Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 14 Desember 2018 12:34
Pelajari RKPD, Dewan Kuansing Stuban ke Batam

Jum’at, 14 Desember 2018 12:26
Keempat Kali, Hera Tri Wahyuni Terpilih sebagai Ketua GOW Kabupaten Bengkalis

Jum’at, 14 Desember 2018 12:09
SKK Migas-EMP Santuni Anak Yatim Sebelum Lakukan Pengeboran di MSBY-03

Jum’at, 14 Desember 2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Jum’at, 14 Desember 2018 08:51
Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.

Jum’at, 14 Desember 2018 07:40
Kesetrum.Listrik Saat Banjir, Jenazah Warga Kampar Sempat Hanyut Dua Hari

Kamis, 13 Desember 2018 21:42
Kominfotik Bengkalis Serahkan e-Mail Sanapati 11 Kecamatan

Kamis, 13 Desember 2018 21:38
Sambut Kehadiran Presiden di Riau, PWNU Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas dan Ketentraman

Kamis, 13 Desember 2018 20:43
Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas  Tertabrak Truk

Kamis, 13 Desember 2018 20:32
Polres Pelalawan Sikat Dua Pelaku Judi Togel

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Oktober 2018 13:23
Polda Riau Ungkap Kasus Dugaan Ilegal Loging di Pelalawan

Barang bukti sekitar 52,8 ton kayu berbagai jenis berhasil diamankan Polda Riau. Tak hanya barang bukti, pihaknya juga berhasil ringkus 19 orang tersangka di dua TKP.

Riauterkini - PEKANBARU -Puluhan ton kayu beragam jenis berhasil diamankan Kepolisian Daerah Riau di wilayah Pelalawan. Barang bukti ini merupakan hasil dari pengungkapan kasus ilegal loging yang menjerat 19 orang tersangka yang diringkus di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dalam ekspos yang dilakukan di RSDC Rumbai, Kamis, (11/10/18) mengatakan pihaknya berhasil mengungkap kasus ilegal loging dengan 5 laporan polisi di dua TKP berbeda.

"TKP di wilayah konsesi PT SPA tepatnya di desa Serapung, Kualu Kampar, Pelalawan. Dimana kita berhasil meringkus 19 orang tersangka dengan barang bukti kayu sebanyak 52,8 ton kayu berbagai jenis," katanya.

Tersangka tersebut yakni MY (25), Dr (34), Mr (44), Uw (44), An (40), Di (21), KL (26), Rk (20), Yn (31), In (25), Al (27), Az (47), By (29), Ar (29), Rb (23), Sy (38), Ro (41), Ad (46) dan Sf (42). Selain itu, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti lain berupa 3 buah senso, 4 parang, 1 sampan dan 1 pompong, 1 unit truk Hino bernomor polisi BA 8909 HU.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 82 ayat 1 huruf B, dan atau 83 ayat 1 huruf B UU RI 2013 tentang pencegahan perusakan hutan," tuturnya.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan merinci pengungkapan kasus ini berhasil diungkap berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti. "Selain laporan yang kita tindak lanjuti, kita juga mendapat informasi dari satgas karhutla melalui pantauan udara," katanya.

Lanjutnya, tersangka yang diamankan saat ini memiliki berbagai peran dalam perkara ilegal loging tersebut. Seperti penebang, merakit, dan pembawa hasil pembalakan liar tersebut.

Saat penangkapan tepatnya di TKP pertama barang bukti yakni kayu posisinya berada dalam kanal dengan jumlah sekitar 29 rakit yang siap untuk dihanyutkan menuju pulau Serapung. Kanal ini sendiri masuk dalam kawasan konsesi PT SPA. "Tapi titik tebang berada di wilayah hutan Serapung. Sehingga masyarakat tidak terima dan memang rawan terjadi kebakaran hutan," paparnya.

Sedangkan barang bukti di TKP kedua berada dalam sebuah truk hino yang berhasil diamankan di jalan HR Soebrantas, Simpang Tabek Gadang Tampan Pekanbaru yang diangkut menuju Bagan Siapi-api.

"Menurut pengakuan pelaku, pembalakan liar ini belum lama dilakukan. Tapi menurut prediksi kita sudah berjalan hampir tiga tahun. Sebab, sudah puluhan hektar hutan yang tertebang," bebernya.

Terkait jenis kayu, diketahui ada dua jenis kayu yang memiliki nilai harga jual yang cukup tinggi. Yakni meranti merah dan meranti keras. Namun, untuk jumlah total nomimal barang bukti ini masih dalam penghitungan oleh saksi ahli.*(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru
- Korupsi ADD, Kades di Siak Divonis 18 Bulan Penjara.
- Kesetrum.Listrik Saat Banjir, Jenazah Warga Kampar Sempat Hanyut Dua Hari
- Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas  Tertabrak Truk
- Polres Pelalawan Sikat Dua Pelaku Judi Togel
- Nihil Syarat Wajib, Pria Ini Malah Bisa Lulus 10 Besar Timsel II KPU Bengkalis
- Lagi Pengedar Sabu diamankan di Kuansing
- Dua Korban Banjir Kampar Ditemukan Tak Bernyawa
- Korupsi Anggaran PJU, Mantan Kadishub dan Bendahara Dishub Rohul Diadili
- Tiga "Penggendong" Sabu 55 Kg dan 46 Ribu Butir Ekstasi Dituntut Hukuman Mati
- Pengamanan Natal dan Tahun Baru,
Polda Riau Buka Latihan Pra Operasi Lilin Muara Takus 2018

- Proyek Sitac Work Smart Phone tak Dibayar, PT RAB Somasi Dua Perusahaan
- Investasi Berujung Pidana, Dirut PT SSS Yakin Kasus yang Menjeratnya Murni Perdata
- Tenggelam di Sungai Air Hitam,
Jasad Bocah SMP di Pekanbaru Ditemukan Tersangkut di Semak

- Dihajar Massa Saat Diduga Menjambret,
Bz Akhirnya Meregang Nyawa di Rumah Sakit

- Mayat 'Berserakan' di Perairan Bengkalis,
Polres Bengkalis Tetapkan Dua Tekong Sebagai Tersangka

- Merampok di Inhu Dua Pelaku Ditangkap di Jambi
- Mayat 'Berserakan' di Perairan Bengkalis,
Akibat Speedboat Muatan Orang Tenggelam di Perairan Rupat

- Antar Shabu Bernilai Seratusan Juta ke BS, Bengkalis, Warga Rohil Ditangkap Polisi
- Terseret Arus Banjir, Dua Warga Kampar Belum Ditemukan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com