Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Mei 2019 15:23
H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani

Senin, 27 Mei 2019 15:18
Pemerintahan MH Raih WTP ke-8 Kalinya

Senin, 27 Mei 2019 15:13
Ramadhan, Ratusan Warga Binaan Lapas Bengkalis Ikuti Kegiatan Religi

Senin, 27 Mei 2019 14:43
1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri

Senin, 27 Mei 2019 14:13
Buka Puasa Bersama KKIH Jakarta, Bupati Inhil Paparkan Program Pembangunan

Senin, 27 Mei 2019 14:10
Setiap Bulan, Disdik Pekanbaru Kumpulkan Zakat Guru Rp300 Juta

Senin, 27 Mei 2019 14:05
Terjun ke Sungai Kampar, Kandil Hilang Tenggelam

Senin, 27 Mei 2019 14:02
Hindari TB di Akhir Tahun, Pemko Pekanbaru Lakukan Rasionalisasi Anggaran

Senin, 27 Mei 2019 13:03
Mobnas ASN Bengkalis Vs Truk di Meredan, Siak

Senin, 27 Mei 2019 09:13
Hadiri Bukber Golkar Riau, Sukarmis Seolah Didaulat jadi Ketua DPRD Riau

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Oktober 2018 13:41
Kasus Dugaan Korupsi BPR Dana Amanah Pelalawan Dinyatakan P21

Polres Pelalawan melimpahkan kasus dugaan tipikor PD BPR Dana Amanah ke pihak Kejari. Dalam kasus ini, teller BPR sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Polres Pelalawan melimpahkan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Perusahaan Daerah (PD) BPR Dana Amanah Pelalawan yang dilakukan tellernya, ke Kejari, Kamis (11/10/18).

Penyerahan dilakukan langsung oleh tim penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pelalawan dengan membawa tersangka bernama Nadya Ayu Puspita ke kantor kejaksaan. Selain tersangka, polisi juga menyerahkan sejumlah barang bukti berupa dokumen dan berkas-berkas pendukung.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Teddy Ardian, SH, S.Ik mengatakan pelimpahan atau tahap 2 tersebut dilakukan setelah seluruh berkas penyidikan yang dilakukan selama ini dinyatakan lengkap (P21). "Jadi kegiatan kami yaitu menindaklanjuti status P21 itu yakni melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus BPR Dana Amanah," kata Teddy Ardian. Dari hasil penyidikan yang dilakukan kepolisian, tersangka Nadya Puspita diduga melakukan tindak pidana korupsi tahun anggaran 2014 sampai dengan 2016. "Aksi yang dilakukan tersangka adalah dengan membobol duit nasabah. Selama kurun dua tahun ia berhasil mengorup uang senilai Rp 444 juta," tandas Teddy.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- 1.788 Napi di Riau Terima Remisi Idul Fitri
- Terjun ke Sungai Kampar, Kandil Hilang Tenggelam
- Mobnas ASN Bengkalis Vs Truk di Meredan, Siak
- Bus Medan Jaya Vs Truck Tronton, Puluhan Penumpang Terluka
- BOB Laporkan Pencurian Minyak ke Polisi
- Kecelakaan Maut Tewaskan Seorang Pelajar di Pelalawan
- Kembali, Satlantas Polres Bengkalis Tertibkan Balapan Liar di Duri
- Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019
- Protes Kecurangan Pemilu, Pendemo Kepung DPRD Riau
- Korupsi Pembangunan Drainase Pekanbaru, ASN Dihukum 14 dan 16 Bulan
- Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau
- ‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru
- Tiga Ditunda Besok, Dua Terdakwa Kotupsi Drainase Pekanbatu Divonis Sesuai Tuntutan
- Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti
- Lokasi di Tikungan, SPBU 13.294.624 di Sei Dawu Inhu Rawan Lakalantas
- Satres Narkoba Polres Pelalawan Tangkap Bandar Sabu
- Razia Hotel dan Kos-Kosan, Satpol PP Pekanbaru Jaring 58 Pasangan Mesum
- Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan
- Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda
- Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com