Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Nopember 2018 21:36
Pesta Sabu Semiliar, Seorang Oknum Polisi dan 6 Kawannya Ditangkap Polsek Mandau

Selasa, 20 Nopember 2018 20:06
Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil Dimajukan Sejam

Selasa, 20 Nopember 2018 17:08
Perdana di Pekanbaru,
UMRI Dipercaya sebagai Tuan Rumah Pelatihan Auditor Mutu Internal PTMA


Selasa, 20 Nopember 2018 16:24
Sambut Hari Juang Kartika, Korem 031/WB Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Selasa, 20 Nopember 2018 14:12
Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Akan Berlakukan Tiket Masuk

Selasa, 20 Nopember 2018 13:46
Sekda Lantik 136 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Inhil

Selasa, 20 Nopember 2018 13:31
Rumah diterjang Longsor Warga Benai Telan Kerugian 50 Juta

Selasa, 20 Nopember 2018 10:30
Camat Kuantan Tengah, Kuansing Bantu panti Asuhan dan Lansia Tunanetra

Selasa, 20 Nopember 2018 07:01
Rp1,4 Triliun, Pemkab Meranti Ajukan Nota Keuangan RAPBD 2019 ke DPRD

Selasa, 20 Nopember 2018 06:57
Teken KUA-PPAS 2019 Terkendala Rincian DBH Migas dari Pusat

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Oktober 2018 16:32
Oknum Polisi Terjerat TPPU Penyelundupan Trenggiling Dituntut 3 Tahun Penjara

Diduga terlibat tindak pidana pencucian uang dalam kasus penyelundupan hewan dilindungi jenis trenggiling, oknum polisi ini dituntut jaksa hukuman penjara selama tiga tahun.

Riauterkini-PEKANBARU -Perbuatan Muhammad Ali Honopiah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas penjualan, penyelundupan satwa yang dilindungi yaitu trenggiling, dinyatakan jaksa terbukti secara sah merupakan perbuatan melawan hukum.

Atas perbuatannya tersebut, M Ali Honopiah yang merupakan seorang oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) yang bertugas di Polres Indragiri Hilir (Inhil), dituntut hukuman oleh jaksa selama 3 tahun penjara.

Berdasarkan amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Miko SH, dipersidangan tipikor pada Selasa (16/10/18) sore. Terdakwa juga dikenakan hukuman. denda sebesar Rp 800 juta subsider 6 bulan.

"Perbuatan terdakwa ini, barang bukti sebesar Rp 320 juta dirampas untuk negara," jelas Miko dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Dahlia Panjaitan SH.

Perbuatan M Ali Honopoiah dijerat Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU," pungkas Miko.

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa berencana akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan.

Terdakwa M Ali Honopoiah didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dalam hal penyelundupan trenggiling yang dilakukan secara berulang ulang.

Berdasarkan dakwaan, terdakwa diduga telah menikmati hasil penjualan satwa yang dilindungi ini selama bertahun tahun dengan hasil penjualan sekitar Rp 7,1 miliar.

Sebelumnya, M Ali Honopoiah, dijatuhi hukuman pidana penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, selama 3 tahun. Atas perkara tindak pidana penyeludupan 70 ekor trenggiling.

Seperti diketahui, kasus penyelundupan M Ali ini, diungkap Ditreskrimsus Polda Riau pada Oktober 2017 lalu. Dimana terdakwa menyelundupkan satwa yang dilindungi negara.

Berawal, terdakwa Ali Honopoiah menghubungi temannya bernama Ali dan Jupri untuk berangkat ke Lubuk Jambi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjemput 70 ekor trenggiliing dari pengepul.

Terdakwa mengirimkan uang sebesar Rp2 juta kepada Ali untuk biaya operasional serta merental mobil. Selanjutnya satwa yang memiliki nama latin Manis Javanica itu diangkut menggunakan lima kotak berwarna orange dalam keadaan hidup dengan berat 300 kilogram lebih. Dimana harga satu kilogramnya mencapai Rp350 ribu.

Selanjutnya satwa-satwa itu dibawa menuju Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis dengan melintasi Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Di tempat lain, tim Ditreskrimsus Polda Riau menerima informasi terkait ada penyeludupan hewan yang diliindungi dan akan melintasi daerah Pangkalan Kerinci. Tim buru sergap diterjunkan ke lokasi untuk menangkap dan menggagalkan penyeludupan. Setelah posisinya diketahui, barulah dilakukan pencegatan tepat di jembatan Pangkalan Kerinci. Dan kasus ini kemudian dkembangkan yang berujung TPPU.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pesta Sabu Semiliar, Seorang Oknum Polisi dan 6 Kawannya Ditangkap Polsek Mandau
- 'Laga Kambing Maut' Jalan Bantan,
Ini Penyebab Versi Satlantas Polres Bengkalis

- Puluhan Advokat dan Staf PN Bengkalis Ikuti Sosialisasi Aplikasi Sidang Perdata Secara Online
- Kamis Lusa, Pengadilan Tipikor Sidangkan Perkara Korupsi RTH Jilid 3
- Diintai Dua Pekan, Polsek Tampan Ringkus Kurir 4 Kilogram Sabu di Rumbai
- Sidang Sengketa Informasi KIP Riau, SKK Migas Ngotot Bukan Badan Publik
- Laka Maut di Duri Tewaskan 4 Orang, Polisi Pastikan Sopir Truk Tanki Lalai
- Tabrakan Truk Tangki Vs Kijang di Duri, 4 Korban Tewas
- Konsleting Listrik Picu Pabrik Tahu di Airmolek, Inhu Ludes Terbakar
- Rusak Spanduk LGBT, Banci Pemilik Salon Digeruduk FPI dan Jamaah Masjid
- Pelaku Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Pernah Pulang ke Rohul
- Hasil Selingkuh, Polsek Minas Tangkap Pasangan Peletak Mayat Bayi di Mobil Innova
- Satpolair Bengkalis Sosialisasi Kambtibmas Perairan
- Polsek Minas Terus Dalami Temuan Mayat Bayi Laki-laki Dalam Mobil Innova
- Termasuk Seorang Caleg dan Seorang PPK,
Penangguhan Penahanan Tersangka Judi di Pangkalan Lesung Ditolak

- Ditinggal Mandi di SPBU, Mobil Innova Ini Dititipi Mayat Bayi Laki-laki
- Lutut Isteri Disenggol,
Seorang Nelayan di Patang Parang, Inhil Bacok Tetangga

- Sidang Oknum Polisi Penganiaya Pacar,
Saksi Ahli Diingatkan Hakim Tak Ikut Tentukan Pasal Dakwaan

- Janjikan Korban Menjadi Atlet,
Pelatih Dayung di Pekanbaru ini Cabuli 2 Pelajar Dibawah Umur

- Satres Narkoba Polres Pelalalwan Amankan Pemilik 30 Kilogram Ganja


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com