," ujarnya.

Sementara, Kanit Tipikor Krimsus Polda Riau, Kompol Taufik saat menemui para demonstran menjelaskan bahwa saat ini Polda Riau tengah berkoordinasi dengan pihak Kejari Rohul. Sementara Kejari Rohul sedang melakukan tahap penyelidikan dan mengumpulkan dokumen-dokumen perkara tersebut.

"Kalau dokumen sudah lengkap maka akan kita lihat kemana akan kita arahkan penanganannya. Nanti kita akan berkoordinasi kembali dengan Kejari Rohul sampai mana penyelidikannya," Singkatnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Sertifikat Lahan Jalani Sidang Perdana
- Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bengkalis,
Satu Jenazah Kembali Teridentifikasi Polda Riau

- Rekanan Pemenang Tender Ungkap Ada Mafia Proyek di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci
- Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru
- Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.
- Kesetrum.Listrik Saat Banjir, Jenazah Warga Kampar Sempat Hanyut Dua Hari
- Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas  Tertabrak Truk
- Polres Pelalawan Sikat Dua Pelaku Judi Togel
- Nihil Syarat Wajib, Pria Ini Malah Bisa Lulus 10 Besar Timsel II KPU Bengkalis
- Lagi Pengedar Sabu diamankan di Kuansing
- Dua Korban Banjir Kampar Ditemukan Tak Bernyawa
- Korupsi Anggaran PJU, Mantan Kadishub dan Bendahara Dishub Rohul Diadili
- Tiga "Penggendong" Sabu 55 Kg dan 46 Ribu Butir Ekstasi Dituntut Hukuman Mati
- Pengamanan Natal dan Tahun Baru,
Polda Riau Buka Latihan Pra Operasi Lilin Muara Takus 2018

- Proyek Sitac Work Smart Phone tak Dibayar, PT RAB Somasi Dua Perusahaan
- Investasi Berujung Pidana, Dirut PT SSS Yakin Kasus yang Menjeratnya Murni Perdata
- Tenggelam di Sungai Air Hitam,
Jasad Bocah SMP di Pekanbaru Ditemukan Tersangkut di Semak

- Dihajar Massa Saat Diduga Menjambret,
Bz Akhirnya Meregang Nyawa di Rumah Sakit

- Mayat 'Berserakan' di Perairan Bengkalis,
Polres Bengkalis Tetapkan Dua Tekong Sebagai Tersangka

- Merampok di Inhu Dua Pelaku Ditangkap di Jambi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com