Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 26 April 2019 22:13
Polisi Jamin Aman, Logistik PSU dan PSL di Bengkalis Belum Tersedia

Jum’at, 26 April 2019 21:05
‎Peringatan Hari Kartini ke-55, Dinsos P3A Rohul Gelar Lomba Baca Puisi dan Fashion Show

Jum’at, 26 April 2019 20:56
Diguyur Hujan, Duri Timur, Bengkalis Kebanjiran

Jum’at, 26 April 2019 20:02
Dilepas Bupati Rohul, Pawai Ta'aruf Semarak Ramadhan 1440 H di Pasirpangaraian Diguyur Hujan

Jum’at, 26 April 2019 19:36
Simulasi Evakuasi Bencana, Gedung RSUD Petala Bumi Terbakar, Pasien Melahirkan Turut Dievakuasi

Jum’at, 26 April 2019 18:54
Diduga Cabuli ABG, Kades Pedekik dan Barang Bukti Dilimpahkan ke JPU

Jum’at, 26 April 2019 17:30
Ketua Bawaslu Pelalawan: Pengalihan Suara Antar Caleg Adalah Pidana Pemilu

Jum’at, 26 April 2019 16:54
Dorong Kemandirian, Keterampilan Teknis dan Mental,
200 Warga Ikuti Kelas Orientasi dan Kewirausahaan Tajaan PT CPI


Jum’at, 26 April 2019 16:34
99 Mahasiswa dan 14 Dosen Asal Pekanbaru Blusukan ke Hutan Mangrove di Bengkalis

Jum’at, 26 April 2019 15:42
Gubri Harap PSU dan PSL Besok Berjalan Damai

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 Oktober 2018 16:32
Oknum Polisi Terjerat TPPU Penyelundupan Trenggiling Dituntut 3 Tahun Penjara

Diduga terlibat tindak pidana pencucian uang dalam kasus penyelundupan hewan dilindungi jenis trenggiling, oknum polisi ini dituntut jaksa hukuman penjara selama tiga tahun.

Riauterkini-PEKANBARU -Perbuatan Muhammad Ali Honopiah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas penjualan, penyelundupan satwa yang dilindungi yaitu trenggiling, dinyatakan jaksa terbukti secara sah merupakan perbuatan melawan hukum.

Atas perbuatannya tersebut, M Ali Honopiah yang merupakan seorang oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) yang bertugas di Polres Indragiri Hilir (Inhil), dituntut hukuman oleh jaksa selama 3 tahun penjara.

Berdasarkan amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Miko SH, dipersidangan tipikor pada Selasa (16/10/18) sore. Terdakwa juga dikenakan hukuman. denda sebesar Rp 800 juta subsider 6 bulan.

"Perbuatan terdakwa ini, barang bukti sebesar Rp 320 juta dirampas untuk negara," jelas Miko dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Dahlia Panjaitan SH.

Perbuatan M Ali Honopoiah dijerat Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU," pungkas Miko.

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa berencana akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan.

Terdakwa M Ali Honopoiah didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dalam hal penyelundupan trenggiling yang dilakukan secara berulang ulang.

Berdasarkan dakwaan, terdakwa diduga telah menikmati hasil penjualan satwa yang dilindungi ini selama bertahun tahun dengan hasil penjualan sekitar Rp 7,1 miliar.

Sebelumnya, M Ali Honopoiah, dijatuhi hukuman pidana penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, selama 3 tahun. Atas perkara tindak pidana penyeludupan 70 ekor trenggiling.

Seperti diketahui, kasus penyelundupan M Ali ini, diungkap Ditreskrimsus Polda Riau pada Oktober 2017 lalu. Dimana terdakwa menyelundupkan satwa yang dilindungi negara.

Berawal, terdakwa Ali Honopoiah menghubungi temannya bernama Ali dan Jupri untuk berangkat ke Lubuk Jambi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjemput 70 ekor trenggiliing dari pengepul.

Terdakwa mengirimkan uang sebesar Rp2 juta kepada Ali untuk biaya operasional serta merental mobil. Selanjutnya satwa yang memiliki nama latin Manis Javanica itu diangkut menggunakan lima kotak berwarna orange dalam keadaan hidup dengan berat 300 kilogram lebih. Dimana harga satu kilogramnya mencapai Rp350 ribu.

Selanjutnya satwa-satwa itu dibawa menuju Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis dengan melintasi Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Di tempat lain, tim Ditreskrimsus Polda Riau menerima informasi terkait ada penyeludupan hewan yang diliindungi dan akan melintasi daerah Pangkalan Kerinci. Tim buru sergap diterjunkan ke lokasi untuk menangkap dan menggagalkan penyeludupan. Setelah posisinya diketahui, barulah dilakukan pencegatan tepat di jembatan Pangkalan Kerinci. Dan kasus ini kemudian dkembangkan yang berujung TPPU.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diduga Cabuli ABG, Kades Pedekik dan Barang Bukti Dilimpahkan ke JPU
- Penyidik KPK Geledar Kantor dan Rumah Dinas Walikota Dumai
- Truck Vs Innova di Duri, Seorang Penumpang Tewas
- Gubri dan Kepala BNNP Ekspos 70 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi Sitaan 4 Bulan
- 4 Terdakwa Tunda Vonis, Seorang Terdakwa Korupsi Alkes RSUD AA Dihukum 14 Bulan Penjara
- Parah, Tiga Remaja di Tapung Kabupaten Kampar Gilir Anak Dibawah Umur
- Bertengkar dengan Ipar Masalah Hutang, Pria Setengah Abad di Pekanbaru ini Tewas
- Diduga Aniaya Tersangka Jambret,
Tiga Personel Polsek Bangko Rohil Diperiksa Propam Polda Riau

- Diduga Gelembugkan Suara Caleg PAN, PPK di Kuansing Dipolisikan
- Gelapkan Dana Desa,
Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Dituntut 2 Hingga 5 Tahun Penjara

- Tak Ditahan, 5 Personil Polres Kuansing Terus Diperiksa Terkait Kematian Warga Jake
- Razia Penginapan Jelang Ramadhan,  3 Pasangan Haram Dicokok Petugas Gabungan di Bengkalis
- Ketika Kapolresta Pekanbaru Rela Nyebur Banjir Demi Lalin Lancar
- Ruko Warga Rumbai Pesisir, Pekanbaru Terbakar
- Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel
- Penusukan Terhadap Pesonel Polda Riau,
Satu dari Empat Tersangka Geng Motor Merupakan Residivis

- Pelaku Penusukan dan Pengeroyokan Terhadap Anggota Polda Riau Ternyata Geng Motor
- Dua Terdakwa Korupsi Jalan Bengkalis Diadili, Miliaran Uang Negara Dibagi-bagi
- Tewas Diduga Akibat Dianiaya Oknum Polisi, Empat Anak Warga Jake, Kuansing Kini Yatim
- Diserang Kelompok Bersenjata, Tiga Personil Polda Riau Luka Tusuk


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com