Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 16:14
Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019

Sabtu, 25 Mei 2019 16:09
Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 25 Mei 2019 14:54
Nikmati 4Gpluskuat Saat Berbuka Puasa

Sabtu, 25 Mei 2019 14:02
Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa

Sabtu, 25 Mei 2019 13:11
Tanpa Dana Desa, Pembangunan Tak Kan Merata di Kuansing

Sabtu, 25 Mei 2019 13:08
Berbagi Kebahagiaan, PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim

Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Oktober 2018 13:23
Polda Riau Ungkap Kasus Dugaan Ilegal Loging di Pelalawan

Barang bukti sekitar 52,8 ton kayu berbagai jenis berhasil diamankan Polda Riau. Tak hanya barang bukti, pihaknya juga berhasil ringkus 19 orang tersangka di dua TKP.

Riauterkini - PEKANBARU -Puluhan ton kayu beragam jenis berhasil diamankan Kepolisian Daerah Riau di wilayah Pelalawan. Barang bukti ini merupakan hasil dari pengungkapan kasus ilegal loging yang menjerat 19 orang tersangka yang diringkus di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dalam ekspos yang dilakukan di RSDC Rumbai, Kamis, (11/10/18) mengatakan pihaknya berhasil mengungkap kasus ilegal loging dengan 5 laporan polisi di dua TKP berbeda.

"TKP di wilayah konsesi PT SPA tepatnya di desa Serapung, Kualu Kampar, Pelalawan. Dimana kita berhasil meringkus 19 orang tersangka dengan barang bukti kayu sebanyak 52,8 ton kayu berbagai jenis," katanya.

Tersangka tersebut yakni MY (25), Dr (34), Mr (44), Uw (44), An (40), Di (21), KL (26), Rk (20), Yn (31), In (25), Al (27), Az (47), By (29), Ar (29), Rb (23), Sy (38), Ro (41), Ad (46) dan Sf (42). Selain itu, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti lain berupa 3 buah senso, 4 parang, 1 sampan dan 1 pompong, 1 unit truk Hino bernomor polisi BA 8909 HU.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 82 ayat 1 huruf B, dan atau 83 ayat 1 huruf B UU RI 2013 tentang pencegahan perusakan hutan," tuturnya.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan merinci pengungkapan kasus ini berhasil diungkap berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti. "Selain laporan yang kita tindak lanjuti, kita juga mendapat informasi dari satgas karhutla melalui pantauan udara," katanya.

Lanjutnya, tersangka yang diamankan saat ini memiliki berbagai peran dalam perkara ilegal loging tersebut. Seperti penebang, merakit, dan pembawa hasil pembalakan liar tersebut.

Saat penangkapan tepatnya di TKP pertama barang bukti yakni kayu posisinya berada dalam kanal dengan jumlah sekitar 29 rakit yang siap untuk dihanyutkan menuju pulau Serapung. Kanal ini sendiri masuk dalam kawasan konsesi PT SPA. "Tapi titik tebang berada di wilayah hutan Serapung. Sehingga masyarakat tidak terima dan memang rawan terjadi kebakaran hutan," paparnya.

Sedangkan barang bukti di TKP kedua berada dalam sebuah truk hino yang berhasil diamankan di jalan HR Soebrantas, Simpang Tabek Gadang Tampan Pekanbaru yang diangkut menuju Bagan Siapi-api.

"Menurut pengakuan pelaku, pembalakan liar ini belum lama dilakukan. Tapi menurut prediksi kita sudah berjalan hampir tiga tahun. Sebab, sudah puluhan hektar hutan yang tertebang," bebernya.

Terkait jenis kayu, diketahui ada dua jenis kayu yang memiliki nilai harga jual yang cukup tinggi. Yakni meranti merah dan meranti keras. Namun, untuk jumlah total nomimal barang bukti ini masih dalam penghitungan oleh saksi ahli.*(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019
- Protes Kecurangan Pemilu, Pendemo Kepung DPRD Riau
- Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru, ASN Dihukum 14 dan 16 Bulan
- Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau
- ‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru
- Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro Bengkalis Diadili
- PPID Pemprov Riau Digugat Sengketa Informasi YLBI ke KI Riau
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com