Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 16:33
Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
URP Beri Peluang Mahasiswi UIR di Korsel


Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri

Senin, 27 Mei 2019 14:13
Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta, Bupati Inhil Paparkan Program Pembangunan

Senin, 27 Mei 2019 14:10
Setiap Bulan, Disdik Pekanbaru Kumpulkan Zakat Guru Rp300 Juta

Senin, 27 Mei 2019 14:05
Terjun ke Sungai Kampar, Kandil Hilang Tenggelam

Senin, 27 Mei 2019 14:02
Hindari TB di Akhir Tahun, Pemko Pekanbaru Lakukan Rasionalisasi Anggaran

Senin, 27 Mei 2019 13:03
Mobnas ASN Bengkalis Vs Truk di Meredan, Siak

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Oktober 2018 13:23
Polda Riau Ungkap Kasus Dugaan Ilegal Loging di Pelalawan

Barang bukti sekitar 52,8 ton kayu berbagai jenis berhasil diamankan Polda Riau. Tak hanya barang bukti, pihaknya juga berhasil ringkus 19 orang tersangka di dua TKP.

Riauterkini - PEKANBARU -Puluhan ton kayu beragam jenis berhasil diamankan Kepolisian Daerah Riau di wilayah Pelalawan. Barang bukti ini merupakan hasil dari pengungkapan kasus ilegal loging yang menjerat 19 orang tersangka yang diringkus di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dalam ekspos yang dilakukan di RSDC Rumbai, Kamis, (11/10/18) mengatakan pihaknya berhasil mengungkap kasus ilegal loging dengan 5 laporan polisi di dua TKP berbeda.

"TKP di wilayah konsesi PT SPA tepatnya di desa Serapung, Kualu Kampar, Pelalawan. Dimana kita berhasil meringkus 19 orang tersangka dengan barang bukti kayu sebanyak 52,8 ton kayu berbagai jenis," katanya.

Tersangka tersebut yakni MY (25), Dr (34), Mr (44), Uw (44), An (40), Di (21), KL (26), Rk (20), Yn (31), In (25), Al (27), Az (47), By (29), Ar (29), Rb (23), Sy (38), Ro (41), Ad (46) dan Sf (42). Selain itu, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti lain berupa 3 buah senso, 4 parang, 1 sampan dan 1 pompong, 1 unit truk Hino bernomor polisi BA 8909 HU.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 82 ayat 1 huruf B, dan atau 83 ayat 1 huruf B UU RI 2013 tentang pencegahan perusakan hutan," tuturnya.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan merinci pengungkapan kasus ini berhasil diungkap berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti. "Selain laporan yang kita tindak lanjuti, kita juga mendapat informasi dari satgas karhutla melalui pantauan udara," katanya.

Lanjutnya, tersangka yang diamankan saat ini memiliki berbagai peran dalam perkara ilegal loging tersebut. Seperti penebang, merakit, dan pembawa hasil pembalakan liar tersebut.

Saat penangkapan tepatnya di TKP pertama barang bukti yakni kayu posisinya berada dalam kanal dengan jumlah sekitar 29 rakit yang siap untuk dihanyutkan menuju pulau Serapung. Kanal ini sendiri masuk dalam kawasan konsesi PT SPA. "Tapi titik tebang berada di wilayah hutan Serapung. Sehingga masyarakat tidak terima dan memang rawan terjadi kebakaran hutan," paparnya.

Sedangkan barang bukti di TKP kedua berada dalam sebuah truk hino yang berhasil diamankan di jalan HR Soebrantas, Simpang Tabek Gadang Tampan Pekanbaru yang diangkut menuju Bagan Siapi-api.

"Menurut pengakuan pelaku, pembalakan liar ini belum lama dilakukan. Tapi menurut prediksi kita sudah berjalan hampir tiga tahun. Sebab, sudah puluhan hektar hutan yang tertebang," bebernya.

Terkait jenis kayu, diketahui ada dua jenis kayu yang memiliki nilai harga jual yang cukup tinggi. Yakni meranti merah dan meranti keras. Namun, untuk jumlah total nomimal barang bukti ini masih dalam penghitungan oleh saksi ahli.*(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- 1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri
- Terjun ke Sungai Kampar, Kandil Hilang Tenggelam
- Mobnas ASN Bengkalis Vs Truk di Meredan, Siak
- Bus Medan Jaya Vs Truck Tronton, Puluhan Penumpang Terluka
- BOB Laporkan Pencurian Minyak ke Polisi
- Kecelakaan Maut Tewaskan Seorang Pelajar di Pelalawan
- Kembali, Satlantas Polres Bengkalis Tertibkan Balapan Liar di Duri
- Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019
- Protes Kecurangan Pemilu, Pendemo Kepung DPRD Riau
- Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru, ASN Dihukum 14 dan 16 Bulan
- Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau
- ‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru
- Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com